Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Dia masalalu ku


__ADS_3

Keesokan paginya Tyas bangun terlebih dahulu dan terlihat sedang sibuk berkutat memasak sarapan di dapur dengan dibantu Mbok Rah bagian memotongi buah, Mbak Murti bagian menata peralatan makan untuk seluruh anggota keluarga juga seluruh pekerja di rumah nya Eyang Putri


Sementara para asisten rumah tangga yang lakinya sibuk dengan aktifitas nya masing masing mulai dari membersihkan ruangan dan lain sebagainya.


Tak berselang lama menu masakan untuk sarapan seluruh penghuni rumah itupun telah selesai di masak dan sudah selesai ditata diatas meja makan yang berukuran besar itu.


" Mbak Murti tolong kasih tau yang lainnya sarapan sudah siap suruh Mereka semua kesini sarapan, dan Mbok Rah tolong panggilkan Mas Naka kesini sarapan ya biar Aku nyusul Eyang Putri ditaman belakang." Kata Tyas dengan nada sopan.


" Baik Non." Sahut Mbok Rah dan Mbak Murti kompak


Mbok Rah berjalan menuju kamar tidurnya Naka dan Tyas bermaksud untuk memanggil Naka dan ternyata Naka sudah bangun dan sudah rapi, sementara Mbak Murti memanggil pekerja lainnya untuk sarapan bersama di ruang makan.


Tyas terlihat menyusul sang Eyang Putri yang terlihat asik memberi makan ikan koi di kolam taman belakang rumah itu, Dia mengajak Eyang Putri untuk sarapan bersama di ruang makan dengan menu yang di masaknya tadi.


" Lo dimana Tyas, Mbok? " Tanya Naka yang telah sampai di ruang makan dan tak mendapati keberadaan sangat istri itu


" Non Tyas lagi nyusul Eyang Putri di taman belakang Den, dan itu Mereka." Jawab Mbok Rah sembari menunjuk kearah Tyas dan Eyang Putri yang berjalan bergandengan tangan.


" Pagi Eyang." Sapa Naka sesaat setelah melihat kedatangan Eyang Putri dan Tyas dari taman belakang itu


" Pagi sayang, ayo semuanya Kita sarapan dulu baru beraktivitas." Balas Eyang Putri sembari duduk di kursi meja makan itu


Pagi ini Mereka semua sarapan dengan menu yang dimasak Tyas tadi yakni bibir ayam lengkap dengan aneka toping nya juga tumis bayam udang dan aneka lauk lainnya dan tak lupa teh panas dan jus untuk seluruh penghuni rumah tersebut tak terkecuali


Mereka semua sarapan bersama dengan menu yang sama tempat yang sama tanpa pembeda sedikit pun mana majikan mana pekerja semua nya sama dan hal ini sudah menjadi kebiasaan di keluarga Bagaskara.


Ya sejak dahulu keluarga Bagaskara memang dikenal sangat dekat dengan para pekerja nya entah itu pekerja di rumah maupun di kantor, almarhum Eyang Kakung Bagaskara yang juga pendiri dari perusahaan besar Bagaskara grup selalu mengajarkan untuk tidak memandang rendah siapapun itu termasuk pekerja juga tidak membeda bedakan kasta seseorang berdasarkan harta .


Dan Beliau selalu meminta kepada seluruh pekerja di rumah nya untuk makan bersama dengan Beliau baik itu waktu sarapan maupun makan malam, juga Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja nya hingga tak khayal pekerja di rumahnya Eyang Putri ini rata rata sudah bekerja di keluarga Bagaskara sudah diatas lima tahun semua.


" Sayang nanti sebelum ke bandara, Kita mampir ke kantor cabang dulu ya . " Kata Naka di sela sela makan nya itu


" Lo kenapa kok pakai acara mampir ke kantor cabang segala sayang? " Tanya Eyang Putri heran


"Itu Eyang ada dokumen yang harus sekalian Naka bawa untuk bahan meeting dengan klien Kita Mr Kyoto." Jawab Naka


" Oh kirain Kamu masih mau kerja dulu sebelum berangkat ke Jepang." Sahut Eyang Putri


" Iya Mas." Balas Tyas


Kemudian Mereka semua pun melanjutkan acara sarapan pagi itu dengan diselingi canda tawa hingga selesai dan Mereka semua pun kembali melanjutkan aktifitas masing masing

__ADS_1


Tyas dan Naka masuk kedalam kamar bersiap siap sekaligus mengambil koper untuk digunakan di Jepang nanti dan Naka memberi tahu Tyas bahwa Mereka berdua hanya membawa empat stel baju saja sisanya nanti beli di sana.


