Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Air mata penyesalan 1


__ADS_3

Tyas beranjak masuk ke kamarnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi mengguyur tubuhnya di bawah pancuran shower.


Dia terlihat melamun cukup lama dibawah pancuran itu memikirkan siapa wanita yang mencarinya dengan sangat emosi,Tyas mengingat ingat kembali barang kali pernah berbuat salah namun ingatannya pun tak menemukan satupun kesalahan terhadap wanita lain dengan ciri ciri seperti yang disebutkan oleh Diah dan Yesi.


Hingga deringan HP miliknya lah yang membuyarkan lamunan nya itu, Tyas segera menyelesaikan acara mandinya dan segera berganti baju lalu segera keluar melihat siapa gerangan yang menghubungi nya.


Dan ternyata Naka lah yang barusan menghubungi nya , Tyas mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya lalu segera menghubungi Naka barangkali ada sesuatu yang penting.


" Hay Mas, Maaf tadi Aku baru saja selesai mandi jadi nggak tau kalau Kamu nelpon Aku ada apa Mas?" Tanya Tyas sesaat setelah panggilan telepon nya tersambung.


" Iya nggak papa, Nggak ada apa apa Aku cuma mau tanya kemana aja sih Kamu seharian ini kok nggak nelpon atau SMS Kamu kemana Sayang? " Tanya Naka dengan nada penuh selidik


" Oh maaf ya Mas seharian ini Aku jalan jalan bareng Eyang Putri jadi Aku nggak sempat buka HP dan Aku nggak tau kalau Kamu nelpon maaf ya." Jawab Tyas dengan senyum manisnya itu.


" Lo Kalian jalan jalan kemana memangnya? " Tanya Naka penasaran


" Ya Kami ke mall aja sih Mas." Jawab Tyas


Kemudian Mereka pun melanjutkan obrolan via telepon itu kira kira setengah jam an berlalu barulah Mereka mengakhiri obrolan hangat tersebut


Tak lama setelah itu pintu kamar Tyas terdengar tengah diketuk dari luar yang ternyata Diah lah yang mengetuk nya Dia mengajak Tyas untuk turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama sama dengan karyawan yang lainnya.


"Hem kelihatan nya enak nih, apa sih menunya malam ini? " Tanya Tyas saat tengah sampai di dapur lantai bawah ruko itu.


" Hay Mbak Tyas, malam ini Kami masak ayam panggang dan tumis sayur saja Mbak mau masak menu yang lain lagi males hehehehe." Jawab Susi karyawan barunya Tyas.


" Aku ikut gabung ya, sudah lapar ni." Balas Tyas seraya mengambil piring di rak penyimpanan peralatan makan itu


Tyas pun segera mengambil nasi dan duduk diantara para karyawan nya itu dan mulai menikmati menu makan malam tersebut rame rame.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang damai sangat jauh dari kesan bos menjaga jarak dengan karyawan, Meskipun Tyas disini adalah seorang bos namun dirinya tidak pernah menempatkan dirinya selayaknya seorang Bos namun menempatkan dirinya adalah patner kerja satu tim untuk memajukan usaha jualan menu sarapan dan cake tersebut.


Mereka makan malam bersama dengan santai dengan diselingi obrolan hangat membahas banyak hal mulai dari kesibukan Mereka masing masing yang hari ini sangat riweh dengan banyak nya pesanan yang datang.


Tyas merasa sangat bersyukur dengan kekompakan dan tanggung jawab besar yang dimiliki oleh karyawan nya itu, Loyalitas Mereka terhadap pekerjaan di ruko itu sangat lah tinggi dan Tyas pun menghadiahi Mereka dengan gaji yang sepadan juga bonus yang lumayan.


Saat tengah asik ngobrol sembari makan malam itu berlangsung Mereka tidak sadar jika Ditya sudah datang dan tengah mengamati acara makan malam Mereka itu.


Dia terlihat mengamati Tyas yang tengah asik menyuapkan makanan kedalam mulutnya hingga akhirnya Diah menyadari keberadaan Ditya di dalam ruko itu


" Yas, ngapain Dia disitu? " Tanya Diah seraya menyikut lengan nya Tyas


" Siapa sih maksud Mu? " Tanya balik Tyas seraya menoleh kearah Diah


Sementara Yesi yang memang jiwa ke bar-bar nya sangat tinggi pun segera beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Ditya yang tengah duduk mematung seraya memperhatikan Tyas dari jarak jauh.


