
" Tidak Yas Aku tidak akan pernah menceraikan Kamu apapun yang terjadi Kamu tetap istriku tetap Ratu di rumah ini jadi buang jauh jauh keinginan Mu itu ." Ucap Ditya dengan lantang .
"Kamu egois Mas lalu Kamu anggap apa Dia juga Bayi yang ada dikandungannya itu ?" Tanya Tyas dengan tak kalah lantangnya .
" Tyas Aku mohon Kamu mengerti dengan keadaan ini Kamu Orang beragama pasti Kamu paham tentang takdir dari Yang Maha Kuasa mungkin takdir Kita harud begini Kamu harus rela Aku madu demikian juga dengan Kamu Wati ." Jawab Ditya dengan kepercayaan diri penuh .
" Selamanya Aku tidak akan sudi Kamu madu Mas Kamu bisa meratukan Aku dengan segala kemewahan fasilitas yang Kamu sanggup penuhi tapi Kamu tidak akan bisa sanggup meratukan Aku dihatimu karena juga ada Dia di hatimu kalaupun Dia mau dimadu itu hak Dia tidak dengan Aku ." Balas Tyas sengit
"Lalu apa mau Mu rumah ,mobil atau uang yang banyak akan Aku penuhi asal Kamu tidak menuntut cerai dari Ku ?" Tanya Ditya angkuh
" Kamu jangan anggap Aku bosoh Mas gampang Kamu rayu dengan materi keputusan Ku sudah bulat Mas Aku mau kita cerai ." Jawab Tyas tegas
"Tyas Aku tidak akan mengabulkan permintaan Mu itu ."Ujar Ditya mulai frustasi karena Tyas tetap ngotot minta cerai .
Wati yang menyaksikan pertengkaran Tyas dan Ditya itu pun tak kuasa menahan air matanya sungguh Dia sakit hati melihat Ditya mati matian mempertahankan rumah tangganya dengan Tyas bahkan mengiming imingi nya dengan kemewahan sementara itu Wati juga merasa menyesal dan merasa bersalah kepada Tyas sahabat karibnya sejak kecil karena telah menghancurkan rumah tangga sahabat nya itu .
"Tyas tolong jangan tinggalkan Mas Ditya Aku meminta maaf sama Kamu Yas dan jika ada yang harus pergi dari hubungan yang rumit ini itu Aku Yas Ku mohon maafkan Aku dan tolong jangan bercerai dengan Mas Ditya Kamu juga jangan kawatir mengenai anak ini akan Aku bawa pergi menjauh dari kehidupan kalian ." Sahut Wati dengan bersujud di hadapan Tyas .
Ditya yang menyaksikan Wati tengah bersujud dohadapan Tyas itu pun merasakan kesedihan yang mendalam Dia tidak tega melihatnya hingga akhirnya Dia pun mendekat kearah Wati
"Sayang bangun lah Kamu tidak pantas bersujud seperti ini karena Kamu tidak salah disini yang salah itu Aku bangunlah ." Ujar Ditya sembari membantu Wati berdiri
" Nggak Mas Aku tidak akan bangun sebelum Aku menerima maaf dari Tyas dan juga kesangguoan nha untuk tidak bercerai dengan Mu ." Jawab Wati pilu
Tyas yang menyaksikan adegan roman itu pun merasa sedikit haru bercampir jijik
" Bangun lah Wati sujudmu itu tidak akan mengubah keputusan Ku Aku tetap pada pendirian Ku ." Ujar Tyas yang mati matian menahan air matanya agar tidak jatuh menetesi pipi
" Tyas kenapa Kamu menjadi keras kepala bukankah Wati dan Aku sudah minta maaf ?" Tanya Ditya emosi
" Aku begini karena Kamu Mas ." Jawab Tyas
"Tyas Aku sudah tidak bisa sabar lagi ke Kamu sekarang juga Kamu pergi dari sini dan ingat tinggalkan semua fasilitas yang telah Ku berikan ke Kamu jangan membawa apa pun yang telah Aku beplikan untuk Mu juga Kamu harus tau Aku tidak akan pernah menceraikan Kamu camkan itu ." Bentak Ditya pada Tyas
Air mata yang sedari tadi Tyas coba untuk menahannya akhirnya meleleh kuga jatuh membasahi pipinya
" Baik itu memang yang Aku inginkan mulai detik ini juga Aku akan keluar dari rumah ini dan Aku tidak akan membawa selembar pun baju yang Kamu belikan dan ini kartu atm yang pernah Kamu berikan padaku dan sepeserpun tak pernah Aku pakai dan cepat urus perceraian Kita ." Sahut Tyas emosi
Tyas pun semakin emosi Dia pun terlihat melepaskan cincin pernikahannya bersama Ditya lalu Dia pun melemparkan cincin tersebut ke muka Ditya .
