
Saat mereka tengah tertidur lelap kelelahan akibat permainan panas tadi sore , Wati tiba tiba terbangun karena perutnya merasakan lapar yang hebat
" Mas bangun Mas ." Ujar Wati membangunkan Adit yang masih terlelap tidur
" Iya sayang kenapa mau nambah ya ?" Jawab Adit menggoda Wati
" Enak aja Kamu ini ,Aku lapar Mas ." Sahut Wati merengut
" Aku mau makan apa sayang eh biar tak masakin ?" Ujar Adit mencoba menawari Wati
" Apa aja deh Mas asal enak hehehe." Jawab Wati
" Kalau begitu beri Aku doping semangat dulu ." Pinta Adit sambil mendekatkan pipinya kearah Wati
Karena perutnya sangat lapar dan juga mempercepat waktu Wati pun segera menuruti permintaan Adit itu Dia mencium Sang Suami.
Adit beranjak bangun dan memakai celana pendek lalu beranjak ke dapur memasak makanan untuk Sang istri
Sementara Wati masih dikamar tidak menemani Adit memasak di dapur karena Adit memintanya menunggu di kamar saja karena .
Wati senang dengan perlakuan Adit padanya itu Dia merasa diperlakukan bak seorang Ratu oleh Adit dengan dihujani perhatian kasih sayang dan juga cinta meski status nya hanya seorang istri kedua tapi Wati merasa bersyukur bersuami kan Adit karena Adit adalah cinta pertama dan sejati nya sudah tampan ,mapan baik pula sungguh beruntung Aku bisa menjadi istri mu Mas ." Guman Wati di dalam hati
Hingga deringan hp milik Adit lah yang membuyarkan lamunan Wati tersebut ,Dia meeaaa heran siapa yang malam malam begini mwnghubungi Suaminya itu dan Dia merasa curiga jangan jangan itu istri pertamanya Mas Adit dan tiba tiba Wati merasa kesal membayangkan jika itu panggilan dari istri pertamanya Adit dan meminta Adit untuk segera pulang yang itu artinya malam ini Adit tidak jadi menginap dirumahnya ,
Tadinya Wati ragu mau mengangkat panggilan telepon itu atau tidak , Dia takut Adit akan marah padanya karena lancang mengangkat telepon dihp milik Adit tanpa seijinnya tapi jiwa kekepoan Wati lebih besar dari rasa takutnya kepada Adit dan menuntut untuk nekad mengangkat panggilan itu
Wati kaget saat melihat kontak nama yang tertera di layar hp milik Adit yang bertuliskan " My sweety " siapa Dia kok Mas Adit menamai kontaknya dengan nama yang spesial dan Wati pun tersulut emosi nya lalu memutuskan untuk mengangkat panggilan itu .
Panggilan pertama dihp milik Adit itu , Wati masih ragu ragu mengangkat dan baru dipanggilan kedua lah Wati memberanikan diri mengangkatnya
" Hallo Mas Ditya bisa pulang sekarang nggak Mas ,Tolong Mas Ditya belikan Aku obat sakit perut di apotik perutku sakit sekali Mas ." Kata seorang wanita di sebrang sana dengan suara sedikit memelas tengah menahan rasa sakit .
Wati hanya diam saja saat mendengar perkataan wanita di hp milik Adit itu , dia yakin kalau yang menghubung Sang Suaminya itu adalah istri pertamanya Adit dan juga Wati kaget bercampur penasaran saat mendengar suara wanita Dia merasa tidak asing dan mengenali suara itu seperti suara Sang Teman Tyas .
" Halo Mas Kamu dengar Aku kan ?" Tanya wanita itu sekali lagi dan Wati tetap Diam saja tanpa mengeluarkan sedikitpun .
Sementara Adit terlihat masuk kekamar dengan membawa nampan yang berisikan dua mangkok isi mie lengkap dengan sawi dan telur juga sepiring besar tumisan daging sapi iris bumbu lada hitam , Wati yang melihat kedatangan Sang Suami secara tiba tiba itu terkejut hingga lupa mematikan panggilan hp itu dan menyembunyikannya di dalam selimut yang menutupi tubuhnya tersebut .
__ADS_1
" Sayang ayo kita makan ." Ajak Adit
Sementara itu Tyas di sebrang sana samar samar mendengar suara Suaminya itu tengah memanggil seseorang dengan sebutan sayang dengan suara mesra , Tyas mematikan panggilan telepon nya itu lalu mengirim pesan ke Ditya meminta tolong untuk di belikan obat sakit perut di apotik dan selang hampir sepuluh menit berlalu tidak respon atau pun jawaban dari Ditya , Tyas yang sudah tidak tahan akibat sakit perut itu pun nekad menghubungi Diah dan Manager Wiland agar meminta tolong agar dibelikan obat sakit perut di apotik
Wiland dan Diah kompak bertanya di mana Ditya berada kok Tyas malah meminta tolong ke mereka untuk di belikan obat , Tyas menjawab kalau Ditya ada acara di rumah temannya dan akan menginap di sana .
