
Sesampainya di ruko, Tyas segera mengemasi baju baju nya kedalam koper, Dia hanya membawa beberapa stel baju juga peralatan pribadinya yang akan digunakan nanti.
Kemana sebenarnya Tyas akan pergi dan jawaban nya tentu saja Tyas akan pulang kerumah kedua orang tuanya di kampung halaman, Dia berniat untuk menenangkan hati juga pikirannya disana.
Semula Dia dan Mbak Rina juga Mas Gunawan akan berangkat akhir minggu depan namun setelah kejadian tadi siang dan berlanjut dengan barusan membuat Tyas memutuskan untuk berangkat pulang malam ini juga.
Setelah semua barang yang dibutuhkan sudah masuk kedalam koper semua, Dia segera menyeret kopernya turun ke lantai bawah dan berniat untuk segera berangkat saja malam itu juga dengan naik kereta bisnis malam.
Sebelum berangkat Tyas memanggil Dini salah seorang pegawai bagian cake nya.
" Mbak Dini, maaf ya Aku ganggu waktu nya sebentar ." Ucap Tyas sesaat setelah melihat Dini sudah berjalan mendekati nya itu.
" Iya nggak papa Mbak Tyas ada yang bisa Saya bantu? " Tanya Dini seraya melemparkan senyuman manis kearah Tyas.
" Tolong beritahu Diah dan Yesi kalau malam ini juga Aku harus berangkat pulang kampung minta Mereka untuk mengawasi ruko selama Aku tidak ada dan jika Mereka tanya macam macam jawablah kalau Kamu tidak tau dan cukup katakan Saya akan segera kembali." Jawab Tyas seraya meraih tangan Dini itu
" Iya Mbak Tyas akan Saya sampaikan, Lalu Mbak Tyas akan berangkat dengan siapa malam malam begini? " Tanya Dini yang terlihat mulai khawatir itu.
" Aku akan berangkat sendiri naik kereta bisnis Mbak Dini nggak usah khawatir ya doakan saja semoga perjalanan Ku lancar sampai tujuan dan sekarang Aku minta tolong panggilkan Pak Juned kesini Aku mau minta tolong untuk diantara kan ke stasiun."Jawab Tyas
Dini pun mengangguk dan segera memberi tahu Pak Juned untuk mengantarkan Tyas ke stasiun sesuai dengan perkataan Tyas barusan.
Pak Juned bergegas mengangkat koper milik Tyas dan segera memasukkan nya kedalam mobil, kemudian mengantarkan Sang Majikan nya itu ke stasiun kereta terdekat.
Sesampainya di stasiun Tyas segera turun dari mobil dan meminta Pak Juned untuk kembali ke ruko, sementara dirinya segera masuk kedalam stasiun dan tak berselang lama kereta yang akan dinaiki Tyas itupun tiba.
Tyas duduk di bangku sesuai dengan nomer yang tertera di tiket yang Dia booking lewat online itu dan berselang lama kereta pun berangkat.
Sementara itu Naka yang dalam perjalanan menuju ruko tempat tinggal sekaligus tempat usaha milik Tyas itu pun meminta Seketaris Anton agar mempercepat laju kendaraan nya, Dia tidak ingin masalah kesalahan pahaman nya dengan Tyas berlarut larut.
" Ayo cepat Anton kenapa Kamu mengemudi begitu lelet begini." Ucap Naka dengan nada gusar.
__ADS_1
" Maaf Tuan di depan lampu merah ." Jawab Seketaris Anton seraya menoleh kearah Sang Majikan itu
Naka pun gusar dan terlihat tidak tenang, Dia sangat takut jika hubungannya dengan Tyas akan menemui masalah yang lebih buruk lagi akibat dari kesalahan pahaman barusan itu.
Hingga tak berselang lama Mobil yang Mereka kendarai pun telah tiba di depan ruko cake and pastri milik Tyas itu
Ruko itu terlihat sepi hanya terlihat beberapa karyawan di ruko samping yang masih melakukan aktivitas nya membersihkan lantai dapur pembuatan Cake And Pastri itu.
" Tuan kelihatan nya ruko Nona Tyas sepi, atau mungkin Nona belum pulang Tuan? " Ucap Seketaris Anton seraya menatap kearah ruko itu.
" Nggak mungkin Tyas pasti sudah pulang, ayo Kita turun." Balas Naka seraya membuka pintu mobil
Naka terlihat beberapa puluh kali menghubungi HP milik Tyas dan seperti yang sudah bisa di tebak tidak ada jawaban sama sekali dari Tyas, Sementara Seketaris Anton terlihat berjalan mendekati salah satu karyawan ruko itu lalu bertanya dimana Nona Tyas berada dan Mereka pun kompak menjawab jujur bahwa Mereka tidak mengetahui dimana majikannya sekarang berada.
