Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Kemarahan dari seorang Naka


__ADS_3

" Tyas dimana Kamu sebenarnya sayang." Guman Naka lirih.


Terlihat Naka tengah mengotak atik HP nya dan terlihat Dia beberapa puluh kali menghubungi Sang pujaan hatinya itu dan hasilnya masih tetap saja sama yakni tidak ada jawaban sama sekali.


Naka sangat tidak bersemangat kerja hari ini rasa rindu bercampur kekhawatiran menjulang tinggi dimana Tyas berada hingga tanpa di sadari nya Maritha masuk kedalam ruang kerjanya dan terlihat berjalan menghampiri nya itu


" Sayang." Sapa Maritha dengan nada lembut manja dibuat buat


Naka kaget setengah mati mendengar panggilan mesra barusan itu dan alangkah kaget bercampur kecewa nya saat Dia tau kalau Maritha lah yang memanggilnya barusan.


" Sayang kok diam aja sih." Ucap Maritha mengulangi sapaan nya barusan seraya berusaha memeluk Naka itu


" Stopp berdiri di situ jangan mendekati Aku dan siapa yang mengijinkan Kamu masuk? " Tanya Naka seraya membuang muka kearah jendela itu.


" Nggak ada yang ngijinin masak sih mau masuk ke tempat kerja calon suami sendiri harus pakai ijin dulu." Jawab Maritha seraya memandang Naka dengan pandangan genit menggoda.


" Jangan sembarangan ngomong Kamu dan tolong cepat Kamu katakan apa maksud kedatangan Mu kesini juga apa maksud Kamu datang ke ruko tempat Tyas itu juga apa maksud pengakuan palsu Mu itu? " Tanya Naka dengan nada serius ketus


Maritha kaget mendengar pertanyaan Naka barusan, Dia berpikir dari mana Naka tau tentang kedatangan nya di ruko tempat Tyas itu dan Dia juga berpikir pastilah wanita kampungan itu yang memberitahu Naka.


" Aku kesini mau ngajak Kamu makan siang bersama kan Kita sudah sangat lama nggak makan siang bersama , dan mengenai maksud kedatangan Ku ke ruko tempat si penjual sarapan itu ya tentu saja mau memberi tahu Dia kalau Kamu itu tidak pantas untuk Dia sebab secara kasta Kalian itu berbeda dan apa salah nya kalau Aku memberi tau Dia kalau Aku ini calon istri yang cocok untuk Mu bukanlah Kita dulu pernah pacaran dan juga hubungan Kita juga diketahui oleh kedua belah pihak keluarga Kita Sayang ." Jawab Maritha panjang lebar.

__ADS_1


Naka terpihat sangat murka mendengar jawaban dari Maritha barusan, wajahnya menjadi merah padam menahan amarah, Dia sungguh tidak bisa lagi membendung emosinya dan segera bangkit dari duduk nya seraya berkata.


" Simpan omong kosong Mu itu apakah Kamu tidak ingat waktu Kamu meninggal kan Aku saat perusahaan Ku di ambang kehancuran lalu sekarang Kamu kembali lagi setelah mendengar perusahaan Ku bangkit dan jaya kembali dan mengenai perkataan Mu yang menyebut kalau Kamu lah yang cocok untuk mendampingi Ku jangan mimpi Kamu simpan saja hayalan Mu itu dihati mu yang terdalam sebab perlu Kamu tau untuk saat ini dan selama nya dihatiku hanya ada Tyas seorang Dia yang pantas mendampingi Ku." Balas Naka dengan nada penuh emosi.


Maritha sangat kaget saat mendengar kata kata Naka barusan, Dia merasa sangat kecewa dengan perkataan Naka barusan namun bukan Maritha namanya jika gampang menyerah.


" Sayang Aku tau Kamu ini sekarang masih emosi ke Aku dan Aku memaklumi nya tapi mengenai perkataan Mu yang menyebut kalau Tyas lah yang cocok mendampingi Mu itu bulshit sayang." Ucap Maritha seraya menatap Naka dengan tatapan mengintimidasi.