Kurang dari setengah jam Wiland dan Diah datang ke apartement tempat tinggal Tyas dengan di antar Penjaga keamanan pihak apartement sampai depan pintu dan saat masuk ke dalam rumah mereka melihat Tyas tengah meringkuk di sofa ruang tamu dengan memegangi perut nya yang sedang sakit .
" Ini cepat Kamu minum dulu Yas ." Kata Diah sambil menyerahkan obat dan segelas air hangat untuk Tyas
" Terima kasih banyak ya Di ,Mas Wiland ." Balas Tyas dan segera menelan obat yang barusan disodorkan oleh Diah itu
" Keterlaluan Si Ditya ini masa adiknya sakit malah mentingin keluar bareng temannya ." Ujar Wiland dengan gusar .
" Kamu tau dimana acara yang dihadiri Ditya itu Yas biar Aku samperi Dia ,keterlaluan sekali Si Ditya itu masak tega ninggalin adiknya malam malam begini sendirian di rumah mana sedang sakit pula ?" lanjut Wiland penuh emosi .
" Sudah lah Mas Wiland , Aku nggak papa kok lagian Aku sudah terbiasa kok ditinggal begini ." Balas Tyas
" Maksud Kamu terbiasa di tinggal , Ditya ngoming nggak mau kemana gitu ?" Tanya Wiland mulai curiga .
" Katanya sih ke Yogyakarta Mas , Kantor tempat nya kerja akan membuka cabang di sana dan Mas Ditya diminta mengawasi pembangunan kantor di sana ." Jawab Tyas polos
Dan sebenarnya Wiland ingin memberitahu Tyas tentang hubungan Wati dan Ditya tetapi Dia teringat permintaan Ditya kemarin yang memintanya untuk merahasikan nya di depan Tyas takut kalau Tyas memberitahu kedua Orang Tuanya dan mengundang kemarahan mereka berdua .
Sementara itu Tyas memandang kearah Diah sekan memberi kode agar tetap merahasiakan pernikahannya dengan Ditya dihadapan Wiland dan Diah pun mengangguk paham .
Setelah di rasa sudah cukup membaik perutnya , Tyas menyuruh Wiland dan Diah ulang kembali kerumah mereka masing masing , Wiland sebenarnya kawatir dengan keadaan Tyas dan berniat menginap di sana tetapi Tyas menolaknya sedang Diah Dia bersikeras untuk menginap dan menemani Tyas di apartemen tempat tinggal Tyas dan Ditya itu .
Diah menuntun Tyas pelan pelan masuk kamar tidyrnya lalu memintanya untuk istirahat tidur agar segera membaik perutnya
Sementara di rumah Wati ,Mereka terlihat sedang menyantap makan malam hasil masakan Adit itu dengan nikmat dan di selingi obrolan santai penuh canda tawa juga di tambah keisengan keisengan Adit pada Sang Istri .
Dalam hati Wati masih penasaran dengan suara wanita yang menelpon Adit barusan siapa Dia sebenarnya kenapa nama kontaknya diberi nama my sweety oleh Mas Adit Aku harus mencari alasan agar Mas Adit keluar kamar ini dan Aku bisa mengecek hp Mas Adit tanpa Dia tau ." Kata Wati dalam hati
Akhirnya Wati mendapat kan sebuah ide ya yang menurutnya sangat brilian yakni meminta Adit keluar rumah untuk membeli minuman angsle hangat untuk memulihkan tenaga nya yang terkuras akibat pertarungan hangat nan nikmat nya sore tadi .
Adit pun menuruti permintaan Wati dengan imbalan janji akan melayani nya sampai pagi .
__ADS_1
Wati segera membuka hp Adit yang kebetulan lupa tidak Dia bawa itu , Dia mulai mengecek aplikasi hijau berlogo gambar telepon itu dan hasilnya kosong tidak ada pesan yang Adit kirim mau pun Dia terima dari kontak yang bernama my sweety itu lalu berlanjut keaplikasi lainnya ternyata hasilnya sama " Ah mungkin Dia sudah menghapusnya tadi ." Guman Wati lirih
Wati tidak patah semangat dan mengecek lagi di bagian galery hp dan lagi lagi Dia tidak menemukan pentunjuk yang bisa membantunya mencari tau siapa my sweety itu sebenarnya , Di dalam galery hp milik Adit Wati awalnya tidak menemukan foto istri pertama Adit lalu Dia terus menggeser nya kebawah bagian simpan pribadi dan taraaa
Dia terperangah bercampur kaget tidak percaya dengan apa yang di lihat di bagian album yang berjudul my sweety ini Wati menemukan banyak sekali foto foto istri pertamanya Adit yang kebanyakan sengaja difoto dari belakang itu
Wati terus menyekrol kebawah dan ada sebuah foto yang menarik hati nya untuk melihat dengan seksama yakni foto seorang gadis yang tengah tersenyum manis meski di foto dari samping Wati bisa melihat gadis itu dengan jelas yang tak lain tak bukan adalah foto Sahabat kecilnya sendiri Tyas
Seketika dada Wati merasa sesak hatinya sakit tak karuan air matanya jatuh menetes jatuh membasahi pipinya yang mula mula hanya tetesan biasa dan sekarang berubah deres .