Persiapan telah selesai Mereka berdua pun terlihat keluar kamar dan bersiap untuk berangkat dan seperti biasa Mereka terlebih dahulu berpamitan pada Eyang Putri juga kepada para pekerja lainnya lalu berjalan masuk mobil dengan diantar kan oleh Eyang Putri juga Mbok Rah sampai di pintu depan


" Kalian hati hati di perjalanan ya, nikmati honeymoon Kalian juga jangan lupa bawa oleh oleh untuk Kita semua hehehehe." Pesan Eyang Putri pada Tyas dan Naka


" Eyang mau oleh oleh apa? " Tanya Tyas sembari menggenggam erat tangan Eyang Putri


" Apa saja boleh sayang ." Jawab Eyang Putri


Kemudian Mereka berdua pun pamit lalu berangkat dengan diantar oleh Pak Prapto sopir pribadi keluarga Bagaskara itu


Dan seperti yang tadi Naka katakan sebelum menuju bandara, Mereka mampir sebentar ke kantor cabang tempat acara tadi malam untuk mengambil dokumen untuk bahan meeting nanti.


" Sayang ayo temani Aku masuk ambil dokumen." Kata Naka mengajak Tyas masuk kedalam kantor yang terlihat mewah namun masih dibawah kantor pusat itu


Sebenarnya Tyas sedikit kikuh untuk ikut masuk kedalam kantor cabang tersebut mengingat Dia sangat malas untuk bertemu dengan Ditya mantan suaminya itu, namun Dia juga tidak enak hati jika harus menolak ajakan Naka suami tercinta nya itu.


Kemudian Mereka berdua pun berjalan ber iringan masuk kedalam kantor dan langsung di sambut oleh resepsionis kantor tersebut kemudian diantar naik ke ruang manager perusahaan yang tak lain adalah ruang kerjanya Ditya sekarang ini.


Awalnya Tyas sedikit gugup namun Dia berhasil memendam kegugupan nya saat Naka mengajak dirinya masuk kedalam ruang manager tersebut.


" Selamat pagi Tuan Naka dan Nyonya Tyas." Balas Ditya sembari bersalaman dengan Naka dan Tyas secara bergantian


Naka merasa sedikit aneh saat secara tidak sengaja melihat tatapan mata Ditya kepada Tyas saat Mereka tengah bersalaman apakah Mereka sudah kenal pikir Naka.


Dan lagi lagi Dia berhasil meredam rasa curiganya itu, sementara Tyas yang merasa tidak nyaman dengan pandangan Ditya yang sedari tadi menatap langsung pada dirinya itu pun berusaha mengalihkannya dengan mengapit mesra lengan Naka sembari membisikan kata ke telinga milik Naka.


" Ayo Mas nanti Kita terlambat." bisik Tyas lirih


Dan seperti nya Naka sadar kalau istrinya itu tengah merasa tidak nyaman, dan Dia pun segera meminta dokumen yang kebetulan sudah dipersiapkan oleh Ditya sejak tadi dan langsung mengajak Tyas berangkat menuju bandara.


Di sepanjang perjalanan menuju bandara Tyas terlihat lebih banyak diam tidak seceria biasanya, Naka yang duduk disamping nya pun merasa heran dan berpikir apa yang sebenarnya terjadi pada istri nya itu hingga akhirnya Dia pun memilih bertanya langsung pada Tyas.


" Sayang kok perhatiin sedari tadi Kamu hanya diam saja kenapa Kamu nggak enak badan ya? " Tanya Naka yang terlihat curiga


Tyas yang memang sejak tadi hanya diam itupun menoleh kearah Naka sembari menggelengkan kepalanya, ya Dia ragu untuk berterus terang kalau Ditya adalah mantan suaminya.


" Tyas Kita ini sudah menikah Kamu istri ku Aku suamimu, sudah seharusnya tidak ada yang ditutupi diantara Kita berdua." Kata Naka yang terlihat tidak mempercayai jawaban Tyas barusan


" Mas." Sahut Tyas yang nampak sedikit ragu untuk berterus terang.

