
" La kok Kamu malah bengong sih Wat, ayo hubungi suamimu Dia harus tau kalau Kamu sedang hamil." Kata Nila yang melihat sahabatnya tengah melamun itu
Akhirnya Wati setuju dengan ucapan Nila yang memintanya untuk menghubungi Ditya yang kebetulan sedang keluar bersama Mama nya itu.
Satu panggilan tidak terjawab begitupun dengan panggilan kedua juga panggilan ketiga dan dipanggilan ke empat barulah diangkat oleh Ditya.
Ditya yang tengah melakukan percakapan via telepon dengan Wati itu terlihat sangat terkejut dengan penuturan Wati barusan, sungguh Dia hampir tidak bisa mempercayai kalau istrinya itu kini hamil kembali.
" Ada apa Dit, kok kayaknya serius sekali? " Tanya Bu Ratih saat melihat Ditya tengah menutup panggilan telepon itu.
Ditya yang tengah berdiri di samping nya Bu Ratih juga Naka dan Tyas itu pun langsung menoleh kearah Mereka semua.
" Ma, ayo Kita susul Wati di rumah sakit ." Jawab Ditya singkat
Baik Bu Ratih, Tyas dan juga Naka terkejut dengan jawaban Ditya barusan terlebih Bu Ratih Beliau sungguh terkejut dengan kabar yang barusan di sampaikan Ditya itu.
" Apaa, memang nya Dia kenapa kok sampai di rumah sakit segala bukannya tadi Dia jalan jalan bersama sahabatnya itu? " Tanya Bu Ratih penasaran
" Barusan Wati ngasih tau Ditya Ma, kalau Dia dan Nila baru kembali dari jalan jalan terus tiba tiba perutnya sakit dan Nila berinisiatif membawanya ke rumah sakit. " Jawab Ditya panjang lebar
" Kalau begitu Anda berdua harus menyusul Nyonya Wati ke rumah sakit Tuan Ditya." Sahut Naka
" Kamu saja Dit yang nyusul istrimu ke rumah sakit Mama masih mau ngobrol dulu bersama Tyas." Ujar Bu Ratih yang nampak keberatan berpisah dengan Tyas itu
" Ma please jangan bilang begitu dong, Kita harus segera kerumah sakit nyusul Wati kasian Dia Ma badan nya lemah dan juga hasil pemeriksaan Dokter memberitahu kalau Dia sedang hamil Ma kasian kan." Balas Ditya setengah memohon
Bu Ratih dan yang lainnya itu pun terkejut dengan kata Ditya barusan yang mengatakan kalau Wati tengah hamil muda dan sekarang tengah di rawat di rumah sakit itu.
" Apaa, bukankah Dia sudah tidak punya rahim kan waktu itu Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan rahim kok sekarang hamil jangan jangan ini sandiwara nya saja agar Kita iba padanya? " Tanya Bu Ratih
__ADS_1
" Memang benar waktu itu Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan rahim milik Wati Ma, tapi Dokter juga memberikan opsi pilihan lain yakni menjalani pengobatan yang cukup lama dan Kami memilih opsi kedua itu yakni pengobatan ya meskipun lama dan juga memakan biaya yang tidak sedikit." Jawab Ditya mencoba menjelaskan keadaan rahimnya Wati
" Sudahlah sekarang bukan waktu yang tepat untuk berdebat, sekarang Wati tengah dirawat dirumah sakit dalam keadaan hamil muda pula Dia butuh dukungan Mama dan Mas Ditya tentunya jadi tolong jangan berdebat lagi toh yang tengah dikandung Wati itukan darah daging nya Mas Ditya yang tak lain kan cucu nya Mama." Sahut Tyas
" Ya apa yang barusan diucapkan istri Saya itu benar Bu Ratih juga Tuan Ditya saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling berdebat dan yang paling benar itu Anda berdua segera ke rumah sakit saja." Ucap Naka tegas
Ditya dan Bu Ratih pun mengangguk dan segera berpamitan untuk pergi menyusul Wati di rumah sakit, sementara Tyas dan Naka tidak ikut menyusul ke rumah sakit sebab masih ada urusan yang belum selesai.
