
"Ma , Pa Mbah Kakung mohon maaf Kami pamit dulu mau kerumah Ibuk dan Bapak dan besok pagi Kami akan kembali ke Jakarta ." Kata Ditya berpamitan dengan kedua Orang Tua nya juga Mbah Kakung itu .
" Iya Le hati hati di jalan tolong jaga menantu cantik kesayangan kami ini dengan baik dan semoga Rumah tangga kalian Samawa ya Le Nduk agar Kami dapat segera bisa menimang cucu ." Balas Bu Ratih .
Meski kedua Orang Tua dari pihak Ditya maupun pihak Tyas selama ini tidak pernah menanyakan kapan mereka bisa menimang cucu buah hati Tyas dan Ditya tetapi dari dalam hati yang terdalam mereka sangat menginginkan kehadiran Cucu terlebih Bu Ratih yang memang hanya memiliki seorang anak yaitu Ditya .
Keluarga mereka bukan lah keluarga kepo yang suka ikut campur urusan rumah tangga anak mereka menyerahkan sepenuhnya urusan rumah tangga ke anak anak yang menjalani nya .
" Iya Le mumpung Mbah Kung masih gesit masih kuat gendong cicit nanti hehehehe."Sahut Mbah Kung
" Inshaallah doakan saja nggeh Mbah Kung ,Pa ,Ma ."Balas Ditya sambil menyenggol lengan Tyas agar mengiyakan kata kata nya barusan .
" Nggeh kami mohon doa nya saja agar secepatnya kami diberi momongan ." Kata Tyas dengan lembut menimpali ucapan Ditya .
Setelah bersalaman dengan keluarga Ditya dan Tyas pun pamit berjalan menuju mobil ,Ditya berjalan terlebih dahulu membukakan pintu mobil untuk Tyas dan meminta Tyas untuk masuk dan duduk di tempat biasa nya dikursi samping kursi pengemudi saat hendak masuk kedalam mobil Tyas mencium aroma parfum wanita di dalam mobil itu dan Tyas merasa tidak asing dengan aroma parfum itu kayaknya dia kenal pemilik parfum itu tapi siapa ya dan tak mau berpikir banyak Tyas pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi
Setelah memastikan Tyas sudah duduk dengan nyaman barulah Ditya menutup pintu mobil dan masuk ke mobil dari pintu samping mobil .
Kemudian Ditya menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah Mertua nya ditengah perjalanan ketika hendak memasang sabuk pengaman mobil Tyas mendapati beberapa helai rambut wanita melekat di sabuk pengaman mobil itu terlihat Tyas tengah mengamati rambut itu dan berpikir kok kayaknya rambut ini sama dengan rambut yang ada di kaos Mas Ditya yang kemarin ya rambut siapa sebenarnya ini monolog Tyas dalam hati .
" Dek kamu kenapa kok bengong begitu ?" Tanya Ditya membuyarkan lamunan Tyas tentang rambut misterius itu .
" Ah nggak Mas Aku hanya kepikiran teman ku kemarin sudah sampai atau belum kok belum mengabari ku ." Kata Tyas berbohong karena sebenar nya Wati sudah menghubungi nya kemarin .
" Oh kirain ada apa ." Balas Ditya
Mobil pun melaju kearah rumah kedua Orang Tua Tyas dan ternyata kedatangan mereka sudah fi tunggu oleh Bapak Ibuk Mbak Rina Mas Abi dan Mbak Yuni ya sore itu Mas Abi dan Mbak Yuni sengaja mengambil ijin pulang awal agar bisa pulang ke rumah dan bertemu dengan adik adiknya yang baru saja pulang dari Jakarta
Selepas makan malam bersama dengan menu yang sedikit spesial karena anak anak nya sedang berkumpul , Pak Samsul memanggil Ditya keruang tamu sebentar .
" Le besok jam berapa kamu akan berangkat ke Jakarta ?" Tanya Bapak .
" Nggeh Pak Inshaallah besok jam sembilan Saya akan membawa Tyas dan Mbak Rina kembali ke jakarta ." Jawab Ditya sopan.
" Le Bapak tidak akan banyak omong nanti kesan nya cerewet tapi Bapak ingin sedikit berpesan boleh ?" Tanya Pak Samsul .
" Nggeh Pak monggo ." Jawab Ditya mempersilahkan Sang Mertua untuk berbicara .
" Le sekali lagi Bapak berpesan Bapak titip Tyas tolong jaga didik dan lindungi Dia , Bapak tau Tyas mungkin belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu dan sifat nya masih seperti anak kecil yang manja itu semua salah kami karena kami memanjakannya maklum Le dia anak terahir Kami jadi menghujani nya dengan keasih sayang dan Bapak harap kamu bisa memaklumi nya Le karena Tyas juga umur segitu ." Kata Bapak sambil menyeruput kopi di cangkir nya .
__ADS_1
" Nggeh Pak ,Tyas itu sudah menjadi seorang istri yang baik untuk Ditya dan juga Tyas itu mandiri Pak ." Balas Ditya .
