Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Duka 2


__ADS_3

" Apakah almarhum sudah dimandi kan tadi Mas ? Tanya Bu Rukmi pada Pak sugeng


" Sudah Mbakyu ini tinggal mensholati ." Jawab Pak sugeng


Kemudian para pelayat laki laki itu mensholati jenazah Mbah Kakung dengan di pimpin oleh imam Masjid terdekat dan selesai mensholati jenazah imam pun bertanya apakah jenazah sudah boleh dimakamkan mengingat sekarang musim hujan takut nanti keburu hujan dan repot


Sebenarnya Pak sugeng ingin sekali menunda pemakaman itu dan berharap agar Ditya bisa melihat peti jenazah sang kakek untuk terahir kalinya tetapi Ditya sudah dihubungi puluhan kali tetap tidak aktif hpnya dan akhirnya pihak keluarga memilih untuk segera menguburkan Jenazah .


Jika dikampung halaman Kedua orang Tua Ditya trngah sibuk dengan acara pemakaman Mbah Kakung keadaan berbeda dengan di Yogyakarta tepat nya di rumah Budhe .


Sore itu Wati terlihat tengah memandangi cermin Dia baru saja selesai ganti baju kebaya dan memoles tipis make up di wajahnya meski hanya berdandan sederhana tetapi aura cantik Wati tetap terpancar kemudian Budhe menyusulnya dikanar dan mengajaknya keluar karena penghulu yang akan menikah kan Wati dan Adit sudah datang


Wati duduk di samping Adit menghadap ke penghulu dan di saksikan oleh 5 orang saksi termasuk Budhe dan berwalikan hakim Ijab Qabul nikah siri itu pun di laksanakan


Karena ini adalah kali kedua bagi Adit mengucap Ijab Qabul maka hanya dengan satu kali tarikan nafas sudah sah lah Wati menjadi istrinya meski sangat sederhana tapi penuh khidmat dan dengan mas kawin sebuah kalung dan alat sholat kini Wati telah resmi menjadi istri siri Adit .


Budhe mencium pipi Wati dan mengucapkan selamat atas pernikahannya itu Budhe juga berharap semoga ini adalah awal yang baik untuk hubungan nya dan Adit kedepannya Wati terlihat meneteskan air matanya dan memeluk Budhe sementara Adit terlihat sedikit gemetar tiba tiba pikirannya melayang tentang Tyas


Setelah acara Ijab Qabul yang sederhana itu usai juga acara makan pun usai Adit terlihat tengah berbincang bincang dengan Budhe diruang tv sambil menikmati teh panas yang barusan disajikan oleh Lek Jumi


Mereka mengobrol cukup santai hingga tak terasa waktu sudah sore Adit pun meminta ijin untuk masuk kamar dan hendak mandi karena badannya lengket semua akibat keringat sedang Wati sudah masuk kamar terlebih dahulu terlihat Dia sudah mandi dan ganti baju lalu duduk di depan cermin sembari menyisir rambutnya yang basah


Adit masuk kekamar dan menutup pintu rapat dan hendak ke kamar mandi untuk mandi

__ADS_1


" Kamu tadi bawa baju ganti nggak Mas ?" Tanya Wati


" Bawa dong ." Jawab Adit sambil berjalan kearah Wati


Adit membelai rambut Sang Istri siri itu dengan lembut sembari membisikinya sebuah kata pujian bahwa Dia cantik dan seketika wajah Wati memerah merona mendengar pujian dari Adit itu


Kemudian Wati yang sifat nya memang sesikita gresif itu pun memeluk erat tubuh Adit mencium wajah Sang Suami sembari berkata bahwa hari ini dirinya sangat bahagia karena sudah menikah dengan Adit meski hanya menikah siri dan sangat sederhana


Adit tersentuh hatinya mendengar perkataan Wati itu hingga Adit pun meraih wajah Wati dan mencium wajah nya berulang kali mulanya hanya ciuman biasa tetapi lambat laun ciuman itu turun kebibir Wati , Adit menggigit bibir Wati dengan lembut agar Wati membukanya dan ciuman itu semakin lama semakin memanas dan menuntut


Tangan Adit mulai aktif yang tadinya hanya memegang pinggang Wati kini mulai meraba raba tubuh Wati tangan itu mulai bergeriyal menyusuri lekuk tubuh Wati suasana semakin panas dan ditambah dengan hujan bercampur petir yang tiba tiba datang membuat gairah kedua sejoli itu semakin memanas


Adit swmakin berani tangannya membuka kancing baju Wati yang kebetulan sore itu Dia hanya memakai piama tidur dan mulai melepaskannya dari tubuh Wati hingga terpampang jelas sesuatu yang selama ini Adit belum pernah lihat dan mulai mencium nya meraba nya semula Wati merasa malu dan hendak menutupinya tetapi perlakuan lembut Adit membuatnya menurut saja


Adit paham akan hal itu lalu membopong Wati ke kasur dan membaringkannya aksinya pun lebih panas dan lebih berani Dia juga mulai melucuti pakaian dalam Wati dan mulai mengamati aset aset berharga milik Wati itu mulai dari atas dan pelan pelan turun kebawah mulai meraba meremas bagian atas belim puas Adit mulai mencium mengulum dan menggigit lembut aset Wati membuat Wati kelojotan geli bercampur nafsu dan Adit melanjutkan aksinya pelan pelan turun kebawah pusar perut dan mencium nya lalu mulai menjilatnya pelan pelan Wati merasa ada sensasi panas pada tubuhnya panas bercampur geli nikmat hingga tanpa di sadarinya mulutnya mendesah halus membuat Adit semakin semangat menjilat memainkan sesuatu yang indah di dalam tubuh Wati itu hingga Wati pun menjambak rambut Adit dan memintanya untuk memulai