" Sayang Kita kesana yuk." Kata Naka sembari menunjuk kearah stand penjual tas mewah import itu.
" Ngapain? " Tanya Tyas seraya menoleh kearah yang di tunjuk oleh Naka itu
" Sudah ah ayo ikut." Jawab Naka seraya menggandeng tangan Sang Istri
Kemudian Mereka berdua pun berjalan menuju kearah toko penjual tas mewah tersebut dan langsung disambut oleh manager toko tersebut
Naka meminta ke salah satu pegawai toko tas ternama itu untuk memulihkan sebuah tas mewah untuk istri tercintanya itu dan dengan senang hati pegawai tersebut segera mengambilkannya mengingat Naka adalah salah satu pemegang saham di mall tersebut.
Setelah menemukan tas yang menurutnya sangat cocok untuk sang istri, Naka segera beranjak ke kasir untuk melakukan pembayaran atas barang yang barusan di belinya itu.
" Sayang ayo Kita pulang." Kata Naka mengajak Tyas untuk pulang
" Ayo, oya itu apa sih Mas sini biar Aku yang bawain? " Tanya Tyas penasaran dengan isi dalam paper bag yang tengah ditenteng oleh Naka itu
" Nggak usah sayang lagipula ini nggak berat kok." Jawab Naka
Kemudian Mereka berjalan menuju mobil pribadinya Naka yang tengah terparkir di depan mall tersebut dan langsung pulang ke apartement.
Disepanjang perjalanan Tyas masih nampak di selimuti rasa penasaran nya apa isi paper bag itu sebenarnya hingga Dia pun berusaha mengintip nya.
__ADS_1
" Ada apa sayang? " Tanya Naka yang tau kalau sang istri tengah penasaran itu.
" Ah nggak ada apa apa Mas, maaf Aku hanya ingin tau sebenarnya barang apa yang barusan Kamu beli itu." Jawab Tyas sedikit malu
" Oh ini sabar ya nanti sampai rumah Kamu bakalan tau kok ya." Sahut Naka
Kemudian Naka pun melajukan mobilnya cukup kencang hingga tak berselang lama Mereka telah sampai di apartemen tempat tinggal Mereka berdua.
Begitu sampai di apartemen tempat tinggal Mereka berdua saat ini, Tyas segera masuk kedalam kamar dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi sekalian ganti baju.
Dan semua aktivitas Tyas itu nampaknya harus sedikit terganggu sebab dengan sikapnya Naka telah menyusul dirinya masuk kedalam kamar mandi juga dengan gerakan lincah nya Dia berhasil mengunci pintu kamar mandi itu.
Hal itu membuat Tyas mau tidak mau harus mandi bersama Naka ya meskipun resiko nya sudah dapat di tebak yakni pasti adegan panas di bawah pancuran air shower dimana dua insan itu tengah menikmati apa yang seharusnya dinikmati.
Satu jam sudah Mereka di dalam kamar mandi dan nampaknya pergulatan panas itu telah berakhir dimana Tyas dan juga Naka keluar dari dalam kamar mandi dan langsung ganti baju karena rencana nya malam nanti Mereka akan makan malam di rumah nya Eyang Putri jadi sekarang Tyas masih punya waktu untuk istirahat di rumah sekaligus bersih bersih rumah
"Mas Aku capek banget tak tidur dulu ya jangan lupa nanti bangunin Aku." Kata Tyas sembari merebahkan diri diatas kasur empuk nya itu
" Iya sayang, oya ini untuk Kamu." Sahut Naka seraya menyerahkan paper bag yang tadinya membuat Tyas penasaran itu
Tyas segera meriah paper bag yang disodor kan oleh Naka itu dan langsung membukanya yang ternyata isinya sebuah tas cantik kan mewah yang beberapa waktu lalu di kagumi nya.
" Mas Naka, makasih banget ya Mas." Ujar Tyas yang secara spontan mencium sang suaminya itu
" Iya sayang sama sama, gimana Kamu suka nggak? " Tanya Naka
" Aku sangat menyukainya Mas, i love u." Jawab Tyas manja
" Love u Too sayang ya sudah Kamu istirahat gih . " balas Naka seraya memeluk erat sang istri itu
__ADS_1