
" Yas bangun Yas bangunnnn sudah hampir jam sembilan ni ." Kata Diah membangunkan Tyas yang masih tidur itu dengan cara menggoncang goncang kan tubuhnya .
" Ada apa sih , Aku masih mau tidur sebentar aja ya ." Balas Tyas sembari menarik selimutnya
" Hey Kamu lupa ya kalau hari ini Kita akan pergi jalan jalan bareng Mas Wiland dan itu orang nya sudah datang ." Sahut Diah menarik paksa selimut yang menutupi tubuh Tyas .
" Ya ALLAH , Aku lupa kenapa kamu baru bangunin Aku sekarang sih Di ?" ucap Tyas sembari duduk dan mengucek ngucek matanya .
" Haduh Nyonya Ditya Winata sudah sedari tadi Aku membangunkan Mu tapi dasar Kamu nya aja yang tidur kenyenyakan di kasur empuk Ku ini hingga susah ku bangunin ." Sahut Diah sewot dan mencubit paha Tyas
" Auuuuw sakitttt ." Jerit Tyas
" Sudah sana mandi Aku tunggu di depan ya sambil menemani Mas Wiland ." Cicit Diah memerintah Tyas agar segera mandi dan bersiap siap
Selesai mandi dan memakai baju yang kemarin sore dipakainya itu Tyas keluar kamar dan menyusul Diah di teras depan yang sedang menemani Wiland duduk sembari menunggu Tyas selesai
" Selamat pagi Mas Wiland maaf menunggu lama ni gara gara Diah terlambat bangunin Aku ." Sapa Tyas pada Wiland
" Heyy enak saja kalau ngomong emang dasar nya Kamu aja yang susah di bangunin ." Sahut Diah sewot .
" Jangan suka bangun kesiangan lo Yas pamali nanti terlambat juga dapatnya jodoh ." Ujar Wiland menimpali kata kata Diah barusan
" Berati Mas Wiland juga suka telat bangun dong buktinya sampai sekarang masih setia menjomblo ." Balas Diah tak terima saat Wiland mengejeknya dengan candaan itu
Seketika Tyas tertawa lepas plus puas mendengar Diah membelanya barusan sementara Wiland terlihat merengut sinis menatap Diah dan Diah pun segera mengangkat kedua jemarinya kearah Wiland tanda minta maaf .
" O ya Kamu sudah siap belum Yas ?" Tanya Diah pada Tyas yang sedang berdiri di samoing nya itu
" Maaf sebelum berangkat jalan jalan bolehkah Aku minta tolong untuk diantar ke apartemen dulu Aku mau ganti baju ." Jawab Tyas
" Kenapa Kamu nggak pakai baju ku aja sih repot amat harus mampir ke tempat tinggal Mu segala ?" Ujar Diah
" Tadi Aku sudah mencoba memakai kaos yang Kqmu tunjukan kemarin malam tapi Aku kegedean kayak orang orangan sayah Gaes ." Balas Tyas
Dan kini giliran Wiland lah yang tertawa lepaa mendengar Tyas kegedaan memakai baju milik Diah
" Oh maksudnya Tyas Kamu itu lebih gendut dibanding Dia buktinya baju kamu aja besar banget dipakai Tyas , Di ." Kata Wiland berbalas dendam pada Diah
Giliran Diah yang seqot sekarang dengan muka cemberut nya dan seketika Wiland dan Tyas pun tersenyum dan meminta maaf pada Diah .
" o ya Aku lupa Yas , Daripada Kamu harus pulang ganti baju dulu itu di mobil ada kaos yang kubeli kemarin sore dan belum pernah Aku pakai sekalipun tak ambilkan ya dan Kamu pakai gimana ?" Wiland mencoba menawari Diah kaos baru di mobilnya.
Tyas terlihat berpikir sejenak dan atas desakan Diah sahabatnya akhirnya Tyas pun setuju dan Wiland pun segera beranjak ke mobilnya dan mengambil kaos yang masih tersimpan di paperbag lalu menyerahkan ke Tyas untuk dipakai
Diah menatap kearah Tyas dan Wiland secara bergantian
" Loh buat Aku mana Mas Wiland ?" Seloroh Diah dengan nada dibuat buat menunjukan seakan akan Dia tengah marah karena hanya Tyas yang dikasih kaos oleh Wiland .
