
Karena terus dipaksa oleh Naka, akhirnya Tyas pun masuk ke mobil milik Naka
"Kamu ngapain disini Yas? " Tanya Naka sesaat setelah Tyas masuk mobil dan sudah duduk disampingnya.
"Nggak ngapa-ngapain kok Mas." Jawab Tyas mencoba berbohong
"Kamu jangan bohong pasti Kamu lagi janjian kan hayo ngaku." kata Naka yang tau kalau Tyas tengah berbohong.
Tyas terlihat berpikir sebentar hingga akhirnya Dia pun jujur menceritakan semuanya.
" Terus Kamu Terima nggak? " Tanya Naka yang sedikit was was itu
" Nggak Mas Karena Aku masih ingin menikmati kesendirian Ku ini juga Aku masih fokus pada usaha yang Ku rintis dan yang tak kalah penting nya Aku masih menyembuhkan hatiku yang terluka karena perceraian." Jawab Tyas jujur
Naka merasa lega hatinya saat mendengar jawaban Tyas barusan dan itu artinya Dia masih berkesempatan besar untuk mendapatkan Tyas.
Sementara Seketaris Anton yang ikut mendengarkan jawaban Tyas barusan, juga merasa lega dan senang sebab majikannya masih punya kesempatan untuk mendapatkan wanita pujaannya itu.
" Oya Yas, Kamu jalan jalan dulu nggak di dekat sini ada taman yang indah lo gimana kalau Kita mampir kesana." Kata Naka yang mencoba nenawari Tyas untuk jalan jalan
"boleh" Jawab Tyas singkat
Naka pun meminta Seketaris Anton untuk diantarkan ke taman dekat kawasan tersebut yang ternyata adalah taman bunga yang terlihat cantik dengan tambahan kerlap kerlip lampu itu.
Dan seperti hafal dengan kebiasaan Tyas, Naka terlebih dahulu membelikan es cream cone untuk Tyas kemudian mengajaknya jalan jalan mengelilingi taman bunga yang sedang ramai itu.
" Gimana Yas indah kan taman bunganya? " Tanya Naka seraya menoleh kearah Tyas yang sedang asik memandangi bunga bunga itu
" Iya Mas indah banget makasih ya Kamu udah ngajakin Aku kesini iya Mas Naka kok tau sih kalau di sini ada taman bunga yang cantik ini? " Tanya Tyas
Naka seakan memberi kode kepada Seketaris Anton agar tak memberi tahu kan jati dirinya pada Tyas, Dia takut kalau Tyas menjauhinya setelah tau siapa Dirinya
__ADS_1
" Tau dong kan Aku sering lewat sini, kapan kapan Kamu tak ajak ke menara itu biar Kamu bisa lihat keindahan kota dimalam hari." Jawab Naka
"Wah mau banget Aku Mas." Balas Tyas antusias
Kemudian Mereka bertiga pun melanjutkan jalan jalan nya itu sembari diselingi canda tawa , Tyas sangat menikmati keindahan taman bunga itu sementara Naka terlihat mengagumi kecantikan juga sikap sederhana seorang Tyas yang sangat jauh berbeda dengan mantannya dulu
Jika dulu Naka harus capek capek membujuk mantannya yang sedang marah dengan mengajak nya keliling mall belanja atau pun liburan keluar negri namun berbeda dengan Tyas yang hanya diajak ke taman bunga aja sudah senang ceria kembali
Naka berjanji akan berusaha keras untuk mendapatkan cinta di hati Tyas dan akan membantu menyembuhkan luka di hatinya akibat perceraian dulu karena Kamu pantas Aku perjuangkan ." Guman Naka dalam hati
Setelah jalan jalan cukup lama dan malam pun semakin larut akhirnya Mereka pun memutuskan untuk pulang dan Tyas pun diantarkan Naka untuk pulang kembali ke ruko nya.
Disepanjang perjalanan Tyas terlihat menatap kearah luar kaca mobil dengan sesekali menatap kearah Naka seakan akan Dia hendak mengatakan Terima kasih telah mengajakku ke tempat yang indah.
Hingga tak terasa Mereka telah sampai di depan ruko, Karena malam sudah larut Naka tidak mampir ke ruko tersebut Dia berkata akan ke ruko besok pagi untuk sarapan.
