Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Semoga yang terbaik 1


__ADS_3

" Selesai sarapan ini gimana kalau Aku ajak Kamu jalan jalan Sayang? " Tanya Naka Seraya memandang kearah Tyas


Tyas sedikit salah tingkah saat mendengar Naka memanggilnya dengan panggilan Sayang itu, Menurutnya hal itu sedikit aneh jika biasanya Naka memanggilnya dengan panggilan namanya saja sekarang berubah jadi sayang dan hal ini sukses membuat Tyas bingung dan salah tingkah sendiri.


" Mas Naka bukankah Kita sudah janji untuk tidak merubah panggilan masing masing? " Tanya Tyas dengan sedikit salah tingkah plus pipi merah merona karena menahan malu.


" Kan disini hanya ada Kita berdua jadi bolehlah." Jawab Naka Seraya tersenyum manis.


" Dih kalau dibilangin masih aja nawar." Balas Tyas merengut


Melihat Tyas tengah merengut cemberut kesal, Naka malah semakin semangat menggoda Tyas dengan memanggilnya berulang ulang dengan panggilan sayang bagi Naka Tyas yang tengah marah itu terlihat lebih cantik.


" Gimana Kamu setuju kan dengan ajakanKu barusan calon Nyonya Bagaskara? " Tanya Naka menggoda Tyas dan hal itu sukses membuat Tyas semakin salah tingkah


" Dih malah melunjak nih orang ya, Memangnya Mas Naka mau beli apa sih ke mall? " Tanya Tyas Seraya mencondongkan kepalanya kearah Naka.


" Bukannya ngelunjak lebih ke doa sih toh nantinya juga akan seperti itu, emm mau ngajak Kamu jalan aja buat ngerayain first day hubungan Kita." Jawab Naka sumringah.


" Tapi jangan sampai sore ya Mas, soalnya nanti Aku mau mengantarkan orderan cake untuk acara arisan kaum sosialita." Balas Naka


" Ok, ya sudah sana cepetan ganti baju terus Kita berangkat." Sahut Naka


Tyas pun mengangguk dan segera pamit ke kamar untuk ganti baju dan memoles make up tipis tipis di wajahnya lalu bersiap untuk berangkat.


" Ayo Mas Kita berangkat." Ajak Tyas pada Naka yang sedari tadi menatap penampilan Tyas dengan tatapan penuh kekaguman itu.


" Ok." Jawab Naka Seraya bangkit dari duduk nya dan berjalan menuruni tangga ruko itu


" Sebentar Mas, Aku mau ngasih tau Diah dan Yesi dulu kalau Kita mau keluar takutnya Mereka nyariin Aku." Kata Tyas saat Mereka telah sampai dilantai bawah

__ADS_1


" Ok kalau begitu Aku tungguin di dalam mobil ya." Balas Naka


Tyas pun mengangguk tanda paham dan Dia pun segera berjalan ke dapur mencari kedua sahabat duta keponya itu untuk memberi tahu Mereka kalau Dia dan Naka akan keluar sebentar, Sementara Naka memilih berjalan keluar ruko dan masuk kedalam mobil menunggui Tyas yang sedang berpamitan pada sahabat nya itu.


Selesai berpamitan pada kedua sahabat nya itu, Tyas segera berjalan keluar ruko hendak menyusul Naka yang telah menunggunya di dalam mobil.


Tanpa di duga mobil Wiland datang dan langsung berhenti di depan Tyas, dan terlihat Wiland keluar dari dalam mobil lalu segera menyapa Tyas


" Hay Yas, Kamu mau kemana? " Tanya Wiland


" Hay juga Mas Wiland , ni Aku mau keluar sebentar." Jawab Tyas dengan senyum manis nya


" Memangnya Kamu mau kemana kok kelihatan nya buru buru begitu, biar Aku antar ya? " Tanya Wiland penasaran.


" Nggak usah Mas Wiland Terima kasih, Aku pergi dulu ya sudah ditungguin Mas Naka tu." Jawab Tyas Seraya menunjuk kearah mobil Naka yang tengah terparkir dipinggir jalan.