Tyas benar benar keluar dari apartement Ditya itu tanpa membawa baju baju juga barang.lainnya Dia hanya membawa tas yang berisi hp yang dulu Dia beli dengan uang gaji pertamanya dan juga dompet berisi atm uang gajinya yang Dia tabung Tyas hanya memakai cincin pemberian Almarhum Mbah Kung saja .
"Mas cepat kejar Tyas bawa Dia kembali bersamaMu dan biarkan Aku pergi ."Ujar Wati dengan berurai air mata .
"Tidak sayang biarkan Dia menenangkan hatinya dahulu dan sekarang Aku antar Kamu pulang ya istirahat tenangin hatimu kasian calon anak Kita ini ."Jawab Ditya sembari mengusap perut Wati yang masih rata itu .
Wati mengangguk kemudian Dia pulang dengan diantar Ditya tetapi malam ini Ditya tidak menginap di rumah Wati karena Dia berencana menemui Tyas dirumahnya Mbak Rina .
__ADS_1
Ditya sudah sampai di rumahnya Mbak Rina tetapi rumah itu sepi dan gelap seperti nya penghuni rumah sedang tidak ada di rumah Dia turun dari mobil lalu mengetuk pintu rumah tetapi tidak ada jawaban Ditya juga beberapa kali menelpon Tyas namun hasilnya nihil tidak diangkat panggilan telepon darinya itu .
Hingga tak lama setelah itu mobil Mas Gunawan pun datang Mbak Rina terlihat turun dari mobil kemudian disusul oleh Mas gunawan dan mereka berdua pun kaget dengan kedatangan Ditya malam itu di rumah mereka .
"Selamat malam Mbak Rina Mas Gunawan ." Sapa Ditya yang sedari tadi menunggu di depan teras rumah mereka .
" Ngapain Kamu kesini ?"Tanya Mbak Rina sewot
"Mas Mbak tolong maaf kan Aku dan beri kesempatan Aku untuk menjelaskannya ." Jawab Ditya memelas .
" Sayang beri Dia kesempatan bicara menjelaskan kepada Kita permasalahan yang sebenarnya Kita tidak boleh hanya mendengarkan satu pihak saja ."Sahut Mas Gunawan mencoba meredam emosinya Mbak Rina.
Mbak Rina pun paham lalu mengajak Ditya masuk kedalam rumah dan mempersilahkannya duduk di sofa ruang tamu .
"Sayang ambil kan minum untuk Ditya sekalian panggilkan Tyas kesini ya ." Kata Mas Gunawan .
"Iya Mas ." Jawab Mbak Rina kemudian beranjak ke dapur mengambil minuman
Mbak Rina terlebih dahulu menyeduh dua cangkir teh panas lalu beranjak ke kamar memanggil Tyas untuk keluar menemui Ditya namun Mbak Rina tifak mendapati Tyas di dalam kamar kemudian Dia segera menghubungi Tyas dan ternyata Tyas sedang
keluar jalan jalan menenangkan hati mungkin agak malam baru pulang .
Sementara itu Ditya terlihat gelisah harap harap cemas semoga Tyas mau menemui nya .
Terlihat Mbak Rina keluar dari dapur membawa nampan berisi dua cangkir teh dan makanan ringan
"Terima kasih banyak Mbak ."Balas Ditya
"Sebenarnya apa yang terjadi pada rumah tangga kalian hingga Tyas pergi dari apartement ?" Tanya Mas gunawan serius .
Ditya terlihat bingung dan sedikit takut untuk berterus terang kepada Mereka .
