Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Wati jatuh sakit


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Nila bangun lebih awal , dan terlihat tengah sibuk berkutat di dapur memasak untuk sarapan Mereka bertiga.


Dan nampaknya kondisi Wati masih juga belum membaik dengan ditunjukan Dia masih belum juga keluar kamar dan hanya Ditya yang terlihat keluar kamar.


"Pagi Mas Ditya. " Sapa Nila sesaat setelah melihat Ditya keluar kamar dan berjalan kearah ruang makan itu


" Pagi juga Nil." Balas Ditya sembari berjalan mengambil minum di kulkas itu


" Oya Wati mana Mas kok belum kelihatan keluar kamar? " Tanya Nila sembari menatap wajah Ditya itu


" Em kondisinya masih lemah dan kelihatannya malah ditambah demam." Jawab Ditya


Nila kaget mendengar jawaban Ditya barusan, ya Dia kaget bercampur panik manakala mendengar kondisi Wati yang lemah dan bertambah demam lagi.


" Maaf Mas, bolehkah Aku masuk kedalam kamar untuk menengok keadaan Wati ? " Tanya Nila meminta ijin kepada Ditya untuk memasuki kamar Mereka itu


" Oh tentu saja boleh, sekalian tolong Kamu bawakan sarapan untuk Dia ya ini Aku bawakan air minum untuknya." Jawab Ditya


Nila pun mengangguk dan segera mengatakan sarapan untuk Wati lalu segera berjalan mengikuti Ditya masuk kedalam kamar tidur dan terlihat lah Wati yang tengah berbaring lemas diatas kasur itu.


Nila berjalan menghampiri Wati yang tergolek lemas diatas kasur tersebut, Dia langsung meraba kening sahabatnya itu dan benar sja yang dikatakan Ditya tadi kalau Wati tengah demam.


" Wati , Wati bangun Wat ayo sarapan dulu." Kata Nila mencoba membangunkan Wati


Wati terlihat membuka matanya pelan pelan dan langsung menoleh kearah Nila dan Ditya itu


" Kamu demam Wat, ayo sarapan dulu terus minum obat." Kata Nila sembari membantu menyandarkan Wati pada tumpukan bantal itu


" Iya Dek, Kamu sarapan dulu ya biar nggak terlalu lemas dan habis sarapan tak antar ke rumah sakit." Sahut Ditya yang juga terlihat panik itu


Dan Wati pun mengangguk, Dia sarapan dengan disuapi oleh Nila namun ya namanya orang sakit baru saja habis dia suapan Wati sudah meminta pada Nila agar berhenti menyuapinya dengan alasan mulutnya pahit.

__ADS_1


Selesai sarapan Nila membantu Wati untuk ganti baju dan bersiap untuk dibawa kerumah sakit dengan diantarkan oleh Ditya.


" Mas nanti setelah sampai rumah sakit Kamu langsung berangkat ke kantor saja ya, Wati biar Aku yang jaga." Kata Nila saat Mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit .


" Nggak biar Aku ijin nggak masuk kerja aja, Aku nggak mau merepotkan Kamu Nil." Ujar Ditya


" Nggak papa Mas Aku juga tidak merasa direpotkan kok lagipula Wati ini sahabat baik ku jadi sudah sewajarnya Aku yang menjaga Dia di rumah sakit sementara Kamu ke kantor toh Kita bisa gantian kan." Sahut Nila


Ditya terlihat berpikir sejenak dan membenarkan ucapan Nila barusan, apalagi hari ini Dia harus mewakili perusahaan untuk menemui klien baru lagi .


Hingga tak berselang lama Mereka telah sampai di rumah sakit dan langsung meminta suster untuk segera menangani Wati .


Nila meminta Ditya agar segera berangkat ke kantor takut keburu macet, sementara urusan Wati Dia sendiri yang akan mengurusnya dan berjanji akan mengabari Ditya kalau ada apa apa ya meskipun akhirnya Nila harus meminta ijin kepada atasan nya di tempat kerjanya itu untuk ijin merawat Wati di ruam sakit


Dokter terlihat tengah menangani Wati dengan melakukan sejumlah pemeriksaan di dalam ruang ICU dan tak berselang lama Dokter terlihat keluar ruangan dan memberitahu keadaan Wati pada Nila yang sedari tadi menunggu di luar ruangan itu


" Selamat pagi Nona, apakah Anda pihak keluarga dari pasien? " Tanya Dokter tersebut pada Nila