" Nanti tak belikan , Dan Kamu Yas cepet sana ganti baju dan Kita berangkat ." Jawab Wiland .
Tyas pun manut dan segera masuk ke dalam untuk ganti baju , Tyas memandangi kaos baru yang barusan diberikan Wiland tadi dengan seksama
" Hemmm kaos yang sangat bagus pas di tubuhku selera Wiland tinggi juga ya pasti kaos ini sangat mahal dan selera warna kaos kita kok bisa sama ya ." Guman Tyas lirih sambil menghadap cermin .
Setelah puas memaandangi body nya sendiri di depan cermin , Tyas segera memoles tipis wajah nya dengan alat make up yang selalu di bawa dalam tasnya itu tak lupa Dia juga mengucir kuda rambutnya dan segera keluar kamar .
__ADS_1
Wiland terpukau saat melihat Tyas keluar dari kamar kost milik Diah itu , Tyas tetlihat cantik memakai kaos pemberiannya tadi yang dipadu oadan kan dengan celana jens milik Tyas sendiri dan juga riasan tipis di wajah nya semakin menambah kesan cantik elegan pada diri Tyas .
Saat Wiland tengah asik mengagumi kecantikan Tyas itu tanpa di sadarinya Diah mengamati cara pandang Wiland pada Tyas dan Diah pun menyimpulkan bahwa Wiland menaruh hati pada Tyas .
" Ayo Kita berangkat Gaes ." Ajak Tyas
Wiland dan Diah kompak mengangguk dan seperti kejadian tadi malam saat Wiland mengkode Diah agar Tyas duduk di depan di samping kursi kemudi hari ini pun terulang kembali dan ya sesuai keinginan Wiland Tyas pun di samping nya sementara Diah duduk dikursi belakang .
" Kita jadi ke pantai kan ?" Tanya Wiland di sela sela perjalanan nya
" Ogah panas ah nanti kulitku terbakar ." Jawab Diah .
" Dih gayamu udah kayak artis aja takut gosong pula ." Sahut Tyas
" Terus Kita mau kemana ni?" kembali Wiland bertanya .
" Hem gimana kalau kita ke tempat wahana permainan saja dan nanti sore kita nonton di bioskop ." Giliran Tyas menjawab
" Mau ngapain Kita ke tempat seperti itu yas ?" Sahut Wiland
" Itu tempat pavorit dan sering dikunjungi Tyas Mas Wiland dan Tyas palung suka naik kereta gantung ya kan Yas ?" Balas Diah
" Benarkah itu Yas ?" Tanya Wiland pada Tyas
" Yap benar sekali karena ketika naik kereta gantung itu Kita bisa menjerit dengan bebas dan bisa mengekspresikan perasaan suasana hati Kita gaes ." Jawab Tyas sembari melempar senyum manisnya pada Wiland yang sedang duduk disampingnya mengemudikan mobil .
" Kalau itu membuatmu bahagia , Aku pasti akan menurutinya dan cusss mari Kita berangkat ." Sahut Wiland dengan sedikit melirik kearah Tyas dan apesnya Diah menangkap basah saat Wiland tengah curi curi paandang ke arah Tyas
" Ehem ehem ehem ." Diah pura pura berdehem
Selang tiga pulungenit kemudian mereka pun telah sampai di pusat wahanan permainan yang terbesar dan terkenal di Jakarta , Wiland segera memarkirkan mobilnya lalu turun duluan membeli tiket masuk dan disusul Diah dan Tyas dibelakangnya .
Pertama Mereka mencoba wahana permainan biang lala lalu masuk ke rumah hantu dan dilanjut naik gondola dan terahir Mereka naik kereta gantung wahana kesukaan Tyas mulanya Diah menolak ikut naik wahana itu karena takut tetapi atas bujuk rayuan Tyas akhirnya Diah pun ikut naik sementara Wiland yang sudah lama menikmati permainan di wahana itu pun mengikuti saja saat Tyas mengajaknya naik berbagai wahana permainan .