Wati menghapusair matanya dan seakan tak percaya dengan foto yang barusan Dia lihat , Wati melanjutkan menyekrol kebawah dan lagi lagi di tertarik dengan dua buah foto yang pertama adalah foto Tyas tengah memasak di dapur dan yang kedua adalah foto Pernikahan mereka lengkap dengan memamerkan buku surat nikah masing masing .
Remuk sudah hati Wati Dia tidak menyangka takdir akan mempermainkannya sedimikan rumitnya
Wati tak habis pikir bagaimana bisa ini terjadi biduk rumah tangga indah yang tengah Dia rasakan dengan Adit harus menemui ujian sepahit ini
Dia dan Tyas adalah sepasang sahabat karib sejak kecil hingga kini saling curhat saling merindukan satu sama lain dan bahkan boleh dibilang demi bisa bertemu dengan Tyas lah Wati memaksa Adit untuk memboyongnya pindah ke Jakarta .
Dan kini Dia dikejutkan oleh kenyataan yang barusan Dia lihatnya , Dalam hati Wati bertanya bagaimana bisa Aku menjadi Madu dari sahabat kecilku ,Bagaimana bisa Mereka bersuamikan orang sama yakni Adit
" Jadi suami yang sering di ceritakan oleh Tyas itu adalah Mas Adit ." ujar Wati lirih
" Jadi selama ini Aku menjadi Madu dari sahabatku sendiri sejenak Wati juga berpikir apakah Dia tidak tau kalau Suami yang selama ini Dia ceritakan padanya itu diam diam sudah menikah siri dengan Nya .
Meskipun Wati tidak menemukan foto mereka berdua lainnya selain foto pernikahan mereka dulu tetapi Wati sadar kalau Tyas juga ada di hati Adit buktinya banyak sekali koleksi foto foto nya di hp Adit dan itu membuat hati Wati sedikit iri mengingat Adit tidak pernah sekalipun menyimpan fotonya di hp miliknya hal itu berati membuktikan Adit lebih mementingkan Tyas dari pada dirinya .
Wati segera menghapus daftar panggilan masuk dari Tyas yang tadi Dia angkat juga menghapus pesan yang Tyas kirimkan tadi agar Adit tidak curiga kalau Dia telah membuka hp miliknya lalu Dia beranjak masuk ke kamar mandi mengguyur tubuhnya dibawah pancuran Dia berusaha mengguyur rasa sakit di hatinya dan berusaha membuang rasa kecewa nya terhadap Adit bersamaan dengan air yang jatuh ke lantai kamar mandi .
Selesai mandi Wati segera ganti baju dan duduk di depan cermin meja rias memoles tipis make up di wajah nya menutupi sembab di matanya karena menangis tadi
Dia memandangi wajahnya sendiri di depan cermin langkah keputusan apa yang akan di ambil nya setelah mengetahui kalau Dia kini telah menjadi madu dari sahabatnya sendiri telinganya seakan mendapat bisikan untuk meninggalkan Adit dan merelakan Adit membina rumah tangga bersama Tyas tanpa kehadirannya ditengah tengah hubungan mereka tetapi rasa cinta nya pada Adit yang besar memaksa hati kecilnya untuk memberontak agar tetap bertahan dengan hubungan ini Adit adalah cinta pertama dan terahirnya dan mungkin inilah yang orang katakan cinta itu buta , Wati lebih memilih tetap mempertahankan rumah tangganya bersama Adit dan berusaha menerima Tyas sebagai madunya apa pun resiko yang akan Dia terima nanti
Asal Adit tetap bersamanya Wati rela menjadi yang kedua toh selama ini Tyas selalu bercerita kalau Suaminya itu belum lernah sekalipun memberinya nafkah lahir dan Wati menyimpulkan kalau Adit tidak lah mencintai Tyas seutuhnya .
Puas bermonolog dalam hatinya sendiri , Wati bangkit dari duduk nya lalu keluar duduk disofa depan tv menunggu Adit kembali dan Dia pun bersikap biasa biasa saja menutupi kalau dirinya kini telah tau siapa istri pertamanya Adit ya lagi lagi karena cintalah yang memaksanya begitu .
Hingga tak berapa lama terdengar mobil milik Adit datang memasuki tempat parkir rumahnya
__ADS_1
" Hay sayang Kamu sudah mandi ?" Tanya Adit saat masuk kedalam rumah
" Sudah sayang Kamu kok lama sekali sih Mas memang belinya di mana ." Jawab Wati dengan senyuman manisnya lalu beranjak mendekati Adit menciumnya dengan mesra