
Saat tengah sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan itu, Tyas tidak menyadari kalau ada sesosok gadis nanti **** tengah memperhatikan nya dari kejauhan.
Gadis itu tengah memperhatikan setiap gerak gerik Tyas yang tengah sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan maklum jam jam sarapan , Hingga akhirnya Diah mengetahui kalau ada seseorang tengah memperhatikan sahabatnya itu.
" Yaa, Yas gadis itu siapa sih kok sedari tadi Aku lihat memperhatikan Kamu terus? " Tanya Diah seraya menyikut lengan sahabat nya itu
" Maksud Mu Wati atau Mbak Rina atau siapa sih? " Tanya balik Tyas tanpa menoleh kearah Diah itu
" Bukan Mereka berdua juga Yas, Aku nggak kenal kok dan kayaknya Aku baru lihat sekali ini coba Kamu lihat Yas." Jawab Diah seraya menunjuk dengan dagunya kearah gadis yang tengah berdiri itu
Tyas pun menurut dan menoleh kearah yang dimaksud Diah itu dan benar saja jangan kan Diah dirinya saja yang sudah lama tinggal di ruko itu juga tidak mengenali siapa gadis itu " Aku juga nggak kenal Bestie, mungkin Dia pelanggan baru." Ucap Tyas
" Iya juga sih ya udah Aku mau lanjutin pekerjaan Ku dulu ya." Balas Diah seraya berjalan menuju dapur
Gadis itu masih tetap saja berdiri mematung dan memperhatikan setiap gerak gerik Tyas dan seolah olah sedang menunggu pelanggan sepi barulah gadis itu beranjak dari duduk nya dan menghampiri Tyas yang tengah mengelap etalase tempat jualannya.
" Selamat pagi Mbak maaf ada yang bisa Saya bantu? " Tanya Tyas dengan sopan
Gadis itu terlihat menyedapkan tangannya berjalan angkuh mendekati Tyas yang barusan menyapanya itu.
" Kamu yang namanya Ning Tyas kan? " Tanya gadis itu dengan nada sinis cenderung sombong
" Iya benar Mbak benar Saya Ning Tyas ada yang bisa Saya bantu? " Tanya balik Tyas.
" Aku mau ngomong penting sama Kamu ." Jawab Gadis itu dengan nada ketus
Tyas merasa heran dan aneh dengan gadis itu siapa sebenarnya Dia dan ada urusan apa Dia dengan dirinya itu juga pembicaraan penting apa yang hendak di bahas atau mungkin ajakan untuk kerja sama monolog Tyas dalam hati.
" Baik Kita bisa bicara di pojok sana." Jawab Tyas seraya berjalan ketempat yang baru saja ditunjuk nya itu dan diikuti oleh gadis tersebut
__ADS_1
Mereka pun telah sampai dipojok ruko tersebut, Tyas mempersilahkan Gadis itu untuk duduk terlebih dahulu barulah dirinya duduk dengan saling berhadapan itu
" Apa yang hendak di bahas Mbak? " Tanya Tyas dengan nada tegas.
Gadis itu menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskan nya kasar seakan tengah diliputi rasa kesal.
" Ning Tyas seorang gadis desa ups seorang Janda desa yang mencoba merubah nasib dengan usaha jualan menu sarapan yang uang nya tak seberapa dan Kini mencoba untuk menjadi sainganKu. " Jawab Gadis itu dengan nada pelan namun menyakitkan telinga itu.
Tyas kaget bercampur bingung dengan maksud ucapan gadis itu dari mana Dia bisa tau tentang nama nya juga statusnya kini siapakah sebenarnya gadis ini guman Tyas dalam hati , kemudian Dia pun menatap lekat lekat gadis tersebut seraya bertanya.
" Maaf siapa kah diri Anda ini Nona dan apa maksud ucapan Anda barusan? " Tanya Tyas heran.
"Heh sangat wajar kalau Orang kayak Kamu tidak tau dan tidak kenal siapa Aku, perkenalkan namaKu Maritha Pranoto, Putri dari seorang pengusaha besar kedua setelah Bagaskara Grub di Kota ini." Jawab Maritha menyombongkan diri.
" Lalu apa maksud nya dengan ucapan Anda barusan itu juga maksud kedatangan Anda ini Nona? " Tanya Tyas seraya menatap wajah Maritha dengan tatapan serius.
Maritha menatap Tyas dengan tatapan tajam menghunus dan tersirat jelas raut kebencian di wajahnya.
Tyas menjadi semakin bingung dengan maksud ucapan Maritha barusan siapa yang dimaksud dengan calon suaminya itu dan mungkinkah yang dimaksud itu adalah Mas Naka ucap Tyas dalam hati.
"Siapa yang Anda yang maksud dengan calon Suami Anda itu Nona tolong katakan saja ke inti nya saja? " Tanya Tyas dengan nada sedikit emosi
Maritha nampak menghela nafas nya panjang seakan Dia tengah menyusun kekuatan untuk melampiaskan emosinya pada Tyas.
" Kamu jangan pura pura bodoh dengan dengan pertanyaan Mu barusan, jelas saja yang Aku maksud adalah Janaka Bagaskara, Dia adalah calon Suami Aku yang kini tengah Kamu coba dekati dan hendak Kamu rayu dan hal itu nggak pernah terjadi." Jawab Maritha dengan nada penuh emosi.
