Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
memutus hubungan kerja sepihak


__ADS_3

Seperginya Pak Wijaya dan Istrinya dari dalam ruang kerja milik Naka, terlihat Naka tengah berusaha menyeimbangkan kembali emosi kemarahannya sementara Eyang Putri terlihat gusar dan langsung duduk begitu saja.


Seketaris Anton yang memang sudah bekerja cukup lama di perusahaan Bagaskara grub dan hampir setiap hari kerja bersama Naka itupun paham kalau kedua majikannya itu tengah dikuasai oleh emosi yang meluap.


" Maaf Tuan, lalu bagaimana dengan Tomy sangsi apa yang akan Anda berikan kepadanya? " Tanya Seketaris Anton sesaat setelah melihat Naka mulai sedikit menurun emosinya


" Dia juga harus membayar mahal perbuatannya terhadap istri Ku." Jawab Naka tegas


" Ya Kamu benar Naka Dia harus membayar mahal kejahatannya itu, dan Kamu Seketaris Anton Ku perintahkan sekarang juga akuisisi seluruh saham milik keluarga Tomy itu sekarang juga." Sahut Eyang Putri bersungut sungut kesal.


" Tapi Eyang Putri, perusahaan Mereka itu masih sangat jauh dari level perusahaan Bagaskara dimana nilai saham nya pun masih sangat murah dibanding perusahaan lainnya yang ditawarkan ke pihak Kita? " Tanya Seketaris Anton


" Bukan masalah keuntungan materi yang Aku cari tapi pembalasan yang setimpal atas kejahatan nya terhadap istri Ku lah yang lebih berharga." Jawab Naka


" Sudah jangan banyak bicara lagi Kamu Yon atau Aku potong bonusmu bulan ini, sana cepat kerjakan apa yang diperintahkan Naka barusan." Sahut Eyang Putri seraya mencubit lengan Seketaris Anton


Ya meskipun Anton ini hanya seorang Seketaris nya Naka, namun Eyang Putri sangat menyayanginya selayaknya cucu sendiri Beliau sangat perhatian pada Seketaris Anton dengan memberi nya aksih sayang, membelikannya baju baru memberinya bonus insentif bulanan yang nominal nya tidak sedikit.


Mendapat semua kebaikan dari Naka maupun Eyang Putri itu membuat Seketaris Anton semakin giat bekerja hingga akhirnya dirinya bisa menjadi seorang sekertaris Presdir Bagaskara grub juga menjadi kaki tangan orang kepercayaan nya Bagaskara grub itu sungguh suatu pencapaian yang sangat luar biasa.


Seketaris Anton segera beranjak dari duduk nya dan mengambil laptop di meja kerja tersebut dan langsung mencari tau tentang seluk beluk perusahaan milik keluarga besar Tomy Prasojo yang bergerak di kontruksi itu.


" Tuan Saya sudah menemukan data data perusahan milik Tomy yaitu Prasojo Grub Contruktion yang mana Mereka juga mengajukan tender kerja sama dengan Bagaskara Grub untuk rencana pembangunan gedung apartement di jantung kota nanti." Kata Seketaris Anton


" Oya bagus itu, sekarang Kamu telepon Presdir perusahan Mereka dan beritahu Mereka kalau Kita tidak akan pernah mau bekerja sama dengan seorang penjahat seperti Mereka." Balas Naka tegas


Kemudian Seketaris Anton segera menelpon Presdir perusahaan Prasojo Grub dan langsung tersambung dengan Pak Fandi selaku Presdir dari Prasojo Grub sekaligus ayah dari Tomy Prasojo.


Pak Fandi sangat shock manakala mendengar pembicaraan Seketaris Anton Beliau juga bertanya tanya kesalahan apa yang sudah diperbuat hingga Bagaskara grub memutus hubungan kerja secara sepihak itu, dan Seketaris Anton pun menyampaikan pesan dari Naka kalau pihak Prasojo grub ingin tahu alasan nya silahkan menemui Naka selaku Presdir dari Bagaskara grub untuk menanyakan alasan utamanya itu.


" Sudah Saya kerjakan sesuai perintah Anda Tuan." Kata Seketaris Anton sesaat setelah menutup panggilan telepon itu.

__ADS_1


" Hem bagus, pastikan dua perusahaan itu masuk dalam daftar hitam perusahaan yang tidak akan pernah ada hubungan kerja sama dengan pihak Kita maupun relasi perusahaan anak cabang Bagaskara grub." Balas Naka tegas


" Betul apa yang di sampaikan Naka barusan itu Mereka harus membayar mahal atas perbuatan Anak kesayangan Mereka masing masing dan juga harus menjadi pelajaran untuk Kita semua agar bertindak gegabah hingga bisa mengakibatkan kerugian besar." Sahut Eyang Putri


Naka dan Seketaris Anton pun mengangguk tanda mengiyakan nasehat Eyang Putri barusan, hingga akhirnya Mereka pun mengakhiri obrolan santai sore itu dan pulang kerumah masing masing.


