Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Ingin segera keluar


__ADS_3

" Cepat katakan apa yang ingin Kamu katakan Mas, Aku tidak ingin berlama lama di sini dan membuat Wati berburuk sangka pada Ku." Kata Nila sewot.


Ditya duduk di sampingnya Nila dan menatap kearah gadis cantik itu dengan tatapan yang sulit diartikan


" Nila, Aku tau Kamu sedang cemburu saat Aku memberikan hadiah untuk Wati ya kan? " Tanya Ditya yang seakan paham dengan suasana hati yang tengah dirasakan Nila itu.


Nila yang sebenarnya memang tengah merasa cemburu itupun tersontak kaget dari mana Ditya tau kalau dirinya tengah dilanda cemburu itu namun Nila menutupi rapat dan memberikan jawaban yang sedikit berbohong pada Ditya.


" Cemburu, apa maksud Mu Aku cemburu saat Kamu memberikan hadiah untuk Wati bukan kah wajar kalau Kamu memberikan hadiah untuknya Aku pun juga ikut senang dengan surprise yang Kamu berikan pada sahabat ku itu dan dimana letak kecemburuan Ku Mas? " Tanya balik Nila panjang lebar


" Nila tolong jangan Kamu bohongi perasaan Mu sendiri, Aku tau dan Aku juga paham kalau Kamu suka ke Aku dan Kamu cemburu tadi sewaktu Aku memberikan hadiah untuk Wati . " Jawab Ditya


" Kamu jangan sembarangan ngomong Mas, menuduh tanpa bukti itu fitnah namanya dan asal Kamu tau Aku menyukai Kamu layaknya Aku menyukai Wati sahabat ku jadi Kamu jangan beranggapan lain tentang sikap ku ke Kamu Mas." Sahut Nila dengan nada emosi


Ditya nampak tidak mempercayai ucapan Nila barusan, Dia tau kalau Nila juga mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya saja Nila tidak berani berterus terang.


"Nila ayolah Kamu jujur saja kalau dirimu juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku. " Kata Ditya mencoba membujuk agar Nila mau berterus terang.


Nila terlihat gugup dan juga bingung bagaimana mengahadapi situasi ini, sebenarnya dirinya ingin sekali berterus terang pada Ditya namun keinginan itu dipendam nya dalam dalam hal itu tidak mungkin di ucapkan pada Ditya yang mana Dia adalah suami sahabat karibnya.


Dan belum sempat Dia menjawab pertanyaan Ditya barusan, tiba tiba saja HP milik Ditya berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Bu Ratih sang mama tercintanya itu.

__ADS_1


Ditya terlihat mengobrol santai dengan Bu Ratih yang memberi tahu kalau Beliau besok akan ke Jakarta, dan ini kesempatan baik bagi Nila untuk kabur kembali ke kamarnya dan mengunci rapat rapat pintu kamar itu.


Sesampai nya di kamar Nila segera mengunci rapat pintu itu dan langsung mematikan lampunya kemudian beranjak berbaring di atas kasur empuk kamar nya.


Tak bisa di sangkal oleh Nila bahwasanya Dia juga mulai mempunyai perasaan yang sama terhadap Ditya, baginya Ditya ini sosok seorang suami yang baik juga suami idaman sudah ganteng berwibawa punya pekerjaan yang mapan pula.


Memori ingatannya memutar kembali pada kejadian tadi dimana Ditya memeluk tubuh nya erat erat lembutnya bibir Ditya saat mencium mesra tengkuk juga rambutnya itu nafas hangatnya yang menerpa telinga miliknya juga aroma wangi tubuhnya sungguh masih tergambar jelas di benak Nila.


Namun Nila tersadar bahwa ini salah, Dia tidak boleh menuruti egonya yang menuntut untuk menikmati perlakuan juga pengakuan cinta dari Ditya pada dirinya itu sebab Nila sadar kalau Ditya itu suami dari sahabatnya.


