
" Sayang , Aku pamit pulang dulu ya Kamu hati hati dirumah dan jangan lupa rahasiakan alamat Mu ini ." Pamit Adit sembari memeluk dan mencium puncak kepala Wati .
" Iya Mas , Kamu hati hati ya di jalan dan jangan lupa kabari kalau Kamu sudah sampai rumah Mu ." Balas Wati
" Iya sayang oya ini uang untuk pegangan Kamu kalau Kamu pengen beli makan pakai aja dan di dalam kulkas Aku sudah menyetok sayuran buah buahhan dan daging kemarin buat Kamu masak ." Sahut Adit memberikan sejumblah uang untuk Wati
" Kenapa banyak sekali Mas apa nggak kebanyakan dan apakah Dia tidak akan curiga dan marah kalau tau Kamu memberikan uang untuk Aku sebanyak ini ?" Tanya Wati kaget saat Adit memberinya segepok uang untuk pegangan .
Lagi lagi Adit dibuat terperanga bercampur bangga melihat kesederhaan Wati itu padahal uang Dia berikan barusan tidak lah seberapa banyak jika dibanding dengan uang belanja bulanan yang Dia berikan untuk Tyas tetapi wajah rona bahagia terlihat jelas di wajah Wati saat menerima uang dari nya itu .
" Nggak akan ada yang marah sayang Kamu jangan kawatir ya sudah Aku mau pulang dulu dan besok Aku akan kesini lagi ." Jawab Adit sambil mengusap pundak Sang istri .
Adit kemudian terlihat keluar rumah Wati dan melajukan mobilnya pulang ke apartement tempat tinggalnya bersama Tyas
Kalau boleh jujur sebenarnya Wati merasa sakit hatinya merelakan Adit harus pulang kembali ke apartement Dia ingin sekali selalu bersama dengan Sang Suami yang menikahinya dua minggu yang lalu ini ingin selalu bercengkramah bersenda gurau bermanja manjaan dan melihati waktu demi waktu bersama dengan Sang Suami .
Namun keinginan Nya itu harus pupus oleh kenyataan bahwa Sang Suami harus membagi waktu dan cintanya dengan istri pertamanya di sana meski hancur rasa hati yang dirasakan nya , Wati bukanlah tipe wanita cengeng , Karena ini sudah jalan yang dipilihnya maka Dia pun bangkit menata hatinya dan tetap mencintai Adit apa adanya meskipun di lubuk hatinya sungguh tidak rela di madu namun Dia memaksa hatinya untuk mencoba menerima semua kenyataan ini .
Waktu berlalu dengan cepat hingga tak terasa kini sudah hampir satu minggu dirinya pindah ke Jakarta menempati rumah yang di sewakan Adit untuk Dia tempati
Meski tiap malam harus tidur sendirian dan Adit akan mengunjunginya tiap pagi dan mencuri waktu di malam hari mendatanginya untuk tidur bersama dan ya tentu untuk melampiaskan nafsu mereka berdua Wati sudah merasa bahagia bisa sering bertemu dengan Adit tidak seperti jaman di Yogayakarta dulu dimana jarang sekali Adit menjenguknya .
" Mas malam ini Kamu tidur di sini ya ." Pinta Wati pada Adit saat mereka baru saja selesai bercinta pagi itu sebelum Adit berangkat kerja
Ya benar sudah satu minggu ini Adit berangkat kerja lebih awal dari biasanya dan Dia sudah tidak lagi mengantar Tyas berangkat kerja seperti dulu ternyata Adit menyempatkan diri mendatangi rumah Wati untuk sarapan atau olah raga pagi seperti barusan mereka lakukan
" Aku nggak janji ya sayang ." Ujar Adit
" Kenapa sih Mas Kamu selalu begitu padahal Aku hanya minta malam ini saja kan setiap malam Kamu selalu di sana menemani Dia kapan bagian Ku Mas ?" Tanya Wati dengan nada manja dibuat buat seolah olah tengah ngambek memelas agar Adit menuruti permintaan nya itu .
