Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
bibit kecurigaan itu bersemi


__ADS_3

Meski hatinya masih terasa sakit dengan sikap Ditya kemarin ,Tyas tetap berusaha menyembunyikankan dalam dalam apalagi kini Dirinya dan Ditya tengah berada di rumah Sang Mertua Tyas pun berusaha bersikap senormal mungkin


Menu sarapan sudah selesai di masak dan sudah ditata rapi di meja makan tak berselang lama Bu Ratih terlihat keluar kamar dan menyusul Tyas yang sedang mencuci peralatan memasak yang barusan digunakan tersebut


" Lo Nduk kok sudah bangun sudah masak pula ,Bagaimana badan mu apakah sudah enakan ?" Tanya Bu Ratih kaget saat melihat Tyas sudah berkutat di dapur


"Alhamdhulillah sudah Ma , O iya Papa mana Ma kok belum keluar ini sarapan sudah selesai Tyas masak ." Jawab Tyas


" Papa mu masih dikamar Nduk Paling sebentar lagi keluar o iya Ditya sudah bangun belum ?"Tanya balik Bu Ratih .


" Mungkin sekarang sudah Ma ,Soalnya tadi waktu Tyas bangun Mas Ditya masih tidur ." Jawab Tyas sopan .


Bu Ratih mengajak Tyas duduk di kursi meja makan untuk mengobrol santai sembari menunggu Pak Sugeng dan Ditya keluar kamar lalu sarapan bareng dan tak berselang lama Ditya dan Pak Sugeng terlihat keluar kamar dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama


Tyas membantu mengambilkan nasi goreng dan telur mata sapi untuk Pak Sugeng dan Bu Ratih lalu Tyas ganti mengambil roti panggang lengkap dengan telur dan selada untuk Ditya , Kemudian Tyas juga menuangkan kopi ke cangkir milik Pak Sugeng juga teh manis untuk Bu Ratih dan khusus untuk Ditya Tyas menuangkan lemon madu hangat di gelas milik Ditya


" Ini Mas lemon madu hangat untuk mu agar capek capek mu itu hilang kan dan kembali segar ." Kata Tyas sembari meletakkan Segelas lemon madu hangat untuk Ditya


Ditya sedikit tercubit hatinya apa maksud Tyas dengan kata kata capek capek nya barusan sedangkan Pak Sugeng dan Bu Ratih nampak tersenyum melihat begitu besar perhatian Tyas pada Suaminya itu .


" Terima kasih Dek , O ya Aku ambilin sarapan mu ya ?" Kata Ditya mencoba menawari Tyas


" Terimakasih banyak Mas nggak usah biar Aku ambil sendiri dan silahkan Kamu lanjutkan sarapan mu agar nanti punya tenaga hehehe ." Balas Tyas dengan sedikit melirik kearah Ditya dengan pandangan sedikit sewot


Ditya pun mengangguk dan memilih melanjutkan sarapannya dan disela sela waktu sarapan bersama itu Ditya pun mengutarakan niatnya untuk berpamitan kembali ke Jakarta dan mengajak Tyas pulang awalnya Pak Sugeng dan Bu Ratih kaget kok buru buru sekali kembali ke Jakarta dan Ditya pun pelan pelan menjelaskan ke kedua orang tua nya bahwa kantor tempat nya bekerja akhir akhir ini sibuk dan bos hanya mengijinkan Dia libur sehari saja dan juga memberitahu mereka kalau supermarket tempat Tyas bekerja pun sama tidak mengijinkan pekerjanya cuti terlalu lama


pDalam hati Tyas merasa ada yang aneh dengan sikap Ditya ,Dia curiga kalau Ditya tengah menyembunyikan rahasia dibelakang nya di Jakarta sana dan saat mendengar Ditya mengajak nya pulang ke Jakarta Tyas pun sedikit bahagia karena niatnya untuk menyelidiki perubahan aneh sikap Ditya itu bisa segera dilaksanakan .


Dan pada akhirnya Pak Sugeng dan Bu Ratih pun paham lalu mengijinkan mereka berdua kembali ke Jakarta sore nanti tetapi sebelum berangkat ke Jakarta Pak Sugeng mengajak Tyas dan Ditya juga Bu Ratih untuk nyekar dulu ke makam Mbah Kung .