Bagai di sambar petir di siang bolong rasa hati nya Tyas manakala mendengar pengakuan siapa diri Maritha itu berikut pengakuan tentang statusnya dengan Naka, pria yang kini berstatus pacarnya itu Tyas terlihat bengong melamun mencerna ucapan pengakuan Maritha barusan.
" Kenapa Kamu diam saja ? " Ucap Maritha membuyarkan lamuanan Tyas itu.
__ADS_1
" Nggak mungkin Mas Naka itu calon suami Anda, Pasti Anda ini berbohong dengan mengaku ngaku sebagai calon istri nya, Mas Naka itu single dan Kami kini pacaran jadi mustahil kalau Anda ini calon istrinya." Ujar Tyas yang tidak mempercayai ucapan Maritha barusan
Maritha nampak sangat tidak senang mendengar ucapan Tyas barusan , Dia sangat gusar dan terlihat senyum kecutnya tanda tidak menyukai ucapan Tyas barusan.
" Kamu mau percaya atau tidak itu hak Mu tapi yang harus Kamu tau Kamu harus cepat tinggalkan Naka Dia itu calon Suamiku dan sebagai gantinya Kamu minta berapa ratus juta Kamu tinggal bilang saja akan Aku berikan ke Kamu dan pasti Kamu akan senang dengan uang itu sebab itu kan tujuanMu mendekati Naka ." Balas Maritha dengan nada setengah mengejek
Tyas terlihat terpancing emosinya Dia bangkit dari duduk nya dan menatap Maritha dengan tatapan garang.
" Nona, Saya sadar kalau Saya ini orang desa lengkap dengan status Saya ya seperti yang Anda tau dan Anda ucapkan barusan dan mengenai permintaan Anda agar Saya menjauhi Mas Naka dengan iming iming uang itu sangat tidak masuk akal sebab Saya mencintai Mas Naka sepenuh hati tanpa embel embel uang seperti yang Anda tawar kan barusan " Kata Tyas dengan nada penuh emosi yang terpancing
Kini giliran Maritha yang terpancing emosinya Sia pun juga bangkit dari duduknya
" Sudah lah Kamu jangan bersandiwara lagi Aku tau Kamu mendekati Naka hanya untuk mendapatkan uang dan harta nya saja Kan secara penghasilan Mu jualan disini pun tak seberapa masih banyakan uang bensin mobilKu jadi Kamu jangan munafik lagi." Balas Maritha dengan nada tak kalah emosinya
" Anda salah besar Nona, meskipun penghasilan Saya disini sedikit dan masih banyakan uang jajan Anda namun Saya bersyukur sebab ini semua adalah murni hasil jerih payah sendiri juga Saya mengenal baik dan dalam siapa Mas Naka sebenarnya dan Dia juga tidak pernah menyebutkan siapa Anda Nona." Kata Tyas yang tak Terima dengan hinaan Maritha barusan
" Hahaha dasar wanita munafik, dan apa Kamu bilang barusan Kamu mengenal baik juga jauh siapa Naka sebenarnya berikut keluarga nya itu sekarang Aku tanya apakah Kamu tau dimana Naka bekerja dan apa jabatannya sekarang? " Tanya Maritha seraya tertawa mengejek kearah Tyas
Tyas sedikit kelabakan dengan pertanyaan Maritha barusan dan Dia pun menyadari kalau sampai detik ini Dia tidak tau dimana Naka bekerja juga apa jabatannya,
Maritha yang mengetahui raut kebingungan di wajah Tyas, itu pun terlihat tertawa lebar seakan menertawakan ketidak tauan nya Tyas tentang dimana Naka bekerja berikut jabatannya itu .
" Hahaha kenapa Kamu hanya diam saja bukankah barusan Kamu bilang Kamu mengenal nya cukup baik dan dalam , atau Kamu pura pura polos lugu saja hahahaha." Ucap Maritha seraya tertawa lebar menertawakan kebingungan Tyas itu , Sementara Tyas masih saja terdiam tanpa sepatah kata pun .
"Uh kasian ngakunya pacaran tau nya nggak tau dimana lakinya kerja, ya sudah Aku kasih tau Kamu kalau Naka itu bekerja di kantor Bagaskara Grub dan Dia itu CEO pemilik sekaligus pewaris tunggal nya Bagaskara Grub perusahaan besar nomer satu di kota ini dan salah satu pusat kantornya di gedung mewah sampaing ruko ini." Ucap Maritha seraya menyedekapkan tangannya.
Tyas terkejut mendengar penuturan Maritha barusan Dia tidak percaya dengan ucapanMaritha barusan dan nampak nya Maritha pun menyadari nya.
" Kalau Kamu tidak percaya kalau Aku ini calon istri nya juga mengenai status kerjanya Naka, nanti siang pas jam istirahat makan siang Kamu antarkan kopi ke gedung Bagaskara Grub itu dan Kamu akan tau tentang kebenarannya . " Ucap Maritha membuyarkan lamuanan Tyas itu
__ADS_1
Maritha pun terlihat berjalan pelan hendak meninggalkan ruko milik Tyas dan sebelum keluar Dia meminta Tyas agar Tyas menjaga sendiri hatinya agar tidak menyakiti hati juga perasaan nya saat Dia tau siapa sebenarnya Naka itu
.