
Pagi ini Naka bangun lebih awal dari biasa nya, Dia segera mandi lalu berganti dengan baju kemeja kerja nya karena hari ini ada rapat penting yang harus Dia hadiri.
Tyas terlihat sudah bangun dan berusaha duduk lalu berdiri berniat kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sekalian ganti baju.
" Hey sayang Kamu mau kemana? " Tanya Naka saat melihat Tyas sudah berjalan sampai depan pintu kamar mandi itu
" Aku mau ke kamar mandi Mas, mau mandi sekalian ganti baju badan ku lengket semua ni." Jawab Tyas dengan senyum manisnya itu
" Tapi Sayang Kamu tidak boleh banyak bergerak dulu bahaya buat Kamu juga calon anak Kita." Sahut Naka seraya menghentikan langkah Tyas
" Tapi Mas Aku ini mau membersihkan tubuhku lengket dan bau keringat ni." Balas Tyas merengut
" Ya sudah sini Aku bantu ya. " Ucap Naka seraya mengapit lengan Tyas
" Nggak usah Mas Kamu kan sudah rapi takutnya nanti baju mu malah kotor lagian Aku bisa kok ya please Kamu tungguin Aku di luar aja nggak papa." Balas Tyas meyakinkan sang suaminya itu
Naka pun mengangguk dan meskipun ragu akhirnya Dia pun mengijinkan Tyas untuk masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan ganti baju sementara dirinya menunggui di luar kamar mandi
Tyas keluar dari dalam kamar mandi terlihat sudah ganti baju dan raut wajah yang fresh ya barusan Dia mandi jadi membuat dirinya terlihat lebih segar dan semakin cantik saja.
" Mas kok tumben sih hari ini Kamu pagi pagi begini sudah rapi mau berangkat kerja? " Tanya Tyas seraya duduk di kursi meja rias nya dan mulai memoleskan sapuan make up di wajah ayunya itu.
" Iya sayang hari ini Aku dan Eyang Putri harus menghadiri rapat akhir bulanan di kantor cabang daerah Bogor sana." Jawab Naka seraya membantu mengeringkan rambut istrinya itu.
" Wah ke Bogor, seru ni kelihatan nya Aku ikut ya Mas." Sahut Tyas seraya balik badan menghadap kearah Naka yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya itu
" Tapi sayang Kamu harus istirahat di rumah kesehatan Mu belum pulih sepenuhnya jadi nanti aja kalau Kamu sudah fit pasti Aku ajakin Kamu kesana." Balas Naka
" Tapi Mas, Aku tu bosen dirumah aja lagian Aku sudah sehat ya please." Ujar Tyas setengah memohon
" Sayang please dengerin kataku kali ini ya ini semua demi kebaikan kesehatan Mu juga calon baby twin Kita yang kini tengah tumbuh di sini Aku janji nanti kalau Kamu sudah sehat dan sudah pulih kembali pasti Aku akan menuruti semua keinginanmu untuk jalan jalan ." Sahut Naka seraya mengusap usap perut istri nya itu
__ADS_1
Mendengar ucapan Naka barusan membuat hati Tyas kecewa matanya berkaca kaca dan mulai mengembun air matanya dan mulai jatuh menetes membasahi pipinya, sementara Naka yang menyadari kalau Tyas tengah bersedih dan kecewa itupun pasrah dan tidak tau apa yang harus dilakukan nya
Dia terus membujuk Tyas untuk tidak bersedih karena tak diijinkan untuk ikut ke Bogor namun nampaknya tetap tidak mempan Tyas terlihat murung dan dengan air mata yang terus menetes Dia pun beranjak kembali meringkuk di atas kasur empuknya tadi.
Naka bingung dengan perubahan sikap pada diri Tyas yang berubah tiga ratus depan puluh derajat menjadi sangat manja dan melow mudah sekali menangis, Sementara Tyas sendiri juga tau kenapa dirinya akhir akhir ini merasa selalu merindukan aroma tubuh suaminya itu ingin selalu berada di sampingnya dan mudah sekali menangis mungkin kah itu bawaan bayi yang tengah di kandung nya.
