
" Tyas Mama nggak setuju kalau Kamu bercerai dengan Ditya dan pergi dari keluarga Kami , Yang seharusnya pergi dari rumah tangga Kalian itu adalah Dia lagian Sahabat macam apa yang tega menghancurkan rumah tangga sahabatnya itu dan juga rela menjadi istri siri serang Pria beristri ." Ucap Bu Ratih tegas sembari memandangi Wati dengan tatapan sinis .
" Iya Papa juga nggak setuju Nduk kalau Kamu sampai bercerai dengan Ditya tolong pertimbangkan lagi ." Kata Pak Sugeng mencoba membujuk Tyas.
"Yas Pakdhe dan juga Budhe janji akan membawa Wati juga bayi yang ada dikandungannya ini untuk pulang ke desa menjauh dari kehidupan Kalian malam ini juga , Jadi Pakdhe mohon Nduk urungkan niatMu untuk bercerai dengan Ditya kembali lah padanya ." Giliran Pak Imam mencoba meyakinkan Tyas .
Dan tanpa disangka oleh semua orang yang sedang mencoba merayu Tyas agar mengurungkan niatnya untuk bercerai itu , Wati yang sedari tadi hanya menunduk dan menangis itu pun tiba tiba beranjak dari duduknya dan berdiri tegak sembari mengusap air matanya Dia sudah tidak lagi bisa menahan emosinya mendengar ucapan demi ucapan sari semua orang yang menyalahkannya itu .
" Kalain semua egois , Kalian semua jahat ." Kata Wati dengan nada penuh emosi .
Perkataan Wati barusan menganggetkan semua orang yang berada di situ dan sukses membuat semua orang menoleh kearah nya .
"Apa maksud Mu Wat ?"Tanya Ditya bingung
" Kalian semua hanya mementingkan Tyas TyasTyas dan Tyas saja , Kalian semua tidak sedikit pun peduli dengan perasaanKu juga janin yang ada dalam kandungan Ku ini Kalian semua jahat terlebih itu Kamu Mas, Kamu hanya diam saja tanpa sedikit pun membela Ku , Aku disini juga sama dengan Dia Aku juga korban Mas korban keegoisan Kalian ." Jawab Wati dengan berurai air mata .
Semua yang hadir di situ terkejut dengan jawaban Wati barusan , Hingga Pak Imam pun mendekat kearah Wati lalu .
" Plakkkkkk
Suara tamparan yang cukup kerat mendarat di pipi mulus Wati hingga meninggal kan bekas gambar lima jari di pipinya yan benar Pak Imam tak kuasa lagi menahan amarah nya pada Sang Putri satu satunya itu dan sukses membuat semua Orang kaget dan histeris
Wati terkejut dan memegangi pipinya yang barusaja di tampar sang Ayah , Air matanya mengalir cukup deras membasahi pipinya , Sementaraitu Bu Siti segera berlari mendekat kearah Pak Imam .
__ADS_1
" Pak eling Pak , Istighfar Pak ." Kata Bu siti seraya menahan tangan Pak Sugeng yang hendak menampar Wati lagi
" Lepas kan Aku Buk biar Ku hajar anak yang tidak tau sopan santun juga malu ini mempermalikan keluarga saja ." Balas Pak Imam penuh emosi .
" Iya Pak Ibu tau Ibu juga malu dengan perbuatan Wati namun Bapak juga harus ingat semua ini takdir yang maha kuasa Pak ." Sahut Bu Siti mencoba menyadarkan emosi Pak Imam
Pak Samsul yang menyaksikan kejadian itu pun sedikit emosi namun Beliau mencoba untuk menahannya jika tadi Pak Samsul dan Bu Rukmi menerima dengan ikhlas semua kejadian ini namun sekaramg Beliau berubah pikiran sedikit menjadi emosi manakala mendengar argumen dari Wati barusan hingga Beliau pun memutuskan meminta Ditya untuk membawa Wati dan juga keluarganya untuk meninggalkan ruko .
" Ditya tolong bawa IstriMu ini dan juga KeluargaMu untuk pergi meninggalkan tempat ini sekarang juga ." Ujar Pak Samsul dengan nada sedikit tinggi .
" Tapi Mas Aku belum selesai bicara ." Sahut Pak Sugeng .
" Kamu bisa datang lagi besok Mas , Sekarang pulang lah hari ini Aku sudah cukup capek hati dan pikiranKu dengan semua kejadian ini ." Balas Pak Samsul .
Didalam mobil perjalanan pulang itu keenam Orang itu terdiam tidak ada obrolan sama sekali yang ada hanya tatapan amarah bercampur emosi , Hingga mobil yang Mereka tumpangi pun berhenti di depan semua rumah mungil bergaya minimalis .
"Rumah siapa ini Dit ?" Tanya Bu Ratih sedikit curiga .
" Ini rumahnya Wati Ma ." Jawab Ditya jujur
" Wah hebat sekali Dia bisa membeli rumah diJakarta memangnya Dia kerja apa Dokter atau apa ?" Tanya Bu Ratih yang mulai membesar rasa curiganya itu .
" Kita bahas nanti ya Ma di apartement , Sekarang biarkan Wati juga Bapak Ibuknya turun dan masuk rumah dulu ." Jawab Ditya
__ADS_1
Kemudian Ditya meminta Wati dan juga kedua Mertuanya itu untuk turun dan masuk kedalam rumah , Sedangkan Ditya dan kedua Orang tuanya itu pun kembali ke apartement .
Kembali ke ruko tempat tinggal dan tempat usahanya Tyas .
Tyas terlihat tengah didalam kamar pribadinya dan tengah dipeluk sang Bunda nya .
" Maafkan Bapak dan Ibuk ya Nduk karena dulu sudah memaksa menikahkan Kamu dengan Ditya ." Ucap Sang Bunda sembari mengelus lembut rambut Tyas
" Sudah Buk , Ibuk dan Bapak tidak perlu meminta maaf seperti ini semua ini terjadi atas kehendak ALLAH Buk Kita semua harus ihklas menerima ujian ini ." Jawab Tyas
Sementara Mbak Rina dan Bapak juga Mas Gunawan terlihat tengah mengobrol di lantai bawah
" Lalu apa yang akan Kamu lakukan setelah perceraian Mu dengan Ditya usai ?" Tanya Bu Rukmi
" Tyas belum tau Buk ." Jawab Tyas singkat
" Kamu ikut Kami pulang ya Nduk , Kamu masih ada Kami yang terus menjaga dan menyayangi Kamu ." Kata Bu Rukmi memcoba mengajak Tyas untuk pulang ke desa .
" Nggak Buk maafkan Tyas ,Tyas akan tetap disini membuka usaha mengejar dan meraih mimpi yang telah lama Tyas impikan doakan Tyas ya Buk agar Tyas diberi kemudahan dan kelancaran ." Balas Tyas
" Tapi Nduk . Ucap Bu Rukmi
" Sudahlah Buk , Ibuk jangan kawatir kan ada Mbak rina dan Mas Gunawan yang selalu menjaga dan melindungi Tyas lagipula bagi Tyas perceraian ini bukan akhir dari segalanya namun sebagai campuk pemecut semangat di hati Tyas . ''Jawab Tyas dengan nada berapi api mencoba menutupi suasana hati yang sebenarnya .
__ADS_1