Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Tidak ada yang boleh menyakitimu


__ADS_3

Sesampainya di rumah Eyang Putri dan Naka segera turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah sementara Seketaris Anton terlihat kembali pulang ke apartement pribadi nya untuk istirahat.


Dan alangkah terkejutnya Naka juga Eyang Putri saat mendapati Tyas tengah duduk santai di sofa ruang tamu itu dengan ditemabi oleh Bu Rukmi sang ibunda nya itu.


" Loh loh loh sayang kok Kamu duduk di sini sih ngapain? " Tanya Naka yang terlihat cemas itu


" Iya lo Bu Rukmi kok Tyas diijinkan keluar kamar to kan Dia belum sehat? " Kata Eyang Putri menimpali pertanyaan Naka barusan


" Maaf lo Bu Sekar, Nak Naka ini Tyas nya ngeyel susah dibilangin nya katanya bosan dikamar terus minta ditemani jalan jalan keluar sekalian olah raga agar otot otot nya tidak kaku sekalian nungguin Bu Sekar dan Naka pulang. " Jawab Bu Rukmi dengan senyum manisnya itu


" Tapi Buk, Tyas masih belum boleh banyak bergerak lo." Sahut Naka khawatir


" Mas Aku ini sudah sehat lagipula Aku hanya jalan dari kamar ke sini aja kok Aku pengen nungguin Kamu dan Eyang Putri pulang . " Ucap Tyas sembari memegang erat tangan sang suami yang terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya itu


" Iya Naka, Eyang rasa apa yang diucapkan oleh Bu Rukmi dan Tyas ada benar nya juga Tyas boleh jalan jalan ringan saja tapi harus ingat harus ada yang mendampingi nya dan pesan Eyang Putri ini tidak boleh di tawar ya." Kata Eyang Putri


" Terima kasih banyak ya Eyang Putri atas ijinnya , oya pasti Eyang dan Mas Naka haus biar Tyas ambilkan minum dulu ya." Kata Tyas mencoba menawari minum kepada Naka dan Eyang Putri itu


" Eh eh eh baru aja di kasih tau tidak boleh banyak bergerak udah mau ambil minum kedapur lagi nggak usah Kami nggak haus kok lagipula Kami bisa ambil sendiri." Kata Eyang Putri


Dan semua yang ada di ruang tamu itu pun tertawa bersama hingga akhirnya mereka semua beranjak masuk kedalam kamar tidur masing masing untuk istirahat karena hari sudah larut malam,


Naka mengajak Tyas kembali ke kamarnya dan langsung memintanya untuk berbaring diranjang sementara dirinya beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan ganti baju lalu segera menyusul Tyas yang sedang berbaring di ranjang menunggui dirinya itu.

__ADS_1


Tyas menatap wajah sang suaminya itu dengan seksama mulai saat Dia baru keluar dari dalam kamar mandi sampai Dia menyusul dirinya berbaring di ranjang itu.


Ada rasa kagum juga rasa bersyukur yang mendalam di dalam relung hatinya bisa bertemu dan memiliki sosok seorang suami sebaik dan setampan juga sekaya Naka.


Bukan hanya kaya akan materi harta benda tapi Naka juga kaya akan kasih sayang pengertian juga perhatian yang Dia dapatkan secara berlimpah tidak seperti pernikahan nya yang pertama dulu.


Sungguh tak henti hentinya Tyas mensyukuri semua karunia yang telah Allah anugerahkan pada dirinya itu dan Dia berjanji akan sekuat tenaga jiwa raga nya untuk menjaga rumah tangganya bersama Naka.


Tyas segera memeluk erat erat tubuh Naka saat Dia sudah menyusul dirinya berbaring disampingnya itu, Dia memeluk nya erat erat tubuh suami yang dicintainya itu dan Naka pun heran kenapa Tyas bersikap seperti itu.


" Sayang kok tumben Kamu meluk meluk gini ada apa? " Tanya Naka keheranan


" Nggak ada apa apa Mas, Aku hanya kangen aja sama Kamu bolehkan Aku kangen sama suami sendiri? " Tanya balik Tyas


" Hemm coba aja kalau ada wanita lain yang berani peluk Kamu pasti akan Aku aduk untuk bahan baku cake." Sahut Tyas bersungut sungut


" Hahahahahaha Aku bercanda sayang, tubuhku ini hanya boleh dipeluk Kamu demikian juga dengan tubuhMu ini hanya Aku yang memiliki nya." Balas Naka


Tyas pun tersenyum tenang mendengar ucapan Naka barusan hingga akhirnya Mereka berdua pun terlelap dengan posisi saling memeluk erat itu


Hingga pagi pun tiba, seperti biasa Tyas dan Naka bangun lebih awal dan seperti kebiasaan sebelum belum nya Mereka bangun pagi lalu segera mandi dan ganti segera menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah dan segera bersiap siap dengan aktifitas Mereka masing masing.


