
Waktu pernikahan Tyas dan Naka sudah semakin dekat saja, persiapan demi persiapan telah ditata rapi oleh pihak WO yang di sewa mahal oleh Eyang Putri khusus untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan untuk acara ijab qabul juga resepsi pernikahan itu.
Kesibukan nampak begitu jelas baik di rumah kediaman keluarga Bagaskara maupun di rumah Mbak Rina yang akan diselenggarakan Ijab Qabul antara Naka dan Tyas.
Dikediaman keluarga Bagaskara terlihat Eyang Putri tengah memanggil seluruh pekerja di rumah nya itu meminta Mereka semua untuk berkumpul di ruang makan apa tujuannya Eyang Putri memanggil seluruh pekerja dirumahnya itu untuk berkumpul di ruang makan, dan Jawaban nya adalah Eyang Putri hendak membagikan baju batik seragam untuk dipakai nanti saat menghadiri acara resepsi pernikahan Naka dan Tyas.
" Mbak Murti tolong ajak Siti untuk mengambil kantong plastik besar di sofa itu dan bawa sini." Kata Eyang Putri yang meminta pada Mbak Murti dan Siti untuk mengambil kantong plastik besar itu.
Mbak Murti dan Siti pun mengangguk dan langsung menuruti perintah Sang Majikan untuk mengambil kantong plastik di atas sofa depan TV itu
" Ini Buk." Kata Mbak Murti seraya meletakkan kantong plastik ukuran besar itu di depan Eyang Putri.
" Terima kasih, dan Mbok Rah tolong bagikan baju baju itu kepada semua yang ada disini menurut nama yang tertera di plastik pembungkus baju baju itu
" Nggeh Buk siap akan Saya laksanakan hehehe." Balas Mbok Rah seraya melemparkan senyum kearah Eyang Putri.
Mbok Rah pun segera membuka kantong plastik itu dan langsung membagikan baju baju batik untuk pekerja di rumah itu menurut nama yang tertera di plastik tersebut.
" Kalian semua sudah dapat baju nya? " Tanya Eyang Putri seraya menatap satu persatu pekerja di rumah nya itu.
" Sudah Buk." Jawab Mereka kompak
" Em bagus kalau begitu, Saya mau menyampaikan ke Kalian semua tolong pakai baju itu untuk menghadiri acara resepsi jua Naka dan Tyas nanti, Kalian nanti cukup hadir saja menikmati makanan juga minuman yang ada nggak usah bantu bantu di sana sebab Saya sudah menyewa pihak catering untuk mempersiapkan semuanya jadi Kita tidak perlu repot repot menyiapkan ini itu." Ujar Eyang Putri panjang lebar
Semua yang hadir di situ pun terlihat senang dan kompak mengucapkan banyak Terima kasih pada Eyang Putri yang telah menganggap Mereka adalah bagian dari keluarga itu.
Sementara di rumahnya Mbak Rina terlihat kesibukan pihak WO yang hilir mudik mempersiapkan tempat untuk acara Ijab Qabul nanti, Mereka membersihkan ruang tamu yang akan digunakan untuk acara nanti juga Mereka mulai membersihkan taman kecil depan rumah Mbak Rina yang mana rencananya tempat ini akan dipakai untuk tempat tamu yang datang.
Naka dan Tyas terlihat dalam perjalanan pulang dari tempat foto untuk keperluan surat nikah nanti, dan di perjalanan itu Naka mengutarakan niatnya mengajak Tyas untuk mampir sebentar ke kantor cabang Bagaskara grub untuk mengantarkan undangan pesta resepsi pernikahan nya sekaligus meninjau kinerja kantor cabang dan Tyas pun setuju dengan ajakan Naka barusan
" Sayang Kita sudah sampai ayo Kita turun." Kata Naka yang mengajak Tyas untuk turun sari mobil.
Tyas terkejut saat mengetahui kantor cabang yang dimaksud oleh Naka itu adalah kantor tempat Ditya bekerja ya Dia tau kantor itu adalah kantor tempat Ditya bekerja sebab dulu Dia pernah datang kesini untuk mengantarkan dokumen ya meskipun tidak sampai masuk kedalam.
Gedung kantoran cabang Bagaskara Grub itu terlihat megah menjulang tinggi dari lobby depan Tyas bisa melihat logo besar yang bertuliskan Bagaskara Corporation Grub.
Naka segera mengajak Tyas masuk kedalam lobby dan langsung diantarkan oleh resepsionis menuju lift untuk naik lantai atas tempat ruang Manager kantor cabang itu berada.
"Selamat datang Tuan Naka." Sapa Manager Hasan
" Ya Terima kasih, dan kenalkan ini Tyas calon istri Saya." Balas Naka sopan
Kemudian Manager Hasan pun menyalami tangan Tyas seraya memperkenalkan dirinya pada Tyas demikian sebaliknya.
