
" Sayang Aku nggak ikut masuk ya, ni Aku sudah ditungguin Seketaris Anton ada meeting penting dengan klien baru dari luar negeri." Kata Naka sembari memarkirkan mobilnya di depan ruko milik Tyas itu.
" Iya Mas nggak papa." Balas Tyas dengan senyum manisnya itu
" Maaf ya." Sahut Naka seraya membelai lembut rambut Tyas.
" Ok no problem heheheh." Pukas Tyas seraya memegang lembut pipi suami tercintanya itu
" Makasih sayang , oya Kamu jangan lupa ya nanti diang Aku jemput Kamu terus Kita makan siang bareng lalu segera menyusul Bapak Ibuk juga yang lainnya di kantor imigrasi ngurus pasport." Ucap Naka
" Iya iya Aku ingat, ya udah sana Kamu buruan berangkat gih Aku juga mau masuk." Balas Tyas
Naka pun tersenyum gemas menatap wajah Tyas yang tengah menoleh hendak membuka pintu mobil untuk keluar ,dan sebelum Tyas keluar mobil Naka menarik wajah Tyas mendekat kearah nya dan mencium pipi kanan kiri baru lah Dia mengijinkan Tyas keluar mobil menunggunya masuk ruko terlebih dahulu barulah dirinya berangkat ke kantor Bagaskara grub.
Tyas berjalan masuk ke dalam ruko yang terlihat tengah ramai pengunjung yang membeli sarapan itu.
" Mbak Tyas." Sapa Dini yang melihat kedatangan Tyas itu
Diah dan Yesi yang sedang sibuk melayani pembeli itu pun menghentikan sejenak kesibukannya itu dan langsung menoleh kearah pintu utama ruko itu dan sontak berteriak kegirangan saat melihat Bestie nya itu datang.
" Bestieeeee." Teriak Diah dan Yesi barengan.
"Hay cinta cinta cinta nya Akuu." Balas Tyas tak kalah bahagia dan sumringah
Diah dan Yesi segera menyelesaikan pekerjaan nya dan langsung berhamburan memeluk sahabat sekaligus majikannya itu dengan erat erat meluapkan rasa kangen yang teramat dalam.
" Kamu apakabar bestie? " Tanya Yesi seraya melerai pelukannya itu
" Iya Yas gimana kabarMu, dan gimana ni rasanya jadi pengantin baru pasti menyenangkan yakan? " Kata Diah menimpali ucapan Yesi barusan
Tyas tidak langsung menjawab pertanyaan Diah dan Yesi melainkan Dia mengajak Mereka berdua untuk naik ke lantai atas lalu mengobrol ria di kamar yang dulu di tempatinya itu .
" Kabar ku ya seperti yang Kalian bisa lihat Aku baik baik saja dan Aku kangen banget tauk sama Kalian tu." Kata Tyas seraya merebahkan diri diatas kasur yang selama ini sebagai tempat nya tidur itu.
" Alhamdulillah kalau begitu Yas Kami senang mendengarnya ." Kata Diah seraya menyusul merebahkan diri di samping nya Tyas itu.
" Eh Yas gimana sih rasanya sakit nggak? " Tanya Yesi penasaran.
Tyas yang mendapat pertanyaan aneh nyeleneh dari Yesi itu pun langsung bangkit dan langsung menatap wajah nya Yesi dengan tatapan penuh tanda tanya apa maksud pertanyaan Yesi barusan.
" Apa sih maksud pertanyaan Mu itu Yes apa nya yang sakit ? " Tanya Diah pada Yesi yang mana Dia paham tentang kebingungan yang nampak jelas di wajah Tyas itu
" Ya itunya dong ." Jawab Yesi seraya melirik kearah Tyas itu
" Itunya apa sih maksudmu itu Yesi please jangan buat Aku penasaran? " Tanya Tyas semakin bingung
" Oh Aku tau waktu belah duren malam pertama itu kan maksudMu? " Kata Diah mencoba menebak pertanyaan Yesi itu.
__ADS_1
" Nah itu paham, Gimana sakit nggak Yas heheheh? " Sahut Yesi cengengesan.
Tyas dan Diah pun saling melemparkan pandangan satu sama lain dan lansung kompak tertawa lepas.
" Hahahahahahahaha."
" Em Kalian tau nggak sih rasanya tu bikin melayang layang menjerit njerit deh." Jawab Tyas seraya kembali merebahkan diri diatas kasur.
" Masa sih Yas? " Tanya Diah yang rasa penasaran nya mulai menjulang tinggi
" Ya begitu deh, makanya Kalian buruan nikah gih biar tau nikmat nya surga dunia hehehe." Jawab Tyas setengah meledek.
" Duh jadi pengen cepetan nikah ni." Ucap Yesi dengan wajah sumringah nya itu
Diah dan Tyas yang mendengar itu pun kompak meng aamiin kan ucapan Yesi barusan, kemudian Mereka bertiga pun mengobrol singkat membahas tentang keadaan juga kemajuan ruko beberapa hari ini , Tyas juga memberitahu Mereka bertiga untuk memilah baju baju miliknya mana yang layak pakai mana yang sudah tak layak pakai untuk di buang dan yang masih layak pakai mempersilah Mereka untuk mengambil nya saja dan tak lupa Dia juga membagi bonus bulan ini untuk semua pekerja di ruko itu.