Mereka duduk satu baris Wiland duduk di tengah dan kedua gadis itu duduk di samping kiri dan kanan Wiland mulanya kereta berjalan pelan pelan naik menukik lalu tiba tiba berbalik dan meluncur turun wuzzz membuat semua penumpang berteriak teriak
Tyas berteriak sangat kencang seakan Dia tengah menumpahkan seluruh emosi dan beban di hatinya saat mengingat betapa menyakitkannya bentakan dari Sang Suami kemarin sore .
Diah menyadari kalau Tyas tengah mengeluarkan beban di hatinya lewat jeritan itu kemudian Dia oun menggenggam erat tangan Sang Sahabat sebagai wujud dukungan dan tak ketinggalan Wiland pun menggenggam erat tangan Tyas sebelah kanan .
Kereta berjalan dengan sangat cepat mulai berbelok menukik dan meluncur dengan diiringi jeritan penumpang hingga akhirnya berhenti di tempat Mereka naik tadi .
Ada rasa puas tersendiri tengah di rasakan Tyas bisa meluapkan semua emosi dihatinya lewat jeritan tadi .
" Kalian lapar nggak ?" Tanya Wiland pada Tyas dan Diah
" Amat sangat lapar bos " Jawab Diah lugas
Sementara Tyas hanya tersenyum mendengarkan jawaban ketus Diah itu .
" Ya udah Ayo makan ." Ajak Wiland
Tyas berjalan beriringan dengan Wiland sambil mengobrol sementara Diah berjalan dibelakang mereka
" Hey kalian tunggu Aku dong ." Teriak Diah
__ADS_1
Mereka berdua pun menoleh kearah Diah dan tersenyum
Sesampainya di restoran cepat saji itu , Wiland meminta Diah dan Tyas untuk memilih menu makanan sesuai selera mereka masing masing sepuasnya dan berkata akan mentraktir mereka berdua gurat bahagia trntu saja terpancar di wajah kedua gadis itu mereka pun memesan makanan sesuai porsi mereka saja
Di sela sela waktu makan kembali Diah dibuat jengkel oleh kelakuan Wiland dan Tyas bagaimana tidak mereka berdua asik mengobrol sendiri tanpa memperdulikan keberadaan Diah bahkan mereka juga saling bertukar makanan dan Diah semakin jengkel tak kala Wiland sengaja meminta Tyas untuk menyuapinya
" Hey kalian mengira Aku ini obat nyamuk ya ?" Tanya Diah dengan muka masam laksana mangga muda itu
" Eh maaf maaf Di , Tolong maaf kan Kami yang telah mengabaikan Mu ." Jawab Tyas dengan wajah serius
" Iya maaf kan Kami ya ." Sahut Wiland
" Iya Aku maafin tapi janji jangan cuekin Aku lagi ." Balas Diah dengan muka dibuat buat seakan akan Dia sedang marah padahal sejatinya Diah senang melihat Wiland bisa menghibur Tyas membuatnya tertawa dan melupakan sejenak bentakan Ditya kemarin dan dalam hati Diah berharap Wiland akan menjadi pasangan Tyas pasti Wiland akan menyayangi Tyas seutuhnya .
Selesai makan dan istirahat sebentar ketiga sahabat itu pun melanjutkan perjalanan mereka menuju bioskop yang ada di sebuah pusat perbelanjaan mewah dipusat kota ya Mereka akan menonton film yang bergenre horor komedi pavorit Wiland dan lagi lagi sebuah kebetulan atau memang kesamaan Tyas juga menyukai film bergenre horor komedi .
Wiland mengantri beli tiket masuk sementara Tyas dan Diah membeli popcorn dan minuman untuk mereka bertiga nanti di dalam sana .
Tiket sudah terbeli dan camilan juga minuman juga sudah terbeli lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam bioskop yang kebetulan akan segera memutar film tersebut
Puas menonton film mereka bertiga pun keluar bioskop lalu jalan jalan sebentar di dalam mall tersebut kali ini Tyas berjalan beriiringan dengan Diah di depan sementara Wiland berjalan dibelakang mereka
Diam diam Wiland memotret Tyas dari belakang tanpa menujukan wajahnya lalu Wiland memposting foto tersebut di sosial media milik nya Dia juga menulis sebuah capture " Kamu Gadis yang spesial "
Sementara Tyas maupun Diah tidak tau tentang psotingan itu karena kebetulan mereka belum menambahkan pertemanan satu sama lain nya
Dan tak perlu menunggu lama like demi like terus bermunculan di gambar jempol bagian bawah foto tersebut juga beragam komentar pun berhamburan yang kebanyakan mengomentari dari belakang saja cantik apalagi dari depan juga banyak yang meminta foto dari depan agar mereka bisa melihat wajah gadis yang tengah di posting Wiland itu .
