
Mas Abi saudara tertua nya Tyas itu pun paham pasti terjadi perselisihan paham antara Adiknya dengan Naka pria yang selama ini mengaku sebagai calon suami nya itu.
Dia pun membisikan kata ke Mbak Yuni yang seperti nya Dia meminta ijin untuk menemui Naka bermaksud untuk menanyai akar masalah diantara Mereka itu, Mas Abi pun berjalan menghampiri Naka dan rombongan yang duduk di tenda khusus tamu itu
" Kamu Naka kan? " Tanya Mas Abi seraya duduk di sebelah nya Naka.
" Iya Mas perkenalkan Saya Janaka Bagaskara atau biasa dipanggil Naka." Jawab Naka sopan
" Perkenalkan Aku Mas Abimana Kamu bisa memanggilku Mas Abi dan Aku dengar Kamu ini calon suaminya Tyas dan Kalian sekarang sedang bertengkar benar begitu Naka? " Tanya Mas Abi dengan nada lirih
" Benar Mas, Aku adalah calon suaminya Tyas, Dan Kami tidak sedang bertengkar lebih tepatnya sedang salah paham dan selisih paham sedikit." Jawab Naka
" Ada masalah apa tolong ceritakan Aku akan membantuMu jika mampu tapi Kamu harus cerita jujur sejujurnya." Sahut Maa Abi serius
Naka pun terlihat menghirup nafas nya dalam dalam lalu menghembuskan nya panjang menyusun kata kata untuk mulai bercerita
Dan akhirnya Dia pun menceritakan semua akar kesalah pahaman diantara dirinya dan Tyas itu mulai dari alasan nya menyembunyikan statusnya yang seorang CEO juga pengakuan palsunya Maritha yang mengaku sebagai calon istri nya itu.
Mas Abi mendengarkan seluruh cerita dari Naka itu dengan seksama Seraya mengamati raut wajah Naka hendak mencari adalah kebohongan di dalam ucapannya itu namun nampaknya Mas Abi tidak menemukan sedikitpun sirat kebohongan di wajah Naka.
" Jadi Kamu kesini bermaksud untuk menjelaskan sekaligus meluruskan kesalah pahaman diantara Kalian? " Tanya Mas Abi
" Benar Mas Sekalian Aku ingin melamar Tyas dihadapan keluarga besar jadi Aku mohon tolong bantuan nya Mas Abi." Jawab Naka seraya menatap wajah Mas Abi
Mas Abi terlihat menghembuskan nafas nya panjang panjang seraya berpikir bagaimana seharusnya mengambil keputusan untuk urusan Naka dan Tyas itu.
__ADS_1
" Baiklah Aku akan membantuMu membujuk Tyas agar mau bertemu dengan Mu namun soal lamaran itu Aku tidak bisa membantumu." Balas Mas Abi
Naka pun sumringah mendengar balasan dari Mas Abi itu meskipun Mas Abi tidak mau membantu masalah lamarannya itu namun setidaknya Dia sudah berkenan membantu untuk merayu Tyas agar mau bertemu.
Saat Mas Abi tengah mendengar kan semua cerita dari Naka tentang kesalahan pahaman diantara Mereka itu, Bu Rukmi berjalan masuk menyusul Tyas yang berada di dalam kamar tidurnya itu yang kebetulan sedang tidak tutup rapat itu
" Nduk, kok Kamu malah disini nggak nemui Naka? " Tanya Ibuk seraya duduk di sampingnya itu
" Mboten Buk." Jawab Tyas singkat
" Kenapa, apakah Kamu masih marah dengan Dia? " Tanya Ibuk seraya menyibakkan rambut kecil milik Tyas itu
Tyas tidak menjawab pertanyaan ibu barusan itu, Dia tidak ingin menciptakan perselisihan dengan Sang Ibunda itu meksipun didalam hatinya ada rasa rindu yang mendalam pada Naka namun rasa egois mampu menghilangkan semua rasa rindu yang dimilikinya.
