Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Bayaran untuk mantan selingkuhan


__ADS_3

Selesai dengan seluruh acara pemakaman calon anak Naka dan Tyas yang telah gugur itu, Naka segera mandi dan langsung ganti baju bersiap untuk segera ke rumah sakit menyusul Tyas yang tengah di rawat.


" Kamu mau kemana sayang? " Tanya Eyang Putri saat melihat Naka tengah berjalan keluar kamar itu


" Naka mau ke rumah sakit Eyang, Naka mau jaga Tyas." Jawab Naka tegas


" Kalau begitu Eyang ikut ya? " Sahut Sang Eyang


" Jangan, Eyang di rumah saja istirahat pasti Eyang Putri kecapean dengan segala aktifitas hari ini biar Naka saja yang ke rumah sakit jagain Tyas." Balas Naka seraya mencium pipi Eyang Putri


" Kamu yang sabar ya Sayangnya Eyang, ini ujian untuk Kalian berdua juga Kita semua tetap berpikirlah positif semoga Allah menggantikan kesedihan ini dengan kebahagiaan di lain waktu ." Ucap Eyang Putri berupaya menasehati Naka


" Iya Eyang, mohon doa nya semoga Kami diberi kesabaran juga ketabahan dengan ujian ini dan semoga Tyas segera pulih kembali aamiin." Balas Naka


" Aamiin, ya sudah Kamu buruan berangkat gih kasian Mbak Rina dan Suaminya di rumah sakit jagain Tyas juga kasian Tyas nanti kalau bangun pasti cariin Kamu.' Kata Eyang Putri


Naka pun mengangguk dan langsung pamitan berangkat ke rumah sakit untuk menjaga sekaligus merawat Tyas.


Sementara itu di sebuah kamar mewah dalam hotel, terlihat sepasang pria wanita tengah terlibat pembicaraan serius dan terlihat sang gadis itu sedikit ngotot menentang permintaan dari pihak sang cowok.

__ADS_1


" Tidak Tomy, Aku tidak sudi menuruti permintaan gilamu itu." Ucap gadis itu yang tak lain tak bukan adalah seorang Maritha Pranoto.


Ya benar yang terlibat pembicaraan di kamar hotel itu tak alin adalah Maritha dan Tomy, ya Tomy adalah seorang pria yang menjadi selingkuhannya Maritha waktu masih menjalin kisah asmara bersama Naka bahkan Mereka berdua dulu sudah sering sekali bertukar air liur bercumbu bermesraan hingga adu mekanik di ranjang hingga suatu saat Ayah dari Maritha yaitu Pak Wijaya Pranoto murka dan saat itu perusahaan milik keluarga Bagaskara grub tengah dilanda kebangkrutan hingga menjadi kesempatan emas bagi Pak Wijaya untuk membujuk Maritha agar mau pindah keluar negeri meninggalkan Naka tanpa keputusan yang jelas.


Tomy ini adalah seorang pengusaha muda namun levelnya masih dibawah Naka sekaligus saingan Naka waktu dulu meskipun kini hubungan Maritha dan Naka sudah berakhir namun hubungannya dengan Tomy belum juga direstui oleh Pak Wijaya ayahandanya Maritha .


" Oh Baby Kamu mau ingkar janji? " Tanya Tomy sedikit menaikan intonasi nada bicaranya.


" Aku bukan mau ingkar janji, tapi memang ini ada dalam Perjanjian Kita kemarin dimana Aku akan membayar Kamu dengan uang bukan dengan badan Ku." Jawab Maritha tak kalah emosi


" Kamu pikir Aku butuh uang dari mu itu Baby, it's No Aku tidak mau uang mu ya meskipun kemarin Aku mengiyakan kata katamu bukan berati Aku setuju dengan bayaran yang Kamu ajukan itu." Sahut Tomy dengan senyum smirk


" Aku nggak butuh apa apa sayang, Aku maunya Kamu malam ini layanin Aku seperti dulu hingga pagi lagipula Kita sudah lama sekali nggak ketemu Aku kangen banget sayang dengan serabi mu yang legit menggigit itu, toh tugas yang Kamu perintahkan sudah Aku kerjakan dengan sukses."Jawab Tomy dengan tatapan sedikit mesum


" Tidak Aku tidak sudi." Sahut Maritha seraya merogoh sebuah amplop dalam tasnya dan langsung melemparkan keatas meja depannya Tomy


" Iya itu sih terserah Kamu, tapi asal Kamu tau nanti jika rahasia Kita ini bocor hingga Naka dan keluarga besarnya Tau Kamu jangan nyalahin Aku." Balas Tomy seraya menyedekap kan tangannya


Maritha nampak berpikir sejenak menimbang benar manakala mendengar ancaman Tomy barusan antara mengiyakan atau menolak, namun Dia juga memikirkan akibat jika Dia berani menolak permintaan nakalnya Tomy.

__ADS_1


Dia juga memikirkan bagaimana kalau sampai bibir ember nya Tomy kumat dan membongkar kejahatan nya ke Tyas pada kalayak ramai, hingga akhirnya dengan berat hati Maritha pun menerima permintaan mesumnya Tomy itu


" Baiklah tapi hanya sekali ini saja ok." Kata Maritha seraya meminta Tomy hanya sekali ini saja Mereka bercinta kembali


Tomy pun tersenyum manis manakala mendengar perkataan Maritha barusan, dan bak kucing dikasih ikan, Tomy yang sudah lama menunggu kesempatan untuk bisa mencicipi kembali serabi nikmat milik Maritha itupun segera melancarkan aksinya.


Dimulai dengan menciumi dan mencumbui sekujur tubuhnya Maritha lalu berlanjut meminta Maritha untuk melakukan hal sama pada tubuh nya itu terutama mengulum dan menjilat jilat jagung miliknya hingga akhir nya Tomy pun tak kuasa lagi untuk menahan diri.


Dia segera menbanting tubuh polos Maritha dan mulai melancarkan aksinya memasukan jagung big size nya kedalam serabi milik Maritha ya meskipun awalnya Dia kesulitan namun akhirnya Dia berhasil juga mengobrak abrik serabi nikmat itu hingga membuat Maritha kelonjotan kenikmatan hingga berkali kali melepaskan cairan nikmat dari dalam tubuhnya.


Tomy terus dan terusan memompa tubuh mulus milik Maritha seakan tak kenal lelah sementara Maritha yang memang sudah lama tak dijamah itupun terlihat menikmati permainan mantan selingkuhannya itu dengan menjerit kecil mendesah dan sesekali menjambak rambut Tomy hingga akhirnya Mereka berdua pun sama sama mencapai puncak kenikmatan dan mengakhiri sebentar permainan panas Mereka itu untuk mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan ronde berikutnya yang lebih panas tentunya.


Sementara itu di rumah saat Naka telah sampai di ruang perawatan Tyas dimana Dia melihat Tyas masih terlelap tidur sedangkan Mbak Rina dan Mas Gunawan terlihat tengah duduk menunggui Tyas itu


" Mas, Mba, Aku sudah sampai biar Aku yang jagain Tyas Mas Gunawan dan Mbak Rina silahkan pulang untuk istirahat dulu." Kata Naka seraya menutup pelan pelan pintu


" Baik lah Kami pulang dulu Naka, besok Aku akan ke stasiun kereta dulu jemput Bapak dan Ibuk lalu langsung ke sini sementara Mas Gunawan besok kerja." Balas Mbak Rina


Naka pun mengangguk, sementara Mbak Rina dan Suami nya langsung berpamitan untuk pulang kerumah Mereka.

__ADS_1


__ADS_2