Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Berkomitmen untuk serius 1


__ADS_3

" Yas, sebagai sahabat Kami ikut senang mendengar kalau Kamu dan Mas Naka sekarang resmi berpacaran, Kami juga berharap Dia adalah jodoh terbaik hadiah dari Allah untuk menggantikan kegagalan Mu kemarin." Ucap Diah Seraya meraih tangan Tyas


" Iya Yas, meskipun Aku tidak tau tentang kisah kelam Mu dulu dengan Ditya tapi Aku ikut merasakan sakit dihati dan Aku berharap Mas Naka bisa mengobati luka luka dihatiMu dan menghadir kan kebahagiaan untuk Mu." Sahut Yesi menimpali perkataan Diah barusan.


" Makasih ya bestie Kalian memang suport sistem terbaik Ku, Terima kasih atas dukungan Kalian selama ini dan semoga Allah membalasnya." Ucap Tyas Seraya memeluk kedua sahabat nya itu.


" Sama sama, Oya Kamu jangan lupa Yas sebentar lagi Kita akan mengantarkan pesanan cake ke gedung tempat acara syukuran itu." Ucap Diah


" Iya Aku ingat kok, ayo Kita berangkat sekarang." Ajak Tyas


Kemudian Mereka bertiga pun terlihat menuruni tangga menuju lantai satu ruko dan bersiap mengantarkan cake pesanan keluarga Prawirodirjo itu


Dilantai bawah terlihat beberapa karyawan tengah memasukan kotak kotak berisi cake kedalam mobil box sewa langganan Tyas itu, dan sekali lagi tanpa Tyas ketahui bahwa mobil box itu milik Naka dan sopir nya itu adalah orang yang dibayar Naka khusus untuk mengawasi sekaligus membantu Tyas mengantarkan pesanan cake tersebut.


" Ayo Yas, Kita berangkat sekarang." Ajak Yesi


" Ayok." Balas Tyas singkat


Kemudian Mereka bertiga itu pun segera masuk kedalam mobil lalu berangkat menuju alamat yang dituju yakni sebuah gedung mewah tempat acara reuni keluarga akan digelar.


Tak berselang lama Mereka telah sampai di depan gedung mewah tempat acara akan diselenggarakan, Mereka segera di sambut oleh perwakilan keluarga Prawirodirjo itu.


" Selamat sore Nyonya." Sapa Tyas pada Seorang Ibu yang menyambut nya itu


" Selama sore juga Mbak, Oya Saya bukan Nyonya disini saya hanya keponakan dari pemilik acara." Balas Bu Mariam


Kemudian Bu Mariam pun meminta Mereka untuk segera membawa pesanan cake tersebut kedalam gedung tersebut dan segera menyusunnya.


Tyas terlihat begitu gesit dan lincah menyusun cake tersebut kedalam piring saji dan menatanya diatas meja hidang sementara Diah dan Yesi terlihat menata minuman juga puding diatas meja hidang tersebut.


Tak berselang lama pekerjaan Mereka pun telah selesai, Bu Maria terlihat puas dengan tampilan cake dan minuman yang barusan Mereka tata itu, Kemudian Beliau pun segera membayar pesanan cake juga minuman tersebut.


Setelah semua selesai Tyas dan kedua sahabat nya itu pun segera pamit untuk pulang kembali ke ruko.


Sore itu Mereka memilih untuk jalan kaki saja agar itu sesuai dengan ide dari Diah yang mengajaknya jalan kaki sambil olah raga sekalian ngobrol itulah alasan yang Dia kemukakan


" Eh Kita sudah lama banget ni nggak hunting makanan." Kata Diah memulai obrolan Mereka


" Iya ni semenjak Tyas dekat dengan Mas Naka, Kita jarang hunting makanan bareng kayak dulu." Kata Yesi menimpali ucapan Diah barusan.


" Maaf ya Besti akhir akhir ini Kita jarang jalan jalan bersama hunting makanan bareng kayak dulu dan ya seperti yang Kalian tau kesibukan Ku akhir akhir ini lah penyebabnya." Balas Tyas


" Iya juga sih tapi sekali sekali tolong dong ajak Kami jalan jalan kayak dulu Girl's time gitu ." Sahut Yesi


" Baiklah akhir pekan ini Aku traktir Kalian hunting makanan dipuncak gimana Kalian mau kan?" Tanya Tyas menawari kedua sahabat itu


" Mauuu." Jawab Diah dan Yesi kompak


Mereka bertiga pun tertawa bersama dan melanjutkan perjalanan kembali ke ruko dengan diselingi canda tawa


Ditengah tengah perjalanan HP milik Tyas berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata panggilan masuk dari Eyang Putri


" Nggih Eyang Putri ada apa? " Tanya Tyas setelah membalas sapaan dari Eyang Putri


" Kamu dimana Nduk ada waktu luang nggak? " Tanya balik Eyang Putri


" Ini Tyas masih perjalanan pulang dari mengantarkan pesanan cake, ada yang bisa Tyas bantu Eyang Putri." Jawab Tyas

__ADS_1


" Nggak Eyang hanya pengen ngobrol aja, ya sudah besok pagi aja Aku ke ruko Mu dan Kita ngobrol bareng ya." Balas Eyang Putri


" Iya Eyang Putri, Tyas tunggu kedatangan nya. " Sahut Tyas


Kemudian Tyas pun mengakhiri oanggilan teleponnya dan segera menyimpan HP nya dalam tas pribadinya itu.