" Gimana Ton, apakah Mereka tau dimana Tyas berada? " Tanya Naka
" Mereka tidak tau dimana Nona Tyas berada Tuan, mungkin Nona sudah tidur." Jawab Seketaris Anton
" Nggak mungkin secepat itu ." Balas Naka
Naka mengangguk dan menyetujui saran dari Seketaris Anton barusan, Dia terlihat menghubungi Diah lewat panggilan telepon
Diah dan Yesi kompak menjawab mungkin Tyas sedang ada di kamarnya dan sedang tidak ingin diganggu, Diah juga menyarankan Naka agar pulang saja dan tunggu besok pagi untuk menemui Tyas guna menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
Akhirnya Naka pun setuju dan menuruti saran dari Diah juga Yesi itu, Dia mengajak Seketaris Anton untuk pulang dan kembali lagi kesini besok pagi.
Sementara itu didalam kereta yang membawa Tyas pulang kampung itu, terlihat Dia termenung dan menangis meratapi rentetan kejadian demi kejadian juga kenyataan yang ada mulai dari pengakuan Maritha adalah calon istri nya Naka juga kenyataan soal status Naka yang ternyata adalah seorang CEO perusahaan besar juga pengusaha muda yang sukses.
Semua itu membuat Tyas sakit hati juga kecewa, kenapa tidak dari awal saja Naka mengaku jujur tentang semua ini kenapa saat dirinya sudah merasakan nyaman berada disisi Naka juga sudah tumbuh rasa cinta dihatinya harus layu dengan kenyataan yang hari ini terbongkar.
Tyas terus saja menangis meratapi nasip asmara nya kenapa luka itu kembali terjadi lagi air matanya terus saja jatuh menetes membasahi pipinya hingga Dia pun tertidur di bangku kereta kelas bisnis itu.
__ADS_1
Kini Diah dan Yesi sudah sampai di ruko, Mereka segera masuk kedalam dan berjalan menuju kamar milik Tyas dan hendak memastikan keberadaan Tyas di dalam kamar.
Namun nyatanya Mereka tidak mendapati Tyas di dalam kamar tidur nya dan terlihat kamar itu masih rapi itu artinya Tyas belum menempatinya.
Ditengah tengah kebingungan Mereka mencari keberadaan Tyas malam itu, Dini karyawan yang tadi di minta untuk memberi tahu Mereka itu pun berjalan kearah Mereka
Dini menyampaikan pesan dari Tyas kepada Diah dan Yesi sesuai yang dikatakan Tyas barusan dan tak lupa Dini juga menyampaikan pesan Tyas agar Diah dan Yesi merahasiakan kepulangan kampungnya Tyas itu kepada Naka.
Diah dan Yesi sangat kaget mendengar perkataan Dini yang di beri pesan oleh Tyas itu, Mereka sangat khawatir dengan keselamatan Tyas dan Mereka pun terlihat beberapa kali menghubungi HP milik Tyas.
Namun nampak nya Mereka harus kecewa sebab sebab Mereka mendengar deringan HP milik Tyas dimeja nakas depan pintu kamar milik Tyas dan itu artinya Tyas lupa membawa HP nya.
Mereka sangat khawatir dengan Tyas, dan Mereka segera menghubungi Mbak Rina untuk memberi tahu tentang keberangkatan Tyas pulang kampung malam ini juga dan tak lupa Mereka juga berdoa memohon keselamatan juga kelancaran perjalan Tyas pulang kampung.
Waktu berlalu dengan cepat kereta yang ditumpangi Tyas kini telah sampai di stasiun tujuan yakni stasiun terdekat dengan kampung halaman Tyas.
Dia segera berjalan keluar stasiun dan segera menyetop mobil grab dan memintanya untuk diantar ke alamat rumah kedua orang tuanya itu.
Pagi itu Pak Samsul dan Bu Rukmi sedang asik menyeruput kopi di depan tunggu masak bermaksud untuk menghangatkan tubuh maklum cuaca di desa tempat tinggal Tyas yang notabene adalah pegunungan itu sangat lah dingin di pagi hari jadi sudah seperti kebiasan bagi Mereka tiap pagi untuk duduk di depan tunggu masak sembari menyeruput kopi.
Mobil grab yang disewa Tyas itu pun telah sampai di depan rumah kedua orang tuanya Tyas, Dia segera turun dari mobil dan sebelum turun tak lupa Dia membayar sejumlah uang ke Pak Sopir yang barusan mengantarnya san seperti biasa Tyas memberi lebih .
Tyas segera berjalan masuk kearea halaman rumah dan mengetuk pintu depan rumah
" Assalamu'alaikum Pak Buk." Sapa Tyas seraya mengetuk pintu rumah itu
Sementara itu Bapak dan Ibuk yang semula sedang asik mengobrol itupun terlihat menghentikan sementara obrolannya
" Pak kok seperti nya ada orang yang mengetuk pintu dan kayak suara Tyas ya yang ngucapin salam itu." Ucap Bu Rukmi seraya bangkit dari duduk nya itu
" Ayo coba Kita lihat Bu." Balas Pak Samsul
__ADS_1
Kemudian Beliau berdua pun berjalan menuju pintu depan dan segera membukanya memastikan apakah benar Tyas yang mengetuk pintu pagi itu.
Ternyata benar Tyas lah yang mengetuk pintu pagi itu Bapak dan Ibuk kaget bercampur senang saat melihat Tyas pulang terlebih Ibuk Beliau bahkan sampai menangis senang dengan ke pulang an Tyas pagi itu setelah sekian lama tidak pernah pulang sama sekali akhirnya pagi ini Dia pun pulang