Lama sekali Nila melamun sembari memikirkan kenapa semua ini terjadi pada dirinya hingga tanpa di sadari dirinya tertidur pulas malam itu dengan posisi meringkuk hingga pagi pun datang menyapa.


Pagi ini Nila sedikit berbeda dimana Dirinya bangun lebih awal dari biasanya, ya hari ini Dia bangun sebelum azan subuh dan langsung mandi lalu bergegas ke dapur untuk masak sarapan pagi untuk semua nya hingga selesai lalu beranjak ke kamar untuk ganti baju lalu bersiap untuk berangkat kerja.


" Loh Nil, Kamu mau kemana kok kelihatan nya terburu buru gitu ? " Tanya Wati yang heran melihat Nila yang terlihat terburu buru itu.


" Hay pagi semua, maaf ya mulai pagi ini Aku akan jarang sarapan dengan Kalian sebab Aku punya tugas tambahan sekarang yakni mengawasi bagian absensi." Jawab Nila berbohong.


" Oh kirain mau kemana, oya Kamu nggak sarapan dulu ya Nil ? " Tanya Wati


" Aku sarapan di sana aja takut telat nih, ya udah Aku berangkat dulu ya Wat, Mas." Jawab Nila yang terlihat tergesa gesa itu

__ADS_1


" Ya sudah Kamu hati hati ya di jalan." Sahut Wati .


Kemudian Nila pun segera keluar rumah berangkat kerja, sebenarnya Nila tidak ada tugas tambahan pagi ini, Dia hanya ingin menghindari bertemu dengan Ditya ya sejak kejadian semalam itu Nila menjadi sedikit berubah lebih menjaga jarak dengan Ditya.


Namun nampaknya Wati tidak menyadari perubahan sikap dan perilaku Nila itu Dia percaya kalau Nila memang benar benar mendapat tugas tambahan mengawasi absensi pekerja di restoran tempat nya bekerja itu.


Sementara itu Ditya paham kalau Nila marah dan tengah menjaga jarak dengan nya, dan meski begitu tak juga membuat rasa cinta di hati Ditya untuk Nila surut malah semakin menjadi jadi dan Dia berjanji pada dirinya sendiri nanti siang akan mencari Nila di tempatnya bekerja itu


Wati dan Ditya sudah selesai sarapan bersama, Ditya juga memberi tahu Wati kalau lusa Sang Mama akan datang ke Jakarta menjenguk Mereka.


Selesai sarapan Ditya pamit untuk berangkat ke kantor, sebelum berangkat ke kantor Ditya mencium mesra kening Sang istri itu dan Wati pun merasa senang bercampur heran kok tumben Ditya bersikap semanis itu mungkinkah Dia sudah berubah sepenuhnya guman Wati dalam hati.


Lalu kemana sebenarnya Nila pagi ini mengingat restoran tempatnya kerja bukanya masih jam Delapan nanti, dan jawabannya Dia tengah duduk santai di bangku taman di depan deretan perumahan sederhana nan asri dekat restoran itu


Dia berpikir lebih baik segera mencari tempat kontrakan saja agar bisa terbebas dari godaan nya Ditya itu, namun Dia masih lah awam dengan kota metropolitan itu mengingat Dia masih satu bulan di Jakarta.


Sebenarnya bisa saja Dia meminta tolong Wati untuk mencari kan nya rumah kontrak an atau kamar kost, namun hal itu urung dilakukan nya mengingat dulu Wati dan Ditya menentang keinginannya untuk ngekost sendiri.


" Aku harus segera mencari kontrakan dan mencari waktu yang tepat pula untuk bilang ke Wati untuk pindah nge kost sendiri." Ucap Nila lirih


Tak terasa waktu cepat berlalu, Nila pun segera berangkat ke tempat kerjanya dengan membawa semangat untuk bekerja mencari uang juga semangat mencari tau tempat kontrakan yang dekat dengan tempat kerjanya itu.

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2