__ADS_1


" Kalau Kamu tidak mau bicara sekarang is ok Aku tidak akan memaksa Mu , tapi yang perlu Kamu tau Aku tidak suka di bohongi dan Aku tidak suka Kamu main rahasia rahasian di belakang ku." Balas Naka sembari memalingkan wajahnya


Nampaknya Tyas sedikit gugup dengan ketegasan ucapan Naka barusan, Dia pun mengumpulkan sedikit keberanian nya untuk berbicara jujur pada suami nya itu.


" Mas, Aku ingin bicara jujur sama Kamu, tapi Aku mohon Kamu jangan marah maupun benci kepada Ku." ujar Tyas


" Silahkan." Sahut Naka


" Mas, sebenarnya Manager Ditya adalah mantan suami ku dulu." Kata Tyas memulai ceritanya


Naka tersentak kaget dan langsung menoleh kearah Tyas, sungguh Dia seakan tak percaya dengan kata kata yang barusan di dengarnya itu ah bagaimana bisa begini ceritanya mungkinkah hanya kebetulan atau memang terencana guman Naka dalam hati


Tyas yang melihat Naka tersentak kaget itupun menjadi bingung sendiri antara rasa takut situasi buruk akan menghampiri nya dan rasa lega karena telah berterus terang kepada Naka.


" Lalu kenapa baru sekarang Kamu ngomong kalau Manager Ditya itu mantan suamimu kenapa tidak dari dulu Kamu bilang ke Aku? " Tanya Naka dengan nada terdengar kurang suka itu


Tyas yang mendapat pertanyaan dengan nada kurang suka itupun menjadi gemetar, sungguh Dia tidak membayangkan hal ini akan terjadi hari ini apalagi kini Mereka tengah dalam perjalanan menuju bandara.


" Jawab kenapa Kamu diam saja? " Kata Naka mengulangi pertanyaan nya barusan


" Mas, Aku minta maaf." Jawab Tyas dengan nada gemetar


Sementara Pak Prapto yang mengemudikan mobil itu pun terlihat mencuri pandang kearah Tyas lewat spion mobil dan Beliau dapat melihat wajah kegugulan yang nampak jelas pada diri Tyas.


Beliau merasa kasihan pada Tyas namun Beliau sendiri tidak bisa berbuat apa apa apalagi ini menyangkut rumah tangga majikannya itu


" Kenapa Kamu minta maaf, kesalahan apa yang telah Kamu perbuat? " Tanya Naka pada Tyas


Tyas semakin gemetar dan tanpa di sadari nya air matanya jatuh menetesi pipi nulisnya itu.


" Aku minta maaf Mas baru sekarang Aku memberitahu Kamu kalau Manager Ditya itu mantan suami ku karena Aku sendiri juga tidak tau kalau Dia kerja di perusahaan milikmu Mas, juga Aku berpikir hal ini tidak lah penting bagimu." Jawab Tyas jujur


Naka nampaknya masih tak juga beegeming dengan jawaban dari istri nya itu, dan Dia pun menatap wajah Tyas yang berurai air mata itu lekat lekat seakan tengah mencari ada tidaknya kebohongan pada diri istri nya


" Benarkah yang Aku dengar barusan atau ini hanya taktik permainan Kalian ? " Tanya Naka dengan nada dingin


" Aku berani bersumpah bahwa apa yang barusan Aku ucapkan ini benar ada nya, dan juga apakah Kamu lupa kalau harta ku satu satunya telah Aku persembah kan pada Mu, lalu untuk apa Aku dan mantan suami ku melakoknkan taktik permainan untuk Kamu dan juga Eyang Putri." Jawab Tyas dengan nada tegas


Mendengar jawaban Tyas barusan, Naka menjadi sedikit lega juga memori otaknya memutar kembali saat malam pertama pernikahannya dengan Tyas beberapa bulan yang lalu bahwa dirinya lah yang merenggut keperawanannya Tyas.


" Kalau Kamu tidak mempercayai ku itu hak Mu Mas yang penting Aku sudah berbicara jujur ke Kamu, asal Kamu tau Aku menikah dengan nya atas dasar perjodohan orang tua Kami masing masing tidak ada cinta di antara Kami, Aku tidak pernah mencintai nya seperti Aku mencintaimu hingga Aku rela menyerah kan mahkota ku ke Kamu karena Kamu adalah masa depan Ku sedangkan Dia hanya masa lalu yang pernah singgah di hidupku dan sekarang semua terserah padamu mau lanjut atau berhenti itu hak mu." Ujar Tyas dengan nada tegas dan berurai air mata

__ADS_1


__ADS_2