Kemudian Mereka pun turun ke lantai bawah untuk melanjutkan pekerjaan masing masing, Diah dan Yesi memberes kan bagian penjualan lalu mulai mencatat daftar orderan yang harus diantar hari ini, sementara Tyas meninjau bagian produksi Cake and pastry yang terletak di ruko samping yang kini menjadi miliknya itu.
Dia mengamati setiap produk yang dibuat dengan seksama memastikan kualitas yang sama persis tidak dikurangi atau di lebihi dari menu yang telah Dia tetapkan dan tak lupa Dia juga memastikan kebersihan alat alat produksi, bahan bahan produksi juga tempat produksi sudah higienis atau belum dan ternyata sesuai dengan arahannya selama ini sangat bersih dan rapi.
" Mbak Tyas Kami punya resep baru siapa tau Mbak Tyas berkenan untuk mencicipi nya lalu memikirkannya untuk di produksi." Kata kepala koki bagian produksi Cake itu
"Oya bawa sini dong Aku pengen lihat sekaligus mencicipi nya Chef boleh kan? " Tanya Tyas pada kepala koki itu
" Oh tentu saja Mbak, sebentar tak ambilkan dulu." Jawab kepala koki itu sopan seraya pamit mengambil cake resep baru nya itu
" Monggo silahkan di cicipi Mbak." Kata kepala chef tersebut seraya menyerahkan piring berisi cake tersebut kepada Tyas
" Terima aksih banyak Chef, em kelihatan nya enak ya sini tak cicipi dulu." Balas Tyas seraya menerima piring berisi cake pemberian kepala koki itu
Kepala koki itu pun mengangguk mempersilahkan Tyas mencicipi Cake itu, dan Tyas pun langsung memotong kecil Cake tersebut menggunakan sendok dan langsung memakannya pelan pelan meresapi rasa cake tersebut.
Mukanya kepala Koki itu sangat gugup menanti penilaian dari Tyas tentang cake resep barunya itu Dia sangat gemetar manakala melihat raut wajah Tyas yang terlihat datar tanpa ekspresi saat memakan Cake tersebut.
" Bagaimana Mbak? " Tanya kepala koki ituemberanikan diri bertanya pada Tyas
" Ini sangat enak sekali Chef dan kalau boleh tau berbahan baku apa cake ini hingga bisa seenak ini dan selembut ini dan rasanya sangat pas manisnya juga pas tidak berlebihan yang mana nanti jadinya eneg kalau kemanisan." Jawab Tyas dengan wajah yang tiba tiba berubah sangat sangat sumringah
Mendengar jawaban Tyas barusan sukses membuat kepala koki tersebut sangat senang hati gembira wajahnya menjadi sumringah hilang sudah rasa gugup yang menyelimuti nya tadi.
"Terima kasih banyak Mbak atas pujian dan penilaian nya terhadap cake ini, dan mengenai bahannya ini terdiri dari bahan biasa untuk cake juga saya campur dengan talas ungu yang pulen dengan tambahan susu segar itu saja Mbak. " Sahut kepala koki itu mencoba menjelaskan pada Tyas.
"Bagus, Kita bisa memproduksi nya untuk menambah daftar menu baru di cake and pastry Kita dan tak lupa Saya juga mengucapkan Terima kasih banyak atas gagasan ide ide juga inovasi resep resep baru yang semakin menambah daftar daftar menu Kita dan sebagai gantinya Saya akan menaikkan gaji teman teman semua ." Balas Tyas dengan diiringi tepuk tangan pekerja bagian cake itu
Setelah itu Tyas pamit kembali ke ruko utama, Dia langsung berjalan menuju dapur ruko itu dan langsung membuka kulkas guna melihat bahan makanan apa yang bisa dimasak untuk menu makan siang seluruh anggota keluarga ruko itu juga untuk Suami tercintanya nanti.
Dan ternyata kulkas terisi penuh dengan sayuran, buah buahan, dan juga aneka daging dan ikan ikan laut dan ikan tambak itu, Tyas langsung memilih beberapa jenis sayur, daging dan ikan dan langsung membersihkan nya.
__ADS_1
" Ada yang bisa Saya bantu Mbak Tyas? " Tanya Dini pada Tyas yang terlihat sibuk itu
" Hay Din Kamu ini ngagetin Aku aja, kebetulan ni Kamu bantuin Aku ngucapin kentang dan wortel ya Aku mau masak kari sapi ni untuk makan siang." Jawab Tyas yang terkejut dengan kehadiran Dini yang tiba tiba itu
Dini pun mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang diperintahkan Tyas barusan mengupas sekaligus memotong dadu wortel dan kentang juga bawang bombay itu
" Ya Din, kok sari tadi Aku nggak ngeliat Diah dan Yesi kemana Mereka? " Tanya Tyas sembari memotong dadu daging sapi bagian iga itu.