Tanpa di duga postingan Wiland itu dilihat Ditya yang tengah di Yogyakarta dan baru saja usai bercocok tanam dengan Wati untuk yang kesekian kali hingga Wati terkulai lemas dan tertidur
Ditya mengernyitkan dahinya sedikit berpikir siapa gadis yang fotonya di poating oleh Wiland itu yang seperti nya Dia merasa tidak asing sengan gaya rambut itu juga celana jens yang dipakai gadis itu
Segera saja pikiran Ditya tajam menuju Tyas apakah foto gadis itu adalah foto Tyas lalu kenapa Wiland mempostingnya dengan tulisan bernada pujian itu dan sedang apa mereka si sana guman Ditya dalam hati
Ditya pun segera menghubungi Tyas hendak bertanya apakah dirinya tengah bersama Wiland tetapi hasilnya nihil mungkin Tyas masih marah akibat bentakannya kemarin pikir Ditya
Kemudian Ditya segera menghubungi Wiland untuk menanyakan siapa wanita yang fotonya Wiland posting itu hasilnya pun hampir sama meski tersambung tetapi Wiland tidak mengangkat panggilan darinya itu
Ditya panik takut jika benar itu foto Tyas , Meski kini Dia sudah menikahi Wati cinta pertama nya dan sudah tidur bersama tetapi Ditya merasa ketakutan kehilangan Tyas hatinya merasa sakit membayangkan Tyas pergi dari hidupnya karena tidak munafik Ditya juga mencintai Tyas takut kehilangan Tyas tidak seperti yang tadi malam Dia ucapakan ke Wati .
Ditya segera beranjak ke kamar mandi dan segera mandi mengguyur tubuh san rambutnya dibawah guyuran air shower selesai mandi Dia segera ganti baju dan membangunkan Wati yang masih sedikit mengantuk .
" Apakah harus secepat ini Kamu harus kembali ke Jakarta sayang kan Kamu bilang akan kembali ke Jakarta nanti malam ?" Kata Wati menanyai sang Suami dengan nada manja .
" Iya sayang mendadak Aku harus lembur sore ini lagipula Aku juga harus mencarikanmu kontrakan kan." Jawab Ditya
Meski berat hati Wati pun mengangguk paham kemudain Dia juga beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan ganti baju lalu mereka pun keluar kamar hotel dengan bergandengan tangan layaknya pengantin baru pada umum nya .
Ditya terlenih dahulu mengantar Wati pulang lalu Dia segera kembali ke Jakarta .
Sementara Tyas dan Wiland juga Diah sangat menikmati acara jalan jalan mereka di mall tersebut mereka saling bercanda mengobrol tanpa jarak mana atasan mana karyawan tak lupa mereka juga belanja sesuai janjinya tadi pagi Wiland membelikan baju kaos untuk Diah dan Wiland juga membelikan khusus untuk Tyas yang tanpa Tyas dan Diah sadari baju untuk Tyas ini ternyata berpasangan ddngan baju milik Wiland .
Wiland berharap agar dirinya suatu saat nanti dapat berpasangan dengan Tyas seutuhnya .
Waktu pun berlalu dengan cepat hingga tanpa terasa kini sudah mendekati waktu sholat Isya tandanya Mereka harus pulang ke tempat tinggal masing masing
__ADS_1
Wiland mengantarkan Diah terlebih dahulu dan barulah Dia mengantarkan Tyas dan sebelum Tyas turun dari mobil Wiland mengucapkan banyak terima kasih pada Tyas karena sudah mau diajak jalan jalan oleh nya dan tak lupa Wiland juga memberikan sebuah paperbag berisi kaos putih mewah keluaran merek terkenal untuk Tyas
Tyas juga mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Wiland hari ini yang telah mau menemaninya jalan jalan menghilangkan suntuk