Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
hati yang mulai luluh


__ADS_3

Tyas segera beranjak berbaring di ranjang untuk istirahat karena jujur saja dirinya sungguh capek dengan acara jalan jalan bersama Bu Ratih dan yang lainnya itu lalu masih ditambah dengan aktifitas panas nya bersama Naka tadi.


Sementara Naka terlihat tengah membuka laptop kerjanya dan terlihat tengah mengamati laporan perusahaan yang tadi di kirim langsung oleh Seketaris Anton via e-mail.


Dia sangat teliti sekali membaca tiap detil laporan itu juga memeriksa dengan seksama maklum saja yang tengah diperiksa oleh Naka itu laporan permohonan kontrak kerja sama dengan calon klien baru dari luar negeri.


Hingga tak terasa sore pun tiba Naka segera membangunkan Tyas untuk bersiap siap pergi makan malam di rumah Eyang Putri, dan Tyas pun sudah bangun juga sudah siap dengan dandan nya yang rapi meski tanpa polesan make up berlebih tapi tetap lah memancarkan aura cantik kan elegant pada diri Nyonya Janaka Bagaskara itu.


Meninggalkan sejenak kehangatan juga rasa saling menyayangi di rumah kediaman Eyang Putri dimana Tyas bersama Naka tengah makan malam bersama Eyang Putri juga para pegawai lainnya itu.


Di rumah sakit tempat Wati di rawat terlihat Nila tengah sibuk menyuapi teh panas untuk Wati yang sedari tadi muntah muntah terus, hingga Mereka berdua tak menyadari kehadiran Bu Ratih juga Ditya yang tengah berdiri di dekat ranjang tempat Wati berbaring itu.


" Nila, apa yang terjadi pada Wati ? " Tanya Ditya yang terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Wati yang terlihat pucat dan lemas itu.


Baik Nila maupun Wati yang semula tak menyadari kehadiran Mereka berdua itupun sontak saja kaget dan langsung kompak menoleh kearah sumber suara itu.


" Mas Ditya, Mama." Sapa Wati dengan suara lirih nya.

__ADS_1


" Bu Ratih, Mas Ditya maaf Kami tidak tau kalau Anda sudah datang." Ujar Nila sopan


" Nggak papa, oya apa yang terjadi pada Wati kok mukanya pucat sekali? " Tanya Ditya seraya menghampiri Wati yang terlihat tengah berbaring


" Bukan kah Wati sudah menghubungi Kamu Mas, bahkan Dia juga sudah memberitahu Kamu kalau Dia tengah hamil muda." Jawab Nila sewot


" Apa yang di katakan Nila ini ada benar nya juga Dit bukan kah tadi Wati juga ngasih tau Kamu to." Sahut Bu Ratih tegas


" O iya Aku lupa maaf, sayang gimana keadaan Mu sekarang juga gimana keadaan calon anak Kita? " Tanya Ditya seraya mengusap perut Wati yang masih lah rata itu.


"Nggak papa Mas, yang harus Kamu urusi banyak jadi ya wajar kalau Kamu lupa dan mengenai keadaan ku juga calon anak Kita baik baik saja syukur saja tadi Nila ngotot bawa Aku ke sini kalau nggak Aku nggak tau gimana akhirnya." Jawab Wati seraya menatap keadaan Nila


" Nil makasih banyak ya atas kebaikan Mu ke Aku dan semoga saja Kamu diberi kelancaran dalam setiap urusan Mu dan juga Kamu dimudahkan jodohnya aamiin." Ucap Wati seraya meraih tangan sahabatnya itu


" Iya Nil Kami mengucapkan banyak Terima kasih atas kebaikanMu pada Wati juga calon anak Kami." Kata Ditya menimpali ucapan Wati barusan


"Nila Kamu pasti lapar kan, sana Kamu cari makan dulu Wati biar Kami jaga." Sahut Bu Ratih

__ADS_1


" Nggak kok Bu, Saya tidak lapar." Balas Nila


" Ya baiklah kalau begitu Saya tidak memaksa Kamu Nil." Balas Bu Ratih seraya membelai lembut rambut Nila


Hingga tak berselang lama dokter yang menangani Wati pun datang dan langsung memberitahu keadaan Wati juga kandungannya itu pada keluarganya.


Baik Ditya, Nila maupun Bu Ratih terlihat sangat memperhatikan setiap penjelasan yang di sampaikan oleh Dokter tersebut dimana Dokter memberitahu untuk saat ini sampai dua bulan kedepan Wati harus banyak istirahat tanpa melakukan aktivitas berat agar kesehatan nya cepat pulih lagi


Ditya mendengarkan semua penjelasan dari dokter tersebut dengan seksama terlebih saat dokter menjelaskan keadaan calon bayi Mereka yang baik baik saja dan secara spontanitas Ditya memeluk dan menciun Wati di depan Mama Ratih, Nila juga dokter tersebut sebagai ungkapan rasa bahagia nya atas kehamilan nya Wati .


Begitu pula dengan Bu Ratih yang terlihat terharu dengan kehamilan Wati itu ya meskipun tak bisa di pungkiri kalau Beliau kurang bisa menerima Wati sebagai menantu pengganti nya Tyas dang mantu kesayangan.


Namun Bu Ratih mencoba untuk berdamai dengan keadaan ya dengan cara pelan pelan belajar membuka hati berusaha memaafkan kesalahan Mereka berdua toh sekarang Tyas sudah sangat bahagia dengan pernikahannya yang sekarang.


" Kamu harus menjaga calon cucu ku itu baik baik jangan sampai hal buruk terhadap dirinya.' Kata Bu Ratih tegas


" Hem bagus, oya Nil Kamu sekarang pulang bareng Ibuk sementara Ditya biar disini menemani Wati ."Sahut Bu Ratih

__ADS_1


Nila harus berbesar hati dengan mengikuti ajakan nya Bu Ratih untuk pulang bersama dan membiarkan Wati berbaring lemas di ranjang rumah sakit dengan ditemani oleh Ditya suaminya itu.


__ADS_2