
Jika Tyas menemani Naka pergi bermain golf bersama teman teman nya, maka Eyang Putri bersama dengan Mbok Rah pengasuh kecilnya Naka terlihat tengah mengunjungi sebuah butik penjual baju pengantin terkenal di pusat ibu kota itu.
" Hay Jeng Sekar." Sapa Bu Tanti pemilik butik baju mewah itu
" Hay juga Jeng Tanti , kenalin ini Mbok Rah pengasuh kecil nya Naka dulu." Balas Eyang Putri seraya memperkenalkan Mbok Rah pada Bu Tanti .
" Iya salam kenal ya Mbok Rah, dan maaf Jeng Sekar ada angin apa yang membawa Anda kesini tumben sekali lo Jeng? " Tanya Bu Tanti seraya menggenggam erat tanganya Eyang Putri
" Ini lo Jeng Aku mau cari baju pengantin yang mewah cantik dan berkelas." Jawab Eyang Putri seraya tersenyum manis
Bu Tanti kaget dengan jawaban Eyang Putri barusan lebih tepat nya kaget bercampur bingung apakah Bu Sekar akan menikah lagi guman Bu Tanti dalam hati
" Lo siapa yang akan menikah Jeng? " Tanya Bu Tanti dengan mengernyit kan dahinya
" Oh itu lo Naka yang akan menikah." Jawab Eyang Putri dengan senyuman manis
" Wah Naka akan menikah dengan siapa Jeng pasti dengan Maritha ya Mereka sangat cocok ya Jeng Naka tampan dan Maritha sangat cantik dan ngomong ngomong kapan acara pernikahan nya Jeng? " Tanya Bu Tanti yang memang tidak tau kalau Naka sudah putus dengan Maritha lama
" Salah Jeng, Naka tidak menikah dengan Maritha tapi dengan wanita cantik berkelas yang bernama Tyas pemilik usaha Cake and Pastry yang sedang naik daun itu lo dan rencana pernikahan Mereka itu dia bukan lagi." Jawab Eyang Putri membanggakan Tyas di depan pemilik butik langganan para konglomerat ibu kota itu
" Wah pasti Dia wanita yang sangat cantik ya Jeng buktinya bisa menaklukkan hati Naka." Sahut Bu Tanti
Eyang Putri dan Mbok Rah pun kompak tersenyum mendengar ucapan Bu Tanti barusan, Kemudian Mereka pun diajak masuk oleh Bu Tanti kedalam ruang VVIP khusus pelanggan untuk memilih milih bahan untuk baju pengantin wanita juga untuk pria dan anggota keluarga lainnya dengan kualitas terbaik di butik itu tentunya.
Sementara itu di rumah kediaman keluarga besarnya Pak Samsul orang tuanya Tyas, Terlihat Beliau tengah duduk santai dengan Bu Rukmi di teras belakang rumah seraya menikmati kopi panas lengkap dengan pisan goreng itu
" Buk, nanti waktu nikahannya Tyas dan Naka apakah Kita perlu mengundang keluarga nya Mas Samsul dan Mbakyu Ratih? " Tanya Bapak dengan nada lirih
" La menurut Bapak gimana bagusnya? " Tanya Ibuk balik
" Ya Bapak juga nggak tau Buk, Satu sisi Mas Samsul itu sahabat karibnya Bapak sejak kecil teman seperjuangan Buk dan Beliau itu juga berjasa banyak untuk keluarga Kita." Jawab Bapak dengan tatapan nanar mengingat persahabatannya dengan Pak Samsul.
" Kalau menurut Ibuk lebih baik Bapak undang saja Mas Samsul dan Mbakyu Ratih mau bagaimana pun Kita ini sudah bersahabat sejak lama jangan sampai putus persahabatan hanya gara gara kegagalan rumah tangganya Tyas dan Ditya dulu Pak, meskipun Kita Sekarang sudah tidak besanan dengan Mereka tapi Kita kan masih sahabat an dengan Mereka jadi sangat tidak etnis kalau Kita tidak ngundang Mereka di nikahannya Tyas nanti." Sahut Ibuk dengan nada lembutnya
Bapak terlihat menghela nafasnya panjang panjang mencerna ucapan Ibuk barusan lalu Beliau pun mengangguk membenarkan kata kata Ibuk barusan.
" Ya ya ya ucapan Ibuk itu benar Kita tidak boleh egois memutuskan tapi silaturahmi dengan pihak Mereka jadi Bapak akan tetap undang Mereka nanti iya Buk Mereka jadi nikahan di Jakarta to? " Kata Bapak seraya bertanya pada Ibuk
Dan belum sempat Ibuk menjawab tiba tiba HP Bapak dan Ibuk itu berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Mbak Rina.
