Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
kunci petunjuk 1


__ADS_3

Hingga pagi pun tiba baik Naka maupun Tyas sudah sama sama bangun dari tidur nya yang lelap, Naka menuntun Tyas ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu merapikan rambutnya dan segera keluar kamar mandi untuk duduk di sofa menunggui Naka yang gantian masuk kamar mandi itu.


Dan tak berselang lama datanglah seorang Dokter ahli kandungan beserta asisten juga perawat di ruang perawatan Tyas dan alangkah kaget nya Mereka saat melihat Tyas tengah duduk santai di sofa ruang perawatan itu.


" Selamat pagi Nyonya Naka bagaimana keadaan Anda pagi ini? " Tanya Dokter tersebut dengan sangat sopan


Tentu saja Dokter juga perawat di rumah sakit tersebut sangat menghormati Tyas karena Dia adalah istri dari Janaka Bagaskara salah satu pemegang enam puluh persen saham rumah sakit tersebut jadi sangat wajar kalau Mereka menghormati Tyas juga merawatnya dengan sangat hati hati dan bersungguh sungguh.


" Selamat pagi juga Dokter, Suster alhamdulillah keadaan Saya sudah sangat membaik dan tentunya ini semua juga ada andil dari Anda dan juga semua perawat di sini." Jawab Tyas sopan


Dokter yang mendengar jawaban Tyas barusan itu pun tersenyum manis seraya mengangguk tanda mengiyakan perkataan Tyas, dan tak berselang lama terlihat Naka keluar dari dalam kamar mandi dan terlihat berjalan menghampiri Tyas juga Dokter dan Suster yang tengah berbincang bincang.


" Selamat pagi Tuan Naka, bagaimana istirahat Anda juga Nyonya malam ini apakah nyaman atau perlu pindah ruang yang lebih besar? " Tanya Dokter kandungan tersebut sopan


" Selamat pagi juga Dokter dan yang lainnya, ya alhamdulillah Kami bisa istirahat dengan baik dan Kami rasa tidak perlu ganti kamar, oya Dokter bagaimana keadaan istri Saya? "Kata Naka


" Kami baru akan mulai memeriksa keadaan Nyonya Tuan tunggu sebentar sampai Saya selesai memeriksa Nyonya lalu Kami akan memberi tahu Anda tentang hasil pemeriksaan terhadap Nyonya kepada Anda." Jawab Dokter tersebut


Kemudian Dokter mempersilahkan Tyas untuk kembali berbaring di ranjang lalu mulai memeriksa nya dengan seksama.


Naka yang berdiri di samping ranjang tempat Tyas yang tengah diperiksa itu terlihat mengamati dengan seksama saat Dokter tengah memeriksa kondisi kesehatan Tyas hingga selesai.


"Bagaimana Dok? " Tanya Naka mengulangi pertanyaan itu


" kondisi kesehatan Nyonya berkembang cukup signifikan Tuan tapi masih perlu pengobatan lanjutan." Jawab Dokter


" Em bagus, lalu apakah hari ini Kami boleh keluar kamar untuk sekedar jalan jalan sembari berjemur ? " Tanya Naka


" O tentu saja boleh Tuan , itu malah sangat bagus untuk kesehatan jiwa dan mental Nyonya Tyas tapi dengan satu syarat Nada harus mendorong Nyonya dengan kursi roda agar Nyonya tidak kecapean dan menganggu masa masa pemulihan kesehatan nya." Jawab Dokter


Naka pun mengangguk dan tak berselang lama dokter pun pamit untuk keluar ruangan sementara Naka dan Tyas pun terlihat bersiap siap untuk pergi jalan jalan


" Sayang Kita jalan jalan ke taman ya sudah dua hari Kamu hanya di dalam kamar saja." Kata Naka sembari memegang kedua pundak Tyas

__ADS_1


Tyas pun mengangguk dan tersenyum manis kearah Suami tercintanya itu, ya memang benar apa yang dikatakan Naka bahwa dirinya sudah hampir dua hari ini hanya berbaring di ranjang saja tanpa keluar ruangan sama sekali.


" Loh loh ini cucu kesayangannya Eyang mau di bawa kemana Naka? " Tanya Eyang Putri yang tiba tiba sudah hadir di depan Mereka itu


" Eyang." Sapa Naka dan Tyas berbarengan


" Iya ini Eyang , bagaimana keadaan Mu sekarang sayang? " Tanya Eyang Putri pada Tyas.


Mata Tyas terlihat berkaca kaca saat mendengar pertanyaan dari Eyang barusan, ada rasa bersalah yang berkecamuk dalam hatinya yang seakan bisa merasakan rasa kekecewaan yang mendalam di hati Eyang Putri akan keguguran keguguran yang menimpanya itu hingga membuat Tyas tidak berani menatap wajah sang Eyang Putri itu.


" loh kok malah bersedih sih? " Tanya Eyang Putri yang melihat raut kesedihan yang tergambar jelas di wajah Tyas.


" Iya sayang kan Eyang cuma tanya? " Kata Naka yang menimpali pertanyaan Eyang Putri barusan.


