Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
ide bagus


__ADS_3

" Ayo jawab Naka, Kamu tau Dia ada dimana sekarang? " Tanya Eyang Putri seraya menyikut lengan Sang Cucu kesayangan itu


"Anu Eyang itu anu." Jawab Naka yang kebingungan hendak menjawab pertanyaan dari Eyang Putri itu


" Anu apa to, kalau ngomong itu mbok yang bener gitu." Balas Eyang Putri


" Tyas kelihatan nya pulang kampung Eyang , pulang kerumah kedua orang tua nya." Jawab Naka seraya menatap wajah Sang Eyang Putri itu


Eyang Putri kaget mendengar jawaban dari Naka barusan, Beliau paham pasti telah terjadi sesuatu pada hubungan keduanya.


" Loh kok mendadak sekali sampai nggak pamitan pada Eyang Putri, apakah Kalian bertengkar? " Tanya Eyang Putri langsung pada intinya


Naka terlihat kaget dengan pertanyaan Eyang Putri barusan, Dia sedikit bingung dan takut untuk bercerita terus terang pada Eyang Putri tersebut.


" Ayo Naka jawab, Apakah Kalian sedang bertengkar? " Kata Eyang Putri mengulangi pertanyaan tersebut


" Iya Eyang Putri." Jawab Naka singkat


" Apa Kalian bertengkar, lalu apa yang menyebabkan Kalian bertengkar hingga Tyas memilih untuk minggat? " Tanya Eyang Putri kaget


" Dia mengetahui tentang jati diri Naka yang seorang CEO juga Dia salah paham dengan masa lalu Naka dulu dengan Maritha dan ditambah dengan pengajuan palsu Maritha yang katanya adalah calon istriku ." Jawab Naka yang memilih untuk berterus terang saja pada Eyang Putri

__ADS_1


" Apaaa jadi selama ini Dia tidak tau kalau Kamu adalah seorang pemimpin perusahaan kenapa Kamu tidak jujur sedari awal lalu kenapa si Maritha bisa bertemu dengan Tyas dan membuat pengakuan palsu itu ?" Tanya Eyang Putri kaget


" Karena Naka tidak mau Tyas minder dengan status Ku yang seorang CEO Eyang sebab Naka tau kalau Tyas itu gampang minderan dan mengenai pertemuan nya dengan Maritha itu Naka juga tidak tau dari mana Maritha tau tentang masa lalu juga kehidupan dan alamat Tyas tinggal." Jawab Naka


Eyang Putri terlihat menghirup nafasnya dalam dalam dan menghembuskan nya panjang Beliau berpikir sejenak lalu mulai menasehati Naka.


" Sekarang Eyang Putri mau tanya apalah Kamu benar benar mencintai Tyas, Dia adalah gadis yang baik Naka sopan mandiri sederhana dan menurut Eyang, Tyas itu adalah sosok wanita yang pas dan cocok untuk mendampingi Mu." Balas Eyang Putri


" Naka benar benar mencintai Tyas, Eyang tapi Naka bingung harus bagaimana menyelesaikan kesalah pahaman ini." Ucap Naka


" Menurut Eyang, sekarang juga Kamu perintah kan anak buah Mu untuk mencari alamat kedua orang tuanya Tyas dan nanti Kita susul Dia sama sama juga Kamu harus tegas ambil sikap dengan Si Maritha gadis yang tengil itu sungguh Eyang tidak suka sama Dia lengkap dengan kesombongan nya itu." Kata Eyang Putri mencoba memberi saran Naka


Naka pun mengangguk paham dengan maksud nasehat dari Eyang Putri tersebut, Kemudian Dia pun pamit untuk masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan segera istirahat sebab hari ini Dia benar benar capek raganya juga capek pikirannya memikirkan dimana Tyas berada.


Terlihat Dia berendam sambil mengotak atik HP miliknya itu berharap ada pesan yang masuk dari Tyas, Dia kembali terlihat mendial nomer Tyas berusaha menghubinginya berharap Tyas mau mengangkat


Dan sudah dapat ditebak Tyas tidak menjawab telepon darinya, Naka pun mengirim pesan pada pujaan hati nya itu meminta maaf dan berharap Tyas mau menerima panggilan darinya itu


Satu menit dua menit hingga lima menit lamanya tidak ada jawaban dari Tyas, hingga akhirnya Naka memilih untuk meletakkan hpnya dan melanjutkan acara berendam nya itu .


Dan selang delapan menit berlalu terdengar bunyi HP milik Naka tanda ada pesan masuk, Naka meraih hpnya dan segera membuka hendak melihat siapa malam malam begini mengirimi nya pesan dan alangkah senang nya Naka waktu tau ternyata pesan dari Tyas yang masuk kedalam notif HP miliknya itu

__ADS_1


" Mas Naka, Aku baik baik saja Aku minta maaf Aku belum bisa mengangkat telepon dari Mu Aku sedang ingin menenangkan hati juga pikiranKu biar kan Aku menyendiri dulu hingga hatiku siap kembali bertemu dengan Mu Kamu tidak usah khawatir ." Isi pesan yang ditulis Tyas dan dikirim langsung ke Hp milik Naka itu.


Naka terlihat membaca pesan dari Tyas itu dengan seksama lalu kembali berusaha menelpon Tyas berharap Dia mau mengangkat panggilan dari nya itu


Namain nyatanya masih saja tetap sama dengan sebelumnya Tyas tidak mau mengangkat panggilan telepon dari dirinya itu


Meskipun kecewa sebab Tyas tidak mau mengangkat telepon darinya itu, namun Naka sedikit lega sebab Tya sudah mau mengirimi nya pesan.


Dia pun segera beranjak dari acara berendam nya itu dan segera membilas tubuh kekarnya dibawah pancuran air shower seraya membayangkan senyuman manis milik Tyas


" Sayang Aku segera menyusul Mu dan memberiMu sebuah kejutan manis." Ucap Naka lirih


Kemudian Dia pun terlihat menghubungi Sang Sekretaris pribadinya yang tak lain tak bukan adalah Seketaris Anton.


" Ton gimana Kamu sudah dapat kabar dimana alamat kedua orang tuanya Tyas? " Tanya Naka sesaat setelah Seketaris Anton mengangkat panggilan telepon dari nya itu


" Belum Tuan, Mereka belum dapat alamat kedua orang tuanya Nona Tyas." Jawab Seketaris Anton jujur pada Naka


" Oh minta Mereka agar cepat menemukan alamat itu, oya barusan Tyas kirim pesan ke Aku siapa tau Kamu bisa melacak keberadaan nya lewat lokasi maps tempat pesan itu dikirim." Balas Naka


" Wah ide bagus itu Tuan, Kita bisa melacak nya lewat maps lokasi terahir di HP milik Nona , besok pagi Kita bisa melacak nya Tuan kebetulan Saya punya teman yang melacak alamat lewat pesan yang dikirim itu." Ucap Seketaris Anton

__ADS_1


Katena hari sudah larut malam, Mereka pun sepakat akan melacak nya besok pagi pas jan kantor.


__ADS_2