Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Foto kucing


__ADS_3

" Yas selesai makan gimana kalau Aku ajak Kamu jalan jalan keluar ruangan ini biar Kamu nggak sumpek?" Tanya Naka mencoba menawarkan diri mengajak Tyas jalan jalan sebentar.


" Ah nggak usah Mas lagipula Kamu kan harus segera kembali kerja." Jawab Tyas


" Nggak papa Aku temani Kamu sampai teman Mu datang kesini lagipula Aku nggak terlalu sibuk kok hari ini." Balas Naka seraya menatap wajah cantik milik Tyas


" Baiklah asal nggak ngerepotin Kamu Mas." Sahut Tyas seraya tersenyum manis kearah Naka.


Naka menatap wajah Tyas yang tengah tersenyum manis itu dengan seksama, Hatinya berdebar hebat tak karuan antara rasa kagum akan kecantikan Tyas juga antara rasa senang bisa sedekat ini dengan wanita yang selama ini diam diam Dia kagumi itu.


Kemudian Naka pun mengambil kursi roda dan membantu Tyas untuk duduk lalu mendorong nya membawa Tyas jalan jalan ke taman belakang Rumah sakit.


" Yas." Panggil Naka saat Mereka telah sampai di taman belakang rumah sakit.


" Iya ." Jawab Tyas


" Apakah Kamu sudah menghubungi keluarga Mu lalu memberi tahu Mereka kalau Kamu sekarang sedang dirawat di Rumah sakit?" Tanya Naka seraya menyerah kan sekotak minuman jus buah


" Belum Mas, Aku ngga punya rencana untuk memberi tahu Mereka tentang keadaan Ku sekarang sebab Aku tidak mau Mereka menjadi panik." Jawab Tyas seraya menatap wajah Naka


" Kenapa Yas, Mereka keluarga Mu dan Mereka berhak tau." Sahut Naka


" Iya Aku tau tetapi Aku tidak mau menambah beban pikiran Mereka lagi." Balas Tyas


" Apa maksudMu Yas?" Tanya Naka penasaran.


" Ya Aku tidak mau menambahkan beban pikiran Mereka lagi setelah kasus perceraian Ku kemarin." Jawab Tyas lirih


" Apa Yas, Kamu bercerai?" Tanya Naka yang pura pura tidak tau itu


" Iya Mas rumah tangga Ku gagal dan berujung perceraian dan sebagai hamba ALLAH Aku hanya bisa sabar ikhlas dan legowo menerima jalan takdir ini." Jawab Tyas dengan nada pilu.


Naka paham kalau suasana hati Tyas tidak sedang baik baik saja Naka Dia pun memiliki ide untuk menghiburnya .


" Yas Aku kesana sebentar ya, Kamu tunggu disini dulu ya." Ucap Naka seraya menunjuk kearah penjual bunga dan Tyas pun mengangguk.

__ADS_1


Naka terlihat sudah kembali dengan membawa seikat bunga mawar .


" Yas ini bunga untuk Kamu dan Kuharap Kamu mau melupakan kisah kelam masalalu Mu bersama mantanMu dulu kubur semuanya ikhlaskan semuanya agar tak menjadi beban dalam pikiran dan hatimu." Ucap Naka seraya menyerah kan buket bunga mawar untuk Tyas.


Awal nya Tyas enggan menerima nya namun akhirnya Dia pun mau menerima nya juga.


" Terima kasih banyak Mas bunganya, Dan Ku harap kedepannya Kita bisa menjadi sahabat karib." Ucap Tyas seraya mencium wangi bunga tersebut.


"Sama sama dan ya tentu Kita akan menjadi lebih akrab asal pacar Mu tidak cemburu saja hehehe." Balas Naka.


" Tentu saja tidak Karena Aku tidak punya pacar Aku sedang ingin mengistirahatkan hatiKu perceraian kemarin itu sungguh membuat Ku hancur jadi sekarang Aku ingin fokus dulu membesarkan usahaKu." Jawab Tyas seraya memandangi buket bunga pemberian Naka itu.


Hati Naka sedikit lega manakala mendengarkan perkataan Tyas barusan itu artinya Dia masih punya kesempatan untuk mendekati dan mendapatkan hati dan cinta Tyas.


Setelah cukup lama ngobrol ditaman tersebut, Naka mengajak Tyas untuk masuk kamar tempat Tyas di rawat.


Naka membantu Tyas berdiri lalu berbaring di ranjang tempat nya, Naka juga dengan telaten menempatkan kembali kantong infus milik Tyas pada gantungan nya.


