Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Jangan menoleh kearah masalalu yang kelam


__ADS_3

" Lo Mas Kita mau kemana kok kayaknya ini bukan jalan menuju kerumah Eyang Putri? " Tanya Tyas sedikit bingung.


" Kan tadi pagi Aku sudah ngomong kalau malam ini Kita nginep di apartemen sayang, em Kamu lupa ya." Jawab Naka seraya mencubit pipi Tyas


" O iya Aku lupa, maaf ya Mas." Sahut Tyas


" It's ok asal Kamu nggak lupa janji Mu kemarin malam aja." Balas Naka dengan senyum nakalnya itu.


" Berhubung suasana hatiku hari ini senang jadi Aku nggak lupa dengan janjiku kemarin malam." Ucap Tyas dengan wajah sumringah nya.


" Memang nya ada apa sayang kok kelihatannya Kamu ceria sekali? " Tanya Naka penasaran.


" ya karena hari ini Aku bisa melepas kangen dengan teman teman juga pekerja di ruko Mas, Aku melihat perkembangan penjualan menu sarapan juga orderan cake yang semakin naik dan yang ada kejutan dari kepala koki bagian Cake and Pastry kalau Mereka menemukan resep baru Cake talas hitam gitu Mas yang rasanya menurutku sangat perfect dan setuju untuk memproduksi nya. " Jawab Tyas menjelaskan panjang lebar pada Naka


Naka yang mendengarkan penjelasan dari Tyas barusan itu pun tersenyum sembari mengangguk.


" Menurut Mu gimana Mas Kamu setuju kan ? " Tanya Tyas yang penasaran dengan tanggapan dari Naka itu


" Aku sih setuju saja sayang apapun itu asalkan membuatMu bahagia pasti Aku akan mendukung nya tapi ingat Kamu jangan terlalu memforsir tenagaMu dengan segudang kesibukan di ruko Aku nggak mau Kamu kecapekan sayang." Jawab Naka dengan senyum manis nya itu.


" Iya Mas Terima aksih banyak atas dukungannya dan Aku akan selalu ingat pesan pesan Mu." Sahut Tyas seraya memeluk lengan suami tercintanya itu


" Sama sama sayang Kita ini sekarang sudah jadi suami istri sudah sepatutnya saling mendukung selama itu baik dan positif ." Ujar Naka seraya mencium puncak kepala nya Tyas itu


Mendengar ucapan Naka barusan itu sukses membuat hati Tyas tercubit sakit ingatan ya memutar kembali pada kenangan nya dulu sewaktu menjalani rumah tangga singkat bersama Ditya.


Kenangan itu masih sangat segar terpatri dalam benaknya dimana dulu Ditya tidak pernah sekalipun memperhatikan dirinya juga perasaan nya mendukung setiap usahanya dan masih banyak lagi kenangan buruknya bersama Ditya dulu.


Dan kini keadaan seakan berbanding tajam dimana dirinya kini merasa sangat diperhatikan di dukung di sayangi oleh Naka suami nya yang sekarang dan Tyas sangat mensyukuri atas karunia yang telah dianugerah kan padanya itu.


Hingga tanpa disadari olehnya air matanya jatuh menetes membasahi lengan baju suaminya itu, Naka kaget dan segera menyadari kalau Tyas tengah menagis dan Dia pun buru buru memarkirkan mobilnya di bahu jalan.

__ADS_1


" Loh kenapa sayang kok Kamu menangis? " Tanya Naka seraya memegang kedua pipi Tyas itu


Mendengar pertanyaan dari Suaminya itu Tyas pun tidak menjawabnya dengan sepatah katapun dan langsung memeluk erat tubuh suami tercinta nya itu


Naka pun semakin bingung dengan sikap istrinya itu dan semakin penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Tyas hingga membuatnya menangis juga bukankah barusan Dia bilang kalau hari ini suasana hatinya tengah berbahagia la ini kenyataan kok malah menangis.


" Cup cup cup sayang kenapa ada apa dengan Mu hey tolong katakan jangan buat Aku semakin bingung begini? " Tanya Naka yang kebingungan


Tyas pun segera menghentikan tangisannya itu dan mengusap air matanya juga melerai pelukan nya pada tubuh kekarnya Naka itu.


" Nggak ada apa apa kok Mas, Aku hanya terharu dengan takdir yang telah Allah tuliskan untukku." Jawab Tyas seraya mengusap air matanya itu


" Takdir apa sih sayang maksud Mu kok Aku tambah bingung? " Tanya Naka yang semakin penasaran


" Ya takdir hidup ku Mas, dulu Aku lemah gagal dalam berumah tangga dengan segala kekurangan yang ada dan kini Aku memulai rumah tangga yang baru dengan Mu dengan harapan baru bisa bahagia menua bersama hingga nanti dan juga Aku bersyukur bisa memiliki suami sebaik sepengertian dan sehebat Kamu Mas." Jawab Tyas seraya kembali memeluk tubuh Naka itu


" Sudah sudah Kamu jangan menoleh ke belakang buang jauh jauh bayangan masalalu mu yang kelam itu sangat sekarang tataplah masa depan indah Mu bersama Ku sayang." Sahut Naka seraya membelai lembut rambutnya Tyas


" Terima kasih banyak ya Mas atas cinta dan kasih sayang Mu pada Ku selama ini dan semoga Kamu tidak akan berubah." Ujar Tyas


" Kita lanjutin perjalan pulang ya, Aku sudah capek ni pengen cepetan istirahat." Kata Naka berbohong


Tyas pun mengangguk tanda setuju dan Naka pun segera melajukan mobilnya kejalan arah pulang ke apartemen pribadi miliknya yang kebetulan sudah dekat.


