
Di samping ruko tempat usaha nya Tyas itu , Berdiri sebuah gedung perkantoran yang menjulang tinggi besar dan tentunya mewah " BAGASKARA CORPORATION GRUB " Ya itulah nama gedung perkantoran nan mewah itu .
Pagi itu sebuah mobil sport terlihat tengah berhenti di depan pintu utama gedung perkantoran tersebut dan terlihat dua Pria gagah nan tampan penuh pesona keluar dari dalam mobil lalu berjalan kearah pintu utama .
Semua mata karyawati yang bertugas dilantai bawah itu memandang kearah dua pria tampan tersebut tanpa berkedip sekalipun terutama kearah pria yang lebih tinggi dengan kulit kuning langsat dan penuh karisma tersebut .
Banyak diantara Mereka yang berhayal bisa menjadi pendamping pria tersebut , Mereka bahkan berlomba lomba dandan secantik mungkin bersikap seramah dan semanis mungkin hingga Mereka rela lembur setiap harinya juga jarang mengajukan cuti agar Mereka bisa berlama lama memandangi pria itu
Siapa kah pria itu sebenarnya dan jawabannya adalah pemilik sekaligus pimpinan di gedung megah tersebut " JANAKA BAGASKARA " itulah namanya atau biasa dipanggil " Tuan Naka " oleh asisten dan juga karyawan lainnya sementara pria yamg berjalan di sampingnya itu adalah Seketaris Anton orang kepercayaan Sang Direktur Muda itu .
" Hari ini apa saja agenda Ku ?" Tanya Naka pada Sang seketaris nya itu .
" Hari ini Anda ada rapat dengan dewan direksi ,lalu menerima kunjungan dari pemipin perusahaan GOLD comp untuk membicarakan proyek kerja sama lalu Anda harus mengunjungi perusahaan cabang di kota sebelah Tuan ." Jawab Seketaris Anton membacakan daftar agenda kerja hari ini untuk Naka.
" Hemmm baiklah Kita mulai saja meetingnya panggil semua pimpinan dewan direksi ke ruang meeting ." Balas Naka
Waktu pun berlalu cepat meeting dengan para dewan direksi sudah selesai dan bersiap mnerima kunjungan dari pemimpin perusahaan Gold comp , namun Naka membatalkan agenda pertemuaan itu .
" Tuan kenapa anda membatalkan pertemuan dengan Tuan Joni biasanya Anda sangat bersemangat sekali kalau ada.pembicaraan bisnis kerja sama ?" Tanya Seketaris Anton sesaat setelah dirinya menghubungi pimpinan perusahaan Gold comp tersebut .
__ADS_1
" Aku sedang kurang semangat saja ." Jawab Naka sembari duduk santai disofa ruang kerjanya .
Seketaris Anton terlihat mengernyitkan dahinya , Dia sedikit bingung karena tidak biasanya Tuan Naka tidak semangat manakala ada pembicaraan bisnis dan juga terlihat lebih murung apakah ada masalah guman Seketaris Anton dalam hati .
Hingga muncul sebuah ide di dalam benak Seketaris Anton untuk menawari minuman kopi untuk Naka .
" Tuan Saya mohon ijin keluar sebentar untuk beli kopi ." Kata Seketaris Anton meminta ijin kepada Naka dan Naka pun mengangguk .
Seketaris Anton terlihat keluar dari gedung perkantoran dan berjalan menuju coffe shop samping gedung mewah itu , dan terlihat Dia membeli dua cangkir kopi latte dan juga cake pandan dan durian masing masing empat potong dan Tyas sendirilah yang melayani pembelian itu
Tyas terlihat sangat cekatan dan terampil meracik kopi itu lalu menuangnya dalam cup dan juga mengambilkan beberapa pptong cake tersebut lalu di masukkan kedalam kotak lalu membungkusnya dengan kantong plastik .
Setelah membayar kopi dan cake itu , Seketaris Anton pun berlalu kembali ke kantor dan langsung masuk kedalam ruang presdir tempat kerjanya Naka.
"Silahkan di minum kopinya Tuan dan semoga mood Anda membaik kembali ."Ujar Seketaris Anton sembari menyerahkan satu cup kopi panas untuk Naka.
"Terima kasih ."Jawab Naka sembari meraih cup kopi itu dan mulai menghirupnya pelan pelan
" Tuan Naka , Apakah Anda masih ingat dengan gadis judes yang bertabrakan dengan Anda sewaktu di mall dan juga di bandara sepulang dari Bali dulu ?" Tanya Seketaris Anton .
__ADS_1
Naka terlihat mengernyitkan dahinya dan sedikit berpikir siapa gadis yang maksud Seketaris Anton barusan dan Naka pun ingat ddngan gadis cantik yang bertabrakan dengan Nya itu .
" Oh gadis judes itu , Emangnya ada apa dengan Dia ?" Tanya Naka balik .
" Dia membuka usaha toko sarapan dan juga coffe shop kecil kecilan di ruko samping gedung ini Tuan dan ini tadi yang langsung dibuat oleh nona judes itu ." Jawab Seketaris Anton lugas
Meski dalam hati Naka merasa senang karena bisa bertemu dengan gadis judes pemilik senyuman manis yang mampumembuat hatinya bergetar itu ,Namun Naka berusaha tetap menjaga image nya di depan Seketaris Anton dengan ekspresi datar meski sesekali bibirnya tersenyum kecil .
Dan nampaknya nasip kurang baik tengah dialami oleh Naka karena Seketaris Anton sempat menyaksikan ekspresi wakah Sang Majikan yang tiba tiba terlihat sumringah dan tersenyum kecil .
" Tuan ."Panggil Seketaris Anton sembari melambaikan tamgannya di depan wajah Naka yang tengah asik membayangkan wajah gadis judes itu .
" Kenapa ?" Tanya Naka singkat seraya menoleh kearah Seketaris Anton.
" Apakah mood Anda sudah membaik , Lalu apakah Kita bisa melanjutkan agenda kerja hari ini ?" Tanya Seketaris Anton balik
" Ya tentu saja ayo kita berangkat mengunjungi kantor cabang ." Jawab Naka
Seketaris Anton merasa heran dengan perubahan mood Sang Majikan apakah perubahan mood Tuan Naka itu ada kaitannya dengan kopi buatan Nona judes yang barusan Mereka minum itu atau ada hal lainnya namun yang jelas berkat kopi itu Naka tidak membatalkan lagi agenda kerjanya hari ini .
__ADS_1