" Nggak papa Kamu cerita saja yang sejujur jujurnya siapa tau Kami bisa membantu mencarikan solusi ." Giliran Mbak Rina mendesak Ditya untuk bercerita .
Akhirnya Ditya pun memberanikan diri berterus terang menceritakan keadaan rumah tangga nya bersama Tyas berikut dengan alasan nya menikahi siri Wati tanpa sepengetahuan siapa pun itu hingga akhirnya Tyas mengetahuinya Ditya bercerita dengan berurai air mata penyesalan .
Mbak Rina dan Mas Gunawan sontak kaget mendengar pengakuan dari Ditya itu .
"Apakah Kamu sudah gila Ditya hingga Kamu nekat menikahi siri Wati ?" Tanya Mas Gunawan sedikit emosi .
"Iya Dit Kamu itu bodoh atau bagaimana kok mau mau nya menuruti permintaan Budhenya Wati itu sekarang Aku tanya bagaimana keadaan Budhe nya itu masih baik baik saja atau sudah tiada ?" Tanya Mbak Rina setengah menahan emosinya .
"Karena waktu itu Aku tidak tega Mbak Mas melihat keadaan Beliau yang sedang sakit di rumah sakit dan sekarang keadaan Beliau sehat wallafiat ." Jawab Ditya polos .
" Ditya Ditya Kamu itu gegabah terlalu gampang mengambil keputusan dan sekarang Kamu menyesali semua keputusan yang Kamu ambil itu tidak ada gunanya ." Balas Mbak Rina
"Sekarang Aku ingin tanya Kamu Dit pernah Kamu memikirkan resiko nya akan seperti ini belum lagi bagaimana kalau para Orang Tua Kita di kampung tau apakah Mereka tidak akan kecewa ?" Tanya Mas Gunawan .
__ADS_1
Ditya hanya menunduk tanpa menjawab sepatah katapun atas ucapan Mas Gunawan dan Mbak Rina barusan Dia menyadari kekeliruannya terlalu cepat mengambil keputusan untuk menikahi siri Wati tanpa memikirkan resiko nya akan seperti ini .
" Sekarang Aku tanya Ditya tolong jawab jujur apakah Kamu mencintai Tyas?"Tanya Mbak Rina dengan tatapan serius penuh selidik .
" Iya Mbak awalnya Aku tidak mencintai Tyas sama sekali dan menganggapnya hanya sebatas adik saja namun seiring berjalannya waktu lambat laun Aku mencintai Tyas dan kini Aku tengah ketakutan jika harus kehilangan Tyas ."Jawab Ditya jujur
Mbak Rina menatap Ditya dalam dalam Dia menemukan kejujuran dimata Ditya dan akhirnya Dia pun ikut terenyuh dengan nasip yang tengah dialami Ditya itu
Sementara itu Mas Gunawan terlihat menghela nafasnya panjang dan menyeruput teh panasnya sebelum melanjutkan obrolannya .
"Lalu apa keputusan yang akan Kamu ambil ?"Tanya Mas Gunawan dengan serius
"Aku tidak akan menceraikan Tyas Mas Mbak meskipun Dia meminta bercerai sore tadi ." Jawab Ditya
" Apa Tyas meminta cerai ?"Tanya Mas Gunawan kaget begitupula dengan Mbak Rina
"Iya sore tadi Tyas keapartement dan Dia melihat Wati di sana lalu Dia salah paham lagi Mbak Mas Dia meminta Aku untuk memilih anatara Dia dan Wati namun Aku tidak bisa memberinya jawaban Mbak Mas mengingat Wati kini tengah mengandung dan akhirnya Dia pun mengutarakan niatnya meminta cerai ke Aku dan Aku yang tersulut emosi pun memintanya keluar dulu untuk menenangkan diri agar emosinya tidak semakin naik ."Jawab Ditya panjang lebar menjelaskan kejadian tadi sore .
"Kalau Kamu masih mau mempertahankan rumah tanggamu bersama Tyas lalu bagaimana nasip Wati dan bayi yang ada di dalam kandungannya ?"Tanya Mbak Rina .