Setelah nyekar dimakam Mbah Kung selesai ,Ditya dan Tyas berpamitan kembali ke Jakarta sore itu juga dan saat masuk ke mobil Tyas lagi lagi menemukan sesuatu yang mencurigakan yaitu sebuah lipglos tergelatak di dasbord depan mobil tepat di depan kursi penumpang samping kursi kemudi yang biasa Dia duduki jika Ditya mengajaknya keluar .


"Kamu pakai lipglos ya Mas ?" Tanya Tyas sembari mengambil lipglos tersebut tanpa sepengetahuan Ditya


" Tentu saja tidak Dek Aku kan laki laki tulen masa Aku lipglos hehehe ." Jawab Ditya sembari tersenyum dan mulai melajukan mobilnya menuju Jakarta

__ADS_1


"Lalu ini milik siapa ?" Tanya Tyas sambil menunjukan lipglos itu ke Ditya


Alhasil Ditya pun kaget bercampur bingung bagaimana bisa Wati ceroboh dengan meninggalkan lipglosnya di mobil


" Dan ini jepit rambut juga punya siapa Mas , Setau ku rambut mu pendek jadi nggak mungkin dipakaikan jepitan ini akan dan Aku juga tidak punya jepitan seperti ini ?" Tanya Tyas penuh selidik .


" Itu punya teman ku Dek kemarin kantor ada acara di luar terus mereka numpang di mobil ku , Kenapa Kamu cemburu ya ." Jawab Ditya meledek Tyas


Seketika pipi Tyas memerah benarkah dirinya trngah dibakar cemburu tapi bukankah wajar jika dirinya cemburu .


" Aku tidak sedang cemburu cuma aneh aja ada lipglos dan jepitan di mobil , Dan ini jepitan yang sama dengan yang bulan lalu ku temukan di mobil ini ." Balas Tyas


" Oh kirain Kamu sedang cemburu ."Sahut Ditya melirik Tyas yang sedang sewot itu .


" Kalau pun Aku cemburu bukankah itu wajar Mas,Aku ini istrimu kan atau Kamu keberatan kalau Aku cemburu ke Kamu ?" Tanya Tyas menoleh kearah Ditya dan sedikit merajuk .


" Ya Kamu berhak cemburu sayang tapi jangan terlalu over ya Kita kan sedang dimasa pacaran kalau kita bertengkar karena hal sepele ini kurang baik lo ." Bujuk Ditya sambil membelai rambut Tyas


Dan saat menoleh kearah Ditya , Tyas melihat kejanggalan kembali di tubuh Ditya yakni bekas gigitan di leher Ditya juga bekas cakaran di lengan nya lagi lagi hati Tyas terasa sakit ,Tyas tau itu bukan luka karena kecelakaan atau luka yang tidak disengaja lainnya tapi itu bekas yang sengaja di buat pada tubuh Ditya dan siapa yang membuat itulah yang jadi pertanyaan besar di hati Tyas saat ini .


Hingga perjalan mereka hampir sampai di tujuan , Ditya menawari untuk berhenti makan malam dulu tetapi Tyas dengan sopan menolak Dia beralasan masih kenyang dan ingin langsung pulang saja karena capek sekali padahal sejatinya Dia sedang jengkel


" Ini Mas minum dulu Kamu pasti haus ." Kata Tyas sembari menyerahkan segelas minuman dingin untuk Ditya


" Terima kasih banyak Dek ." Balas Ditya tersenyum manis sembari meraih gelas minuman itu dan langsung meminum nya hingga separo gelas .


Kemudian Tyas pun ijin masuk kamar untuk mandi dan istirahat lebih awal dan Ditya pun mengangguk mempersilahkan Tyas masuk ke kamar pribadinya .


Sesampainya di kamar Tyas segera mandi dan ganti baju lalu segera berbaring istirahat karena tubuhnya benar benar capek hari ini


Tinggggg hpnya berbunyi tanda ada pesan masuk yang ternyata dari Sang Sahabat Wati .


" Gaes besok ada waktu luang nggak Aku mau cerita ni ." Bunyi pesan dari Wati .


Tyas pun segera menjawab

__ADS_1


" Ada kebetulan besok Aku masuk kerja malam ,Kamu mau cerita apa sih ?" Balas Tyas


" Ada deh see u gaes 😘😘😘😘 ." Tulis Wati


Tyas pun tersenyum membaca pesan dari Wati itu ada ada saja si Wati ini mau cerita aja harus nunggu besok guman Tyas lirih .