__ADS_1
" Oya kok tumben hari ini Anda datang sendiri ke sini Tuan Naka ada urusan apa dan dimana Seketaris Anton berada? " Tanya Manager Hasan seraya mempersilahkan tamu tamunya itu untuk duduk di sofa
" Hari ini Seketaris Anton sedang sibuk mengantarkan undangan untuk para klien Bagaskara Grub dan kebetulan tadi Aku juga Tyas lewat sini jadi sekalian mampir untuk mengantarkan undangan resepsi pernikahan Kami untuk Anda juga seluruh karyawan di sini." Jawab Naka seraya meletakkan beberapa gepok surat undangan untuk seluruh karyawan kantor cabang itu
" Wah Tuan akan menikah dengan Nona Tyas yang sangat cantik ini lalu kapan acaranya Tuan? " Tanya Manager Hasan seraya menatap wajah Bos perusahaan nya itu dengan seksama
" Terima kasih untuk pujian mu pada Calon istri Ku dan ya memang benar kata Mu itu dan mengenai kapan resepsi itu di selenggarakan jawabannya akhir minggu depan." Jawab Naka seraya menatap wajah Sang Calon istri itu.
" Tuan Naka kebetulan Anda sekarang sedang disini bagaimana kalau Saya ajak Anda untuk meeting untuk melihat kemajuan dan perkembangan di kantor cabang ini." Sahut Manager Hasan.
Naka pun mengangguk, Dia pun meminta Tyas untuk menunggunya di ruang manager Hasan sementara Dirinya dan Manager Hasan pun terlihat berjalan keluar menuju ruang meeting untuk rapat terbatas.
Tyas menunggu Naka di ruang Manager Hasan seraya main sosmed di HP nya, dan nampaknya Naka masih lama meetingnya dan Dia pun mulai dilanda kebosanan hingga akhirnya Dia pun memutuskan untuk keluar ruangan untuk jalan jalan menghilangkan kebosanan.
Tyas berjalan di depan ruangan Manager mondar mandir di depan tembok kaca hingga Dia pun bisa leluansa memandangi suasana keriuhan Ibuk Kota, dan Dia pun secara tak sengaja menatap tower apartemen yang dulu ditempatinya bersama Ditya sewaktu Mereka masih menjadi suami istri.
" Tyas." Panggil seseorang dari arah belakang itu
Tyas kaget mendengar Namanya dipanggil itu dan sepertinya Dia mengenai pemilik suara itu siapa kah sebenarnya yang tengah memanggil Namanya itu hingga akhirnya Tyas pun memutuskan menoleh untuk mencari sumber suara yang barusan memanggil nya itu.
Dan tara ke kagetan Tyas semakin memuncak manakala Dia tau siapa yang memanggilnya itu yang ternyata adalah Ditya Sang mantan suami nya itu.
" Mas Ditya." Kata Tyas sesaat setelah Ditya berjalan menghampiri nya itu.
" Ya benar ini Aku, Kamu semakin cantik saja sekarang dan bagai mana kabarMu? " Tanya Ditya yang terus saja berjalan mendekati Tyas.
" Stop jangan mendekat Mas atau Aku akan teriak." Bentak Tyas pada Ditya.
" Ok ok Aku berhenti di sini, Kamu mau apa kesini apa kah Kamu mau mengantarkan pesanan kopi atau roti ke sini atau Kamu memang sengaja mau mencari Ku dan mengajak Aku untuk rujuk? " Tanya Ditya dengan nada penuh percaya diri.
" Aku kesini tidak ada hubungannya dengan Kamu Mas, jadi tolong tinggalkan Aku sekarang juga sebelum calon suami ku datang." Jawab Tyas dengan nada ketus.
" Wah wah wah Kamu sekarang jadi garang dan sombong ya dan siapa calon suami mu itu hingga Aku takut padanya atau jangan jangan Kamu sedang bohong berusaha menutupi setatus mu yang hanya penjual kopi itu ? " Tanya Ditya pada Tyas.
" Kamu tidak perlu tau Dia siapa Mas, namun asal Kamu tau Dia bisa membuatmu di pecat dari kantor ini sekarang juga ." Balas Tyas dengan senyum sinis nya itu
Mendengar jawaban Tyas barusan bukannya takut Ditya malah tertawa keras penuh semangat sekan tidak mempercayai ucapan Tyas barusan, sebenarnya Ditya masih mau bicara banyak dengan Tyas namun tiba tiba sekertaris nya Manager Hasan pun datang dan langsung mengajak Ditya ke ruang meeting.
Ditya segera berlalu meninggalkan Tyas menuju ruang meeting, sementara Tyas berjalan menuju ruang Manager Hasan untuk menunggui Naka yang sedang rapat.
Tak berselang lama Naka dan Manager Hasan pun kembali dari meeting, Naka pun meminta maaf pada Tyas karena telah membuatnya menunggu lama akibat ditinggal meeting mendadak itu.