"Itu lah yang tadi sore Kami bahas Mbak antara Aku dan Wati Kami sudah sepakat akan bercerai setelah bayi itu lahir dan Aku akan tetap bertanggung jawab pada anak itu saat Kami membahas hal itu tanpa sengaja Tyas masuk dan melihat Kami berdua akhirnya Tyas pun menjadi salah paham dan marah besar ke Kami hingga akhirnya Dia pun meminta bercerai ."Jawab Ditya jujur .
" Tunggu Dit wanita yang barusan Kamu sebut itu namanya Wati kan dan apakah Dia adalah sahabat karibnya Tyas dan apakah wanita itu yang pernah di ceritakan Mas Gunawan yang todak sengaja bertemu dengan Kalian di Yogyakarta itu ?"Tanya Mbak Rina
Ditya mengangguk membenarkan pertanyaan Mbak Rina barusan
" Gila Kamu menikahi sahabatnya Tyas sendiri ?" Tanya Mbak Rina
" Sebenarnya Aku dan Wati sudah lama pacaran Mbak Mas jauh sebelum Aku dan Tyas menikah hubingan Kami tidak direstui pleh kedua Orang Tua Ku dan setelah Aku menikah dengan Tyas hubungan Kami pun berahir hingga Budhe nya mendesak Ku untuk segera menikahi Wati dan Aku khilaf Mbak telah membohongi Tyas selama ini Aku menyesal Mbak tolong bantu Aku bujuk Tyas supaya Dia mengurungkan niatnya untuk bercerai dengan Ku ."Jawab Ditya sembari memohon agar Mbak Rina mau membantunya membujuk Tyas.
"Lalu kenapa selama ini tidak berterus terang saja pada Tyas dan Aku rasa jika Kamu berterus terang sejak awal mungkin Tyas tidak akan semarah ini ."Ujar Mbak Rina.
"Karena Aku beranggapan Aku mampu membagi semuanya dengan adil untuk mereka berdua mencoba menjalani dua rumah tangga sekaligus Mbak Mas ." Balas Ditya .
" Kamu terlalu sombong Ditya Kamu lupa kalau.Kamu itu hanya manusia biasa Kamu tidak akan bisa seadil itu menjadi imam dua wanita sekaligus itu sangat sulit seumpama satu Nahkoda menjalankan dua Perahu bersama bukankah itu sangat sulit ingat Ditya ada tanggung jawab besar yang harus Kamu pertanggung jawabkan kepada Yang Maha Kuasa ingatkah Kamu akan janji janji mu di depan penghulu waktu menikah dulu ."Sahut Mas Gunawan geram.
"Maafkan Aku Mas Aku khilaf lalu Aku harus bagaimana lagi untuk menebus semua kesalahan Ku ini tolong beri Aku saran ."Balas Ditya memelas .
" Ah entahlah Dit Aku tidak tau harus memberimu saran apa yang pasti Kamu harus ngomong baik baik ke Tyas pertemukan Dia dan Wati kalian bertiga harus bicara putuslan dengan baik dengan kepala dingin jangan turuti ego yang tinggi ." Nasehat Mas Gunawan .
" Iya Dit bukannya Kami tidak mau membantumu membujuk Tyas agar mengurungkan niatnya untuk ber cerai dari Mu hanya saja Kami tidak mau ikut campir dalam urusan rumah tangga mu dan Tyas yang serumit ini Kamu yang berbuat Kamu pula yang harus bertanggung jawab jadilah lelaki yang bertanggung jawab seperti apa yang diajarkan oleh Orang Tua Mu ." Ujar Mbak Rina .
Ditya terlihat merenungi nasehat nasehat dari Mas Gunawan dan Mbak Rina hingga akhirnya Dia pun pamit pulang ke apartement nya .
Sementara itu Tyas yang masih setia duduk di taman bunga itu nampak menikmati heningnya malam Dia duduk sendirian sementara di bangku lainnya banyak pasangan muda mudi tengah asik mengobrol santai .
"Oh Tuhan Aku tau perceraian adalah hal yang paling Engkau murkai namun jika ini sudah jadi jalan takdir hidupku maka Aku ikhlas menerimanya ."Doa Tyas dalam hatinya
__ADS_1
Hingga malam pun semakin larut dan Tyas pun beranjak pulang karena sejak tadi Mbak Rina tak henti hentinya menelpon mwnyuruh dirinya pulang .