Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Yang terlupa 2


__ADS_3

"Dek apakah Kamu sudah tidur ,Aku ingin bicara boleh ?" Tanya Ditya semabri mengetuk pintu kamar Tyas


Di dalam kamar Tyas hanya berbaring di kasurnya dan enggan menjawab panggilan Ditya tersebut hatinya masih sangat sakit dengan sikap Ditya yang menurutnya mulai berubah tidak lembut seperti dulu


" Dek , Aku tau Kamu belum tidur tolong buka pintunya kita ngobrol ya ." Kata Ditya dengan nada sedikit keras agar Tyas mau mendengar kan kata katanya untuk membuka pintu dan keluar kamar


Tetapi semua itu nihil hasilnya Tyas tetap di dalam kamar tanpa sepatah katapun menyahuti kata kata Ditya itu


Ditya putus asa tak lagi mengetuk pintu kamar Tyas , Dia beranjak ke dapur berniat mengambil minum dan saat sampai di dapur Ditya mendapati kue tart ulang tahun yang teronggok di ember makanan sisa untuk pakan ternak ya benar apartemen tempat tinggal mereka mewajibkan untuk memisah misah sampah menurut jenisnya dan khusus untuk sisa makanan sudah disiapkan wadah untuk menampung nya nanti akan ada petugas yang mengambilnya untuk diberikan pada hewan ternak


Ditya duduk sambil mengamati kue tersebut berpikir sejenak kok tumben Tyas membeli kue tart ada acara apakah gerangan lalu Ditya pun bangkit dan segera mengambil minuman dingin di kulkas dan beranjak duduk di sofa depan tv .


sementara di Yogyakarta Wati terlihat tengah berbincang bincang dengan Budhe membahas persiapan pernikahannya dengan Adit dua minggu lagi .


" Budhe kirq kira Aku harus mengabari Tyas nggak ya pernikahan kami ini ?" Tanya Wati


" Kalau Budhe rasa jangan dulu Nduk ini sesuai dengan permintaan Adit tadi lagian kalian masih nikah siri nanti saja kalau sudah sah secara hukum barulah Kamu kabari Dia ." Jawab Budhe sembari membelai rambut Wati


Wati mengangguk paham meski dalam hati ingin sekali rasanya membagi kabar bahagia nya pada Tyas tetapi Wati lebih memilih menurut kata kata Budhe barusan .


Sementara di rumah Wiland terlihat Sang Mama Nyonya Dewi tengah memasuki kamar tidur Wiland


"Wiland Kamu mau sampai kapan membujang begitu coba ingat usia mu sudah berapa coba ?"Tanya Bu Dewi


" Mah Wiland masih pengen menikmati masa muda Wiland ." Jawab Wiland


" Masa muda katamu hei lihat itu keponakan mama seusiamu sudah pada punya anak Wiland ,Mama ingin segera menimang cucu juga biar bisa pamer waktu reuni keluarga ." Cerocos Bu Dewi


Wiland adalah anak tunggal Bu Dewi dan almarhum suaminya Pak Prapto sejak kecil Wiland sudah di tinggal Sang Papa meninggal karena kecelakaan dan dibesarkan sendiri oleh Bu Dewi maka tak heran kalau Bu Dewi sangat menyayangi Wiland begitu pula sebaliknya .


" Iya iya ma Wiland akan segera mencarikan calon mantu untuk Mama ." Sahut Wiland sembari berjalan menuju keruang keluarga


Wiland hanya tinggal bersama Sang Mama dan juga Mbok Yah pengasuh Wiland sedari kecil dan Pak men sopir nya Bu dewi .


" Janji ya , Kalau sampai reuni akhir tahun ini Kamu belum juga dapat calon mantu untuk Mama lihat saja Mama akan carikan jodoh untuk mu Wiland ." Kata Bu Dewi sembari berjalan mengikuti Wiland duduk di sofa ruang keluarga .


" Ini Silahkan di minum dulu Mas Wiland Bu Dewi teh panas nya ." Kata Mbok yah .