Tyas juga terlihat tengah asik berbalas pesan dengan Si Diah teman di tempat kerjanya mereka membahas banyak hal Diah juga menanyakan apakah Tyas sudah sembuh dan yang terahir Diah memberitahu Tyas kalau Manager Wiland seperti kucing yang kebakaran ekor saat Tyas ijin cuti lama


Puas berbalas pesan dengan Diah , Tyas pun mengakhiri saling balas pesan tersebut dan beranjak ke dapur untuk mengambil minum .


Saat berjalan menuju dapur , Tyas mendengar seperti ada orang yang mengobrol lewat telepon tetapi siapa pikirnya , Tyas yang dikuasai rasa penasaran itu pun mencari sumber suara yang ternyata berasal dari kamar Ditya dan berati Ditya lah yang sedang mengobrol ria itu


Pelan pelan Tyas pun berjalan menuju kamar pribadi Ditya dan menempelkan telinganya di pintu kamar tersebut hendak menguping dengan siapa Ditya bercakap cakap itu


Dan bagai di sambar petir Tyas mendengarkan Ditya tengah mengobrol mesra dengan seorang wanita lewat telepon itu , Tyas juga mendengar bagaimana lembut mesra nya Sang wanita itu memanggil Ditya dengan sebutan Sayang Cintaku juga betapa manjanya wanita itu bercengkeramah dengan Ditya meski hanya lewat hp saja .


Tyas sempat mengintip lewat lubang kunci pintu kamar tetapi Tyas tidak bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang tengah asik bertelepon ria dengan Sang Suami alhasil Dia hanya bisa mendengar suara mereka saja .


Hati Tyas sangat sakit baru tadi sore Ditya berujar bahwa Dia tidak mungkin berselingkuh dan memintanya untuk tidak berpikir macam macam tapi nyatanya apa Ditya asik bertelepon ria dengan wanita lain .


Segera Tyas berlalu dan menuju dapur untuk mengambil minum dan dengan sengaja Tyas menyenggol panci dengan keras berharap agar Ditya menyudahi telepon ria tersebut dan nyatanya berhasil Ditya terlihat keluar kamar dan menyusul Tyas di dapaur


" Kamu nggak papa kan Dek ?" Tanya Ditya dengan wajah sedikit panik entah itu panik takut terjadi sesuatu sengan Tyas atau panik takut Tyas mendengarkan obrolannya dengan Wati barusan


" Nggak papa Mas , Aku mau ambil minum saja dan kurang hati hati tanpa sengaja menyenggol panci di samping kulkas ini maaf ya telah mengganggu Mu dan membuat Mu terbangun ." Jawab Tyas


" Oh nggak papa Dek , Aku kira Kamu kenapa kenapa jadi Aku buru buru bangun lalu kesini ." Sahut Ditya


Tyas tersenyum dan membatin Kamu bisa berbohong Mas .


Kemudian tanpa pamit pada Ditya , Tyas masuk ke kamar pribadinya setelah menutup pintu kamar nya Tyas pun segera berbaring di kasur empuknya pikirannya melayang siapa wanita yang barusan bertelepon mesra dengan Ditya kayaknya Tyas kenal suara itu tetapi siapa Tyas pun bingung dan mencoba mengingat pemilik suara itu


Tyas kemudian bangkit dan segera duduk di depan meja rias nya Dia terlihat memandangi wajah nya sendiri di cermin dan berkata


" Aku berjanji akan mencari tau siapa wanita itu dan Aku akan memuaskan rasa penasaran ku apakah Mas Ditya selingkuh atau tidak dengan cara halus ku sendiri ." Kata Tyas mengucapkan sumpah secara lirih dan air matanya pun berlinang jatuh membasahi pipinya meski sakit Tyas berusaha untuk tegar dan mencoba berpikir elegan tidak grusa grusu .

__ADS_1


Sementara Ditya tidak menyadari kalau Tyas tadi mendengarkan obrolan mesranya dengan Wati barusan ya obrolan mereka tadi sedikit vulgar membahas hal intim tidak jauh jauh dari adegan panas empat hari yang lalu Wati memuji kehebatan Ditya diatas ranjang dan Ditya memuji goa indah milik Wati mereka sungguh sepasang sejoli yang tengah dimabuk asmara .


Tyas menghapus air matanya dan segera istirahat berharap dirinya bisa segera tidur dan bangun besok pagi dengan penuh semangat meninggalkan sejenak kecurigaan nya di hati yang semakin tumbuh bersemi di hati Tyas


__ADS_2