" Itu Mbak Mereka lagi mengantar kan orderan Pastry susu juga lapis legit dan aneka minuman untuk acara reuni klub mobil mewah di gedung dekat pusat perbelanjaan itu jadi sekalian Mereka belanja beberapa bahan baku cake Mbak." Jawab Dini
" Oh kirain kemana Mereka." Sahut Tyas
Kemudian Tyas pun melanjutkan acara masak memasaknya yang hari ini Dia memasak kari Jepang dengan bahan baku daging sapi , wortel, kentang dan bawang bombay lalu menumis sayur bayam jagung dan tak lupa Dia membuat sambal bajak kesukaan pekerja di ruko itu dan hari ini Tyas memasak cukup banyak sebab Dia berencana untuk membawakan makan siang untuk Naka dan menyusul nya ke kantor.
" Din, makan siang sudah selesai ku masak, Aku mau kekamar dulu ganti baju lalu menyusul Mas Naka ke kantor dan Kamu tolong beritahu yang lain untuk makan ya sudah waktunya makan siang ni." Kata Tyas memberitahu Dini
" Baik Mbak." Balas Dini
Tyas pun segera beranjak ke lantai atas dan menuju kamarnya untuk mandi lalu ganti baju dan sedikit berias dulu sebelum menyusul Naka di kantor nya.
Selesai ganti baju juga memoles tipis make di wajahnya, Tyas segera turun kebawah dan mengambil kotak makan yang sudah diisinya tadi dan sebelum pergi meninggalkan ruko Dia berpamitan terlebih dahulu kepada Dini dan juga memintanya untuk memberi tahu Diah dan Yesi kalau Dirinya ada urusan dikantor imigrasi jadi harus buru buru ke kantor menyusul Naka.
Selesai berpamitan, Tyas langsung keluar ruko dan berjalan menuju gedung Bagaskara grub yang kebetulan berada tepat di sebrang jalan depan ruko miliknya itu, Kini Dia telah sampai di depan gedung tersebut dan langsung berjalan masuk kedalam lobi gedung besar nanti mewah megah itu dan langsung di smabut oleh pihak resepsionis yang ternyata belum mengetahui kalau Tyas adalah istri dari presdir nya itu.
" Maaf Anda mencari siapa Mbak? " Tanya resepsionis tersebut pada Tyas
" Oh Aku mau ketemu Mas Naka dan maaf Aku ini istri nya." Jawab Tyas sopan seraya menunjukan foto pernikahan Mereka di HP miliknya itu kepada resepsionis tersebut
" Maaf Nona apakah Anda Nona Tyas istrinya Pak Janaka? " Tanya Resepsionis tersebut
" Ya benar sekali." Jawab Tyas dengan senyum ramahnya
" Baik Nona mari Saya antar ke ruangnya Tuan Janaka, dan maaf seperti nya Tuan Naka sedang rapat jadi Anda bisa menunggunya di ruangan Beliau." Sahut pihak resepsionis tersebut seraya mengajak Tyas masuk kedalam Lift dan langsung naik ke lantai atas.
Tyas pun memgangguk kemudian Mereka berdua pun masuk lift dan langsung naikenuju lantai atas dimana ruangan presdir tersebut berada dan benar yang diucapkan pihak resepsionis barusna Naka tengah rapat jadi Dia memutuskan untuk menunggu Naka diruang kerjanya.
Dan Kurang dari setengah jam berlalu Naka kembali ke ruangannya dengan di temani Seketaris Anton dan alangkah kagetnya Dia saat Dia mendapati Tyas tengah tertidur pulas di sofa ruang kerjanya itu.
Semula Naka berniat untuk membopong tubuh Tyas keruang pribadinya di belakang ruang kerjanya itu namun nampaknya instingnya Tyas kuat Dia bangun saat Naka hendak mengangkatnya dan memintanya untuk segera menurunkan dirinya lalu mengajak Naka dan Seketaris Anton untuk makan siang bersama dengan menu yang tadi Dia masak.
Selesai makan siang, Naka meminta Seketaris Anton untuk meng-handle pekerjaan nya sebab dirinya akan menemani Tyas juga anggota keluarga yang lainnya untuk mengurus pasport untuk keberangkatan umrohnya akhir pekan depan dan Seketaris Anton pun menyanggupinya.
Naka mengajak Tyas untuk segera berangkat ke kantor imigrasi menyusul Bapak, Ibuk juga yang lainnya untuk mengurus pasport juga melengkapi segala dokumen yang dibutuhkan untuk perjalanan umroh nanti.
Dan selesai dengan urusan pasport juga dokumen lainnya Naka langsung mengajak Tyas untuk pulang yang kali ini Dia mengajak Tyas untuk pulang ke apartemen pribadinya untuk istirahat
Lalu apakah istirahat yang dimaksud Naka itu istirahat biasa dan jawaban tentu saja bukan
__ADS_1