
Selesai makan juga sudah selesai merapikan dapur berikut perabotan kotor yang tadi di gunakan itu, Tyas mengajak Naka untuk keluar jalan jalan santai di lantai bawah apartemen tersebut.
Mereka berdua berjalan santai di lantai bawah apartemen tersebut sembari bercanda bersama hingga malam pun semakin larut dan Naka pun mengajak Tyas untuk pulang ke apartemen Mereka lalu segera istirahat sebab besok harus kembali kerja.
Hingga pagi pun tiba dan hari ini suasana di apartemen itu sedikit berbeda dengan pagi pagi sebelumnya, dimana pagi ini Tyas terus terusan mual dan muntah muntah hingga membuat nya lemas tak berdaya.
Keadaan Tyas yang memprihatinkan itu sukses membuat Naka khawatir bercampur panik , Dia lantas segera menghubungi Seketaris Anton agar menghandle sementara pekerjaan nya di kantor.
Lalu Dia juga langsung menghubungi Eyang Putri memintanya agar segera ke apartemen sekarang juga, sementara Tyas masih saja terus terusan mual muntah muntah itu.
" Naka apa yang terjadi pada Tyas? " Tanya Eyang Putri yang baru saja sampai apartemen tersebut.
" Aku nggak tau Eyang, Tyas tiba tiba saja mual muntah muntah nggak karuan." Jawab Naka jujur
" Ya Alloh Tyas, Kamu kenapa Nduk apa yang terjadi padamu apakah Kamu salah makan atau gimana ini? " Tanya Eyang Putri pada Tyas yang masih saja memuntahkan isi perutnya itu kedalam wastafel kamar mandi
" Nggak tau Eyang, perutnya Tyas mual banget." Jawab Tyas
" Ya sudah sekarang juga Kita ke rumah sakit Aku nggak mau sesuatu buruk terjadi padamu." Sahut Naka dengan nada tegas mendominasi
Eyang Putri pun setuju dengan kata kata Naka barusan, sementara Tyas sudah tak mampu lagi menolak nya karena jujur saja tubuhnya sudah lah sangat lemas dan di tambah lagi di samping nya tengah berdiri Eyang Putri.
Naka segera membopong Tyas masuk kedalam mobil dengan diikuti oleh Eyang Putri dan Mereka bertiga pun berangkat ke rumah sakit dengan di sopir i oleh Pak Prapto
Hingga tak berselang lama Mereka telah sampai di rumah sakit mewah pusat ibu kota tersebut, Naka meminta kepada seluruh perawat untuk menangani Tyas dengan lembut dan baik.
Dokter pun datang dan langsung masuk ke ruangan tempat Tyas tengah berbaring menunggu penanganannya itu dan segera bergegas memeriksa keadaan Tyas yang terlihat sangat lemah itu
__ADS_1
" Maaf Nyonya Naka, kapan Anda terakhir haid? " Tanya Dokter yang menangani Tyas saat itu
" Tanggal sepuluh bulan kemarin Dokter." Jawab Tyas lirih
" Itu berati bulan ini Anda belum mendapatkan haid lagi? " Tanya Dokter tersebut sopan
" Belum Dok." Jawab Tyas
" Baik kalau begitu, Kami mohon ijin untuk memeriksa urine Anda dengan alat Testpack ini apakah Anda berkenan? " Tanya Dokter tersebut meminta ijin pada Tyas
" Silahkan Dokter, tapi untuk mengambil urine tersebut biar Saya sendiri yang lakukan dikamar mandi sana." Jawab Tyas
" Baik silahkan Nyonya tapi Anda harus dikawal oleh suster demi keselamatan Anda Nyonya Naka." Sahut Dokter
Tyas pun mengangguk paham, kemudian Dia pun berusaha bangun dari berbaring nya dan dengan di bantu oleh suster Dia pun berjalan menuju kamar mandi menampung air urine untuk di test.