" Sayang please jangan marah ya, ayo sekarang Kita sarapan dulu udah ditungguin Eyang Putri tu." Kata Naka seraya membuka selimut yang menutupi tubuh Tyas
" Aku tidak lapar Mas, Kamu aja yang sarapan." Balas Tyas yang terlihat meringkuk pura pura menutup mata nya itu
" Sayang hey sayang sudah dong jangan ngambek lagi nanti hilang lo cantikmu hey yuk bangun ah." Sahut Naka seraya menggoda Tyas yang tengah merajuk itu
" Sana jangan ganggu Kau Mas." Kata Tyas setengah berteriak kearah Naka
Naka semakin gemas melihat sang istri tersayang nya itu merajuk karena tidak diijinkan ikut itu sungguh jika saja bukan karena ada meeting penting pasti dirinya akan mengurungkan niatnya ke Bogor dan langsung mengajak olah raga ranjang istrinya yang menurut nya semakin cantik itu
" Tokkkkk
" Tokkkk
" Den Naka Den." Panggil seseorang yang mengetuk pintu kamar itu
" Ya sebentar." Jawab Naka seraya beranjak jalan membuka pintu kamar dan ternyata Mbok Rah lah yang mengetuk pintu itu
" Anu Den Naka dan Non Tyas sudah ditungguin Eyang Putri di meja makan untuk sarapan." Kata Mbok Rah
" Iya Terima kasih banyak ya Mbok." Jawab Naka dengan senyum manisnya
Mbok Rah pun mengangguk dan segera pamitan ke dapur dulu sementara Naka terlihat berjalan menghampiri Tyas yang masing sangat sangat merajuk itu
" Sayang ayo bangun sarapan dulu." Kata Naka seraya membelai rambut Tyas
__ADS_1
" Aku nggak lapar Mas, Kamu aja yang sarapan sana." Jawab Tyas dengan posisi yang sama meringkuk di bawah selimut itu
" Kalau Kamu nggak mau sarapan gimana Kamu punya tenaga untuk ikut meeting ke Bogor coba? " Tanya Naka seraya mencium pipi istrinya itu
Dan seperti nya ucapan Naka barusan itu bagai mantra sakti pengusir kekesalan juga merajuk nya Tyas, Wajahnya berubah berseri sering dan senyumnya langung sumringah manakala mendengar kata Naka barusan hingga Dia pun langsung bangun dari tidur nya dan langsung duduk bersila menghadap Naka.
" Ha, Kamu ijinin Aku ikut ke Bogor Mas? " Tanya Tyas seraya memegang kedua lengan kekarnya Naka
" Iya tapi dengan satu syarat sayang." Jawab Naka
" Apa itu syaratnya Mas ayo cepat katakan? " Tanya Tyas penasaran dengan syarat yang akan diajukan oleh Naka itu
" Kamu harus hati hati tidak boleh banyak bergerak dulu dan harus mau makan ." Jawab Naka
" Siyap laksanakan." Sahut Tyas seraya mengangkat tangannya layaknya seseorang tengah hormat
Kemudian Naka pun mencium wajah sang istri itu lalu mengajaknya untuk sarapan bersama Eyang Putri di meja makan
Sesampainya di ruang makan Naka segera memberitahu Eyang Putri kalau Tyas memaksa untuk ikut ke Bogor dan awalnya Eyang Putri kurang setuju dengan keinginan nya Tyas itu, Beliau terlihat berpikir sejenak laku memutuskan untuk mengijinkan Tyas ikut ke Bogor.
" Terima kasih Eyang Putri telah mengijinkan Tyas ikut ke Bogor." Kata Tyas
" Iya sama sama sayang, Eyang Putri paham kok Kamu pasti bosan hanya berbaring saja lagian Kamu ikut ke Bogor itu juga bagus kok untuk kesehatan Mu juga calon cicitnya Eyang Putri ini supaya pikiranMu fresh tidak stres jenuh yang akhirnya mempengaruhi pertumbuhan janin dalam perutmu itu. " Balas Eyang Putri
" Ayo Sekarang Kamu makan ya kan tadi sudah janji mau makan." Sahut Naka seraya menatap kearah Tyas
Semula Tyas sedikit menolak untuk makan namun akhirnya Dia pun mau makan saat Naka menyuapi nya sarapan itu
" Tyas Kamu harus jaga baik baik bayi yang ada di kandungan Mu itu, Dia calon pewaris kerajaan bisnis Bagaskara Grub." Kata Eyang Putri
" Iya Eyang, InshaAllah Tyas akan selalu menjaganya." Kata Tyas
__ADS_1
" Em bagus, oya Mbok Rah tolong beritahu Mbak Murti agar menghubungi Pak Udin penjaga villa Kita mau nginap di sana dan Kamu juga Mbak Murti harus ikut untuk jagain Bumil tercinta ku ini." Balas Eyang Putri seraya memberitahu Mbok Rah itu
Kemudian Mereka pun sarapan bersama sebelum akhirnya berangkat ke Bogor untuk mengikuti rapat tahunan perusahaan Bagaskara grub itu