" Siapa Yas? " Tanya Diah seraya menoleh kearah Tyas


" Eyang Putri Sekar." Jawab Tyas seraya menutup tas nya itu


" Ada apa memangnya? " Kini giliran Yesi yang bertanya


" Nggak ada apa apa kok, Beliau hanya pengen ngobrol aja dan Beliau bilang besok pagi mau ke ruko lagi." Jawab Tyas menjelaskan alasan Eyang Putri menghubunginya itu


Diah dan Yesi pun kompak mengangguk, kemudian Mereka pun melanjutkan perjalanan Mereka dan tak terasa Mereka telah sampai si depan ruko tempat tinggal sekaligus tempat usaha milik Tyas


" Waduh Aku kelupaan sesuatu." Kata Tyas saat Mereka telah masuk kedalam ruko tersebut


" Apa yang kelupaan Yas? " Tanya Diah dan Yesi kompak


" Sebentar lagi Mas Naka akan jemput Aku dan mengajak Ku untuk dikenalkan pada Keluarga nya." Jawab Tyas jujur


" Ya sudah sana Kamu cepetan mandi dan ganti baju, biar Kami yang catat pesanan yang masuk hari ini." Balas Diah


Tyas pun segera berjalan menuju kamar tidur nya dan langsung masuk kamar mandi untuk mandi dan ganti baju juga memoles sedikit make up di wajah nya dan bersiap siap turun ke lantai bawah untuk menunggu jemputan dari Naka.


" Yesi, Aku boleh minta tolong ? " Tanya Tyas saat telah sampai dilantai satu


" Tentu saja boleh, silahkan katakan apa yang perlu Ku tolong."Jawab Yesi


Yesi pun mengangguk dan segera membungkus kan sekotak cake durian yang baru saja selesai dibuat di ruko samping ruko utama.


Dia pun segera menyerahkan sekotak cake durian yang telah dibungkus cantik itu kepada Tyas, dan tak berselang lama mobil Naka pun telah sampai dan terparkir di depan ruko tersebut


" Aku berangkat dulu ya Yesi dan tolong sampaikan ke Diah Aku berangkat." Pamit Tyas pada sahabat nya itu


" Iya Kamu hati hati di jalan ya, semangat . " Balas Yesi seraya mengusap pundak nya Tyas


Tyas segera berjalan keluar ruko dan berjalan menuju mobil Naka yang tengah parkir dibahu jalan itu


" Hay Mas." Sapa Tyas seraya melemparkan senyum manis kearah Naka


" Hay juga sayang yuk buruan masuk Eyang Putri udah nungguin Kita dari tadi." Balas Naka seraya membukakan pintu mobil untuk Tyas.


Tyas pun menurut dan segera masuk kedalam mobil kemudian Mereka berdua pun terlihat berangkat menuju sebuah tempat yang telah ditentukan oleh Eyang Putri itu.


" Mas Aku takut gimana kalau Eyang Putri Mu itu tidak menyukai Ku? " Tanya Tyas dengan wajah pucat sebab gugup itu .


" Kamu jangan takut juga jangan gugup gitu, lagipula Eyang Putri itu orang nya baik kok dan tenang aja kan ada Aku hehehe." Jawab Naka seraya membelai lembut rambut Tyas


" Terima kasih ya Mas." Ucap Tyas seraya tersenyum manis


Tak berselang lama Mereka telah sampai di depan sebuah rumah hunian nanti mewah itu, Naka meng klakson berulang ulang kali berharap agar sekuriti segera membukanya.


" Selamat malam Mas Naka." Sapa sekuriti seraya membukakan pintu gerbang utama rumah Eyang Putri itu


Naka hanya mengangguk dan segera melanjukan mobilnya masuk kedalam area parkir rumah milik Eyang Putri dan Dia lun segera mengajak Tyas untuk berjalan masuk kedalam rumah

__ADS_1


" Mas Aku gugup." Kata Tyas yang semakin gugup saat melihat kemewahan rumah milik Eyang Putri itu


" Jangan takut sayang toh ada Aku disini yang akan selalu menjaga Mu." Balas Naka seraya menggenggam erat tangan nya Tyas


Mereka telah masuk kedalam rumah milik Eyang Putri dan di sambut oleh Simbok yang merawat Naka sedari kecil


" Den Naka sudah datang to dan Nona cantik ini siapa Den? " Tanya Simbok seraya menatap kearah Tyas