Suster menyerahkan alat test yang telah di rendam ujungnya dalam urine milik Tyas itu dan langsung menyerah kan nya pada Dokter untuk dibacakan hasilnya.
Dokter mengamati hasil test tersebut dengan seksama, sementara Tyas yang tengah berbaring itupun ikut kepo kira kira bagaimana hasil test tersebut.
Tak lama setelah itu Dokter meminta suster untuk memanggil kan Naka juga Eyang Putri untuk masuk kedalam ruangan tempat Tyas di tangani itu untuk mendengarkan hasil pemeriksaan barusan.
" Maaf Dokter bagaimana keadaan istri Saya? " Tanya Naka yang nampak khawatir itu
" Iya dokter tolong beritahu Kami bagaimana keadaan Tyas saat ini? " Kata Eyang Putri menimpali pertanyaan Naka barusan
Melihat wajah penuh kepanikan pada Naka juga Eyang Putri terhadap keadaan Tyas saat ini membuat Dokter tersebut memaklumi nya mengingat Tyas pernah keguguran di kehamilannya yang dulu, dan Dokter pun memutuskan untuk menyampaikan saja hasil pemeriksaan nya barusan itu.
__ADS_1
" Tenang tenang Tuan Naka juga Bu Sekar Anda berdua jangan terlalu panik dulu." Ucap Dokter tersebut sumringah
" Bagaimana bisa Kami tidak panik dengan keadaan Tyas saat ini Dok? " Tanya Naka sewot
" Iya Dokter tolong sampaikan saja apa yang sebenarnya terjadi pada cucu menantu kesayangan Ku ini? " Kata Eyang Putri
" Selamat Tuan Naka sebentar lagi Anda akan menjadi seorang Papa demikian pula Bu Sekar selamat Anda sebentar lagi akan menimang cicit. " Kata Dokter tersebut
Baik Naka maupun Eyang Putri juga Tyas tentunya sangat terkejut dengan perkataan Dokter barusan itu ya lebih tepatnya antara percaya dan tidak.
" Apaaaaaa? " Tanya Naka kaget
" Dokter Anda tidak salah diagnosa kan Anda tidak sedang bercanda kan? " Tanya Eyang Putri yang kini terlihat sangat lah kaget
" Tidak Bu Sekar, Saya tidak berani bercanda dengan Anda terlebih ini mengenai kandungan juga apa yang baruaan Saya sampaikan iti benar adanya kini Nyonya Naka tengah hamil muda." Jawab Dokter tersebut sopan
"Alhamdulilah sayang Kamu hamil." Ucap Naka seraya memeluk erat istri tercintanya itu
" Alhamdulillah." Sahut Eyang Putri yang terharu itu
Kemudian Dokter juga menjelaskan kalau kini Tyas sedang mengandung bayi dalam usia enam minggu Beliau juga menjelaskan dimana usia usia kehamilannya Tyas ini terbilang sangat rawan juga sangat berbahaya jadi Dokter menyarakan untuk lebih banyak istirahat, makan makanan seimbang penuh gizi juga olah raga teratur.
Baik Naka maupun Eyang Putri terlihat mendengarkan penjelasan Dokter tersebut dengan seksama hingga akhirnya Dokter berpamitan keluar dan sebelum keluar Dokter menyampaikan bahwa Tyas sudah boleh pulang.
Naka dan juga Eyang Putri sangatlah senang bercampur haru dengan kehamilan Tyas saat ini mengingat Tyas pernah keguguran Dokter juga memberitahu kalau Tyas akan sedikit lama untuk hamil kembali namun nyatanya Allah SWT memberinya titipan bayi dalam kandungan itu lebih cepat dari prediksi.
Tak henti hentinya Naka juga Eyang Putri memeluk dan mencium Tyas juga tak henti hentinya Mereka bertiga mengucap syukur atas kebahagian ini.
__ADS_1