
Hari sudah lewat tengah hari jam di dinding pun sudah menujuk ke angka tiga sore dan Tyas yang semula tertidur di sofa depan TV itu pun terlihat berusaha mengumpulkan nyawanya untuk bersiap bangun lalu mandi kemudian bersiap untuk memasak.
Dan belum sempat Tyas bangun tiba tiba pintu utama apartemen itu terbuka yang ternyata di buka oleh Naka.
" Hay sayang." Sapa Naka lembut
" Hay Mas." Balas Tyas sembari segera beranjak bangun dari posisi rebahan nya itu
" Kenapa Kamu tidur di situ sayang, kok nggak tidur di kamar? " Tanya Naka sembari mencium kening Tyas itu
" Nggak Mas tadi Aku nonton TV terus ketiduran deh heheheh." Jawab Tyas berbohong
Nampaknya Naka tau kalau Tyas tengah berbohong ,Dia tau kalau Tyas tengah kecapean setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga hingga membuatnya kecapean lalu tertidur di sofa depan TV.
" Kamu jangan bohong sayang, pasti Kamu kecapean habis membereskan seluruh ruangan apartemen ini hingga membuatmu tertidur di sofa ya kan? " Ucap Naka
" Nggak papa Mas lagian itu kan sudah menjadi tugas ku, oya Mas Aku boleh minta tolong nggak? " Tanya Tyas
" Apa itu sayang? " Tanya balik Naka yang terlihat penasaran
" Tolong temani Aku belanja ya, malam ini Aku pengen masak yang spesial untuk Mu." Jawab Tyas setengah memohon
" Em belanja ya, ok tapi Aku ganti baju dulu ya gerah ni tapi Kamu ya yang bantuin ganti bajunya." Sahut Naka setengah menjebak
" Tapi janji nggak nakal ya, awas aja kalau Kamu macam macam nanti malam nggak akan Aku kasih jatah." Balas Tyas sewot
Naka terlihat sedikit kecewa dengan jawaban Tyas barusan yang itu artinya Tyas lolos dari jebakan ranjang nya itu, namun Naka tidak mau ambil pusing sebab Dia punya harapan jatah malam nanti.
Dan akhirnya Dia pun beranjak masuk kedalam untuk ganti baju , sementara Tyas terlihat tengah merapikan baju juga penampilan nya lalu bersiap untuk berangkat belanja sayuran dengan diantar oleh Naka
__ADS_1
Mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan bahan pangan mulai dari sayuran segar, aneka macam buah buahan daging dan bahan makanan lainnya yang letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen.
" Mas Kamu pengen di masakin apa malam ini? " Tanya Tyas sesat setelah Mereka sampai di dalam pusat perbelanjaan itu.
" Apa saja sayang yang penting itu masakan mu pasti enak." Jawab Naka
Tyas terlihat kurang menyukai jawaban Naka barusan ya wajar saja jawaban Naka itu kesan nya menggantung dan pasti akan merepotkan nantinya sebab dirinya juga belum bisa seratus persen tau makanan kesukaan Naka itu apa.
" Sayang kok Kamu melamun sih? " Tanya Naka yang melihat Tyas tengah bengong di depan deretan sayuran itu
" Habis nya jawaban mu itu mengambang sih bikin Aku bingung masak apa coba." Jawab Tyas
" Oh sayang hanya hal sekecil itu membuatmu jengkel , ya sudah Aku minta maaf ya dan sebagai tanda minta maaf ku ke Kamu malam ini Aku pengen di masakin mie goreng Jawa seperti yang dulu pernah Kamu masak sewaktu di ruko." Jawab Naka setengah membujuk Tyas agar tidak semakin merajuk
Tyas kaget mendengar jawaban Naka barusan itu bagaimana bisa Naka meminta untuk dimasak kan mie goreng yang nota bene adalah menu sederhana yang di masaknya sewaktu di ruko dulu.
Mendengar ucapan Tyas barusan membuat Naka tersenyum gemas dan memuji pribadi sederhananya JIWA Tyas dalam hati.
