Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Manisnya Rujak mangga muda


__ADS_3

Selesai acara meeting perusahaan Bagaskara grub itu Eyang Putri dan Naka dengan di sopiri Seketaris Anton segera beranjak menyusul Tyas yang tengah menunggui Mereka di villa pribadi milik keluarga besar Bagaskara.


" Pak Prapto, dimana istri Ku berada? " Tanya Naka sesaat setelah sampai di villa dan nampak tidak menemukan keberadaan istri nya itu.


" Itu Tuan, Nona Tyas ada di taman belakang villa sedang bikin rujak buah bersama Mbok Rah dan pekerja lainnya." Jawab Pak Prapto sopir pribadinya Eyang Putri


Naka pun mengangguk dan langsung beranjak menyusul istrinya di taman belakang villa pribadi itu, sementara Eyang Putri dengan di temani Pak Prapto juga Seketaris Anton memilih untuk keliling villa memeriksa keadaan villa mewah Mereka.


" Hay Sayang." Sapa Naka


" Hay Mas, Kamu sudah selesai meeting nya?" Tanya Tyas seraya menghentikan sebentar kegiatannya mengupasi buah buahan untuk rujak itu


" Sudah, Dan Kamu lagi apa sih kok kelihatan nya sibuk banget? " Jawab Naka


" Oh ini Aku lagi bikin rujak Mas, barusan Aku dan Mbok Rah dan yang lainnya pergi jalan jalan di kebun samping dan melihat banyak buah segar dan kelihatan nya segar di rujak." Jawab Tyas dengan muka sumringah nya.


Naka yang mendengar ucapan Tyas barusan itu pun hanya tersenyum manis dan langsung menghampiri Tyas yang terlihat tengah asik memotongi jambu air untuk bahan rujak buah nya.


" Oya Mas dimana Eyang Putri kok Aku nggak melihat Beliau? " Tanya Tyas seraya menatap wajah Sang suami yang belakangan ini selalu di rindukannya itu.


" Oh itu Eyang lagi jalan jalan mengontrol keadaan villa aja sayang." Jawab Naka seraya membelai rambut Sang istri


Tyas pun tersenyum manis mendengar jawaban dari Naka barusan, lalu Dia pun mengajak Naka untuk bergabung ikutan ngerujak buah di taman belakang dekat kolam renang villa itu.


" Eh eh eh bumil nya Eyang ni lagi apa ya kok kelihatan happy banget? " Tanya Eyang Putri yang tiba tiba muncul dari arah dalam villa itu


" Eyang, ini Kami lagi bikin rujak buah, Eyang mau? " Jawab Tyas seraya menawari rujak buah pada Eyang Putri


" Nggak ah sayang pasti asem banget itu." Jawab Eyang Putri


" Nggak kok Eyang ini seger banget manis pula ayo Eyang cobain juga Kamu Mas Naka Mbok Rah dan yang lainnya." Sahut Tyas seraya terus mengunyahi rujak mangga muda itu.


Melihat Tyas asik memakan rujak mangga muda itu Naka menjadi sedikit kepo penasaran bagaimana rasanya hingga Dia pun memberanikan diri mencoba mencicipi rujak mangga muda itu


Dan sungguh diluar ekspetasi nya yang semula membayangkan pasti rasanya segar sesuai dengan ucapan Tyas barusan dan ternyata rasanya sudah dapat ditebak sangat sangat asam hingga Naka pun secara spontal meludahkan mangga muda itu dari mulutnya


Semua yang hadir di situ pun kompak tertawa melihat tingkah konyolnya Naka yang keaseman makan rujak buah buatan Tyas dan yang lainnya itu.

__ADS_1


" Kamu kenapa Mas kok aneh sekali ? " Tanya Tyas yang terlihat sangat menikmati Rujak buah itu


" Aduh sayang ini makanan apa sebenarnya kok aneh asemm sekali rasanya?" Tanya balik Naka


" Ya ini rujak buah Mas, enak dan seger kan." Jawab Tyas seraya menyendokan potongan mangga muda kedalam mulutnya itu.


" Sayang istri mu itu lagi hamil muda jadi wajar kalau Dia suka makan makanan masam sejenis rujak buah begini dulu aja Almarhum Mama mu waktu hamil Kamu malah tiap hari makan mangga muda." Sahut Eyang Putri


" Iya Den memang kalau orang hamil itu sukanya makanan asem asem." balas Mbok Rah


" Oh begitu, tapi jangan banyak banyak ya takut asam lambung mu naik." Ucap Naka


Tyas pun mengangguk dan melanjutkan acara makan rujak buah nya itu hingga habis tak tersisa, selesai makan rujak buah itu Eyang Putri memerintah kan Pak Prapto dan Satpam penjaga villa itu untuk memetik beberapa jenis buah untuk dibawa pulang ke Jakarta buat jaga jaga kalau Tyas ngidam rujak lagi hingga akhirnya Mereka pun pulang kembali ke Jakarta.


Sementara itu di rumah kediaman Ditya terlihat Wati tengah sibuk memasak di dapur, Dia tengah menyiapkan makan malam untuk suami juga kedua mertuanya yang hari datang ke Jakarta.


" Mas Ditya tolong beritahu Mama dan Papa kalau makan malam sudah siap." Ujar Wati seraya meletakkan semangkok besar berisi kuah soto ayam panas itu


Mendengar perkataan Wati barusan Ditya segera beranjak menyusul Papa dan Mamanya yang sedari tadi istirahat di kamar untuk makan malam bersama dengan menu hasil masakan nya Wati.


"Hem" Balas Mama Ratih yang masih terlihat emosi.


Dengan sigap Wati melayani kedua mertua juga suaminya itu dengan mengambilkan makanan juga kuat soyo untuk Mereka masing masing.