" Iya Aku sudah pulang Mbok, dan ini adalah calon istri Ku Tyas namanya, Oya Eyang mana Mbok kok nggak kelihatan? " Tanya balik Naka


" Nyonya Sekar ada dikamarnya Den dan sebentar lagi pasti Beliau turun kebawah untuk makan malam." Jawab Simbok


" Oh ya sudah biar Kami tunggu di ruang keluarga ajaa." Balas Naka seraya mengajak Tyas menuju ke ruang keluarga itu


Tyas terlihat gugup dan gemetar, Dia memperhatikan setiap sudut rumah milik keluarga Naka itu dan dalam hati apakah ini mimpi hingga Aku bisa menginjakkan kaki di dalam rumah semewah dan sebagus ini .


Juga Dia mulai takut bagaimana reaksi Eyang Putri nya Naka itu terhadap dirinya terlebih Tyas hanyalah seorang penjual menu sarapan pagi juga kopi dan cake itu, bagaimana kalau Dia ditolak oleh Eyang Putri nya Naka itu dan argumen lain nya pun bermunculan dihati dan benak Tyas


" Sayang Kamu jangan gugup, Kamu tenang saja Eyang Putri ini orang nya baik kok jadi Kamu jangan takut dan berpikir macam macamKamu santai saja sayang." Kata Naka mengenggam erat tangan Tyas berusaha menenangkan Tyas yang diliputi rasa gugup itu


Tak berselang lama sosok seorang Nyonya besar di rumah itupun teroihat tengah menuruni tangga dan berjalan mendekati kearah Tyas Naka yang tengah duduk di ruang keluarga itu


" Naka." Panggil Eyang Putri dari arah belakang pada cucu kesayangan nya itu


" Dalem Eyang Putri." Balas Naka seraya bangkit dari duduk nya itu


Tyas berpikir sejenak dan berpikir seperti nya Dia mengenali pemilik suara itu dan Dia pun menoleh kearah sumber suara itu , Dan tata dugaan Tuas benar adanya suara itu adalah suara Eyang Putri teman sekaligus langganan exclusive nua itu


Eyang kaget saat melihat Naka sudah pulang kerumah dan membawa serta seorang gadis cantik dan terlihat Beliau juga kaget saat mengetahui bahwa gadis itu adalah Tyas


" Ah cucu kesayangan nya Eyang Putri sudah pulang." Kata Eyang Putri seraya menyalami Naka dan Tyas bergantian


" Iya Eyang Putri Kami sudah pulang." Jawab Naka


" Lalu siapa gadis cantik ini Naka? " Tanya Eyang Putri berpura pura tidak kenal dengan Tyas


Tyas sedikit kaget mendengar pertanyaan Eyang Putri barusan bukankah Beliau sudah kenal dengan nya bahkan sudah sepakat menjadi teman namun kenapa Sekarang Beliau tidak mengenali nya itu apakah Eyang Putri malu dan tidak suka dengan nya yang hanya seorang penjual menu sarapan sekaligus cake itu


" Ini calon istri nya Naka Eyang Putri Dia namanya Ning Tyas dan Yas ini Eyang Putri putriKu ." Jawab Naka seraya menatap wajah Tyas dengan seksama


Eyang Putri pura pura tidak kenal dengan Tyas Beliau memperhatikan Tyas dari ujung rambut sampai ujung sepatu dan berpura pura bertanya pada nya


" Benar seperti itu Nona? " Tanya Eyang Putri


" Iya Eyang Putri, ini buah tangan untuk Anda dan tolong jangan panggil saya dengan panggilan Nona tapi panggil saja Saya Tyas." Jawab Tyas sopan seraya melepas senyum manisnya kearah Eyang Putri


" Terima kasih banyak, dan wah ini label cake kesukaan Saya bagaimana Kamu bisa tau tentang itu dan apakah Kamu juga menyukainya Yas? " Tanya Eyang Putri seraya menahan tawanya


" Ini Cake produksinya Tyas sendiri Eyang Putri, Dia jualan menu sarapan dan aneka cake ini." Sahut Naka menjawab pertanyaan Eyang Putri barusan


" Benatkan itu Yas, lalu siapa yang mengajariMu membuat cake ini? " Tanya Eyang Putri seraya menatap wajah Tyas dengan tatapan serius meski sebenarnya Beliau yengah menahan tawa nya saat melihat kegugupan tergambar jelas di wajahnya Tyas itu


" Tidak ada Eyang Putri, ini murni kreasi eksperimen Saya sendiri dan dibantu Mas Naka sebagai pembimbing sekaligus bagian tester." Jawab Tyas dengan senyumnya


" Wah hebat sekali Kamu menjadi tester Naka." Ujar Eyang Putri seraya memandang kearah cucunya itu.


Kemudian Eyang Putri pun mengajak Tyas dan Naka untuk makan malam bersama dengan diselingi obrolan santai dan hangat

__ADS_1


__ADS_2