Hujan semakin deres suasa sangat panas sepasang pengantin baru itu pun terbawa suasana dan semakin hanyut dalam pagutan nafsu asmara Adit naik ke atas tubuh Wati dan mulai menindihnya meminta Wati agar membuka kaki nya mulanya Wati sedikit takut dan geli saat jagung milik Adit mulai mendekat di bibir gua milik nya bayangannya melayang apakah akan sangat sakit nanti jika jagung itu berhasil masuk dan bayangan akan rasa takut itu sukses membuat wajah Wati yang semula penuh nafsu birahi menjadi pucat Adit paham akan hal itu dan meminta Wati untuk tetap tenang


" Tenang sayang Aku akan pelan pelan dan jika Kamu merasa sakit bagilah dengan Ku Kamu boleh mencakar atau pun menggigit Aku ." Bisik Adit dengan suara serak penuh nafsu di telinga Wati


Dan atas bujuk rayu manis Adit itu Wati pun mengangguk menurut Adit mencium dahi Wati dan turun mencium bibir Wati berusaha membangkitkan gairah Wati yang sedikit menurun dan alhasil kini nafsu Wati kembali naik Dia mulai meremas rambut Adit sementara Adit sibuk memainkan duan buah pimpong milik Wati dengan rakusnya mulai dari menggigit dan mengulumnya


Setelah dirasa puas dengan pemanasan nya Adit mulai dengan menu utamanya yaitu mendobrak masuk goa milik Wati itu dengan perlahan dan pasti satu kali dobrakan tidak berhasil karena goa itu masih sangat sempit karena Wati masih perawan dua kali dobrakan belum juga berhasil Wati hampir saja putus asa dan di dobrakan ketiga barulan Adit berhasil mendobraknya dalam dalam

__ADS_1


Wati menjerit kecil kesakitan terlihat Dia mencakar punggung Aditvdan menggigit lengannya hingga merah membekas dan air mata nya keluar menetes dipipi Adit juga merasakan hal yang sama sakitnya sang jagung terasa mau putus saja saat mendobrak masuk tadi Adit yang tau kala Wati tengah kesakitan itu pun menghentikan sementara aksinya dan membiarkan sang jagung tetap tertanam di goanya Dia membelai pipi Wati dan mengusap air matanya dan mulai mencium wajahnya juga biburnya berharap agar Wati melupakan rasa sakitnya Wati pelan pelan melepaskan cengkraman tangan nya dipundak Adit pun memulai lagi aksinya menaik turunkan pinggang nya mencoba mencampur rasa sakit dan nikmat hingga menjadi nikmat dunia yang melayangkan mereka


Mula mula Wati kesakitan tetapi lama lama menikmatinya hingga mereka saling mengejar memburu menuntut mereka berdua sudah sangat dikuasai oleh nafsu birahi hingga tak terasa mereka pun sudah dipuncak kenikmatan dengan sama sama mengeluarkan sesuatu yang indah


Selesai dengan ssmua itu Adit segera bangkit dari tubuh Wati dan mencium dahi sang istri seraya mengucap terima kasih lalu berbaring di samping Wati


Sementara di rumah keluarga Pak Sugeng terlihat sanak saudara masih berdatangan melayat Tyas yang merasa haus pun berjalan ke dapur hendak mengambil minum karena sejak tadi pagi Tyas belum makan atau pun minum dan prangggg gelas yang tengah di pegang Tyas tiba tiba jatuh dan pecah berkeping keping Bu Ratih yang sedang di kamar pun kaget dan segera menyusul Sang Mantu di dapur


" Kenapa Nduk ?" Tanya Bu Ratih


" Mboten Ma , Tadi Tyas haus terus mengambil minum eh gelas nya malah jatuh dan pikiran Tyas menjadi kurang enak Ma ." Jawab Tyas


" Mungkin Kamu kecapekan Nduk dan kangen Ditya ya ?" Kini giliran Bu Rukmi yang bertanya


Tyas hanya menggeleng dengan sedikit tersenyum


Kemudian Bu Ratih pun meminta Tyas agar istrirahat dulu di kamar dan Tyas.pun menuruti nya


Entah lah pikiran Tyas menjadi tak karuan melayang bertanya tanya dimana Ditya kenapa seharian ini tidak ada kabar darinya dan kenapa hpnya mati hingga Ditya tidak tau kalau Sang Kakek kesayangan nya telah tiada hingga tanpa Tyas sadari air matanya deras mengalir membasahi pipinya hingga membasahi bantalnya sungguh Dia tak kuasa menahan duka nya karena kehilangan Sang Kakek mertua dan ditambah Ditya yang seharian ini tidak mengabarinya


Rasa haus yang semula menjalar di tenggorokannya pun mendadak hilang berganti dengan rasa sesak akibat tangisannya


Mungkin hari ini adalah Duka untuk keluarga Pak Sugeng atas berpulang nya Mbah Kakung tetapi hari ini sesungguhnya adalah hari duka bagi Tyas yang tanpa sepengetahuannya Ditya telah menikahi sahabat karib nya yaitu Wati

__ADS_1


Hingga Tyas pun tertidur dan bermimpi bertemu dengan Wati Sang Sahabat itu tengah bahagia


__ADS_2