" Iya iya sayang sudah jangan ngambek lagi ya ." Jawab Adit sembari mencium Wati dan segera beranjak berangkat ke kantor takut terlambat
Sedangkan Wati mulai mengerjakan pekrrjaan rumah tangga seperti biasanya
Sementara di apartement kediaman Tyas dan Ditya , Terlihat Tyas tengah bermalas malasan di kamarnya ya hari ini Dia dapat jadwa shift kerja sore jadi pagi ini tidak terburu buru berangkat kerja apalagi sekarang Ditya sudah tidak mengantarnya berangkat kerja dengan alasan takut terjebak macet .
Tringgg
Tringggg
Tringgg Hp Milik Tyas berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata panggilan masuk dari Diah
" Hay Yas , Kamu lagi ngapain ?" Sapa Diah di sebrang sana .
" Hay juga Di , Aku lagi nyantai aja di kasur ada apa Di ?" Tanya balik Tyas
" Ini Aku lagi bosan saja kita makan siang diluar yuk ?" Ajak Diah
" Ok ,Kamu bawa motor kesini ya jemput Aku ." Balas Tyas
" Siap Non , Aku siap siap dulu ya lalu jemput kamu ." Sahut Diah mengakhiri percakaoan mereka via telepon .
Tyas segera beranjak bangun dan segera mandi ganti baju tak lupa memoles wajah ayu nya dengan make up , Hari ini Dia memakai baju long dres lengan panjang warna cokelat susu dan sengaja mengurai rambutnya dengan menyematkan bando diatas ubun ubun tak lupa tas warna hitam pavoritnya penampilan Tyas di sempurnakan dengan sepatu kets warna senada dengan bajunya
Selesai dengan persiapannnya itu Tyas segera turun kebawah menunggu jemputan Diah .
__ADS_1
" Hay Yas wah Kamu cantik sekali hari ini ." Sapa Diah yang ternyata sudah menunggu Tyas di lantai bawah depan pintu utama apartement .
Tyas hanya tersenyum lalu segera menghampiri Diah
Diah meminta Tyas segera naik ke motor nya dan mereka pun berangkat ke sebuah gedung pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta
" Katanya mau cari makan kok malah kesini sih ? Tanya Tyas keheranan .
" Iya nanti Kita makan di dalam sekarang temani Aku beli airpods keluaran terbaru dulu kebetulan konter Mereka sedang diskon ." Jawab Diah sambil merangkul Tyas berjalan menuju deretan stand penjual hp dan alat alat elektronik lainnya itu
Tyas hanya menurut saja saat Diah mengajak nya ke konter penjual hp dan aksesoris lainnya itu
" Yas Kamu nggak mau beli apa gitu mumpung Kita di sini ?" Tanya Diah sambil mrlihat lihat berbagai merek airpods yang di panjang dalam etalase kaca itu
" Nggak ah ." Jawab Tyas
Setelah memilih milih jenis airpods yang sesuai dengan keinginan nya tersebut Diah pun segera membayar nya dan mengajak Tyas berjalan menuju sebuah restaurant yang menjual aneka makanan berbahan baku seafood
Mereka memilih duduk dibangku pojok dan saat hendak duduk Tyas meminta ijin ke Diah untuk menghubungi Ditya sebentar karena waktu di dalam konter tadi hpnya terus berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata panggilan dari Ditya sementara Dirinya tadi tidak sempat melihat panggilan masuk itu
" Silahkan Yas ." Jawab Diah mempersilahkan Tyas menghubungi Sang suami
" Hay Mas maaf ya tadi Aku nggak tau kalau Kamu nelfon Aku ada apa Mas ?" Tanya Tyas serius
" Iya nggak papa Dek oya Kamu sekarang ada di mana , Kita makan siang diluar bareng yuk ." Jawab Ditya sambil menawari makan siang bersama dengan nya
Tyas sedikit bingung kok tumben Mas Ditya mengajaknya makan siang bersama diluar ada apa guman Tyas dalam hati sementara Diah hanay mendengarkan percakapan Tyas dan Ditya dengan seksama .
