
Saat kebahagiaan demi kebahagiaan tengah Tyas rasakan dimana dirinya kini tengah mengandung calon bayi kembar buah cintanya dengan Naka sudah pasti dirinya dihujani dengan perhatian perhatian manis juga cinta dan kasih sayang yang besar dari keluarga suami juga keluarga nya terlebih Naka.
Naka sangat menjaga dan memperhatikan apa saja yang dikerjakan oleh Tyas dan Naka ini tipenya tipe suami yang sangat sangat posesif Dia sangat takut Tyas kelelahan dan berakibat buruk untuk tubuh istrinya juga bayi yang di kandung nya itu dan itu sangat lumrah mengingat ini pengalaman pertama nya.
Sementara Eyang Putri merasa sangat sangat bahagia dengan kehamilan calon bayi kembar yang ada di rahim Tyas saat ini, dan demi memastikan kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi oleh Tyas, Eyang Putri membayar ahli khusus untuk ibu hamil.
Juga menyewa suster ahli untuk mendampingi sekaligus mengecek kesehatan Tyas selama di rumah dan lagi lagi hal ini wajar mengingat kini Tyas tengah mengandung calon pewaris tahta perusahaan Bagaskara grub yang mana Dokter kandungan yang memeriksa kehamilan Tyas ini memprediksi kalau bayi yang ada di kandungan Tyas itu besar kemungkinan berjenis kelamin laki laki semua.
Kini kandungan Tyas tengah memasuki usia sepuluh minggu itu berati kurang dia minggu lagi usia kandungan Tyas mencapai dia belas minggu atau genap tiga bulan dan sesuai tradisi Jawa maka akan di adakan acara tiga bulanan bayi dalam kandungan yang diisi dengan pengajian keluarga juga slametan kecil kecilan sebagai wujud tanda syukur sekaligus memanjatkan doa doa agar selalu dilimpahi keselamatan juga kelancaran.
Dan pagi itu seperti biasa Tyas sudah bangun dan sudah mandi ganti baju pula hingga terlihat lebih segar meski perutnya kini mulai terlihat sedikit menonjol , sementara sang suaminya masih terlelap tidur ya maklum saja hari ini hari minggu apalagi di tambah adegan olah raga ranjang tadi malam jadi membuat Naka bangun kesiangan
" Mas Mas bangun Mas sudah siang ni." Ucap Tyas mencoba membangunkan Naka
" Sebentar lagi sayang masih ngantuk ni." Sahut Naka seraya membenarkan selimut yang menutupi tubuh polosnya itu
" Makanya kalau malam tu tidur nggak usah usil." Balas Tyas seraya mencoba menarik selimut itu
" Ya gimana lagi wong bumil ku yang cantik ini selalu menantang untuk Aku usilin." Ujar Naka seraya tersenyum kearah Tyas
" Apa maksudmu Mas, mana ada Aku nantangin Kamu coba?" Tanya Tyas sewot
" La tu buktinya kenapa tiap malam Kamu selalu cantik dengan busana tidur Mu itu kalau nggak bermaksud nantangin Aku apa coba ?" Tanya balik Naka
" Mas, baju yang Aku pakai ini baju biasa kenapa Kamu malam nyebutnya Aku nantang coba." Jawab Tyas semakin sewot
Melihat istrinya tengah merajuk itu membuat Naka semakin gemas hingga Dia pun bangkit dari rebahan nya dan masih dengan tubuh polosnya itu Dia langsung berdiri di depan Tyas hingga memaksa Tyas melihat pemandangan aneh itu
__ADS_1
" Mas apa sih Kamu ini sana cepetan mandi katanya hari ini mau nemani Aku ke ruko." Kata Tyas seraya menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya
Melihat hal itu semakin membuat Naka gemas dan semakin bernafsu kembali menghabisi istrinya itu pagi ini hingga Dia pun langsung menyergap tubuh Tyas dan langsung memaksanya untuk olah raga ranjang nanti panas dengan saling menerima dan memacu hingga akhirnya sama sama terkulai lemas.
Selesai bergulat, Tyas segera membungkus tubuhnya itu dengan selimut dan langsung masuk kedalam kamar mandi berniat mandi dan sialnya lagi Dia lupa mengunci pintu kamar mandi itu hingga Naka bisa leluasa masuk dan melakukan hal itu sekali lagi di kamar mandi.
Hingga hampir sejaman Mereka berdua di dalam kamar mandi, barulah Mereka keluar dari dalam kamar mandi dan langsung ganti baju dan sebelum keluar kamar Naka membantu mengeringkan rambut Tyas lalu mengajaknya keluar untuk sarapan bersama Eyang Putri yang sejak tadi sudah menunggui Mereka.
