
Menjelang tengah malam barulah Tyas dari tidur nya, ya Dia tidur cukup lama mungkin efek dari obat penenang yang diberikan oleh Dokter tadi sore
Dia terbangun lalu mengawasi sekitarnya dan Dia pun terkejut saat melihat Naka tengah tertidur dengan posisi duduk di kursi di samping ranjang tempat dirinya tengah berbaring.
Tyas menatap wajah lelah letih sang suami tercinta yang terlihat lelap itu ya meskipun tangannya masih sangat erat memegang tangan milik Tyas.
Ada rasa yang sangat sakit menjalar di hati nya manakala Dia mengingat kejadian yang menimpanya dimana Mereka semua harus kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya itu.
Dia tidak sanggup membayangkan rasa kecewa yang jelas di rasakan oleh Naka juga Eyang Putri tentunya dan hal itulah yang membuatnya bertekad untuk meminta maaf pada Naka juga Eyang Putri tentunya.
Dengan pelan pelan Tyas berusaha bangun dari posisinya yang masih berbaring itu, Dia berniat untuk ke kamar mandi sekedar untuk mencuci muka juga buang air kecil tentunya, Dia sangat pelan pelan jalan menuju kamar mandi, badan nya masih sangat lemas namun dirinya memilih untuk mencoba berjalan sendiri ke kamar mandi tanpa membangunkan Naka.
Sesampai nya di dalam kamar mandi Tyas segera mencuci mukanya sampai bersih lalu dilanjut dengan buang hajat baru setelah itu Dia kembali mencuci tangannya sampai bersih sembari menatap kearah cermin yang berada tepat di depan nya itu.
" Benar apa yang dikatakan oleh Mas Naka, Aku tidak boleh terus berlarut larut dalam kesedihan ini , Aku harus bangkit apapun resikonya Aku harus berani hadapi termasuk dengan murkanya Eyang Putri nanti." Ucap Tyas lirih
Kemudian Dia pun kembali berjalan keluar kamar mandi dan kembali menuju ranjang nya dan dengan pelan pelan Dia naik keatas ranjang itu
" Mas, Mas Naka bangun Mas." Kata Tyas sembari menggoyang nggoyangkan lengannya Naka itu berharap agar Dia bangun
" Iya sayang ada apa? " Tanya Naka sembari mengucek matanya itu
Naka yang semula tertidur lelap itu pun terlihat menatap wajah istrinya yang terlihat sedikit segar kembali dan Dia tak sengaja melihat anak rambut yang ada di dahi Tyas itu basah.
" Lo sayang kok rambut Mu basah? " Tanya Naka heran.
__ADS_1
" Oh ini tadi Aku cuci muka terus mengenai rambutku Mas." Jawab Tyas dengan nada lembut
" Apaaaa, Kamu cuci muka terus Kamu cuci muka di mana jangan bilang Kamu cuci muka di kamar mandi? " Tanya Naka kaget
" Benar Mas Aku cuci muka di kamar mandi ." Jawab Tyas
" Lalu siapa yang ngantar Kamu sayang kenapa Kamu tidak membangunkan Aku, bahaya sayang Kamu belum sehat lo." Sahut Naka
" Tadi Aku lihat Kamu tertidur pulas Mas jadi nggak tega mau bangunin Kamu lagian Aku juga harus berusaha sendiri kan biar Aku cepat sehat dan pulih kembali." Balas Tyas seraya meriah tangannya Naka.
" Sayang, Kamu ini dibilangin kok." Kata Naka
" Iya Aku minta maaf deh, oya Mas Aku boleh minta tolong nggak? " Tanya Tyas
" Aku pengen Kamu naik ke ranjang sini terus tidur di sampingKu Mas." Jawab Tyas setengah memohon
Mendengar permintaan Tyas barusan membuat Naka kaget sembari tersenyum manis seperti biasa
" Oh tentu saja dengan senang hati tentunya." Sahut Naka
Naka segera beranjak naik keranjang tempat Tyas di rawat itu dan menggunakan tangan nya untuk membantali kepala Tyas sementara Tyas menatap wajah suaminya yang terlihat sembab bekas menangis itu seraya bertanya.
" Mas." Kata Tyas seraya menatap wajah suaminya itu
" Hem ada apa sayang? " Tanya Naka seraya menatap balik wajah Tyas
__ADS_1
" Aku benar benar minta maaf ke Kamu Mas atas kejadian ini hingga mengakibatkan Kita kehilangan calon bayi Kita." Jawab Tyas
" Kamu nggak perlu minta maaf sayang kan sudah Aku bilang ini musibah sayang ujian untuk Kita semua." Sahut Naka seraya membelai lembut rambut Tyas
" Kamu nggak marak ke Aku kan Mas? " Tanya Tyas
" Kenapa Aku harus marah dengan musibah yang telah Allah garis kan sayang justru Aku marah ke diri ku sendiri, seandainya kemarin itu Aku ngajak Kamu pasti kejadian ini tidak akan terjadi tapi ya kembali Aku menyadari kalau semua ini sudah diatur oleh Allah hingga akhirnya Kau bisa ikhlas seperti sekarang ini dan juga Aku berharap agar Kamu bisa tegar dan ikhlas menerima ujian ini." Jawab Naka jujur
" Terima kasih ya Mas atas dukungan dan nasehat juga support semangat yang Kamu berikan ini membuat Aku kuat dan bangkit kembali, tapi bagaimana dengan Eyang Putri Mas pasti Beliau sangat murka dan Aku sangat takut sekali." Sahut Tyas
" Sayang dengarkan Aku disini tidak ada yang marah dengan Mu jadi Kamu sekalipun itu Eyang Putri Beliau tidak marah maupun benci sama Kamu justru Beliau sangat mengkhawatirkan keadaan Mu hingga Beliau pun meminta Aku sendiri yang merawat Kamu di sini,jangan punya pikiran seperti itu lagi ya ." Balas Naka seraya memeluk tubuh Tyas yang masih lemas
" Iya Mas Terima kasih banyak dan mulai sekarang Kau akan menjadi istri yang patuh untuk Mu mendengar setiap laranganMu dan meredam keegoisan pribadi Ku." Ujar Tyas seraya membalas pelukan suaminya itu
" Bagus sayang, juga Kita harus selalu positif thinking semoga saja Allah menggantikan kesedihan ini dengan kebahagiaan yang berlipat lipat kelak dan semoga saja Kita nanti diberi keturunan kembali." Balas Naka seraya menoel pipi istrinya itu.
Tyas pun mengangguk seraya mengaaminkan doa suaminya itu hingga kemudian Naka meminta dirinya untuk segera tidur karena hari sudah larut malam begitupun dirinya juga ikut tidur.
Hay hay pembaca tercintanya mamak
mamak mohon maaf ya karena update an nya belum maximal karena mamak belum seratus persen sembuh kembali
mamak mohon maaf yang sebesar2nya kepada para pembaca budiman dimana pun berada
happy ramadhan
__ADS_1