Dan benar saja kurang dari sepuluh menit berlalu Merek telah sampai di tempat parkir mobil khusud penghuni apartemen mewah itu.


Naka segera memarkirkan mobilnya dan langsung membuka pintu mobil untuk Tyas lalu mengajaknya naik lift menuju unit apartemen milinya yang ternyata terletak dibagian paling atas gedung apartemen mewah itu.


" Ayo sayang Kita Masuk." Kata Naka mengajak Tyas masuk sesaat setelah Mereka telah sampai di depan pintu apartemen milik Naka itu


Tyas pun mengangguk dan langsung menurut masuk kedalam apartemen mewah yang nantinya akan menjadi tempat tinggalnya bersama Naka itu.

__ADS_1


Dan berapa kaget juga kagum nya dirinya saat tau suasana dalam ruangan apartemen milik Naka itu yang tak kalah mewahnya dengan kediaman pribadinya Eyang Putri.


Apartemen itu sangat mewah dan elegant di dominasi warna kuning gading dan warna putih kedua warna itu warna favorit nya Naka, interior nya sangat klasik elegant tidak ngorat dan tertata rapi juga bersih


Naka mengajak Tyas masuk kedalam kamar pribadi Mereka yang ukurannya juga lumayan besar meskipun masih kalah besar dengan kamar tidur yang ada di rumahnya Eyang Putri


Kebetulan gedung apartemen mewah itu sahamnya mayoritas milik Bagaskara Grub dan Naka memilih untuk tinggal di unit paling atas apartemen tersebut agar Dia bisa leluansa melihat keindahan kota dari segala penjuru gedung apartemen itu.


" Gimana sayang Kamu suka nggak? " Tanya Naka sembari memeluk erat tubuh Tyas yang tengah asik melihat keindahan kota Jakarta di sore hari itu dari dalam ruang kamar Mereka


" Iya Mas Aku suka banget." Balas Tyas dengan senyuman manisnya itu


" Sayang ." Panggil Naka dengan suara beratnya sembari meraba raba tubuh bagian depannya Tyas itu


" Kenapa Mas? " Tanya Tyas dengan sedikit berusaha menyingkirkan kenakalan tangannya Naka itu


" Gimana hutangnya dibayar kapan ni? " Tanay Naka yang mencoba menagih hutan Tyas itu


Tyas yang paham dengan maksud ucapan suami mesum nya itu pun segera mencari alasan untuk menghindari sejenak dan Dia pun menemukan sebuah ide cemerlang untuk menunda membayar hutang pada Naka yakni dengan alasan berpamitan mandi


" Mas Aku mandi dulu ya, selesai mandi baru Kita bahas soal hutang itu ok? " Kata Tyas seraya berusaha melepaskan pelukan Naka itu


Dan sialnya Naka paham kalau itu hanya alasan Tuas untuk menunda membayarnya, hingga Dia pun memutar otak untuk bisa segera menagih hutang Tyas itu hingga akhirnya Dia menemukan ide gila yakni dengan cara menyusul Tyas mandi


" Iya sayang Kamu mandi dulu yang bersih dan wangi ya kalau perlu Kamu berendam ya." Balas Naka dengan senyum misterius nya


Tyas pun tersenyum mengangguk tanpa rasa curiga dan langsung masuk kedalam kamar mandi juga menguncinya rapat rapat takut kalau Naka menyusul dan Dia pun segera membuka bajunya satu persatu lalu berniat merendam tubuh polosnya di dalam bathup yang berisi air hangat itu.


Namun nampaknya keberuntungan belum berpihak pada diri Tyas belum juga genap sepuluh menit dirinya berendam pintu kamar mandi itu sudah terbuka dan terlihat Naka sudah berjalan masuk seraya melemparkan sembarangan baju kimono mandinya lalu menghampiri Tyas yang tengah berendam di dalam bathup itu.


Tyas kaget bukan kepalang bagaimana bisa Naka masuk kedalam kamar mandi itu padahal pintunya Ia kunci rapat rapat tapi kok Naka bisa masuk mungkin kah Naka menggunakan kunci cadangan satunya guman Tyas dalam hati

__ADS_1


Naka yang terbakar gairah itu pun semakin menjadi jadi manakala melihat tubuh polosnya Tyas yang tengah berendam air hangat itu, Dia pun segera menghampiri istri nya itu dan memaksanya untuk membayar hutang nya dengan olah raga panas di dalam bathup itu.


Mereka melakukannya cukup lama dengan berbagai gaya hingga akhirnya masing masing dari Mereka telah menggapai pundak kenikmatan dengan saling melepaskan dan Mereka pun segera menuntaskan acara mandi nya dan langsung kembali ke kasur untuk istirahat sebelum keluar untuk mencari makan malam


__ADS_2