" Keluar lah Nduk, Kalian selesai kan semua kesalahan pahaman ini baik baik bicara dengan baik jangan terpancing emosi juga jangan lari dari masalah yang datang menguji yoh tadi Naka sudah cerita ke Bapak, Ibuk dan Mas Abi dan Kami pun merasa Dia jujur dengan ucapannya itu." Ujar Ibuk mencoba meminta Tyas agar mau bertemu dengan Naka itu.
" Membohongi yang mana maksud Mu bukanlah Dia sudah menjelaskan hubungannya dengan Maritha dengan sangat detil bahwa Mereka tidak ada hubungan apapun dan mengenai kenapa Dia menyembunyikan status nya sebagi CEO itu haknya Nduk." Balas Ibuk dengan nada sedikit meninggi
" Apa maksudnya Buk? " Tanya Tyas seraya menatap Sang Ibuk
" Maksudnya Ibuk itu haknya Naka Nduk, Dia punya hak untuk menyeleksi wanita yang sedang dekat dengannya apakah Dia pantas mendampingi nya atau hanya pantas dibawa ke pesta Dia berhak memilih wanita yang baik yang bisa mencintai nya sepenuh hati setulus jiwa bukan hanya mencintai karena Dia tau kalau Naka bergelimang harta." Jawab Ibuk panjang lebar
" Tapi Buk." Kata Tyas terpotong kembali oleh nasehat dari Ibuk
" Iya Ibuk tau Kamu wanita baik, Kamu mencintai Naka bukan karena hartanya tapi Kamu melihat hatinya yang tulus benar kan? " Tanya Ibuk
__ADS_1
Dan Tyas pun hanya mengangguk sebab apa yang dikatakan oleh Ibuk itu benar adanya
" Iya Buk."Jawab Tyas singkat
" Tyas, Ibuk dan Bapak mendidik mu sedari kecil dengan penuh kasih sayang mengajariMu untuk menggunakan kedua mata Kamu itu untuk melihat mana yang baik mana yang buruk lalu menggunakan kedua telingamu untuk selalu mendengarkan segala sesuatu dari dua arah jangan hanya satu sisi saja pasti akan salah paham juga gunakan mulutmu untuk bertanya agar Kamu menjadi jelas tidak mudah salah paham." Nasehat Ibuk pada Tyas
Nampaknya emosi Tyas sudah sedikit berkurang yang semula terlihat sangat emosi kini sedikit melunak dan Ibu pun menyadari hal itu
" Sekarang keluar lah temui Dia bicaralah baik baik belajar lah bersikap dewasa selesai kan masalah dengan kepala dingin." Lanjut Ibik menasehati Tyas
" Baiklah Buk Terima kasih banyak atas nasehat nya dan Tyas akan menemui Mas Naka sekarang. " Kata Tyas seraya menggenggam kedua tangan Sang Ibuk
Dan Ibuk pun senang mendengar kan nya, maka Beliau pun meminta Mereka berdua untuk mengonbrol santai di dalam ruang tamu
Mas Abi terlebih dahulu mengajak Naka masuk kedalam rumah dan duduk di sofa rung tamu lalu Beliau pun pamit untuk keluar menemui tamu yang ada
Sementara Tyas dengan di gandengan Ibuk itu pun terlihat keluar dari dalam Kamar lalu berjalan menghampiri Naka
" Kalian ngobrol baik baik dulu ya, Ibuk mau menyalami Tamu." Kata Ibuk seraya meletakkan dua cangkir teh panas itu
" Terima kasih banyak ." Balas Naka sopan
Ibuk hanya mengangguk dan berlalu menyalami tamu yang mulai rame berdatangan itu
" Sayang." Panggil Naka dengan nada lembut
__ADS_1
" Ngapain Kamu kesini Mas? " tanya Tyas dengan nada sewot
" Ya tentu saja Aku menyusul calon istri Ku sekaligus bertemu berkenalan dengan keluarga sekaligus melamar Mu." Jawab Naka dengan senyum manisnya