" Iya Rin ada apa Nduk? " Tanya Ibuk sesaat setelah panggilan itu tersambung
__ADS_1
Kemudian Mbak Rona pun menjelaskan maksudnya menelpon Sang Ibuk dan Bapak itu yang mana tujuannya pertama untuk menanyakan kabar kedua Orang Tuanya dan yang kedua juga yang terpenting adalah mengabari Beliau berdua kalau besok lusa akan ada Sopir pribadinya Naka untuk menjemput Bapak dan Ibuk ke Jakarta guna membahas tentang pernikahan nya Tyas dan Naka.
" Oh begitu Nduk, baiklah Bapak dan Ibuk akan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk nikahanya Adikmu nanti termasuk kelengkapan surat surat yang akan diperlukan." Kata Bapak dengan nada tegas
" Nggeh Pak, kalau begitu Rina tutup dulu ya teleponnya Rina dan Mas Gunawan mau ke ruko nya Tyas ." Sahut Manja Rina
Kemudian Mbak Rina pun berpamitan dan mengakhiri panggilan telepon itu dan langsung bersiap siap ke ruko tempat tinggal sekaligus tempat usahanya Tyas itu bersama Mas Gunawan.
Kembali ke pasangan calon pengantin siapalagi kalau bukan Tyas dan Naka yang tengah menikmati waktu santai istirahat setelah asik bermain golf.
Naka terlihat sedang menyeruput kopi panas nya dan sesekali mencuri pandang kearah Tyas yang terlihat sedang menikmati keindahan bukit tempat bermain golf itu dan tak berselang lama Seketaris Anton terlihat datang menyusul Mereka berdua.
" Tuan, Nona." Sapa Seketaris Anton yang tiba tiba sudah berdiri diantara Mereka berdua
Dan sontak saja Tyas dan Naka pun terjenggit kaget dan langsung kompak menoleh kearah Seketaris Anton itu
" Kamu mengagetkan Kami saja, ada apa? " Balas Naka beesungut sungut.
" Maaf Tuan Nona kebetulan tadi Saya sedang lewat disini dan melihat mobil Anda terparkir disini juga jadi Saya memutuskan untuk menyusul, Anda tidak keberatan kan Tuan Nona? " Jawab Seketaris Anton.
" Kamu." Balas Naka yang ucapanya terpotong oleh Tyas
" Tentu saja tidak, Anda boleh bergabung dengan Kami Tuan." Sahut Tyas memotong ucapan Naka barusan.
" Iya Nona Anda jangan memanggil Saya dengan sebutan Tuan, Anda cukup panggil Saya dengan panggilan Nama saja dan Anton nama Saya." Sahut Seketaris Anton seraya mengulurkan tanganya berniat salaman
" Iya Mas Anton, kenalkan Saya Tyas." Balas Tyas seraya meraih jabatan tangannya Seketaris Anton itu
Naka yang menyaksikan Tyas dan Seketaris Anton berjabat tangan salaman itu pun terlihat jelas rait kecemburuan di wajahnya, Dia pun menatap wajah Seketaris Anton dengan tatapan penuh ketidak sukaan dan Seketaris Anton pun menyadari hal itu.
" Eh maaf atas kekurangan ajaran Saya Tuan, Nona." Kata Seketaris Anton dengan nada sedikit gugup
" Kamu tidak perlu minta maaf Mas Anton, dan kedepan nya Kita bisa menjadi sahabat ya kan Mas Naka? " Kata Tuas seraya menoleh kearah Naka.
" Ya ya tentu saja." Jawab Naka dengan senyum yang terkedan dipaksakan itu
Kemudian Mereka bertiga pun melanjutkan obrolan santai Mereka dengan membahas hal hal receh dengan diselingi canda tawa juga diselingi dengan obrolan membahas bisnis anatara Naka dengan Sang Sekretaris sementara Tyas hanya menjadi pihak pendengar saja manakala Mereka tengah membahas masalah bisnis.
Kembali ke butik, Terlihat Eyang Putri dengan dibantu Mbok Rah melihat lihat contoh gaun rancangan untuk pengantin wanita untuk acara respesi itu dengan model rancangan gaya Puteri cinderela yang mewah dan anggun itu.
