Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Sakitnya kehilangan


__ADS_3

" Sayang Ku mohon bangun lah jangan terlalu tidur." Kata Naka sembari mengguncang guncang kan lengan Sang istri


Namun Tyas masih saja memejam kan matanya ya Dia masih belum sadarkan diri, Naka yang diliputi rasa kesedihan yang mendalam itupun kembali menciumi tangan Sang istri juga dahi nya dan air matanya yang sedari tadi tak mau berhenti itupun jatuh menetesi pipi milik Tyas.


Dua terus saja melantunkan doa doa di telinga Tyas berharap agar Tyas segera sadar dari pingsan nya itu dan nampaknya Doa Naka di kabulkan oleh Allah SWT.


Hari jemari milik Tyas terlihat bergerak gerak mulutnya mulai terbuka begitupun dengan matanya yang mulai terbuka sedikit demi sedikit.


" Mas." Panggil Tyas dengan suara yang sangat lirih nyaris tak terdengar itu


Naka yang semula menangis itupun kaget bercampur senang manakala mendapati Tyas sudah sadar kan diri, Dia langsung mencium kening serta tangan nya Tyas


" Sayang Kamu sudah sadar? " Tanya Naka dengan mata sembab nya itu


" Aku haus Mas." Jawab Tyas yang meminta minum itu


Naka pun mengangguk dan segera menuangkan air putih hangat kedalam gelas dan langsung membantu Tyas untuk duduk dengan sedikit bersandar di ranjang rumah sakit dan langsung meminum air putih hangat itu sampai habis.


" Bagaimana keadaan Mu sayang apakah sudah lebih baik? " Tanya Naka yang terlihat cemas


" Sudah Mas, kapan Kamu pulang Mas dan bagaimana keadaan calon anak Kita Mas apakah Dia baik baik saja? " Tanya balik Tyas seraya meraba perutnya yang masih terasa sangat sakit itu


" Sudah sejak Siang tadi Aku kembali ke Jakarta ya setelah Mbok Rah menghubungiku ,Sayang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu hingga Kamu mengalami pendarahan hebat seperti ini ? " Kata Naka seraya menatap wajah Tyas yang terlihat masih lemas

__ADS_1


" Aku tidak tau pastinya Mas hanya saja Aku ingat ada seseorang yang turun dari mobil dan langsung menendang perutku dengan keras hingga Aku jatuh membentur badan jalan." Jawab Tyas mengingat kejadian mengerikan yang menimpanya tadi pagi itu


" Apaaaa, Kamu ditendang lalu siapa yang berani menendang perutmu itu ? ' Tanya Naka kaget saat mendengar Tyas bercerita kalau dirinya ditendang oleh seseorang yang dikenalnya itu


" Iya Mas perutku ditendang dan Aku tidak kenal siapa Dia , Mas Naka bagaimana keadaan calon anak Kita Dia baik baik saja kan? " Jawab Tyas seraya bertanya tentang keadaan bayi dalam kandungannya itu


" Sayang Kamu harus sabar juga ikhlas dengan musibah ini ." Sahut Naka


Tyas sedikit bingung dengan ucapan Naka barusan dalam hati Dia bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada bayi dalam kandungan nya itu hingga Naka bicara seperti itu


" Apa maksud ucapan Mu itu Mas? " Tanya Tyas.


" Anak Kita telah tiada sayang, Kamu mengalami pendarahan yang hebat hingga membuat calon anak Kita gugur." Jawab Naka dengan air mata yang mulai mengucur kembali


Bak di sambar petir disiang bolong itulah yang tengah Tyas rasakan Dia sangat terkejut dengan penuturan Naka barusan sungguh Dia tidak mempercayai ucapan Naka barusan yang memberi tahu dirinya kalau bayi mereka telah gugur.


" Tidak sayang apa yang barusan Aku katakan itu benar ada nya." Jawab Naka singkat


Terlihat Tyas sangat shock air matanya jatuh deras menetes pipinya Dia menangis tersedu sedu hingga menimbulkan suasana haru diantara Mereka berdua.