" Keadaan pasien sangat lemah Dia mengalami dehidrasi akibat kecapean dan juga tekanan darahnya menurun ." Jawab Dokter tersebut


" Dehidrasi? " Tanya Nila kaget


" Ya dehidrasi yang sedikit parah dan untungnya cepat dibawa kesini tapi Anda jangan terlalu panik tadi Saya sudah memberikan suntikan obat juga sudah memasangkan infus untuk mengganti cairan yang hilang akibat dehidrasi dan Saya sarankan agar pasien dirawat dulu barang dia atau tiga hari kedepan agar kondisi pasien bisa pulih kembali." Kata Dokter tersebut panjang lebar menjelaskan keadaan Wati


" Baik Dokter, dan tolong lakukan yang terbaik untuk sahabat Saya agar kondisi kesehatan nya cepat pulih kembali." Sahut Nila sopan


Dokter pun mengangguk dan berpamitan pergi memeriksa pasien lainnya, sementara Nila dipanggil oleh suster rumah sakit tersebut yang memberi tahunya kalau Wati sudah bisa dipindah kan ke kamar perawatan pasien


Nila segera membantu suster untuk memindahkan Wati ke ranjang di raung perawatan pasien dan atas perintah dari Ditya lewat sambungan telepon barusan Wati di rawat diruang paviliun yang satu raung berisi satu orang.


Terlihat Wati sudah bangun dan Dia mengamati ruangan tempat nya di rawat itu yang menurutnya sangat lah asing tidak sama dengan sewaktu dirinya masuk tadi

__ADS_1


" Wati sudah bangun? " Tanya Nila


" Iya, Aku ada dimana sekarang Nil. " Ujar Wati lirih


"Kamu ada di ruang perawatan Wat, Kamu kecapean tekanan darah mu menurun hingga akhirnya Kamu dehidrasi parah dan Kamu harus dirawat dulu di sini." Jawab Nila panjang lebar


" Lalu dimana Mas Ditya Nil, dan kenapa Aku di rawat diruang ini? " Tanya Wati yang nampak kaget dengan pilihan kamar paviliun itu


" Dia berangkat kerja dan katanya nanti siang akan kesini juga Kamu jangan khawatir ini semua Mas Ditya yang minta sungguh Kamu harus bersyukur Wat punya suami sebaik Mas Ditya." Jawab Nila


Wati pun tersenyum dan mengangguk, Nila meminta Wati agar kembali istirahat agar kondisi kesehatan nya segera membaik dan Wati pun menuruti nya Dia kembali berbaring istirahat sementara Nila terlihat tengah memijati kaki Wati itu.


Waktu berlalu dengan cepatnya dan siang pun datang menyapa Ditya datang dengan membawakan bungkusan makanan untuk Mereka bertiga ya meskipun Wati tengah tidak nafsu makan Ditya tetap membelikan makanan untuknya dan memintanya untuk makan


" Kamu harus makan Dek biar kondosimu cepat membaik." Ucap Ditya sembari menyuapi makanan untuk Wati


" Sudah Mas Aku sudah kenyang dan mulutku pahit banget." Sahut Wati


" Mana ada kenyang, alami baru makan dia suap aja Wat ayo makan lagi." Balas Nila


" Iya nanti Aku makan lagi ya, sekarang tolong ijinkan Aku kembali istirahat kepala ku pusing banget." Ujar Wati


Akhirnya mau tidak mau Nila dan Ditya pun mengijinkan Wati kembali berbaring istirahat karena sejujurnya Mereka juga tidak tega melihat Wati yang terlihat sangat lah pucat itu.


Selesai makan Nila meminta ijin kepada Wati dan Ditya untuk pulang sebentar mengambil baju ganti untuk dirinya dan Wati selama beberapa hari di rumah sakit ini.


Wati meminta Ditya agar mengantarkan Nila pulang kerumah untuk mengambil baju dengan alasan cuaca di luar sana sangat lah panas sekaligus untukenghemat waktu


Semula Nila menolaknya hingga akhirnya karena terus didesak oleh Ditya dan Wati akhirnya Dia pun mau pulang kerumah dengan diantarkan oleh Ditya


Selesai mengambil baju ganti untuk Wati dan juga dirinya itu, Nila segera kembali ke rumah sakit kasian Wati ditinggal sendiri sementara Ditya terlihat kembali ke kantor kerja kembali.

__ADS_1


__ADS_2