" Terserah Kamu mau menganggap apa tentang status hubunganku dengan Tyas karena itu tidak penting untuk Kami dan sekarang yang terpenting adalah Kamu cepat tinggalkan perusahaan ini Kamu keluar dan tinggalkan tempat ini." Bentak Naka dengan nada emosi.


Maritha yang mendengar bentakan dari Naka itu pun terlihat emosi dan gusar hingga Dia tidak berani membantah maupun menatap wajah Naka yang diliputi oleh emosi itu


Dia memilih untuk segera pergi meninggalkan Naka yang masih sangat emosi itu , Sementara Naka Dia terlihat menelpon Seketaris Anton dan memintanya untuk segera ke ruangannya sebentar.


" Sekarang juga Kamu telepon ke kantor Wijaya Pranoto Grup beri tau Mereka mulai hari ini Kita putuskan hubungan kerja sama diantara perusahaan dan juga tarik seluruh saham Bagaskara Grup yang ada di sana berikut anak buah perusahaan nya dan jika Mereka tanya penyebabnya Kamu beritahu saja Mereka semua ini ulah dari Tuan putri keluarga Wijaya Pranoto itu sendiri." Perintah Naka pada Sangat asisten sekaligus orang kepercayaan nya itu


" Baik Tuan akan Saya laksanakan." Balas Seketaris Anton seraya segera menelpon ke perusahaan Wijaya Pranoto grup sesuai dengan permintaan Naka barusan.


Selesai menelpon ke perusahaan yang dimaksudkan oleh Naka itu, Seketaris Anton segera berjalan mendekati Sang Majikan yang nampaknya sangat emosi itu Dia bermaksud menyampaikan suatu kabar tentang keberadaan Tyas.


" Tuan ada hal penting yang ingin saya sampaikan." Ucap Seketaris Anton lirih

__ADS_1


Naka menoleh kearah Seketaris Anton, dahinya terlihat sedikit mengkerut tanda bertanya ada kabar apa gerangan.


" Apa yang ingin Kamu sampaikan apakah mengenai pekerjaan atau hal penting lainnya dan jika mengenai perkerjaan tolong Kamu urusi saja sebab Aku hari ini sangat sangat tidak bersemangat ? " Tanya Naka dengan nada serius


" Ini tentang Nona Tyas, Tuan dan siapa tau ini adalah sedikit petunjuk tentang keberadaan Nona." Jawab Seketaris Anton


Naka menoleh dan menatap wajah Sang Sekretaris itu dengan tatapan penuh penasaran


" Petunjuk apa cepat katakan atau Ku potong bonusmu bukan ini? " Kata Naka dengan nada sedikit meninggi


" Tadi anak buah Saya menelpon Tuan, Dia memberi tahu ke Saya kalau Mereka melihat Nona Tyas lewat CCTV berada di stasiun kereta api tadi malam Tuan." Jawab Seketaris Anton


Naka kaget mendengar jawaban Seketaris Anton barusan.


" Apa dengan siapa Dia di sana dan hendak kemana Dia malam malam begitu? " Tanya Naka dengan nada kembali meninggi


" Sabar Tuan sabar jangan keburu emosi." Jawab Seketaris Anton mencoba melerai emosi dihati Naka itu


" Aku tidak bisa bersabar lagi." Balas Naka


" Begini Tuan, tadi anak buah Saya berhasil membujuk ke pegawai stasiun untuk memberi tahu kemana Nona pergi dan Mereka memberi tau kalau Nona pergi ke kota di daerah Jawa Timur." Jawab Seketaris Anton panjang lebar

__ADS_1


Naka kembali kaget dengan jawaban yang baru saja dilontarkan oleh Seketaris Anton itu, dan Dia menduga sudah pasti Tyas pulang kampung ketempat kedua orang tuanya.


__ADS_2