Tyas memperhatikan semua gerakan Naka yang membantu nya itu sungguh telaten dan sangat cekatan dan apakah Dia punya pengalaman merawat pasien di rumah sakit." Guman Tyas dalam hati.


Naka tersenyum mendengarkan pertanyaan Tyas barusan dan Dia juga sudah menduga bahwa Tyas akan bertanya seperti itu.


" Kamu jangan khawatir ya BosKu orang nya baik kok dan mengenai Istri, Aku masih belum punya Istri tapi kalau calon sudah ada." Jawab Naka seraya tersenyum manis.


" Oya bagus dong Mas, kok nggak diajak kesini Mas calon istri nya atau boleh Aku lihat fotonya?" Tanya Tyas dengan wajah antusias.


" Tentu saja boleh, sebentar ya." Jawab Naka seraya mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana


Tyas nampak antusias ingin tau seperti apa sosok calon istri nya Naka sahabat barunya itu, Tak lama setelah itu Naka menunjukan sebuah foto di layar HP miliknya kepada Tyas.


Tyas nampak sedikit bingung saat melihat foto di layar HP milik Naka itu, Dia mengamati dengan seksama hanya terlihat foto seekor kucing berwarna putih cantik, Tyas berpikir masa iya Naka mau menikahi seekor kucing dan belum sempat dirinya bertanya Naka pun tertawa sebab Dia tau apa yang ada dipikiran Tyas saat itu.


" Hahahahaha." Naka tertawa lepas melihat kebingungan di wajah Tyas itu.


" Mas Naka, Aku serius mana foto calon istri Mu itu katanya mau kasih lihat kok malah nunjukin foto kucing." Ujar Tyas cemberut.

__ADS_1


Naka semakin gemas saja saat melihat Tyas tengah merajuk marah itu, wajah nya semakin cantik saja guman Naka dalam hati


" Aku belum punya calon Istri Yas belum nemu yang pas dan sekarang Aku hampir menemukan nya dan Orangnya itu adalah Kamu." Balas Naka dengan wajah serius.


" Maksudnya? " Tanya Tyas dengan wajah penasaran


" Ya Aku berharap Kamu adalah calon Istri yang selama ini Aku cari ." Kata Naka seraya memandang wajah Tyas.


Tyas menjadi salah tingkah saat mendengar perkataan Naka barusan, pipinya menjadi merah merona karena menahan malu dan tak lama setelah itu Diah dan Yesi pun datang


" Hay Yas." Sapa Yesi seraya mencium pipi Tyas


" Hay juga bestie, Oya Kalian lama amat sih kasian tu Mas Naka nya nungguin Aku disini lama." Balas Tyas


" Maaf ya Mas Naka, soalnya tadi Kami ada urusan sedikit." Sahut Diah


" Memangnya ada urusan apa? " Tanya Tyas


" Biasa ngantar pesanan kopi dan cake ke gedung mewah itu Yas, Oya Yas tadi Aku sempat ngobrol sedikit dengan pegawai kantor sana saat lift keatas bareng." Jawab Diah


"Ngobrooin apa coba? " Tanya Tyas penasaran begitulah dengan Naka dan Yesi


" Kata karyawan di sana, Pemilik gedung perkantoran itu masih muda cakep ganteng tajir dan yang lebih menarik nya lagi Dia masih single Yas ah Aku jadi pengen ketemu sama Dia ." Jawab Diah seraya menjelaskan dengan antusias tinggi itu


Tyas dan Yesi mendengarkan penjelasan dari Diah itu dengan seksama dengan sesekali menimpali perkataan Diah barusan , Sementara Naka hanya tersenyum kecil tanpa ikut menimpali obrolan Mereka bertiga bagaimana bisa yang Kalian obrolin itu kini sedang berdiri di dekat Kalian.


" Oya Mas Naka kerja dimana? " Tanya Diah seraya menatap kearah Naka yang sedari tadi hanya jadi tim pendengar saja


" Aku em itu Aku." Jawab Naka gelagapan saat mendapat pertanyaan dari Diah itu


" Iya Kamu kerja dimana Mas Naka? " Kata Yesi menimpali pertanyaan Diah barusan


" Aku kerja di kantor dekat ruko Kalian kok masih satu arah." Jawab Naka berbohong.


Dan ketiga gadis itupun mengangguk paham dengan jawaban Naka barusan hingga Mereka pun melanjutkan obrolan hangat itu

__ADS_1


Hingga akhirnya Naka harus pamit pulang kembali ke kantor Dia juga berjanji akan datang lagi


__ADS_2