" Justru karena menu itu sederhana Aku menyukainya seperti Aku yang menyukai sikap sederhana Mu mulai dari pertama kali Kita bertemu hingga saat ini dan selamanya." Jawab Naka
Tyas merasa tersanjung dengan jawaban Naka barusan sungguh Dia beruntung bisa memiliki suami sebaik dan se pengertian Naka dan dalam hati Dia pun berdoa semoga saja rumah tangganya bersama Naka bisa langgeng menua bersama hingga waktunya tiba.
Kemudian Tyas pun mulai memilih milih jenis sayuran segar yang tertata rapi di rak sayur itu dengan seksama, Dia juga memilih beberapa potong ikan segar juga daging sapi dan daging ayam segar tentunya dan tak lupa Dia juga memilih beberapa jenis buah buahan segar.
Naka memperhatikan setiap panggah Tyas yang terlihat gesit cermat dan juga lihai dalam hal memilih aneka jenis sayuran dan lainnya hingga timbul lah rasa bangga di hatinya terhadap istri tercinta itu.
Puas memilih aneka jenis bahan masakan seperti sayur dan lainnya itu, Tyas mengajak Naka untuk membeli beberapa jenis pertumbuhan yang nanti akan dibutuhkan setelah semua di rasa sudah cukup kini tiba saat nya waktu membayar semua barang belanjaan nya itu.
Awal nya Tyas berniat untuk mengantri di kasir dan bersiap untuk membayarnya namun nampaknya Naka tidak setuju hingga Dia berjalan mengantri dan menyelesaikan bayar membayar barang belanjaan itu lalu mengajak Tyas untuk pulang.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen, Tyas segera merapikan barang belanjaan nya itu sekalian menyiapkan bahan masakan yang akan di masak untuk makan malam nanti.
Sementara itu di sebuah stasiun kereta api terbesar di ibu kota ikut terlihat Wati tengah berdiri di depan pintu kedatangan penumpang kereta.
Ya sesuai pamit Wati pada Ditya tadi pagi sore ini Dia pergi ke stasiun kereta untuk menjemput teman nya sewaktu di Yogyakarta dulu .
" Nila" itulah nama sahabat yang di jemput Wati saat ini, Dia adalah sahabat karibanya Wati sewaktu masih di Yogyakarta dulu, hubungan persahabatan antara Wati dan Nila itu sangat lah akrab sama hal nya hubungan persahabatan antara Wati dan Tyas dulu sebelum akhirnya berpisah.
" Watiiiii." Panggil Nila sesaat setelah dirinya keluar dari pintu utama kedatangan penumpang kereta api itu
" Nilaaaa." Sahut Wati yang tak kalah heboh nya
Nila langsung berlari memeluk sahabat yang lama tak di jumpai nya itu, Mereka berpelukan sesaat hingga akhirnya Wati mengajak Nila untuk pulang ke rumah nya.
" Nil, sebelum pulang Kita cari makan dulu yuk Kamu pasti lapar ya kan? " Tanya Wati pada sahabatnya itu
" ok." Jawab Nila singkat
Nila dan Wati pun beranjak berjalan menuju ke sebuah rumah makan khas padang yang menjual aneka masakan khas kota Minangkabau dengan ikon nya yakni rendang sapi nan lezat itu
Mereka memesan sesuai selera masing masing dan sembari menunggu pesanan makanannya datang Wati mengajak Nila untuk mengobrol santai sembari bernostalgia masa masa indah sewaktu di Yogyakarta dulu.
" Oya Wat, beneran nggak papa ni kalau sementara waktu ini Aku nginap di rumah mu? " Tanya Nila di sela sela obrolan Mereka itu
" Iya nggak papa dong, memang nya kenapa kok tiba tiba Kamu bertanya seperti itu? " Tanya Wati yang sedikit heran
" Ya nggak kenapa kenapa sih habisnya Aku takut kalau suami mu nggak mengijinkan Kau untuk tinggal di rumah Kalian." Jawab Nila
Wati yang mendengar perkataan Nila barusan itu pun tertawa renyah
__ADS_1