" Terima kasih Mbok , O ya bilangin ini si Wiland suruh cepat nikah Mbok biar kita bisa gendong cucu ." Kata Bu Dewi .


" Iya lo Mas Wiland cepat nikah dong kan secara umur sudah cukup matang secara ekonomi juga sudah mapan tunggu apa lagi ?" Bujuk Mbok Yah


"Lah Si Mbok kok malah ngikut Mama nyuruh nyuruh Wiland cepat nikah sih ." Sahut Wiland .


" Mumpung Si Mbok masih kuat gendong anaknya Mas Wiland ."Balas Mbok Yah .


" Iya iya Aku akan menuruti perkataan kalian untuk segera menikah ." Timpa Wiland dengan muka sedikit cemberut kesal


Bu Dewidan Mbok Yah pun tersenyum mendengar jawaban Wiland .


Kembali ke apartemrn tempat Tyas dan Ditya tinggal

__ADS_1


Pagi itu sepetti biasa Tyas bangun lebih awal dari biasanya Dia ingin menyelesaikan tugas hariannya lebih awal dan segera berangkat kerja lebih awal berharap agar tidak ketemu dengan Ditya jujur saja Tyas masih sakit hati dengan Ditya yang pergi tanpa mengabari nya terlebih dahulu apalagi mengingat kemarin adalah hari ulang tahun nya dan Ditya melupakan hal itu


Tyas segera memasak sarapan pagi untuk Ditya dan setelah urusan dapur selesai segera Dia beranjak masuk ke kamar untuk mandi dan ganti baju lalu siap siap berangkat kerja .


Sementara di kamar Ditya terlihat masih berbaring dikasurnya meski belum seratus persen bangun tetapi Ditya ingat kalau dirinya hari ini ingin meminta maaf pada Tyas segera Ditya beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muda mandi dan ganyi baju untuk kekantor


Tyas keluar kamar dengan tergesa gesa berharap tidak ketemu Ditya dan harapannya pun terwujud sampai Tyas keluar apartemen Ditya belum juga keluar kamar Tyas merasa lega kemudian berjalan pelan menuju supermarket tempat nya bekerja .


Sementara itu Ditya keluar kamar dengan menenteng tas kerja nya dan segera berjalan menuju dapur mendapati sarapan untuk nya sudah tertata rapi diatas meja makan tetapi aneh nya Dia tidak mendapati Tyas seperti biasanya yakni duduk di kursi meja makan


Ditya berjalan menuju ruang belakang berpikir mungkin Tyas sedang menjemur baju tetapi hasilnya nihil Tyas tidak ada di sana lalu berusaha mengetuk pintu kamar Tyas ,Ditya mengetuk pintu berulang kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam dan Ditya memberanikan diri membuka pintu kamar Tyas ternyata kosong Tyas tidak ada dikamar


Ditya bingung kemana Tyas sepagi ini , Dia berusaha menelpon Tyas tetapi Tyas tidak mengangkat panggilan telepon darinya segera Ditya keluar apartemen dan bertanya pada penjaga pintu masuk apartemen apakah melihat Tyas keluar apartemen dan petugas penjaga pun menjawab Ya benar Tyas sudah keluar apartemen pagi tadi menuju tempat kerjanya


Aneh ada apa dengan Tyas guman Ditya dalam hati segera Ditya kembali ke apartemen untuk sarapan dengan menu yang sudah Tyas masak tadi sebelum berangkat dan selesai sarapan Ditya segera mencuci piring dan peralatan yang baru saja di gunakannya dan membereskan meja makan tersebut lalu berangkat ke kantor .


Di sepanjang perjalanan Ditya berusaha menghubungi Tyas tetapi hasilnya nihil Ditya bingung ada apa dengan Tyas mungkinkah Tyas sangat marah karena kemarin Dia lupa memberitahu untuk tidak menunggunya makan maoam bersama dan ini semua gara gara Wati batin Ditya.