" Halo Dek Halo Kamu dengarkan ?" Tanya Ditya
Ditya sedikit kecewa mendengar jawaban Tyas tersebut karena sebenarnya Dia ingin mengajak Tyas makan siang berdua dengan nya saja , Ditya ingin mengobrol berdua dengan Tyas seperti dulu dulu Ditya juga sedikit sadar kalau kini waktunya untuk Tyas sudah banyak berkurang terbangi dengan Wati
" Gimana Mas Kamu mau kan ?" Tanya Tyas mengulangi tawarannya tadi .
Ditya pun menerima ajakan Tyas dan segera menyusul Tyas di restorant dalam mall tersebut untuk makan bersama
Kembali ke rumah yang di tempati Wati , Hari ini Dia belajar memasak menu sederhana untuk makan siang bersama dengan Adit
Wati berniat memberi kejutan untuk Adit , Dia juga sangat antusias dengan hasil masakannya tersebut dan berharap Adit menyukai nya , Wati sungguh tidak sabar melihat bagaimana reaksi Adit ketika melihat hasil masakannya hari ini berharap agar Adit bahagia dengan usahanya belajar menjadi istri dengan pertama kali memasak untuk Adit Sang suami .
Selesai memasak dan menata makanan di meja makan , Wati segera masuk kamar untuk mandi dan ganti baju karena tubuh nya lengket akibat keringat bercampur minyak saat masak tadi , Setelah mandi dan ganti baju juga sedikit dandan Wati segera menghubungi Adit memintanya pulang sebentar untuk makan bersama dirinya.
" Hay Sayang ." Sapa Wati saat Adit mengangkat telepon darinya itu
Adit segera menepikan mobilnya dan membalas sapaan Sang Istri
" Hay juga saya ada apa ?" Tanya Adit sembari menatap wajah sang istri lewat video call
" Kamu pulang kesini ya tadi Aku sudah masak dan Kita makan siang bareng ya ." Jawab Wati dengan senyum manisnya
" Maaf sayang Aku tadi sudah janji untuk menemani Dia makan siang bareng maaf ya ." Balas Adit
Seketika rona bahagia di wajah Wati menghilang berganti dengan kesedihan bercampur kecewa dan Adit pun menyadarinya
" Sayang hay sayang plisss jangan marah ya kan akhir akhir ini Aku selalu mengajakmu makan siang bersama , Aku takut Dia menjadi curiga kembali kalau Aku menolak ajakannya makan hari ini ." Lanjut Adit
__ADS_1
Wati tetap diam tanpa sepatah katapun menangapi perkataan Adit
" Sayang Kamu marah ya ?" Tanya Adit sambil menatap Wati seksama .
Wati pun menggeleng
" Dia lebih penting daripada Aku Mas ." Balas Wati merajuk
" Hay sayang jangan bilang begitu dong Kamu itu sangat penting bagiku , Ya udah sebagai gantinya gimana kalau sore ini Aku ajak kamu dinner ?" Kata Adit mencoba menego Wati agar tidak marah lagi .
" Tapi Kamu janji ya untuk temani Aku malam ini ." Sahut Wati
Adit pun janji kalau malam ini Dia akan mengajak Wati dinner dan akan menemaninya tidur dan memintanya agar tidak marah lagi Adit juga berkata Dia harus segera menyusul Tyas karena sudah ditunggu sejak tadi .
