Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Memilih pergi


__ADS_3

Pagi pun tiba Tyas dan anggota keluarga yang lainnya juga sudah bangun dan sudah rapi semua rencana nya pagi ini Mbak Rina dan Mas Gunawan akan menemani Tyas menghadiri sidang perceraiannya.


"Kamu sudah siap Yas ?" Tanya Mas Gunawan .


Tyas pun mengangguk dan kemudian mereka bertiga pun berangkat menuju gedung pengadilan Agama .


Disepanjang perjalan Tyas terlihat lebih banyak diam dan melamun juga sedikit grogi apakah ini keputusan yang tepat bagi mereka .


"Yas apakah keputusanMu sudah bulat untuk tetap berpisah atau Kamu masih bingung jika Kamu ragu karena masih mencintai Dityadan setuju dengan pernyataan Ditya tempo hari Kamu boleh menyampaikannya nanti saat sedang mediasi damai ." Kata Mbak Rina yang menyadari kalau Sang Adik tengah gundah dengan keputusannya itu


"Nggak Mbak keputusanKu sudah bulat Aku tetap memilih pergi hanya saja Aku belum bisa membayangkan wajah wajah kecewa kedua Orang Tua juga kedua Mertua Ku nanti saat mengetahui kenyataan ini ."Balas Tyas sembari menunduk sedih


"Sudahlah Kamu jangan kawatir nanti biar Mbak yang akan pelan pelan memberitahu Mereka tentang kenyataan ini yang terpenting sekarang Kamu konsentrasi dulu dengan sidang perceraian mu ini ." Ujar Mbak Rina


"Iya yas apa yang dikatakan oleh Mbak Mu ini benar yang penting Kamu jangan grogi dan tetap tenang ." Sahut Mas Gunawan .


Tyas pun menggaguk dan tak lupa Dia mengucapkan banyak terima kasih pada Mbak Rina dan Suaminya itu hingga tak berselang lama Mereka pun sampai ditempat tujuan yakni gedung pengadilan agama


Mereka di sambut oleh pengacara yang telah Mas Gunawan sewa untuk membantu mendampingi Tyas selama sidang juga mengurusi segala keperluan perceraian Tyas dan Ditya.


Tyas terlihat sangat grogi dan hal sangat wajar mengingat kini usianya baru menginjak sembilan belas tahun tetapi Dia harus rela menerima kenyataan kalau Dia dihadapkan pada situasi yang sulit yakni perpisahan dalam rumah tangga .


Mbak Rina sadar kalau Sang Adik sedang gugup bercampur grogi maka Dia pun berusaha menenangkan Tyas dengan menggenggam erat tangan nya juga meyakinkan Nya bahwa semua akan baik baik saja begitu juga dengan Mas Gunawan dan pemgacaranya mereka juga menguatkan Tyas memberi dukungan dan mengatakan serahkan pada Yang Maha Kuasa agar diberi kemudahan lancar urusannya dan juga semua pihak bisa ikhlas menerima keputusan nantinya .


Tak henti hentinya Tyas melafads kan kalimat istigfar dan juga sholawat untuk menghilangkan rasa gugup juga paniknya .


Selang setengah jam berlalu petugas pengadilan pun meminta yang bersangkutan untuk masuk keruang sidang Tyas di temani oleh pengacaranya juga Mbak Rina dan Mas Gunawan duduk dibagian kursi penggugat sedangkan Ditya datang dengan hanya di temani oleh pengacaranya saja tanpa mengajak Wati dan Dia duduk dikursi bagian tergugat .


Awal sidang berjalan dengan baik di mulai dari hakim menanyai alasan penggugat untuk bercerai dan juga mendengarkan pembelaan dari tergugat namun lama kelamaan sidang berjalan ricuh karena pihak tergugat tetap bersikukuh untuk mempertahankan rumah tangga mereka tersebut .


pihak jaksa pun memberi waktu untuk mediasi dan membicarakan kemungkinan untuk rujuk kembali pihak tergugat juga menyanggupi semua persyaratan yang akan di ajukan oleh pihak penggugat asalkan mereka mau mencabut gugatan perceraian itu .


Namun Tyas tetap pada pendiriannya untuk tetap bercerai hingga Dia meminta kepada jaksa agar menyudahi mediasi tersebut dan menruskan kembali sidang tersebut .