Sesampainya di kantor tempat nya bekerja Ditya segera memulai kerjaannya yang akhir akhir ini menumpuk akibat dari ulah nya sendiri yang sering mengajukan cuti hingga siang dan waktu istirahat pun tiba Ditya segera menutup laptop nya dan turun kelantai bawah untuk makan dan istirahat


Jika biasanya hampir tiap jam dirinya dan Tyas saling mengirim pesan hari ini ada yang beda Dia seperti biasa mengirim i Tyas pesan tetapi hanya centang satu tanda pesan belum di terima oleh Tyas dan Ditya berusaha menghubungi Tyas hasilnya pun nihil kelihatannya Tyas mematikan hpnya dan saat hp miliknya bergetar tanda ada panggilan masuk Ditya sumringah Dia mengira bahwa Tyas yang menghubungi nya kembali ternyata bukan


" Halo sayang sudah makan belum ?" Tanya Wati saat Ditya mengangkat telepon dari nya itu


Muka Ditya berubah yang semula sumringah karena mengira Tyas lah yang menghubunginya menjadi sedikit masam dan lesu


" Sudah ada apa Kamu menghubungi ku ?" Tanya balik Adit


" Oh maaf kalau kamu tersinggung Aku lagi capek aja banyak kerjaan hehehe ." Sahut Adit


" Kirain kenapa , O ya Mas ini Aku mau tanya sabtu ini Kamu bisa kan ke sini temani Aku beli baju untuk nikahan kita ?" Tanya Wati penuh harap


Dan seketika muka Adit menjadi merah mungkin menahan marah atau panik dan mood nya yang buruk karena Tyas mendiam kan nya sejak pagi pun bertambah parah mendengar permintaan Wati barusan itu


" Kamu kan bisa pergi sendiri Dek atau nggak kamu minta di temani Budhe aja ." Jawab Adit sedikit ketus


" Lah kok gitu sih Mas ?"Tanya Wati keheranan .


" Maaf Dek sabtu ini Aku harus lembur pekerjaan ku sedang menumpuk ." Jawab Adit


Setelah itu Adit pun ijin mengahiri panggilan telepon dari Wati karena dirinya melihat pesan yang Dia kirim ke Tyas sudah centang dua tandanya Tyas sudah mengaktifkan hpnya dan segera saja Ditya menelpon Tyas dan berharap Tyas mau mengangkatnya


Panggilan pertama hingga ketiga kalinya Tyas tidak mengangkat nya dan selang lima menit kemudia Dia mengirim pesan ke Ditya


Yang bertuliskan kata " Maaf Mas Aku sedang sibuk " Meski tulisannya singkat tetapi mampu membuat hati Ditya sakit dan semakin bertanya tanya ada apa sebenarnya kenapa Tyas marah padanya .


Hingga jam kerja pun usai dan waktunya pulang Ditya segera melajukan mobilnya ke supermarket tempat Tyas kerja bermaksud menjemputnya dan ternyata Tyas sudah pulang ya Dia hari ini pulang sedikit lebih awal dan memilih jalan kaki tanpa menunggu Ditya menjemputnya


Saat sedang memarkirkan mobil nya hendak menjemput Tyas itu Ditya bertemu dengan Wiland dan mereka pun mengobrol singkat


" Kamu punya waktu luang nggak Bro Aku mau cerita sedikit ni ?" Tanya Ditya pada Sang Sahabat yaitu Wiland

__ADS_1


" Ayo mau ngobrol dimana Aku juga mau cerita ni ." Jawab Wiland


Setelah itu mereka memutuskan ngobrol di cofee shop samping supermarket


" Ada masalah apa sih Bro kok kamu kelihatannya kurang mood gitu ?" Tanya Wiland sembari menyesap kopi panas yang barusan mereka pesan


" Masalah Gue rumit Bro tolong kasih saran dong ." Jawab Ditya


Ditya dan Wiland adalah sepasang sahabat karib dari semenjak Sma berlanjut hingga sekarang setiap ada masalah baik Ditya maupun Wiland akan selalu mencurhatkan satu sama lainnya ya seperti sekarang ini