" Bapak juga berpesan Le mulailah saling membuka hati rawat lah rumah tangga kalian dengan sikap kejujuran dan kasih sayang satu sama lainnya saling menerima kekurangan satu sama lain dan Bapak juga berpesan jika suatu saat nanti kalian menemui badai rumah tangga selesaikan lah dengan kepala dingin jangan gegabah dan jangan sampai kamu mengingkari janji suci pernikahan mu dengan menghiati Tyas ingat le cobaan rumah tangga pasti ada dan datang sewaktu waktu dan jika kamu sudah tidak bisa bersama Tyas kembalikanlah ke Bapak jangan sampai Kamu mendua kan hati nya itu pesan Bapak le ." Kata Bapak melanjutkan nasehat nya untuk Ditya terlihat Bapak meneteskan air mata seakan Beliau sangat berat melepaskan Tyas untuk dibawa kembali ke Jakarta
Seperti pepatah yang mengatakan Bapak adalah cinta pertama bagi anak perempuan nya dan itulah yang Bapak rasakan .
Ditya tau Bapak dan seluruh keluarganya Tyas sangat menyayangi Tyas , Ditya merasa sedikit gagu dengan nasehat Bapak kenapa Beliau berpesan seperti itu apakah Bapak merasakan akan ada cobaan datang .
" Nggeh Pak , Inshaallah Ditya akan menjalankan amanah Bapak dan mohon Doa Restu nya Pak ." Balas Ditya .
Malam pun ssmakin larut dan mereka pun membuyarkan diri masuk ke kamar masing masing untuk istirahat terlebih Tyas lebih awal istirahat karena besok akan melakukan perjalanan jauh .
Pagi pun tiba setelah selesai sarapan bersama Mbak Rina ,Tyas dan juga Ditya secara bergantian salaman berpamitan ke Bapak dan Ibu dengan diiringi uraian air mata ibu melepaskan pelukan Tyas sembari berpesan
" Belajar jadi istri yang baik ya Nduk selama itu demi kebaikan dan tidak melanggar norma agama ikuti lah suami mu dan perbanyak lah mengalah bersabar ." Nasehat Ibuk saat melepaskan pelukan Tyas .
Tyas mengangguk patuh menyimpan semua nasehat tentang rumah tangga dari Bapak Ibuk juga kedua Mertua nya tersebut sebagai bekal menjalani bahtera rumah tangga bersama Ditya .
Kemudian mereka bertiga pun masuk ke mobil lalu berangkat kembali ke Jakarta .
Di sepanjang perjalanan Mbak Rina dan Ditya lebih banyak mengobrol membahas banyak hal baik itu urusan pekerjaan dan banyak hal lain nya sedangkan Tyas lebih memilih untuk diam menjadi pendengar yang baik dan ikut tertawa saat ada hal lucu yang mereka ceritakan .
Tyas membungkukkan badan nya mengambil jepit rambut itu , Ditya yang melihat Tyas mengambil jepitan itu sedikit terkejut dan sedikit bingung jawaban apa yang akan Dia apabila Tyas bertanya siapa tuang dari jepit rambut itu .
Tyas mengangkat jepit rambut lalu Diajuga memperhatikan jepit yang ada rambutnya dan jika diteliti rambut yang sama dengan rambut yang ada di sabuk pengaman mobil juga di kaos Ditya Tyas lalu menunjukan nya ke Ditya
" Maaf mas ini jeoit rambut siapa kok jatuh di mobil mu ?" Tanya tyas .
" Oh itu em anu Dek jepitan milik teman sekantor ku kebetulan kemarin bareng pulang ." Jawab Ditya berbohong .
"oh ." BalasTyas singkat .
" Kok oh , kamu nggak percaya dek ?" Tanya Ditya
" Ya Aku percaya kok mas ." Jawab Tyas .
Kemudian Mbak Rina dan Ditya pun melanjutkan obrolan mereka , Sedangkan Tyas lebih banyak diam dia berpura pura tidur padahal dirinya tengah memikirkan kejanggalan yang ditemukannya itu juga mulai berpikir apakah selama dirinya di kampung halaman , Ditya bersama wanita lain jalan jalan juga kemungkinan lainnya berkecambuk di hati Tyas .
Tak terasa perjalan sudah mencapai separuh tujuan Ditya mengajak Mbak Rina dan Tyas untuk istirahat dulu di restoran kawasa rest area untuk sekedar makan dan minum terlebih dahulu .
__ADS_1
Pelayan restorant datang membawa buku menu makanan dan menyerahkannya pada mereka untyk memilih menu apa yang hendak di pesan .
Ditya memilih minuman kopi capucino panas untuk menyegarkan mata agar tidak mengantuk sedang kan Tyas dan Mbak Rina kompak memilih jus mangga dan makanan mereka bertiga memesan spageti untuk Ditya , iga sapi bakar untuk Mbak Rina sedangkan Tyas hanya memesan salad sayur saja .