Dia meminta Tyas agar segera masuk kedalam ruko setelah memastikan Tyas telah masuk kedalam ruko barulah Dirinya dan Seketaris Anton berlalu pulang kerumah nya.
" Syukur lah, Nona nona kepo itu sudah pada diam dikamar." Guman Tyas lirih
Dia segera berjalan naik ke lantai atas menuju kamarnya dan tara hayalan memang tak seindah kenyataan nyatanya kedua Sahabat nya itu terlihat tengah bersantai ria di kamar pribadi miliknya dan kelihatan nya Mereka tengah menunggui Tyas kembali.
" Ngapain Kalian disini?" Tanya Tyas heran dengan keberadaan kedua sahabat nya di kamar pribadi nya
" Kami lagi nungguin Kamu pulang, gimana tadi acara nge-date nya seru nggak?" Jawab Diah Seraya balik bertanya pada Tyas.
" Nge-date apaan sih ngawur aja. "Jawab Tyas dengan nada rada kesal itu.
" Terus ngapain coba Mas Wiland ngajak Kamu makan malam berdua?" Tanya Diah
"Sebentar sebelum Aku menjawab nya, tolong ambilkan Aku minum dong plisss haus banget Aku." Pinta Tyas
__ADS_1
Yesi segera bangkit dari duduk nya kemudian segera kedapur mengambil kan minuman dingin untuk Tyas
" Ini Bos silahkan diminum." Ucap Yesi seraya menyerah kan segelas minuman dingin untuk Tyas
" Terima kasih." Balas Tyas seraya meraih gelas minuman itu dan langsung menenggak nya hingga tandas
" Ayo buruan cerita." Ucap Diah yang sedari tadi sudah tidak sabar mendengar cerita dari Tyas itu.
" Tadi Mas Wiland menyatakan cinta padaku juga menyampaikan niatnya melamar Ku." Kata Tyas memulai bercerita.
" Haaaa, terus Kamu Terima nggak Yas?" Tanya Diah kaget
Tyas menatap kedua sahabat nya itu kemudian Dia pun menggeleng tanda tidak.
" Kenapa Kamu tidak menerima nya Yas, Kan Mas Wiland itu cakep, kaya, baik hati dan kelihatan Dia juga sangat bertanggung jawab apanya coba yang kurang?" Tanya Yesi penasaran dengan alasan penolakan itu.
" Dia itu sahabatnya mantanKu bestie Aku tidak mau persahabatan Mereka rusak gara gara Aku, Lagipula Aku masih ingin menikmati kesendirian Ku ini tidak terikat hubungan percintaan yang rumit dengan laki laki manapun Aku ingin menyembuhkan hatiku dulu." Jawab Tyas panjang lebar
" Tapi Yas, Aku lihat Mas Wiland itu orang yang baik Dia berbeda dengan Ditya dan Aku percaya bahwa luka dihatiMu itu akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu." Balas Diah
" Enggak bestie, Aku masih sangat trauma dengan sakitnya perceraian Ku dulu jadi sekarang Aku ingin menikmati fase fase dimana Aku bebas berteman dengan siapa pun tanpa melibatkan perasaan Ku dengan lawan jenis juga Aku ingin fokus dulu dengan usaha Ku ini." Sahut Tyas Seraya memandang wajah Diah
" Aku hormati keputusan Mu ini Yas, Namun Kamu juga harus ingat bahwa Kita ini wanita Kita juga butuh pendamping dan mengenai trauma Mu itu percayalah akan menghilang saat Kamu sudah menemukan sosok yang tepat menjadi pendamping Mu." Ujar Yesi
" Ya Aku setuju dengan ucapanMu itu, Namun untuk saat ini Aku masih ingin sendiri menyembuhkan luka di hati ini dan menatanya kembali hingga Aku siap membukanya lagi untuk mengenal cinta dan memulai lembaran baru membina hubungan yang serius dengan orang yang benar benar serius dengan Ku." Ucap Tyas seraya menatap kearah jendela luar
" Ngomong ngomong sosok seperti apa yang Kamu impikan Yas, apakah sosoknya itu seperti Mas Naka ?" seloroh Diah
" Dih kepo , Sudah ah Aku mau istirahat dulu good night." Balas Tyas sewot
Kemudian Mereka bertiga pun istirahat dan kebetulan Diah dan Yesi malam ini tidur sekamar dengan Tyas.
__ADS_1