" Eyang, Tyas mohon maaf yang sebesar besarnya kepada Eyang Putri juga Mas Naka atas kejadian ini Tyas tau dan paham pasti Eyang Putri dan Mas Naka merasa sedih bercampur kecewa dengan kejadian ini dan Tyas patut untuk di salah kan Eyang." Ujar Tyas dengan air mata yang mulai menetes itu


" Sstttt, Kamu ini ngomong apa to Yas disini tidak ada yang menyalahkan Kamu atas musibah ini karena Eyang Putri yakin ini adalah bagian dari takdir Allah untuk Kita ,jadi tidak ada yang perlu saling menyalahkan kewajiban Kita hanya bersabar ber istighfar selalu berpikir positif semoga Allah menggantikan kesedihan ini dengan kebahagiaan dilain waktu." Sahut Eyang Putri seraya duduk di samping Tyas


Ucapan Eyang Putri barusan sukses membuat Tyas terharu, secara spontan Dia langsung memeluk erat Eyang Putri dan meluapkan air mata nya yang sedari tadi berusaha ditahan itu dipundak Eyang Putri


" Kamu tidak perlu bicara seperti itu Tyas, Kamu ini istri dari cucu kesayangan Ku Naka jadi sudah sewajarnya Eyang menyayangi juga memperhatikan Kamu layaknya cucu sendiri jadi mulai sekarang stop jangan bersedih dan menyalahkan diri sendiri ya." Sahut Eyang Putri


Tyas mengangguk dan tersenyum manis menatap wajah Sang Eyang Putri juga Naka suami tercintanya secara bergantian hingga akhirnya Naka pun berkata.


" Tuh dengar sendiri kan apa yang diucapkan Eyang Putri barusan, jadi nggak ada lagi alasan takut ketemu Eyang." Kata Naka seraya membelai lembut rambut Tyas


" Iya Mas." Balas Tyas


"Kenapa harus takut kan Eyang bukan macan. " Sahut Eyang Putri heran


"Nggak Eyang tadi nya Tyas takut kalau Eyang marah ke Tyas. " Kata Naka menjawab kata kata Eyang Putri barusan


" Aneh Kamu ini Yas kenapa punya pikiran seperti itu apakah Eyang Putri ini terlihat sejahat itu, ya sudah tadi Kalian mau kemana sih? " Tanya Eyang Putri

__ADS_1


" Oh itu Eyang, tadi Mas Naka ngajak Aku jalan jalan ke taman ya sekedar ngobrol sambil berjemur saja." Jawab Tyas sopan


" Hem ya sudah ayo Kita berangkat bareng bareng sekarang sekalian Eyang mau ngopi." Sahut Eyang Putri


Tyas dan Naka pun saling melemparkan senyum satu sama lain, Naka segera bergegas mengambil kursi roda dan membantu Tyas duduk diatas kursi roda tersebut semula Tyas bersikukuh menolak untuk naik kursi roda namun Eyang Putri terus menasehati nya hingga akhirnya Dia pun menurut untuk duduk diatas kursi roda dan di dorong oleh Naka untuk dibawa ke taman di kawasan rumah sakit tempat Tyas di rawat


Sesampainya di taman Naka segera beranjak ke coffee shop terdekat untuk membelikan secangkir kopi latte kesukaan Eyang Putri sementara untuk dirinya dan Tyas, Dia membeli dua cup jus buah


Eyang Putri dan Tyas terlihat tengah asik mengobrol dengan diselingi canda tawa di bangku taman bunga itu sungguh tidak terlihat seperti menantu dan cucu , Mereka terlihat seperti layaknya Eyang Putri dan cucu kandung karena sangking akrabnya


Hingga tiba tiba HP milik Eyang Putri berdering tanda ada panggilan masuk, tadinya Eyang Putri enggan mengangkat panggilan telepon itu namun karena HP itu terlihat terus menerus berdering mau tidak mau Eyang Putri pun mengangkat nya.


Dan alangkah terkejutnya Eyang manakala melihat daftar kontak telepon yang menghubunginya itu di layar HP pribadi miliknya.


" Tyas, Eyang kesana dulu sebentar ya Eyang ada telepon penting dari klien." Kata Eyang Putri meminta ijin untuk mengangkat panggilan telepon itu.


" Iya Eyang tapi jangan lama lama ya." Balas Tyas manja


" Iya sayang , Eyang nggak lama kok." Sahut Eyang Putri seraya beranjak dari duduk nya kemudian berjalan sedikit menjauh dari Tyas


Setelah berjalan sedikit menjauh dan dirasa pembicaraan tidak akan di dengar oleh Tyas, Eyang putri segera mengangkat panggilan telepon dari seseorang yang telah dibayar nya secara khusus untuk menyelidiki siapa pelaku yang menendang Tyas kemarin


Eyang Putri terlihat berbicara sangat serius dengan orang bayaran itu yang ternyata memberitahu Eyang Putri bahwasanya Mereka telah menangkap pria yang telah sengaja menendang Tyas hingga terjatuh


Mereka juga telah menyandera pria tersebut di sebuah rumah kosong sebelum akhirnya nanti akan dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu


" Bagus lalu apakah Kalian sudah menanyai nya siapa yang menyuruh untuk empakukan perbuatan tercela itu? " Tanya Eyang Putri dengan nada tegas


" Maaf Bu Sekar, sampai sekarang Dia tidak mau menjawab pertanyaan Kami tentang hal itu." Jawab kepala preman bayaran itu


" Nggak papa tunggu sampai Aku datang ke sana dan nanti Kita tanyai bareng-bareng." Sahut Eyang Putri


Eyang Putri teelihat berbicara dengan sangat serius sementara Tyas hanya memperhatikan saja dari jarak yang sedikit jauh berharap dapat mendengar apa yang sebenarnya tengah dibicarakan oleh Eyang Putri itu

__ADS_1


Hingga akhirnya panggilan telepon itupun berakhir dan sebelum mengakhiri panggilan telepon itu, Eyang Putri berjanji akan secepatnya ke sana untuk memastikan keadaan di sana.


__ADS_2