Sementara pihak tergugat yaitu Ditya masih bersikukuh untuk tetap mempertahankan pernikahan tersebut dan suasana pun bertambah panas Mereka saling adu argumen saling menyalahkan satu sama lain .

__ADS_1


Sampai akhirnya hakim metua umum pun mengetok palu meminta kepada majelis yang hadir agar tenang sejenak


Yang Mulai ketua hakim pun mengatakan bahwa sidang sampai disini dan akan.dilanjutkan dua minggu lagi dengan agenda pembacaan keputusan hakim .


Tyas dan anggota keluarga lainnya keluar dari ruang sidang dengan wajah cemberut kusut kecewa dengan hasil sidang hari ini .


Sementara Ditya keluar ruangan dengan wajah sumringah Dia beranggapan bahwa dengan penundaan ini berati Dirinya masih memiliki kesempatan untuk kembali rujuk samaTyas.


Mobil yang ditumpangi oleh Tyas Mbak Rina dan Mas Gunawan sudah meninggalkan area parkir pengadilan agama melaju kencang tetapi anehnya tidak menuju jalanan arah ke rumah namun malah kearah pusat perkotaan .


"Lo Mas Kita mau ke mana ?" Tanya Mbak Rina heran .


"Aku mau ajak kalian melihat sebuah tempat yang akan mengobati kesewotan Tyas ." Jawab Mas Gunawan penuh semangat .


"Oya mau kemana Kita apakah ke Mall atau makan atau wahana permainan ?" Tanya Tyas penasaran


Mas Gunawan hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Tyas barusan sementara Mbak Rina juga penasaran mau kemana sebenarnya .


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam lamanya akhirnya Mereka pun sampai di depan sebuah ruko kecil di samping sebuah gedung perkantoran besar nan megah namin aneh nya ruko itu kosong .


Mas Gunawan terlihat memarkirkan mobilnya di tempat parkir depan ruko tersebut dan mengajak Mbak Rina juga Tyas untuk turun dari mobil .


Sementara Tyas juga bingung dengan maksud dari Sang Kakak ipar mengajak dirinya juga Mbak Rina ke sini


" Sudah ayo Kita masuk dulu ." Ajak Mas Gunawan .


"Nggak ah Kita tidak akan masuk sebelum Kamu memberitahu tempat apa ini ?"Tanya Mbak Rina sewot .


"Sayang ayolah ." Ujar Mas Gunawan mencoba merayu Mbak Rina


Akhirnya Mbak Rina pun luluh dan Mereka bertiga pun masuk kedalam ruko mini tapi bersih dan terawat itu


Di dalam ruko Mas gunawan akhirnya memberitahu Mbak Rina juga Tyas bahwa ini adalah ruko milik temannya Mas Gunawan dan khusus di sewakan kepada Mas gunawan untuk di tempati Tyas yang nantinya akan Dia gunakan untuk memulai kehidupan barunya dengan usaha yang telah Dia cita citakan sebelumnya .


"Apaaaaa Tyas akan tinggal disini seorang diri Mas apa nggak bahaya Mas ?" Tanya Mbak Rina yang tidak setuju kalau Tyas tinggal di ruko itu sendirian .

__ADS_1


"Nggak Sayang sementara ini Kita akan tinggal disini


barang satu minggu Kamu bisa bantu Tyas membeli perabotan yang akan Dia gunakan untuk jualan nanti lalu Kita akan kembali ke rumah sana dan biar Tyas mandiri disini Kamu juga nggak perlu kawatir ruko ini full cctv dan yang terpenting ini kawasan perkantoran elit pasti tingkat keamananya juga tingga dan yang tak kalah pentingnya tempat ini cocok untuk usahanya Tyas nanti juga jauh dari Ditya ." Jawab Mas Gunawan


Mbak Rina pun mengangguk paham dan lega mendengar jawaban dari Suami nya tersebut .


"Maaf Mas Mbak apakah ruko ini tidak kebesaran untuk Ku dan sekali lagi Maaf kayaknya Aku nggak sanggup bayar uang sewa nya hehehhehe ."Sahut Tyas .


"Kamu jangan kawatir Yas pemilik ruko ini teman baik Ku Dia hanya meminta separo dari harga normal dan Aku sudah membayar uang sewanya setahun ini dan tahun selanjutnya Aku serahkan ke Kamu ." Balas Mas Gunawan .


