Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
acuh


__ADS_3

Semenjak kepulangannya dari Yogyakarta tadi siang , Ditya terlihat aneh sikap dan perilakunya tidak seperti biasanya jika biasanya Ditya menyempatkan diri untuk mengajak ngobrol santai diselingi canda dengan Tyas kali ini sedikit berbeda Ditya lebih banyak diam mengurung diri dalam kamar saat Tyas mencoba menawari nya makan Dia hanya menjawab singkat tanpa candaan seperti biasanya .


Tyas bingung apa yang terjadi pada Ditya atau sahabat nya kenapa kenapa atau mungkin dirinya melakukan ke salahan kepada Ditya hingga Ditya mengacuhkannya seperti itu hingga benak Tyas pun terasa penuh dengan kenapa dan ada apa dengan diri Ditya itu .


Waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul lima itu tandanya Tyas harus berangkat kerja seperti biasa sebelum berangkat kerja Tyas sudah menyiapkan makan malam untuk Ditya terlebih dahulu lalu dirinya berbenah diri dan berangkat karena Ditya hari ini sedang tidak ke kantor jadi sebelum berangkat Dia menyempatkan diri mengetuk pintu kamar Ditya berniat untuk pamitan


Lama Tyas berdiri di depan pintu kamar Ditya sembari mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari dalam , Tyas mencoba berfikir positif mungkin Mas Ditya sedang tidur kemudian Dia pun melangkah keluar untuk berangkat kerja dengan jalan kaki tanpa diantar Ditya


Sementara itu di dalam kamar Ditya mengintip Tyas dari balik tirai jendela kamarnya memastikan bahwa Tyas sudah benar benar berangkat Dia menangis melihat punggung Sang Istri yang tengah jalan kaki berangkat kerja itu


Sebenarnya Dia juga merindukan Tyas bercanda seperti biasa juga mengantarnya pergi kerja seperti biasa nya hatinya kini benar benar bingung keputusan apa yang di ambil apakah Dia akan mengabulkan permintaan Budhe untuk menikahi Wati diam diam tanpa sepengetahuan pihak keluarga namun sebuah pertanyaan besar bertengger dihatinya apakah seorang Ditya Winata berani mengambil keputusan besar dengan menikahi Wati diam diam ? .


Sementara Tyas telah sampai di supermarket wajah nya sedikit muram tidak seceria biasanya hingga Sang Sahabat Diah menengurnya


" Hay gays kenapa itu muka sudah kayak lemon saja masam nya ?" Tanya Diah


Tyas yang sedang sibuk memakai masker penutup mulut pun menoleh sebentar kearah Diah lalu menghela nafas panjang nya


" Kayaknya Aku butuh Me Time saja kok Di." Jawab Tyas


" Kamu jangan bohong Yas ,dari raut wajah kamu terlihat betul kalau kamu lagi ada masalah bagaimana nanti selepas pulang kerja kita hunting makanan dulu sambil ngobrol ?" Kata Diah mencoba menawari Tyas


Tyas sudah menganggap Diah layaknya saudara sendiri sama dengan Wati Diah kini juga jadi sahabat karib Tyas


" ok ." Jawab Tyas sungkat


Dan mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka masing masing hingga tak terasa waktu pulang pun tiba sesuai dengan kesepakatan mereka tadi untuk hunting makanan dulu sebelum mengobrol santai

__ADS_1


Tak lupa Tyas menelpon Ditya dulu untuk memberitahu bahwa dirinya pergi sebentar dengan Diah tetapi Ditya dan lagi lagi Ditya tidak mengangkat telepon dari Tyas itu meski di dalam hati Tyas merasa kecewa dan bertanya tanya tetapi Tyas mencoba berikir positif mungkin sudah tidur maka Dia pun memutuskan mengirim pesan untuk Ditya setelah itu barulah dirinya berangkat bersama Diah pertama mereka mencari makanan mulai dari Martabak telur kesukaan Diah , Rujak buah kesukaan Tyas dan aneka makanan juga minuman lainnya


Setelah puas hunting makanan dan minuman kedua gadis itu pun berjalan menuju bangku taman kota yang masih sangat rame pengunjung itu karena kebetulan cuaca malam itu sangat baik dan ditambah ada pasar malam juga


" Sebenarnya ada masalah apa sih kamu Yas kok mukanmu kok Aku perhatikan kamu dari tadi murung begitu ?" Tanya Diah saat mereka duduk dibangku dan mulai sesi makan .


" Sebenarku Aku sedang bingung Di dengan sikap Mas Ditya hari ini yang lebih banyak diam ,cuek padaku ." Jawab Tyas


" La kamu sudah coba tanya kenapa gitu ?" Sahut Diah sambil menyeruput minuman dinginnya


" Gimana mau tanya wong Dia aja ngurung dikamarnya , Tadi waktu berangkat kerja juga Aku panggil panggil nggak nyahutin ." Balas Tyas


Diah mengernyitkan dahinya keheranan dan ada pertanyaan besar yang telah lama di pendam kini memaksanya untuk bertanya pada Tyas sekarang juga


" Yas , maaf ya Aku mau tanya tapi Kamu harus jawab jujur sebenarnya hubungan mu dengan Mas Ditya itu murni kakak adik atau kalian suami istri to ? Tanya Diah .


