Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Menyusul


__ADS_3

" Apaaa, Kalian tidak salah dengar kan? " Tanya Seketaris Anton saat mendengar penuturan para anak buahnya itu.


Naka yang sedang duduk di sampingnya itu pun kaget dan langsung menoleh kearah Seketaris Anton seraya mengernyitkan dahinya penuh tanda tanya ada apa sebenarnya.


" Ada apa Ton? " Tanya Naka dengan nada datar.


" Sebentar Tuan." Jawab Seketaris Anton


Kemudian Seketaris Anton pun melanjutkan pembicaraan dengan ketiga anak buahnya itu, Dia meminta Mereka tetap mengawasi keadaan sekitar tempat tinggalnya Tyas dan selalu melaporkan bila ada hal hal yang mulai mencurigakan tentang Nona Tyas.


Selesai memberitahu Mereka, Seketaris Anton pun segera mengakhiri panggilan telepon itu dan segera menoleh kearah Naka dan berniat memberi tahunya tentang kabar barusan.


" Tuan maaf nampaknya ada kabar yang kurang sedap tentang Nona." Ucap Seketaris Anton mencoba memberanikan diri untuk memberitahu Sang Majikan itu.


" Kabar itu cepat kasih tau Aku." Balas Naka seraya menatap wajah Sang Asisten sekaligus orang kepercayaan nya itu.

__ADS_1


Naka menghirup nafasnya dalam dalam dan menghembuskan nafasnya panjang panjang seraya mengumpulkan kekuatan dan keberanian untuk memulai memberi tahu Naka.


" Ada dua kabar baik dan buruk dari Mereka untuk Tuan, kabar baiknya Mereka sudah menemukan alamat rumah kedua orang tuanya Nona Tyas juga keberadaan Nona disana dan kabar buruk nya dirumah itu sekarang sedang diadakan hajatan pesta Tuan." Jawab Seketaris Anton sedikit gugup


"Hajatan apa maksudmu? " Tanya Naka mulai penasaran.


" Nah itu dia Tuan kabar buruknya katanya sih hajatan khitanan keponakannya Nona sekaligus hajatan resepsi pernikahan anaknya yang dari Jakarta dan bukankah seluruh kakaknya Nona sudah menikah semua, juga Nona juga baru kembali dari Jakarta." Jawab Seketaris Anton


Naka kaget mendengar ucapan sekaligus penuturan dari Seketaris Anton barusan, mungkinkah Tyas tega meninggalkanya dengan diam diam menikah dan jika bukan Tyas siapa lagi bukankah ketiga kakaknya sudah menikah dan sudah punya anak cuman Naka dalam hati.


Naka tersadar dari lamunannya itu dan segera membalas tatapan mata Seketaris Anton itu dan tanpa menjawab pertanyaan Sang Asisten itu Naka segera beranjak dari duduknya


" Cepat siapkan mobil juga perlengkapan untuk melamar Tyas, dan sekarang juga Kita berangkat menyusul Dia." Perintah Naka pada Sang Asisten itu.


Dan tanpa banyak bicara lagi Seketaris Anton segera bangkit dari duduknya dan segera melaksanakan perintah dari Majikannya itu untuk mempersiapkan mobil juga perlengkapan untuk Melamar.

__ADS_1


Selang tiga jam berlalu semua persiapan sudah selesai, Seketaris Anton segera menelpon Naka yang sedang berendam di dalam bak kamar mandi pribadinya untuk memberi tahu kalau semua persiapan sudah selesai dan mengajaknya untuk segera berangkat.


Naka segera menyelesaikan ritual mandinya dan langsung ganti baju lalu terlihat keluar kamar dan berjalan menuruni tangga ke lantai bawah.


" Mau kemana Kamu sayang? " Tanya Eyang Putri pada Cucu kesayangan itu.


" Naka mau nyusul Tyas Eyang do'ain perjalanan Naka lancar selamat sampai tujuan." Jawab Naka seraya mencium kedua pipi Eyang Putri


" Ya sudah Kamu hati hati ya jangan lupa untuk berdoa sebelum menempuh perjalanan ." Balas Eyang Putri seraya menepuk pundak Naka


Naka pun mengangguk patuh dan segera berpamitan untuk berangkat kebetulan sudah ditunggui Seketaris Anton dan seorang sopir di dalam mobil pribadinya itu.


Dan Mereka pun berangkat menyusul atas juga yang lainnya, Dengan kecepatan tinggi juga via tol Pak Sopir membawa Mereka ke alamat yang dituju yakni alamat kedua orang tuanya Tyas berada.


Stelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya Mereka pun telah sampai di kota kabupaten tempat kelahiran nya Tyas dan karena malam sudah sangat l arut akhirnya Mereka semua berikut ketiga anak buahnya Seketaris Anton itu memutuskan untuk menyewa kamar untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2