Hanya saja semenjak kejadian kemarin itu Naka membatasi kegiatannya Tyas, Dia sementara ini dilarang ke ruko terlebih dahulu dan memintanya untuk banyak istirahat di rumah agar kesehatan nya kembali pulih, sementara dirinya kembali ke rutinitas sebelumnya yakni sebagai seorang presdir perusahaan terbesar di ibu kota itu yakni Bagaskara Grub.

__ADS_1


Pagi ini Tyas mengantar kan Eyang Putri dan Naka berangkat kerja sampai di depan pintu utama dengan ditemani oleh Ibuk tentunya, dan hari ini Ibuk rencana nya akan pulang ke ruko menyusul Bapak dan selang beberapa ke depan Beliau berdua akan kembali ke kampung halaman mengingat keadaan dan kondisi kesehatan Tyas sudah berangsur angsur pulih membaik kembali.


" Sayang Kami berangkat dulu ya Kamu hati hati dirumah banyak banyak istirahat dan untuk Bu Rukmi nanti Pak Prapto akan mengantarkan Ibuk ke ruko." Kata Eyang Putri seraya berjalan masuk kedalam mobil


" Iya Bu Sekar Terima kasih banyak." Balas Bu Rukmi


Eyang Putri pun mengangguk hingga tak lama setelah itu Beliau dan Naka pun berangkat ke kantor sebab ada urusan penting yang sudah menunggu Mereka berdua.


Setelah mengantarkan Eyang Putri dan Naka berangkat kerja, Bu Rukmi pun pamit pulang ke ruko dan berat hati juga isak tangis pula Tyas harus merelakan Ibuk pulang keruko dan dua hari lagi akan pulang ke kampung halamannya, Ibuk juga janji akan sering sering menjenguk Tyas demikian pula dengan Tyas Dia juga berjanji akan membelikan sebuah rumah untuk Bapak dan Ibuk lalu memboyong Beliau berdua untuk tinggal di Jakarta saja.


Ibuk pulang ke ruko dengan di antar kan oleh Pak Prapto, sementara Tyas kembali ke kamarnya untuk istirahat sebab jujur saja Dia juga masih sedikit lemas jika harus berdiri cukup lama.


Sementara itu di si perusahaan Pranoto grub milik keluarga Maritha itu terlihat Pak Wijaya papanya Maritha sangat emosi manakala mendapat laporan dari General Manager operasional juga Manager keuangan .


Ya benar kedua Manager terpenting dalam perusahaan Pranoto grub itu tengah menghadap ke Presir Mereka yakni Wijaya Pranoto dengan maksud melaporkan adanya pemutusan hubungan kerja antara Pranoto grub dengan Bagaskara grub juga penarikan saham dan penagihan hutang piutang perusahaan itu.


" Apaaa, kenapa pihak Bagaskara grub tiba tiba memutuskan hubungan kerja sama Kita juga penarikan saham dan juga penagihan hutang itu mendadak? " Tanya Pak Wijaya kaget


" Maaf Tuan Kami tidak tau alasan jelasnya, hanya saja pihak Bagaskara berpesan kalau Nada ingin tau Jawaban nya silahkan ke kantor Bagaskara Grub dan langsung menanyakannya ke Tuan Janaka saja." Jawab Manager operasional itu tegas


" Haduh ini bagaimana Pa sebenarnya apa yang terjadi kok bisa fatal begini , perusahaan Kita bisa bangkrut lo dengan kejadian ini? " Kata Bu Wijaya yang terlihat shock itu


" Papa juga tidak tau Ma, yang pasti telah terjadi kesalahan besar pada Kita hingga Bagaskara grub memutuskan tapi kerja sama Kita dan nanti sewaktu makan siang Aku akan memgajak mama menemui pihak Mereka. " Jawab Pak Wijaya gemetar

__ADS_1


Sebenarnya apa yang sudah terjadi hingga bisa sefatal itu teman teman ada yang tau jawabannya 😘😘😘😘😘


__ADS_2