Maka meraih tubuh lemah sangat istri itu dan langsung memeluk nya erat erat berusaha menenangkan hati dang istri yang tengah dilanda kesedihan.


"Istighfar sayang Kamu harus istighfar Kita harus ikhlas dengan ujian ini." Kata Naka seraya menciumi puncak kepala Tyas

__ADS_1


" Mas Naka Aku sudah gagal jadi calon Ibuk untuk anak Kita, Aku tidak pecus menjaganya." Ucap Tyas pilu


" Hei stop kenapa Kamu bilang seperti itu sayang, Kamu tidak gagal hanya saja Allah sedang menguji Kita." Balas Naka


" Tapi Mas sebagai seorang istri Aku gagal karena Aku tidak bisa menjaga amanah Mu untuk menjaga anak Kita semua ini salahKu jika saja Aku menurut kata katamu untuk tidak keluar rumah mungkin kejadian ini tidak akan terjadi ." Sahut Tyas dengan diiringi isak tangis


" Stttttts ini bukan salah Mu sayang tapi ini sudah suratan dari Allah ingat sayang anak itu hanya titipan yang sewaktu waktu bisa di ambil lagi oleh yang punya yakni Allah SWT jadi jangan terus terusan menyalahkan dirimu atas musibah ini." Ujar Naka mencoba menasehati Tyas


Nampaknya Tyas tidak menggubris nasehat Naka barusan, Dia menangis meratapi nasip nya yang harus kehilangan bayi dalam kandungan itu tangisan nya pilu dan semakin lama semakin histeris.


Naka yang menyaksikan keadaan Tyas itu pun tidak tega hingga akhirnya Dia pun menghubungi Dokter kandungan yang tadi memberikan tindakan medis untuk Tyas.


Dokter pun segera datang ke ruang perawatan Tyas dan langsung memeriksa keadaan Tyas juga memberikan suntikan obat penenang agar Tyas tidak semakin depresi hingga membuat kesehatan nya lama pulih.


Tak berselang lama Mbak Rina dan Mas Gunawan pun datang di ruang perawatan Tyas dan langsung memeluk tubuh Tyas yang terlihat tengah tertidur akibat dari suntikan obat penenang yang barusan diberikan itu


" Naka apa yang terjadi pada Tyas hingga Dia harus di rawat di sini? " Tanya Mbak Rina dengan air mata yang menetes itu


Naka pun menceritakan dengan detil yang menimpa Tyas termasuk dengan kabar buruk bahwa Mereka berdua harus rela kehilangan calon bayi dalam kandungan nya Tyas.


Mbak Rina dan Mas Gunawan yang mendengar penuturan dari Naka tentang keadaan Tyas juga calon bayi dalam kandungannya itu pun sangat shock dan langsung berhamburan memeluk tubuh lemas Tyas, ya Mereka berdua sangat menyayangi Tyas Mereka berdua ingat betul bagaimana lika liku jalan hidup yang dilalui Tyas di pernikahannya yang pertama dulu dimana Dia harus kehilangan kebahagian nya dengan kandas nya rumah tangga yang dibangunnya bersama Ditya.


Dan kini Tyas harus kembali kehilangan kebahagiaan nya dengan kehilangan sepasang bayi kembar dalam kandungan nya itu sungguh Mereka tidak bisa membayangkan betapa hancur juga sakit nya hati Tyas.

__ADS_1


Mereka yang ada di ruangan tempat Tyas dirawat itu pun menangis haru sembari melantukan doa doa agar Tyas bisa ikhlas menerima semua takdir ini dan juga supaya kesehatan Tyas cepat pulih kembali.


Hingga tanpa Mereka semua sadari Eyang Putri sudah datang di ruang perawatan Tyas dan Beliau pun terlihat bingung kenapa semua orang menangis hingga sebuah pikiran buruk pun muncul dibenak nya Eyang Putri.


__ADS_2