Naka pun segera mengajak Tyas untuk pergi meninggalkan kantor cabang itu.
__ADS_1
" Sayang gimana kalau Kita jalan jalan mumpung Kamu belum dipingit." Kata Naka menawari Tyas.
" Memangnya Kamu ngajak Aku kemana Mas? " Tanya Tyas seraya menoleh kearah Tyas yang sedang duduk di sampingnya itu.
" Em gimana kalau Kita nongkrong sebentar di pinggiran danau buatan sambil ngobrol santai Kita sudah lama banget lo sayang nggak kesana."Jawab Naka
Tyas pun tersenyum dan mengangguk dengan ajakan Naka barusan, kemudian Naka pun mengemudikan mobilnya menuju danau tempat Mereka akan mengobrol menghabiskan waktu sebelum Tyas menjalani sesi oingitan sebelum pernikahan nya itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit berlalu Naka dan Tyas pun telah sampai di tempat tujuan yakni sebuah danau buatan lengkap dengan taman taman bunga yang tertata rapi nanti indah itu.
" Sayang Kamu mau minum apa biar Aku belikan ? " Tanya Naka pada Tyas.
" Aku ngikut aja Mas makasih ya." Jawab Tyas dengan senyum manisnya itu.
Naka pun senang mendengar jawaban Tyas barusan, Dia pun meminta Tyas untuk menunggunya di bangku dekat danau itu untuk menunggunya sementara dirinya berlari pergi membeli minuman juga camilan untuk Mereka berdua.
Naka telah kembali dari membeli minuman juga camilan untuk Mereka berdua dan langsung menyusul Tyas yang tengah asik mengamati keindahan danau buatan itu.
" Ini minuman untuk Mu sayang dan ini camilan kesukaan Mu." Kata Naka seraya menyerahkan gelas berisi minuman juga camilan untuk Tyas.
" Terima kasih Mas." Sahut Tyas seraya meraih minuman pemberian Naka barusan dan langsung meminumnya hingga tandas tinggal separo.
Kemudian Merekan pun mengobrol santai panjang lebar mulai dari membahas tentang persiapan pernikahan Mereka sampai membahas hal hal kocak yang mengundang tawa diantara Mereka.
Hingga sore pun tiba Naka pun mengajak Tyas untuk pulang, Tyas pun setuju lalu Naka oun mengantarkan Tyas pulang kerumah Mbak Rina bukan lagi ke ruko.
" Kamu baru pulang Nduk? " Tanya Ibuk sesaat setelah melihat Tyas telah masuk kedalam rumahnya Mbak Rina itu
" Nggih Buk tadi Mas Naka ngajak Tyas jalan jalan sebentar hehehehe." Jawab Tyas jujur
" Ya ndak papa yang penting Kamu sudah pulang oya Yas Kamu jangan lupa mulai malam ini Kamu akan dipingit tidak boleh keluar rumah dan tidak boleh menemui Naka sampai nanti saat Kalian akan menjalani Ijab Qabul untuk jadi suami istri yang sah baru boleh bertemu." Kata Bapak mengingatkan Tyas
" Nggih Pak, Tyas manut saja." Sahut Tyas sopan
Hingga akhirnya Tyas pun pamit masuk kedalam kamar untuk segera mandi dan ganti baju lalu menikmati santap malam bersama keluarga nya itu
Tyas akan menjalani proses oingitan selama satu minggu dimana dirinya tidak boleh bebas keluar rumah juga tidak boleh bertemu dengan Naka calon suaminya itu hingga waktu menjalani akad nanti.
Dan untuk sementara urusan ruko juga urusan orderan cake and pastry itu Tyas serahkan sepenuhnya pada kedua sahabatnya adiah dan Yesi untuk diurus dengan baik dan setelah acara pernikahan itu usai barulah dirinya kembali ke rutinitas awalnya di ruko.
Sementara itu di rumah Eyang Putri terlihat Eyang tengah memanggil Naka untuk duduk sebentar di sampingnya.
" Naka pernikahan Mu dan Tyas sebentar lagi akan diselenggarakan jadi lebih baik alami harus segera mengajukan cuti dan menyerahkan segala urusan perkerjaan di kantor ke Seketaris Anton orang kepercayaan mu itu. " Kata Eyang Putri seraya mengusap lembut kepala Sang cucu.
__ADS_1
"Iya Eyang, Naka akan ke kantor besok untuk mengajukan cuti dan meminta ke Seketaris Anton untuk mengurus segala urusan kantor. " Sahut Naka tegas.
Eyang Putri pun tersenyum mendengar jawaban dari Naka barusan hingga Beliau pun beranjak untuk masuk kamar guna istirahat dengan diikuti Naka yang juga masuk kedalam kamarnya untuk istirahat karena malam sudah semakin larut saja.