Tyas senang dan lega mendengarkan jawaban dari Mas Gunawan barusan tak lupa Dia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua kakaknya itu .


Mereka mulai menjelajahi ruko dua lantai tersebut di mulai dari lantai atas yang isinya dua kamar tidur yang ternyata sudah lengkap perabotannya dan kelihatannya ruko ini masih baru jadi buktinya kasur tempat tidurnya saja masih dibungkus plastik .


Lalu lanjut ke tempat lainnya kemudian turun kelantai bawah yang sengaja masih dikosongkan itu dan hal ini memudahkan Tyas untuk mengatur sendiri perabotan yang akan Sia gunakan nanti termasuk area dapur yang hanya ada komppr kulkas dan meja saja .


Mereka bertiga berdiskusi perabotan apa yang harus Mereka beli juga bagaimana menata dapur sebagai tempat produksi dan bagian depan sebagai tempat penjualan nantinya .


Dan tak terasa sore pun tiba Mas gunawan mengajak Tyas dan Mbak Rina pulang kerumah dan melanjutkan obrolan tadi di dalam mobil .


Tyas sangat antusias dengan tempat yang barusaja Mereka datangi tadi rasanya Dia sudah tidak sabar lagi untuk memulai usahanya disana dan juga mengubur kenangan juga bayangan Ditya .


Mereka pun telah sampai di rumah kediaman Mas Gunawan dan Mbak Rina dan segera masuk kedalam rumah untuk istirahat sebentar sementara Tyas lebih memilih untuk menyiapkan sayur dan daging yang akan dimasak untuk menu makan malam mereka nanti .


Sementara di apartement Ditya terlihat Dia sedang duduk diam dikamar yang dulu ditempati Tyas memandangi alat alat make up milik Tyas yang tertata rapi di meja rias samping kasurnya


Dia menikmati suasana kamar itu semua barang pribadinya Tyas masih tertata rapi aroma parfum yang biasa Tyas pakai pun masih tercium lembut dihidungnya Ditya lamunannya pun melayang jauh membayangkan jika saja Dirinya dulu tidak gegabah menikahi Wati mungkin saja kini kehidupannyaakan bahagia bersama Tyas wanita yang kini mengisi hatinya .


Menyesal jelas itu tidak ada gunanya karena penyesalan tidak akan mengubah keadaan ini terlebih kini diperut Wati sedang tumbuh benih calon anaknya hanya saja Ditya merasa sedikit lega karena pengadilan mengundur waktu untuk membacakan keputusan sidang hari ini dan Ditya berharap takdir baik berpihak padanya Tyas mau mencabut gugatan cerainya lalu mau rujuk dengannya meskipun harus berpisah dengan Wati Ditya pun ikhlas .


Sementara itu di kampung halaman Bu Ratih merasakan perasaannya tidak enak Beliau kepikiran terus dengan anak dan menantunya yang di Jakarta dan Pak Sugeng pun paham lemudian Beliau mengajak Bu Ratih untuk ke Jakarta menjenguk Anak dan menantu kesayangannya .


Kembali ke Jakarta malam pun semakin larut malam ini Ditya tidak tisur di rumah Wati Dia tidur sendirian di apartement dan rencananya besok pagi sebelum berangkat kerja Dia akan mampir ke rumah Mbak Rina untuk menemui Tyas .


Hingga pagi pun tiba Ditya bangun lebih awal untuk segera mandi dan siap siap berangkat ke kantor dan mampir ke rumah Mbak Rina terlebih dahulu .

__ADS_1


Ditya sudah sampai di rumah Mbak Rina segera Dia mengetuk pintu rumah tersebut dan Mbak Rina keluar untuk membukakan pintu sementara Tyas masih di dalam kamar


Mbak Rina menanyai Ditya ada keperluan apa pagi pagi sudah datang dan Ditya pun menjawab Dia ingi menemui Tyas dan mengajak nya bicara lalu Mbak Rina pun memannggilkan Tyas untuk menemui Ditya namun sayang usaha nya Ditya pagi ini gagal Tyas tidak ingin menemuinya dan menyampiakan pesan ke Mbak Rina untuk.disampaikan pada Ditya agar dirinya segera menyetujui perceraian mereka dan merelakan Tyas untuk pergi


__ADS_2