" Selamat lagi Eyang Putri." Sapa Tyas seraya mencium pipi kanan dan kirinya Eyang Putri itu
" Pagi juga sayang, wah bumil kesayangan nya Eyang makin cantik aja nih dengan perut nya yang semakin terlihat." Balas Eyang Putri seraya mengusap lembut perut Tyas yang mulai buncit itu
"Terima kasih Eyang." Ucap Tyas seraya duduk di samping suaminya itu
Kemudian Mereka bertiga juga para pekerja di rumah itu pun sarapan bersama dengan di selingi candaan dan disela sela obrolan itu Eyang Putri memberitahu Naka kalau hari senin besok Mereka berdua ada acara penting diluar pulau , Eyang Putri juga memberi tahu kalau Mereka hanya pergi berdua saja tanpa mengajak Tyas.
Semula Tyas ngeyel ingin ikut perjalanan keluar pulau itu namun Eyang Putri dan Naka nampaknya berhasil meyakinkan dirinya agar tidak usah ikut dan semua itu demi kebaikan nya juga bayi yang ada di kandungannya itu hingga akhirnya Tyas pun menurut saja
Tapi dengan syarat kalau dirinya hari ini ingin sekali di ajak di ke ruko miliknya juga pengen sekali di ajak ke mall untuk sekedar jalan jalan saja dan tentu saja keinginan itu dikabulkan oleh Naka dan juga Eyang Putri.
Selesai sarapan Mereka berdua pun segera berangkat ke ruko cake and pastry milik Tyas dan sesampainya di sana Tyas segera memeluk kedua sahabatnya Diah dan Yesi secara berganti an melupakan rasa rindu yang selama ini terpendam
" Wah bumil ini semakin hari semakin cantik saja ya." Ujar Yesi
" Iya ni kok Aku perhatiin aura nya semakin beda gitu." Sahut Diah menimpali pujian Yesi barusan.
" Ah Kalian terlalu berlebihan, oya gimana penjualannya lancar kan? " Tanya Tyas
__ADS_1
" Ya alhamdulillah lancar dan semakin meningkat saja bestie, iya Kamu dan Mas Naka mau minum apa biar Aku buatin. " Jawab Diah seraya menawari minuman untuk Tyas dan Naka.
" Nggak usah repot repot bestie Kami hanya mampir sajaa kok sekalian ngasih bonus bukan ini untuk Kamu bagi. " Jawab Tyas seraya mengeluarkan amplop berisi uang itu
" Ah makasih bestie." Sahut Diah dan Yesi kompak
Hingga akhirnya Mereka pun mengobrol sebentar sebelum akhirnya Tyas dan Naka lun berpamitan untuk pergi ke mall jalan jalan
Kini Mereka berdua telah sampai di mall dan sedikit aneh menurut Naka dimana Tyas tiba tiba nyelonong kearah stabd penjual baju baju bayi dan langsung memilihnya lalu meminta untuk di bungkus lalu di beli
Naka sedikit heran melihat Tyas tengah memilih sepasang baju bayi kembar itu bukan kah kandungannya baru menginjak usia sepuluh bulan cuman Naka dalam hati tanpa berani menegur Tyas itu.
" Mas ini bagus nggak? " Tanya Tyas seraya mengangkat dua stel baju bayi dan menunjukan kearah Naka
" Bagus sayang, tapi kok aneh ya kan bayi dalam kandungan mu masih berusia tiga bulan kok Kamu udah beli baju." Jawab Naka heran
" Iya Mas Aku pengen banget beli nggak papa kan? " Tanya Tyas harap harap cemas
Meski sebenarnya Naka ragu untuk menjawab sebab Dia pernah dengar kalau kandungan masih kecil dilarang beli baju bayi pamali katanya namun akhirnya Dia pun menjawab pertanyaan Tyas barusan denagn anggukan saja takut Tyas tersinggung
Puas membeli baju bayi, Tyas dan Naka pun pulang kembali ke rumah Eyang Putri untuk istirahat capek mengitari mall seharian
Dan tanpa Mereka berdua sadari dari kejauhan nampak Maritha dan teman temannya tengah memperhatikan Naka dan Tyas yang tengah berjalan bergandengan keluar dari mall tersebut.
" Sungguh Kau tidak bisa membiarkan Mereka bahagia besti, Aku akan menghancurkan kebahagiaan Mereka." Ucap Maritha penuh emosi saat melihat Naka dan Tyas berjalan bergandengan itu
" Sabar bestie sabar.' Ucap Yohan mencoba menengkan emosi Maritha itu
__ADS_1
" Aku tidak lagi bisa sabar, Aku akan mencari cara agar Mereka berpisah apapun itu." Sumpah Maritha seraya mengelakkan tangannya.