Setelah Adit menutup telepon nya Wati terlihat berlari masuk kekamar pribadinya dan menjatuhkan dirinya di kasur yang biasa Mereka gunakan untuk melakukan pertempuran nikmat itu
Wati menangis sejadi jadinya ternyata begini rasanya menjadi yang nomer dua Dia harus mengalah segala galanya dengan Sang Madu Dia harus rela waktu nya bersama Adit harus berkurang dan terbagi untuk istri pertamany , Dia harus rela jika keinginannya untuk bersama Adit setiap waktu harus pupus gara gara Adit lebih memilih menemani istri pertamanya dan Dia juga harus rela menyandang status sebagia madu dari wanita lain dan hal itu tidak pernah terlintas dibenak nya bahwa Dia akan menjadi istri kedua dari Adit
Se mua kenyataan ini ternyata tak seindah hayalan nya dulu waktu di Yogyakarta yang mana Dia berhayal Adit akan lebih memilihnya dari pada Sang istri pertama sungguh sakit hatinya bukan uang yang membuat bahagia akan tetapi cinta seutuhnya lah yang membuatnya bahagia
Puas menangis mengeluarkan seluruh beban isihatinya Wati segera bangkit lalu masuk kekamar mandi untuk mencuci mukanya yang sembab dan kembali masuk kekamar lalu menghadap cermin besar yang memantulkan gambar dirinya
Wati memandangi dirinya di depan cermin
" Kamu harus membayar semua air mataku ini Mas akan Aku rebut cinta dan seluruh waktu Mu kembali juga Kamu harus lebih memilih Aku daripada Dia ." Sumpah Wati di depan cermin tersebut .
Sementara itu di restorant tempat Tyas Diah dan Ditya makan siang bersama terlihat Ditya mencuri pandangan kearah Tyas sekan hendak membicarakan satu hal penting hanya berdua saja Diah yang paham pun pura pura ijin ke kamar mandi sebentar .
" Dek nanti malam Aku nginep di rumah teman Ku ya biasa ada acara kaum Laki laki ." Ujar Ditya bermaksud meminta ijin pada Tyas
Tyas yang tidak menaruh curiga sedikit pun itu mengangguk tanda mengijinkan nya
Dan mereka pun melanjutkan makan nya sementara Diah juga sudah kembali bergabung dengan mereka
Selesai makan Ditya berjalan ke meja kasir untuk membayar makan siang mereka bertiga lalu mengajak Tyas juga Diah untuk pulang karena Dia juga harus masuk kerja kembali .
Sore pun tiba Tyas bangun dari tidur siang nya bergegas masuk kekamar mandi untuk mandi lalu ganti baju dan bersiap berangkat kerja
Sementara itu Wati kurang lebih juga hampir sama , Dia sudah mandi juga sudah dandan beda nya hanya Wati tidak memakai baju pada umumnya tapi memakai baju haram seragam dinas perang ranjang .
Selang sepuluh menit dari luar terdengar mobil Adit sudah datang dan terparkir di garasi mobil dan Adit pun beranjak masuk ke dalam rumah
Sesampainya di dalam rumah Dia mencari keberadaan Sang istri dan Dia terkejut oleh sebuah suprise yang di berikan oleh Sang Istri siri
" Sayang " Sapa Wati yang keluar dari dalam kamar
Adit terperanga menatap Wati tanpa berkedip sedetik pun nafsu nya pun timbul sementara Wati berjalan mendekati Sang suami dan mencium pipi nya
Adit menjadi tidak karuan pikirannya menerima ciuman itu di tambah dengan gerakan liar tangan Wati menyusuri kancing baju kerja milik Adit dan berusaha melepasnya .
Wati mencium mesra bibir Adit tangan yang satu nya Dia lingkar kan dipundak Sang suami sementara tangan yang satunya bergerak penuh semangat membuka sabuk dan resleting celana Adit lalu menurunkannya
Adit terlihat memejamkan mata menikmati saat tangan Wati mulai meraba mengelus elus sang jagung dengan sesekali mengocok nya dan sebagai lelaki normal Adit sudah tidak bisa lagi menahan nafsu birahi nya dan tanpa hitungan waktu Dia membopong tubuh Wati membawanya ke kasur tempat tidur mereka lalu memulai aksinya bergeriyal mencium mencumbu menjilati seluruh tubuh Wati tangannya juga ikut bekerja dengan meremas gunung indah milik Wati meraba raba lalu mengobrak abrik goa indah milik Wati yang sudah mulai lembab itu dan langsung saja memulai inti dari permainan ranjang nya dengan Wati sore menjelang malam itu .
Adit memangsa Wati tanpa ampun tanpa memberinya jeda waktu untuk istirahat barang sejenak dan Wati pun sangat amat sangat menikmatinya hingga mereka pun tertidur karena kelelahan .
__ADS_1