Dan ketika pesanan makanan dan minuman itu datang Mbak Rina kepada Tyas kenapa hanya memesan salad sayur apakah cukup kenyang hanya makan semangkok kecil salad sayur itu Tyas menjawab kenyangTyas beraalasan tadi sebelum berangkat Dia sarapan sedikit kebanyakan jadi masih kenyang padahal kenyataan nya pikiran Tyas tengah melayang tentang siapa pemilik jepitan rambut itu hingga membuatnya tidak selera makan Tyas terlihat tidak konsen makan Dia hanya mengaduk aduk salad itu .
Saat Mbak Rina dan Ditya berbincang bincang santai Tyas memilih sebagai pendengar saja dan ketika di tanya pun Dia hanya menjawab seperlunya tidak seperti biasanya Tyas yang ceria dan senang bercanda .
Ditya merasakan keanehan pada sikap Tyas itu Ditya sadar itu pasti berhubungan dengan rambut dan juga jepitan yang tadi Tyas lihat sebenarnya jepitan dan juga rambut itu adalah milik Wati yang tempo hari Dia temui di yogyakarta Ditya merasa bersalah pada Tyas dan Dia berinisiatif meminta maaf nanti setelah sampai di rumah .
Selesai makan dan sudah cukup istirahat mereka bertiga pun kembali masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta di tengah tengah perjalanan Mbak Rina menanyai Tyas
"Nduk kalau Mbak perhatikan kok semenjak kita berangkat dari rumah kamu kelihatan murung dan sedikit berbicara kenapa apakah kamu sakit atau masih berat kembali ke Jakarta ?" Tanya Mbak Rina .
" Ah nggak kok Mbak mungkin Tyas hanya sedikit mabuk perjalanan saja ." Jawab Tyas sambil menoleh kearah Mbak Rina .
" kalau kamu kurang enak badan bagaimana kalau kita nginep di hotel saja Dek ." Kata Ditya mencoba menawari Tyas
"Nggak usah Mas kita pulang saja ." Jawab Tyas tanpa menoleh ke arah Ditya .
Mbak Rina paham pasti ada masalah diantara kedua adiknya ini dan Mbak Rina curiga kalau Tyas sedang cemburu ke Ditya perihal jepitan tadi .
" Nduk ,kamu sedang cemburu ke Ditya ya perihal jepit rambut itu ?" Tanya Mbak Rina secara blak blakan .
Tyas menoleh kearah Mbak Rina wajah nya memerah menahan malu dari mana Mbak Rina tau kalau dirinya sedang marah cepat cepat Tyas memalingkan wajahnya ke arah kaca luar mobil .
" Betul kan Yas kalau Kamu sedang cemburu , Cemburu sih boleh itu kan hak mu sebagai istri cemburu itu juga salah satu bumbu rumah tangga tapi ingat jangan terlalu over Ditya kerja di kantor beertemu dengan orang banyak baik itu wanita maupun laki laki juga kamu harus ingat Ditya kerja cari uang untuk nafkahi kamu juga untuk masa depan Kalian nanti dan Mbak percaya Ditya tidak mungkin selingkuh ." Kata Mbak Rina mencoba menasehati Tyas .
Tyas tertunduk mendengarkan nasehat Mbak rina sedang Ditya merasa tersentuh dengan nasehat Mbak Rina untuk Tyas.
"Dan untuk kamu Ditya sabarib lah sikap Tyas yang terkadang seperti anak kecil ini maklum usianya maaih menginjak sembilan belas tahun usia yang masih sangat belia untuk berumah tangga Mbakl memang sulit menyatukan dua sifat yang berbeda dalam rumah tangga apalagi kalian menikah karena perjodohan dimana kamu awalnya tidak mengenal seperti apa sifat Tyas juga sebaliknya jadi kalian harus saling mengalah menerima kekurangan masing masing dan berusaha lah saling terbuka saling mencintai ." Nasehat Mbak Rina .
Baik Ditya maupun Tyas sama sama mengangguk tanda paham akan nasehat Mbak Rina barusan segera Tyas meminta maaf kepada Ditya begitupula sebaliknya Ditya meminta maaf ke Tyas .
Hingga tak terasa perjalanan pun sudah sampai tempat tujuan mereka mengantar Mbak Rina terlebih dahulu barulah mereka pulang menuju apartemen tempat tinggal mereka .
Tyas dan Ditya bersama sama masuk kedalam apartemen tempat tinggal mereka dengan menenteng koper dan tas berisi oleh oleh dari kampung halaman
Tyas segera menyimpan koper kedalam kamarnya lalu keluar kamar untuk merapikan oleh oleh aneka buah dan sayur hasil dari kebun Bapak dan juga aneka jajanan dan lauk pauk masakan Bu Ratih
__ADS_1
Setelah selesai merapikan barang barang tadi segera Tyas mengabari kedua Orang Tua juga kedua Mertuanya bahwa mereka sudah sampai dengan selamat dan barulah Dia masuk kamar untuk mandi dan istirahat karena besok sudah harus masuk kerja seperti biasa .