
" Kamu nggak papa kan Wat? " Tanya Nila seraya menepuk lembut pundak sahabatnya itu
Wati yang tengah asik melamun meratapi ucapan pedas Sang mertua itu pun tersontak kaget dan langsung menoleh kearah Nila yang tiba tiba saja sudah berdiri di samping nya.
" Iya Aku nggak papa kok Nil santai saja." Jawab Wati berbohong
" Kamu yang sabar ya Wat." Sahut Nila seraya menepuk pundak sahabatnya itu
Wati hanya bisa tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan sahabatnya barusan, sesungguhnya hatinya sangat lah sakit mendengar ucapan Sang Mama mertua nya itu namun apalah daya Dia tidak mampu menyangkal ucapan Beliau juga dari Ditya tidak ada sedikit pun kata kata pembelaan untuk dirinya yang memang benar benar kecapean hingga tertidur.
" Oya Wat, Aku mau keluar beli barang Kamu nitip beli sesuatu nggak? " Tanya Nila
" Kamu mau kemana dan beli apa sih memang nya dan juga apakah harus sekarang belinya nggak bisa di tunda besok lagipula ini sudah larut malam lo Nil bahaya tau." Sahut Wati dengan nada serius
" Nggak Aku mau ke supermarket sebrang jalan itu aja kok mau beli beberapa jenis sayur untuk sarapan besok pagi." Balas Nila dengan senyum manisnya
Mendengar ucapan Nila barusan itu Wati merasa kaget dan juga baru teringat kalau dirinya belum sempat beli stok sayuran untuk kebutuhan makan Mereka
"Astagaaa Nil Aku lupa beli sayur." Ucap Wati yang tersadar kalau stok sayur di dalam kulkas telah habis
" Hustttt jangan kenceng kenceng nanti mertuamu denger lagi, nggak papa biar Aku keluar sebentar untuk beli sayur sementara Kamu di rumah aja nemenin Mertuamu." Sahut Nila
" Tapi Nil." Kata Wati yang terlihat kurang enak hati kalau Nila pergi belanja malam itu
" Sudah nggak usah sungkan daripada besok nggak ada sayur toh supermarket nya juga dekat Aku berani kok berangkat sendiri dan Kamu sana temani Mertua juga suami mu ngobrol." Balas Nila tegas
Sebenarnya Wati nggak tega membiarkan Nila belanja sayur sendirian tapi karena Nila terus meyakinkannya kalau dirinya benar benar nggak papa pergi belanja sendirian maka Wati pun mengangguk setuju dan membiarkan Nila berangkat sendirian.
" Permisi Bu Ratih, Mas Ditya Aku pamit keluar dulu ya." Pamit Nila yang berjalan melewati Ditya dan Sang Mama yang tengah asik mengobrol di sofa depan TV itu
" Lo Kamu mau kemana Nil, kok malam malam begini? " Tanya Ditya heran
" Iya Kamu kemana? " Sahut Bu Ratih menimpali pertanyaan Ditya barusan
__ADS_1
" Itu Buk, Saya mau keluar sebentar ke supermarket." Jawab Nila
" Memangnya Kamu mau beli apa sih kok malam malam begini pergi, apa nggak bisa di tunda sampai besok saja bahaya lo di luar sana malam malam begini pergi sendirian pula." Sahut Bu Ratih
"Kenapa nggak minta di temani Wati saja, atau nggak Aku antar saja biar aman." Ucap Ditya yang terlihat khawatir itu
" Nggak usah Mas, Kamu dan temani Bu Ratih saja kasihan Beliau baru datang jadi Kalian temani Beliau ngobrol toh supermarket nya kan dekat dari sini." Balas Nila dengan senyum manis nya
" Iya Nil Aku temani ya." Kata Wati sembari meletakkan cangkir berisi kopi panas untuk Bu Ratih
" Nggak usah Wat, Aku temani Bu Ratih aja ya sudah Aku berangkat dulu keburu malam bye." Balas Nila sembari membuka pintu utama rumah itu
Nila pun berangkat ke supermarket untuk belanja aneka macam sayur mayur untuk menu besok, sementara Wati dan juga Ditya terlihat menemani Bu Ratih mengobrol santai di sofa depan TV.
Mereka bertiga mengobrol cukup santai dan hangat membahas banyak hal termasuk membahas tujuan Bu Ratih ke Jakarta karena kerinduan Beliau terhadap putra semata wayang nya itu hingga tiba waktunya saat Bu Ratih menanyai Wati tentang keberadaan Nila di rumah itu
Dan sebelum bertanya kepada Wati ,Bu Ratih yang juga terlihat khawatir dengan keselamatan Nila yang sedang pergi ke supermarket itu pun meminta Ditya agar menyusul nya sementara Wati di rumah menemani Bu Ratih.
" Iya Ma, silahkan." Balas Wati mempersilahkan Sang Mama mertua bertanya
" Ada hubungan darah apa antara Kamu dan Nila hingga Kamu mengajaknya tinggal di sini? " Tanya Bu Ratih
" Dia sahabat karibku Ma, Kami bersahabat sejak dulu saat Saya tinggal di Yogyakarta." Jawab Wati sopan
" Sahabat, kalau seorang sahabat kenapa Kamu mengajaknya tinggal bersama dengan Kalian? " Tanya Bu Ratih
Mendengar pertanyaan Sang Mama mertua itu Wati sedikit kaget bercampur bingung semabri berpikir apa maksud ucapan Bu Ratih barusan itu.