" Loe itu ada masalah apa sih cepetan ngomong siapa tau ada saran dari Gue ." Kata Wiland meminta agar Ditya segera bercerita


"Gini Bro ,Budhe nya si Wati itu sakit keras dan Dokter memberitahu Gue kemungkinan umurnya tidak akan lama lagi ." Kata Ditya memulai curhatnya


Wiland terlihat mengernyitkan dahi nya


" Terus ." Kata Wiland


" Beliau minta Gue untuk nikahin Wati secara siri dulu karena Loe juga tau kan Ortu Gue nggak ngerestuin hubungan Kami ." Jawab Ditya


" Terus Loe mau nikahin si Wati gitu ?" Tanya Wiland


" Gue bingung Bro karena Gue udah di jodohin sama Ortu Gue dengan Wanita pilihan Mereka dan satu sisi Gue nggak tega menolak permintaan Budhe itu karena seperti yang Loe tau Gue cinta sama si Wati ." Jawab Ditya yang sebenarnya ingin sekali jujur bahwa Tyas adalah istrinya tetapi Ditya enggan mengakui nya itu


Wiland terlihat menghela nafas nya lalu mulai memberi saran


" Kalau menurut Gue sih Restu Orang Tua itu nomer satu Bro karena Restu mereka itu juga Restu Yang maha Kuasa Bro , Loe cinta sama si Wati dan Loe nggak tega menolak permintaan Budhe nya itu tapi apakah Loe tega ngebuat Ortu Loe kecewa udah saran Gue itu aja coba Loe tanyakan pada hati Loe sendiri tega nggak Loe ngelihat wajah kecewa pada Ortu Loe ."Kata Wiland dengan wajah serius


" Ya sebenarnya Gue nggak mau ngelihat wajah kecewa Ortu Gue Bro tapi Gie bingung harus gimana satu sisi Gue udah janji ke Budhe bahwa Gue akan nikahin Wati dua minggu lagi ." Sahut Adit ddngan Wajah lesu


" Loe itu bodoh atau gimana sih Bro memutuskan ha besar gitu hanya karena prediksi dari Dokter saja Loe jadi nggak tega emang umur manusia ada yang bisa nentuin kalau menurut Gue ni Loe harus ngomong jujur ke mereka bahwa Loe udah di jodohin gitu ."Saran Wiland


Terlihat Ditya berpikir dan membenarkan kata kata Wiland barusan yang sedikit menyadarkannya bahwa Dia harus jujur kepada Budhe dan Wati


" Yang kedua Gue ada masalah Bro sama Tyas ." Kata Ditya


" Emang ada masalah apa kalian ." Sahut Wiland menoleh kearah Ditya


" Gue nggak tau Bro kesalahan apa yang Gue perbuat yang jelas si Tyas mulai tadi malam hingga hari ini Dia mendiamkan Gue kan terkesan menjauh dari Gue ." Curhat Ditya


" Sebenarnya Kalian ini murni kakak beradik kan Bro ?" Tanya Wiland


Ditya mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Wiland barusan


" Gue tau Bro mungkin gara gara kemarin Loe ke Yogyakarta tanpa ngomong ke Dia kali ."Kata Wiland


"Tapi biasa nya Dia nggak semarah ini Bro ." Sahut Ditya


Kemudian Wiland bercerita jika kemarin Tyas menunggu nya lama dan akhirnya pulang dengan membawa belanjaan banyak sekali juga menenteng sebuah kotak yang berisi kue tart ulang tahun Wiland juga memberitahu Ditya bahwa kemarin Tyas berulang tahun dan Dia berencana memasak yang spesial untuk makan malam dan ternyata Ditya malah ke Yogyakarta tanpa memberitahu Tyas terlebih dahulu


Seketika wajah Ditya mendadak pucat bagaimana bisa Dia lupa tanggal ukang tahun Tyas

__ADS_1


__ADS_2