" Kamu mantannya Tyas kan, Sejak kapan Kamu berdiri disini dan ada urusan apa Kamu kesini? " Tanya Yesi dengan sungut emosi yang memuncak.


" Jika berurusan dengan Tyas dan menyangkut dengan Mantannya Kami berhak tau dan ikut berurusan jangan sampai kedatangan Mu kesini akan mengundang kemarahan nenek sihirMu itu seperti kemarin kemarin." Balas Yesi dengan nada tinggi


Tyas dan Diah segera beranjak dari duduknya kemudian mencuci tangannya dan barulah berjalan mendekat kearah Ditya dan Yesi yang tengah berdebat.


" Tyas Aku pengen ngobrol berdua saja sama Kamu." Kata Ditya sesaat setelah melihat Tyas sudah berdiri dekat dengannya itu


" Tidak ada yang perlu Kita obrolan Mas, dan jika ada yang hendak Kamu sampaikan juga mohon jangan lama lama sebab Aku nggak punya waktu." Ucap Tyas seraya memandang kearah Ditya


" Tyas Aku ingin Kita kembali." Ucap Ditya singkat seraya memandang kearah mantan istri nya itu


Tyas dan Diah juga Yesi yang sedari tadi setia berdiri disamping nya itu pun terkejut setengah mati dengan munculnya gagasan ide dari Ditya itu.

__ADS_1


" Apakah Kamu sudah gila Mas? " Tanya Tyas kaget


" Ya Aku gila karena Kamu ninggalin Aku." Jawab Ditya


Tyas semakin kaget dan bingung mendengar jawaban Ditya barusan, dia terlihat gugup menatap Ditya.


Sementara Ditya memandang wajah Tyas dengan seksama mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut dan tergambar jelas raut kekaguman akan kecantikan Tyas di wajahnya itu.


" Sudah jangan omong kosong lagi Mas, Mau apa Kamu kesini cepat katakan dan cepat pergi dari sini? " Tanya Tyas dengan nada ketus


" Niatku sudah jelas Dek pertama Aku ingin menjenguk dan ingin tau keadaanMu dan yang kedua Aku ingin mengutarakan niatan ku untuk mengajakMu rujuk dan memulai rumah tangga yang baru Kamu mau kan?." Jawab Ditya seraya menatap wajah Tyas dengan tatapan memelas


Tyas terlihat tengah memikirkan sesuatu seakan tengah merangkai kata untuk menjawab kata kata Ditya barusan Dia menghela nafasnya panjang lalu mulai menjawab pertanyaan Ditya


" Apa maksudmu dengan mengajak Ku rujuk Mas, Bukankah Kamu sudah menikah dengan Wati wanita yang Kamu cintai juga cinta pertama Mu dulu bahkan dulu Kamu rela meninggalkan Aku demi Dia dan sekarang Kamu rela meninggalkan Dia demi Aku sebenarnya apa yang ada dipikiran Mu itu Mas? " Jawab Tyas seraya bertanya pada Ditya


Kini giliran Ditya yang menatap wajah Tyas dengan seksama dan kemudian Dia pun memilih untuk menunduk kepala saja


" Jawab Mas? " Tanya Tyas mengulangi pertanyaannya itu.


" Jawabannya sederhana Dek , Aku menyesal ternyata Dia tak sebaik dan se perhatian Kamu ternyata Aku tidak bahagia bersamanya dan Aku lebih bahagia bersama Mu meskipun awalnya cinta itu belum tumbuh namun kini cinta itu tbuh subur dihatiKu untuk Mu." Jawab Ditya


" Buiih Kamu jangan mendengar omong kosongnya pria pengecut seperti ini Yas." Balas Diah


Kemudian Ditya pun menoleh kearah Diah dan Yesi seraya meminta agar Mereka berdua tidak menganggu nya ngobrol dengan Tyas


" Kamu menyesal, Kamu tidak bahagia dengan Dia dan Kamu berharap untuk rujuk dengan Ku lalu hidup bahagia ha, itu hanya ada di novel yang sering Aku baca Mas." Ucap Tyas


" Tyas aku mohon." Kata Ditya seraya berlutut dan memberanikan diri menatap kearah wajahnya Tyas.

__ADS_1


" Aku sudah tidak peduli dengan apa yang tengah Kamu rasakan Mas baik dikehidupanMu maupun dihatiMu Aku sungguh tidak peduli Lagi jadi tolong sekarang tinggalkan diriku." Balas Tyas dengan suara mantap.


" Sekarang, tolong Kamu tinggalkan tempat ini." Kata Diah menimpali perkataan Tyas barusan


__ADS_2