" Maaf Ma, apa maksud pertanyaan Mama barusan? " Tanya balik Wati kepada Sang Mama itu
" Maksud Ku sudah lah sangat jelas, kalau hanya sahabat kenapa Kamu malah mengajaknya tinggal di sini apalagi Dia itu wanita lajang." Jawab Bu Ratih tegas
" Wati mengajak Nila tinggal di sini juga atas persetujuan Mas Ditya juga Ma, Kami punya hutang budi kepada nya karena sewaktu Wati dirawat di rumah sakit Nila lah yang merawat Wati di rumah sakit Ma dan mengenai status lajang nya itu Saya rasa tidak masalah toh Dia itu sahabat baikku Ma nggak mungkin Dia akan macam macam dengan suami Ku." Balas Wati dengan nada kurang suka
__ADS_1
" Wati Mama hanya ingin mengingatkan Kamu karena Mama tidak mau kejadian buruk dimasa lalu itu terulang kembali yakni kejadian hancurnya rumah tangga Anakku dan Tyas." Sahut Bu Ratih
" Apa maksud Mama, kenapa Mama tiba tiba membahas kejadian masa lalu itu kembali? " Tanya Wati
" Aku hanya ingin mengingat kan Kamu kalau rumah tangga nya Ditya dan Tyas dulu hancur karena hadirnya sahabat di tengah tengah rumah tangganya Mereka dan Aku tidak mau kejadian serupa terulang kembali dengan kehadiran sahabat Mu itu tengah tengah rumah tangga Kalian." Jawab Bu Ratih
" Ma tolong jangan punya pikiran buruk kepada Nila Ma, Dia itu sahabat karibku juga tolong Mama jangan menyamakan kedudukan Ku dan Nila dimana Aku sudah menjalin hubungan asmara dengan Mas Ditya jauh sebelum Mas Ditya di jodohkan dengan Tyas sementara Nila beda Ma Dia itu sahabat ku yang notabene Dia nggak kenal dengan Mas Ditya , Ma tolong jangan berpikir aneh aneh." Sahut Wati
Bu Ratih nampak menatap Wati dengan tatapan yang sulit diartikan dan seperti masih menyimpan sedikit benci di hati atas hancurnya rumah tangga antara Ditya dan Tyas dulu.
" Baik lah Aku tidak akan berbicara banyak lagi dengan Kamu mengenai Nila yang jelas Aku sudah mengingatkan Kamu mengenai hal ini dan nanti jika hal buruk itu terjadi Kamu jangan nangis." Ucap Bu Ratih sinis
" Ma please tolong jangan berlebihan menuduh Nila macam macam dan juga Wati mohon doa dari Mama dan Papa agar rumah tangga Kami langgeng selamanya." Kata Wati memohon agar Sang Mama mertua tidak marah marah lagi
Bu Ratih pun memilih diam tanpa menjawab kata kata Wati barusan, hingga tak berselang lama Ditya kembali dengan diikuti Nila dan terlihat Mereka berdua menteng kantong plastik berisi aneka macam sayur mayur, buah buahan dan juga sedikit daging itu.
" Kalian sudah pulang? " Tanya Wati
" Jadi Kamu tadi belanja sayur Nil, kok aneh malah Kamu yang belanja bukan nya Si Wati yang belanja dan untung nya tadi Ditya nyusulin Kamu kalau nggak pasti Kamu kerepotan bawa banyak belanjaan begitu." Kata Bu Ratih panjang lebar
" Nggak papa Bu Ratih, memang tadi Saya yang meminta Wati agar menemani Anda di rumah kasian Bu Ratih jarang ke sini pasti kangen ngobrol dengan Wati maupun Mas Ditya lagipula ini nggak banyak kok Bu." Sahut Nila
" Tapi belanja itu tugas nya istri tuan rumah bukan tugas nya tamu yang menginap." Balas Bu Ratih
" Ma." Kata Ditya mencoba meminta agar Sang Mama diam itu
" Ya sudah Bu, Saya pamit dulu mau merapikan belanjaan ini di dapur." Sahut Nila seraya berjalan menuju dapur
mereka bertiga pun mengangguk, sementara Nila langsung berjalan menuju dapur untuk merapikan barang belanjaan nya barusan dengan cekatan, sementara Bu Ratih diam Dia mengamati berapa cekatan nya Nila merapikan belanjaan nya di dapur itu dan tanpa di sengaja Beliau melihat saat Ditya tengah mengamati ke cekatan nya tangan tangan Nila memisah kisah aneka sayur dan buah buahan lalu menyimpannya di dalam kulkas itu
Selesai merapikan belanjaan nya di dapur itu, Nila segera mencuci tangannya lalu pamit untuk masuk kamar istirahat karena besok Dia harus bangun pagi lalu pergi kerja.
Dan Mereka bertiga pun melakukan hal yang sama yakni membuyarkan diri lalu masuk kamar untuk istirahat karena hari sudah lah malam.
__ADS_1