
sepulangnya bapak dan ibu sore tadi
mas Abi dan mbak Yuni terlihat kawatir karena sejak siang Tyas mengurung diri dikamar mereka pun hendak menyusul Tyas
" Tyas nggak keluar makan malam to dek " tanya mas Abii pada istrinya.
" nggak mas ,mungkin Tyas sedang tidur karena sejak bapak dan ibu pamitan dia tidak keluar kamar atau Tyas sedang ingin menyendiri ." jawab mbak Yuni kawatir
" tadi Boby lihat ,bulik Tyas menangis Yah " sahut Boby.
" O iya dimana le ?tanya mas Abi .
" Dikamar buklik Yah , tadi waktu mbah kakung pulang Boby masuk kamar mau ngajak bulik bermain terus Boby lihat bulik menangis."jawan Boby
Terlihat mas Abi dan mbak Yuni kaget terlebih mbak Yuni yang begitu dekat dengan Tyas pun dapat merasakan gundangan emosiaonal dan gejolak amarah yang tengah Tyas rasakan.
"Ya sudah tolong siap kan makanan buat Tyas dek , tak antar e ke dalam " perintah mas Abi pada mbak Yuni.
mbak Yuni pun segera beranjak mengambilkan makan malam untuk Tyas kemudian mereka berdua pun berjalan menyusul Tyas dikamar .
Setelah mengetuk pintu kamar mas Abi dan mbak Yuni pun masuk kamar dan seperti Boby tadi Tyas terlihat meringkuk dikasur matanya sembab menangis keadaannya sungguh memprihatinkan hingga mas Abi dan mbak Yuni pun tidak tega hingga mereka pun ikut menangis
"Makan dulu nduk ." kata mas Abi sambil meletakkan nampan berisi piring makan malam untuk Tyas .
" nggih mas , terima kasih Tyas belum lapar ." jawab tyas beranjak bangun dan duduk diranjang .
"Yas apapun keputusanmu terhadap perjodohan ini mas akan tetap mendukung mu ,terus terang mas dan mbakmu juga menolak apalagi mbak Rina kalau dia tau pasti akan bersikeras menolak perjodohan mu dengan Ditya tetapi kami juga tidak mampu berbuat banyak nduk karena ini semua sudah menjadi kesepakatan bapak dengan ayahnya Ditya , kami tau ini sangat berat bagimu tetapi percaya lah pilihan bapak pasti baik untukmu beliau pasti sudah melihat menilai dulu calon jodoh yang akan menjaga ,membimbing dan mengayomi mu ini mungkin sudah garis takdir mu dan mas harap kamu mau memahami niat bapak. " kata mas Abi menasehati Tyas.
" Tapi mas , Tyas belum siap menikah Tyas pun juga belum mengenal siapa mas Ditya bagaimana orang nya aku juga belum pernah bertemu dan tiba tiba kami harus menikah juga Tyas ingin mengejar cita cita Tyas bisa bekerja mengumpulkan uang lalu bisa ikut belajar paket C untuk mendapatkan ijazah Sma . " ucap Tyas sambil mengelap air mata yang sedari tadi tak mau berhenti mengalir.
__ADS_1
" Sudah nduk , gini mbak Yuni punya ide bagaimana kalau kamu mengajukan sarat agar kamu diijinkan kerja dan nantinya kamu bisa melanjutkan sekolah lewat paket kejar ?" sela mbak Yuni memberi ide.
" Woooow itu ide bagus Yas " sahut mas Abi
terlihat Tyas memikirkan kata kata mbak Yuni barusan
" Ya baik lah kalau itu baik menurut mas Abi dan mbak Yuni Tyas manut ". balas Tyas .
beberapa hari kemudian saat makan malam mas Abi memulai pembicaraan
" Yas tadi siang bapak nelpon meminta kita mengantarmu pulang dulu, karena keluarga ditya akan datang mereka mau membicarakan hal serius tentang pernikahan kalian ." ucap mas Abi .
Dia sangat hati hati menyampaikan permintaan bapak ,takut melukai hati adik bungsu kesayangannya itu.
" Nggih mas , kita semua nginep to lalu kapan kita berangkat ?"tanya tyas.
" Tentu kita akan menginap disana karena Boby sudah lama pengen nginap disana . rencananya nanti sore kita berangkat sudah sana kamu kemas kemas dulu . " jawab mas Abi .
Sepergian Tyas ke kamar untuk berkemas ,mas Abi berbincang dengan mbak Yuni.
" Sebenar nya hari ini adalah hari untuk membicarakan tanggal pernikahan Tyas dengan Ditya sekaligus mempertemukan mereka lo dek , tetapi aku ngga sanggup berkata jujur ke dia ". ucap mas Abi.
" sudah lah mas mungkin ini sudah takdir yang Maha Kuasa , yang penting nanti setelah menikah Tyas harus tetap kerja supaya bisa mengejar cita citanya yang tertunda " balas mbak Yuni.
Setelah sudah beres semua lalu mereka pun berangkat pulang ke rumah bapak ibu di desa.
Sedangkan ditempat lainnya
Seorang gadis cantik rambut sebahu body seksi dengan kulit kuning langsatnya dengan cekatan kerja melayani pelanggan restoran yang sedang memesan makanan .Dia sangat terampil dan juga gesit ya dia adalah Wati , Sahabat karib Tyas
__ADS_1
Mereka terpisah setelah pengumuman kelulusan sekolah Wati ikut Budhe nya ke Yogyakarta
Kebetulan Budhe nya Wati ini membuka restoran Gudek kecil kecilan
Sedangkan Tyas ikut mas Abi ke Surabaya untuk kerja dipabrik.
Wati melayani pelanggan dengan ramah dengan senyuma manisnya .
Budhe selalu mengingatkan untuk selalu ramah dan sopam ke pembeli dan Wati pun selalu mengingatnya.
Diujung ruangan itu seorang pria tampan berperawakan tinggi ,kulit putih bersih sedang mengawasi Wati dan sedikit mencuri curi kesempatan menggoda Wati kekasihnya
dan budhe yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil bilang
"Ayo cepat dihallal kan nak Ditya , takut nanti Wati keburu dilamar orang entar getun lo ( menyesal ) ". canda Budhe.
"Pengen nya sih begitu Budhe , tapi dek Wati nya belum mau dan masalah terbesarnya kami terganjal restu Bapak Ibukku. " ujar Ditya
Dia nampak lesu mengingat kejadian kemarin dimana orang tua nya dengan sangat tegas menolak Wati untuk menjadi menantu meraka
" Sudah sudah jodoh itu ditangan Allah " ujar Budhe berusaha menghibur Ditya yang terlingat murung .
Kembali ke Tyas
Tyas dan mas Abi sekeluarga sudah sampai rumah dengan Selamat.
Bapak dan ibu pun menyambut mereka
setelah berbincang cukup lama akhirnya ibu meminta mereka untuk istirahat dikamar masing masing
__ADS_1
Karena besok adalah hari minggu jadi mereka bisa menginap sembari berlibur
( bersambung )