" Ditya besok Kami mau ke ruko tempat nya Tyas Kamu mau ikut? " Tanya Bu Ratih saat Mereka semua tengah menikmati makan malam.


" Ada urusan apa Ma kok Mama dan Papa mau kesana? " Tanya Ditya heran


" Ya Kami mau nengokin Dia lah sekalian ngasih ucapan selamat atas kehamilan nya." Jawab Bu Ratih dengan nada sengaja di buat se sumringah mungkin.


" Apa, Tyas hamil? " Kata Wati yang tersentak kaget manakala mendengar ucapan Bu Ratih yang memberitahu kalau Tyas kini tengah mengandung.


" Iya kemarin Pak Samsul dan Bu Rukmi baru aja pulang dari Jakarta dan memberitahu Kami kalau kini Tyas tengah mengandung dan yang lebih membahagiakan lagi Dia mengandung bayi kembar lagi." Ujar Bu Ratih yang terlihat bangga bercampur bahagia


" Tapi Ma, apa nggak sebaiknya Mama urungkan niat Mama ke sana besok tunda dulu Ma." Sahut Ditya yang paham kalau Wati kini tengah merasa sedih


" Lo memang nya kenapa kok kamu suruh nunda? " Tanya Bu Ratih

__ADS_1


" Iya kenapa harus di tunda, Kami ke Jakarta ini memang khusus menjenguk Tyas Kami pengen tau keadaan nya sekalian memberi ucapan selamat kan Dia juga anak Papa dan Mama ? " Sahut Pak Sugeng menjadi ucapan Bu Ratih barusan.


" Ya nggak ada apa apa sih, tapi apa nggak sebaiknya Papa dan Mama istirahat dulu lagian besok itu weekend pasti keluarga besar suaminya Tyas tengah istirahat." Jawab Ditya mencoba berbohong.


Sebenarnya itu bukanlah alasan utama Ditya meminta kepada kedua orang tuanya untuk menunda menjenguk Tyas namun Dia paham juga kasian pada Wati pasti hatinya sedih mendengar ucapan kedua orang tuanya itu.


" Iya juga sih Ma, apa yang diucapkan Naka itu ada benarnya juga secara suami Tyas itu seorang pengusaha besar dengan sejuta kesibukan." Ucap Pak Sugeng


" Em iya benar juga Pa, Tyas pantas kok mendapat suami yang sekarang ini seorang pengusaha sukses kaya raya yang terpenting Dia tidak bodoh menukar berlian demi baru kali, gadis sebaik dan secantik Tyas pasti banyak yang ingin menjadikannya istri sudah cantik pintar mandiri sopan pula duh idaman." Sahut Bu Ratih membanggakan Tyas


Sungguh Wati tidak sanggup lagi mendengarkan ucapan kedua mertuanya yang terus saja memuji muji Tyas di depannya itu, Kupingnya panas dan hatinya pun menjadi sangat sakit lebih lebih saat Dia merasa kalau Ditya sebagai pihak suami tidak sedikitpun terlihat membela nya


Dan sangking tidak kuatnya menahan Wati segera beranjak dari duduk nya dan berlalu masuk kedalam kamar tidur kemudian menumpahkan seluruh air mata nya di atas kasur tempat tidur.


" Loh kenapa itu istri mu Dit kok tiba tiba ngambek, kan apa yang Mama ucapkan ini benar ada nya kalau Tyas pantas mendapatkan semua ini setelah kegagalan yang pernah dialaminya dulu bersama Kamu." Kata Bu Ratih seraya meletakkan sendok diatas piring yang berisi makanan yang sedari tadi hanya di aduk aduk saja tanpa di cicipi sedikitpun itu


" Tapi Ma, ucapan Mama barusan itu sedikit keterlaluan dan kayaknya Wati tersinggung." Sahut Ditya yang terlihat sedikit gelisah


" Oh jadi Kamu lebih ngebelain Istri tercinta mu itu? " Tanya Bu Ratih yang sedikit emosi


" Bukan itu Ma maksud Ditya." Jawab Ditya


Dan belum sempat Ditya melanjutkan ucapannya barusan , Bu Ratih sudah lebih dulu beranjak masuk kamar tidur nya dan langsung membanting pintunya dengan sangat keras hingga membuat Ditya dan Pak Sugeng itu pun sontak menoleh.


" Pa, tolong bujuk Mama ya Pa biar nggak marah." Ucap Ditya setengah memohon pada Sang Papa itu


" Papa nggak janji Dit, ya sudah Papa mau istirahat ." Sahut Pak Sugeng


Kemudian Pak Sugeng pun segera menyusul Bu Ratih masuk kamar untuk istirahat.


Sementara itu di rumah mewah keluarga besar Wijaya Pranoto terlihat Maritha tengah marah marah di dalam kamar tidurnya mengumpat Tyas habis habisan.


Seperti nya Di belum bisa menerima pernikahan Naka dan Tyas sebab dirinya masih menaruh harapan besar untuk bisa menikah dengan Naka namun nampaknya harapan itu tinggal mimpi belaka apalagi ditambah kini Tyas tengah mengandung anaka nya Naka sungguh membuat Maritha sangat stress frustasi.


" Aku tidak Terima dengan kenyataan ini, Aku tidak rela kalau Naka menikah dengan wanita kampung an itu akan Aku buat Dia menyesal dan membayar mahal dengan kekecewaan ku ini tunggu saja Kamu wahai wanita kampung an." Ucap Maritha yang bersumpah serapah terhadap diri Tyas.


Hingga Dia pun tertidur akibat kelelahan atas kemarahan yang Dia ciptakan sendiri itu.

__ADS_1


__ADS_2