Sesampainya di rumah kediaman Eyang Putri itu, Naka segera beranjak masuk kedalam kamar tidur nya dan mendapati Sang Istri tercinta itu tengah terlelap pulas diatas kasur empuk nan besar mewah itu


Dia berjalan pelan pelan masuk kedalam tempat penyimpanan baju melepas sepatunya dan langsung cuci tangan di dalam wastafel kamar mandi, lalu langsung berjalan menghampiri Tyas yang tengah terlelap itu


Naka mengamati wajah Tyas yang cantik alami meski tanpa polesan make up sedikitpun itu, Dia membelai lembut rambut Tyas yang sedikit menutupi dahinya dan mencium lembut dahi Tyas seraya berkata


" Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti Mu sayang meskipun nyawa Ku taruhan nya." Ucap Naka lirih


Terlihat Naka meneteskan air matanya , sungguh Dia tidak bisa membayangkan rina kecewa di hati istrinya itu jika Dia tau kalau Maritha lah dalang di balik musibah ini


Dia memeluk erat tubuh Tyas dan tak berapa lama Naka pun ikut tertidur di samping Tyas, Mereka tertidur pulas cukup lama hingga malam pun datang dan sudah memasuki waktu makan malam.


" Em iya sayang ada apa." Balas Naka seraya membuka matanya pelan pelan dan langsung menatap wajah Tyas itu.


" Kok Kamu pulang nggak bangunin Aku sih? " Tanya Tyas


" Tadi waktu Aku lihat Kamu terlihat tertidur pulas sayang jadi nggak tega bangunin nya . " Jawab Naka lembut


" Ah Suami Aku ini sweet banget sih, ya udah Kita keluar yuk pasti Eyang Putri sudah nungguin Kita." Sahut Tyas manja


"Ayo"Balas Naka


Kemudian Mereka berdua pun terlihat berjalan bersama menuju meja makan yang ternyata Eyang Putri pun sudah menunggui Mereka untuk makan malam


"Duh Kalian ini lama sekali sih, Kami semua sudah lapar gara gara nungguin Kalian." Kata Eyang Putri sesaat setelah melihat kedatangan Naka dan Tyas di ruang makan itu

__ADS_1


"Maaf Eyang tadi Kami ketiduran heheheh." Balas Tyas


" Iya Eyang tau, ya sudah ayo Kita makan malam." Sahut Eyang Putri dengan senyuman manisnya itu


Tyas pun mengangguk dan Mereka bertiga juga para pekerja di rumah Eyang Putri itu pun makan malam bersama dengan menu yang tadi dimasak oleh Mbok Rah juga pekerja lainnya itu.


Selesai makan Tyas menyusul Eyang Putri yang sedang duduk santai di sofa ruang TV itu dan segera duduk di dekat Sang Eyang, sementara Naka terlihat masuk kedalam ruang kerjanya untuk memeriksa file masuk.


" Eyang, sini biar Tyas pijitin kakinya ya, pasti seharian ini Eyang melakukan banyak aktifitas dan kecapean." Kata Tyas menawari bantuan pijat ke Eyang


" Ah nggak usah Sayang, Kamu nggak perlu repot repot ingat tubuh mu masih belum pulih total, Kamu temenin Eyang ngobrol aja ya." Sahut Eyang Putri


" Nggak papa Eyang, Tyas sudah sehat kok lagian cuma mijat aja kan sekalian olah raga." Ujar Tyas setengah memohon


Eyang Putri terlihat berpikir sejenak hingga akhirnya Beliau pun mengijinkan Tyas untuk memijati kakinya itu dan sejujur nya apa yang dikatakan Tyas barusan itu benar kalau Beliau ini seharian ini sungguh padat aktivitas nya hingga membuat Beliau kecapean.


Setelah mendapat ijin dari Sang Eyang mertua itu, Tyas pun segera atur posisi dan mulai memijit dengan pelan pelan lembut diatas kaki Eyang Putri itu.


Eyang Putri pun menikmati pijatan tangan Tyas diatas kaki yang itu yang benar saja sangat terasa pegal nya, Eyang Putri berasa senang dengan perhatian dan perlakuan manis nya Sang cucu menantu itu


Dalam hati Eyang Putri pun membatin tidak ada yang boleh mencelaki Kamu Tyas. " Guman Eyang Putri dalam hati


Tyas memijati Kaki Eyang Putri dengan sabar dan telaten dan Mereka pun mengobrol santai panjang lebar membahas banyak hal lainnya , dan obrolan Mereka ini seperti nya menyenangkan karena nampak terlihat jelas senyuman diwajah Tyas maupun diwajah Eyang Putri yang ternyata Eyang Putri tengah membahas masa kecilnya Naka dulu.


Hingga Naka pun datang menyusul Mereka berdua yang terlihat tengah bercengkerama di ruang TV, dan karena hari sudah larut malam Naka oun mengajak Tyas masuk kamar untuk istirahat karena kebetulan besok ada jadwal kontrol di rumah sakit bagi Tyas.


Sebenarnya Naka ini mengalami sedikit kesulitan tidur semenjak Tyas mengalami keguguran ini terlebih saat saat ini saat kondisi Tyas tidak memungkinkan


Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada diri Naka, dan jawaban nya adalah bagaimana Naka bisa tidur nyenyak sekarang, dulu setiap mau tidur malam Dia selalu meminta jatahnya kepada Tyas terlebih dahulu dengan olah raga ranjang nanti panas dan sekarang hampir empat minggu ini Mereka berdua tidak pernah melakukan olah raga itu .


Naka bukanlah sosok yang egois dengan menuntut haknya, Dia memilih mengenyampingkan nafsu pribadinya itu demi kesehatan Sang istri toh nanti setelah kondisi kesehatan nya Tyas sudah pulih Dia juga bisa menyalurkan hasrat biologis nya itu sepuasnya

__ADS_1


Dan seperti biasa malam itu Mereka tidur terlelap dengan posisi saling berpelukan satu sama lain nya.


__ADS_2