" Jawab Yas ." Kata Diah sembari menyikut lengan Tyas yang sedang termenung melamun itu


" Nanti suatu saat Aku pasti akan menceritakan yang sebenarnya ke Kamu Di , Sekarang yang perlu Kamu tau adalah Ditya itu kakak ku itu saja ya plissss." Jawab Tyas setengah memohon agar jika kepo sahabatnya itu memakluminya .


Mendengar jawaban dari Tyas itu , Diah sebenarnya ragu dan tidak percaya pasti ada yang tengah di sembunyikan Tyas dari nya tetapi sebagai sahabat yang baik Diah tidak mau memaksa Tyas harus bercerita sekarang dan Dia lebih memilih menghibur Tyas agar tidak berlarut dalam kesedihan nya .


Malam pun tiba waktu sudah hampir larut malam Tyas dan Diah pun beranjak pulang ke tempat tinggal mereka masing masing


Sesampainya di apartemen Tyas segera masuk ke dalam dan masih mendapati lampu ruang tamu yang masih menyala terang seperti tadi sore waktu Dirinya berangkat kerja Tyas juga menoleh kearah kamar Ditya sebentar lalu Tyas masuk ke kamar pribadinya untuk mandi dan ganti baju tidur .


Karena kehausan Tyas mengambil minum di dapur dan saat sampai di depan meja makan Tyas mendapati makanan yang Dia masak untuk menu makan malam Ditya itu utuh tidak berkurang itu tandanya Ditya makan malam dan tidak menyentuh masakannya srdikitpun ada rasa kecewa yang menjalar di dada Tyas dan mulai timbul argumen di hatinya tetapi Tyas masih mencoba berpikir positif ah mungkin sudah tidur sejak sore ." Gumannya dalam hati dan memilih untuk membereskan makanan itu dan mencuci piringnya barulah kemudian Dia masuk kamar untuk tidur karena hari sudah larut malam .

__ADS_1


Sementara itu dikamar pribadinya Ditya tengah berbaring dikasur empuknya ada perasaan lega saat mendengar Tyas sudah kembali karena sejak tadi Dia menunggui Tyas kenapa belum pulang sampai selarut ini sebenarnya Ditya mengurung diri dimamar karena tidak sanggup melihat senyum polos dari Tyas juga dirinya tengah bingung akan keputusan apa yang harus diambilnya makanya Dia lebih memilih berdiam sikamar untuk menenangkan diri .


Pagi pun tiba dan rutinitas sudah pasti hampir sama bagi Tyas dimulai dari bangun pagi membersihkan diri lalu dilanjut acara memasak sarapan untuk Ditya dan dilanjut dengan pekerjaan lainnya


Sementara Ditya di kamar sedang siap siap untuk berangkat kerja saat menatap cermin dirinya seakan menemukan semangat baru untuk memulai hari ini dan bertekad memutuskan bahwa Dia akan menolak menikahi Wati dan akan melanjutkan pernikahannya dengan Tyas sesuai janjinya kepada orang tuanya .


" Selamat pagi Mas , Sarapan dulu sudah siap kok ." Kata Tyas saat melihat Ditya tengah kelaur dari kamar tidurnya


Ditya menoleh kearah Tyas dan tersenyum lalu berjalan dan duduk dikursi meja makan


" Ini Mas ." Kata Tyas sembari menyerahkan piring berisi nasi goreng dan omelete untuk Ditya


" Terima kasih Dek , O ya temani Aku makan ya ." Jawab Ditya sembari menerima piring tersebut


Tyas pun mengangguk dan sarapan bersama dengan Ditya


Disela sela acara sarapan itu Dityameraih tangan Tyas dan menggenggamnya erat ,Tyas sedikit bingung ada apa ini gumannya dalam hati


"Dek maaf kan Aku yang selama ini belum bisa menjadi sosok suami yang baik untuk mu dan Aku akan berusaha untuk itu ." Kata Ditya dengan memnadang serius wajah Tyas


Tyas menoleh kearah Ditya sembari tersenyum


" Kamu sudah cukup baik kok Mas , Hanya saja tolong jangan mendiam kan Aku seperti ini saja sudah cukup bagiku ." Jawab Tyas dengan lembut


" Maaf kan Aku Dek , Aku hanya kecapekan saja kok maaf kan ya janji Aku akan selalu membuatmu bahagia ." Sahut Ditya .


" Iya Mas kita akan sama sama berjuang saling membahagiakan pasangan kita dan jangan ada kebohongan diantara kita ya ." Balas Tyas

__ADS_1


Ditya tersenyum lega mendengarkan jawaban maaf dari Tyas itu


__ADS_2