" Oh ya sudah Kamu hati hati ya." Balas Wiland dengan raut wajah kecewa


Tyas segera berjalan menyusul Naka yang tengah menunggui nya di dalam mobil, Sementara Wiland yang masih tetap setia berdiri mematung sembari menatap punggung Tyas yang tengah berjalan menyusuk Naka itu


" Tyas Aku sadar Aku juga tau diri kalau Aku tidak pantas untuk Mu dan Kamu lebih memilih Naka daripada Aku, Aku berdoa dan berharap semoga Naka adalah sosok pendamping yang baik untuk Mu yang bisa Membimbing dan membantu Mu menyembuhkan luka perceraian itu di hatimu." Guman Wiland lirih


" Aamiin." Sahut Diah yang tiba tiba saja sudah berdiri di sampingnya itu


" Haduhhh Kamu ini mengagetkan Aku aja." Gerutu Wiland yang kesal pada Diah sebab sudah dikagetkan itu


" Hahahaha maafkan Aku Mas Wiland ." Balas Diah


Kemudian Diah pun mengajak Wiland masuk kedalam ruko untuk sekedar ngopi maupun makan roti sembari ngobrol karena kebetulan hari ini ruko sepi sebab biasa hari sabtu karyawan banyak yang libur kantor

__ADS_1


Sementara itu di dalam mobil milik Naka, Terlihat Naka nampak gelisah dengan sesekali mencuri pandang kearah Tyas dan hal itu memancing kecurigaan di hati Tyas


" Kamu kenapa Mas, kok kelihatan nya gelisah begitu, Kamu sakit atau gimana? " Tanya Tyas Seraya memegang lembut lengan Naka.


" Nggak sayang Aku baik baik saja, hanya saja ada yang sedikit mengganjal dihatiKu yang ingin Aku tanyakan ke Kamu." Jawab Naka dengan nada lembut


" Tanya aja nggak papa kok Mas, lagipula Kita kan sudah sepakat untuk saling jujur dan terbuka." Balas Tyas


" Sebenarnya Wiland itu siapanya Kamu sayang apakah hanya sekedar Sahabat atau ada yang lebih kok Aku lihat Dia menatap Mu dengan tatapan penuh kekaguman dan tatapan cinta? " Tanya Naka dengan nada serius


Tyas kaget dengan pertanyaan Naka barusan, Dia menghela nafasnya cukup panjang sembari berpikir bagaimana caranya menjelaskan sosok Wiland pada Naka itu juga termasuk hubungannya.


" Mas Naka Aku mau jujur sama Kamu tapi setelah ini tolong jangan memusuhi Mas Wiland tapi rangkulah Dia sebagai sahabatMu." Jawab Tyas dengan nada mantap.


" Ya tentu." Balas Naka


" Hubungan Ku dan Mas Wiland ini hanya sebatas sahabat Mas meskioun dia bukan yang lalu Dia juga menyatakan cinta pada Ku namun namun Aku memilih untuk menolaknya sebab Aku menghormati persahabatan nya dengan mantanKu dulu juga Aku tidak ingin tetap dalam lingkaran masalalu Ku dulu tapi yang perlu Kamu tau Mas Wiland ini orang baik Mas Dia yang menolong Aku memberi Aku semangat juga dukungan saat rumah tangga ku dulu diambang perceraian dan Dia juga yang menyelamatkan Aku dari amukan nya mantanKu dulu saat Kami tengah bertengkar." Ucap Tyas Seraya mengenang kebaikan Wiland dulu


Tyas tidak mungkin berterus terang dengan mengatakan kalau Wiland telah menyelamatkan dirinya dari upaya pemerkosaan yang dilakukan oleh Ditya pada nya tempo dulu sebab itu bagian dari aib rumah tangganya.


" Tapi sekarang Kalian hanya sebatas sahabat kan, nggak lebih? " Tanya Naka dengan nada serius juga menatap Tyas dengan seksama.


" Iya Mas benar Kami hanya sebatas sahabat saja, dan jika Kami ada hubungan yang spesial nggak mungkin juga Aku menerima niatan baikMu itu." Jawab Tyas


" Ah syukur lah kalau begitu." Balas Naka


" Tunggu dulu Mas kok Kamu bertanya seperti itu kenapa apakah Kamu cemburu? " Tanya Tyas Seraya menatap Naka seksama.


" Tentu saja Aku cemburu dan takut sebab calon istri Ku ini cantik fisik dan cantik sikapnya juga mandiri pula." Jawab Naka dengan senyum sumringah nya

__ADS_1


" Halah mulai deh ngegombal nya." Ucap Tyas


Hingga tak lama setelah itu Mereka pun telah tiba di sebuah gedung mall terbesar di pusat kota itu dimana hampir setengah bagian sahamnya adalah milik Naka itu.


__ADS_2