" Maaf Buk ini kelihatan nya sangat cocok untuk dipakai Nona Tyas saat resepsi nanti ." Kata Mbok Rah seraya menunjukan selembar contoh desain rancangan baju pengantin kepada Eyang Putri
__ADS_1
Eyang Putri pun meraih selembar kertas yang barusan disodorkan oleh Mbok Rah itu dan terlihat Beliau mengamatinya seraya tersenyum manis dan mengangguk dan seperti nya Beliau setuju dengan pilihan Mbok Rah itu
Eyang Putri segera memanggil pelayan butik itu untuk membantunya memilih kain untuk bahan baju pengantin yang akan dipakai oleh Tyas nanti, dan karena Eyang Putri ini adalah salah satu Pelanggan vvip di butik itu maka Bu Tanti sendiri yang turun tangan melayani Eyang Putri itu
Bu Tanti mendengarkan setiap ucapan Eyang Putri mengenai permintaan nya tentang baju pengantin untuk dipakai Tyas dan Naka saat ijab qhabul dan resepsi nanti dengan seksama dan penuh konsentrasi, tak lupa Beliau juga mencatat dengan detil mengenai printilan printilan hiasan untuk gaun pengantin wanita.
Tak lupa Eyang Putri juga memilih kain dengan kualitas paling bagus untuk gaun pengantin yang akan dipakai oleh Tyas dan Beliau juga secara khusus meminta kepada Bu Tanti agar gaun akan dipakai oleh Tyas nanti harus ditangani oleh Bu Tanti sendiri agar tidak terjadi kesalahan disain maupun jahitan.
Selesai dengan urusan perbajuan, Eyang Putri mengajak Mbok Rah untuk mampir makan siang sebentar di sebuah restoran mewah untuk makan siang sebelum pulang ke rumah.
" Bu Sekar." Panggil seorang wanita paru baya pada Eyang Putri saat Mereka tengah menunggu pesanan makan siang itu
Eyang Putridan Mbok Rah yang kebetulan sedang asik mengobrol itu pun kaget dengan suara seseorang yang tengah memanggil nama Eyang Putri itu dan kompak saja Eyang Putri juga Mbok Rah menoleh kearah sumber suara yang memanggil Eyang Putri itu
" Loh Bu Wijaya." Balas Eyang Putri dengan senyum manisnya dan segera beranjak bangun dari duduk nya untuk bersalaman dengan Bu Wijaya yang sudah berdiri di sampingnya itu
Siapakah wanita paruh baya yang barusan di salami oleh Eyang Putri juga Mbok Rah barusan dan Jawaban adalah Bu Wijaya dan siapa kah Bu Wijaya itu dan Jawaban nya adalah Istri dari Pak Wijaya pranoto rekan bisnis Bagaskara grub juga Ibunda dari Maritha pranoto mantan kekasihnya Naka dulu.
" Mari silahkan duduk Bu Wijaya." Ucap Eyang Putri seraya mempersilahkan Bu Wijaya juga Mbok Rah untuk duduk
" Terima aksih banyak Bu Sekar, wah lama sekali ya Kita tidak bertemu bagaimana kabar Anda Bu semoga Bu Sekar dalam keadaan sehat dan Saya dengar sebentar lagi Anda akan mantu benarkah itu Bu Sekar? " Tanya Bu Wijaya pada Eyang Putri
Dan dengan senyuman manis Eyang Putri pun mengangguk ya meskipun dalam hatinya Beliau masih menyimpan dendam pada Bu Wijaya dan Maritha atas kandas nya hubungan pertunangan antara Naka dan Maritha dulu yang hanya di sebabkan oleh masalah ekonomi yang menghampiri perusahaan Bagaskara grub namun nyatanya Eyang Putri masih bisa bersandiwara
Beliau bersandiwara seakan akan tidak terjadi sesuatu yang menimpa Mereka dulu juga berusaha bersikap manis dia hadapan Bu Wijaya meski hatinya muak, bagaimana tidak Beliau masih ingat dengan jelas dan betul betul ingat bagaimana Bu Wijaya mempermalukan dirinya di depan grub arisan juga terang terangan mendukung Maritha untuk membubarkan pertunangan nya dengan Naka hanya masalah isu kebangkrutan yang melanda Bagaskara grub waktu itu
" Ya seperti yang Anda lihat, Saya berikut cucu kesayangan Saya baik baik saja tidak kekurangan satu hal apapun dan mengenai kabar Saya akan mantu langsung saja Saya jawab ya benar Saya akan mantu dua bulan lagi." Jawab Eyang Putri dengan nada tegas.
" Dan Saya dengan calon menantu Anda ini bukan dari kalangan konglomerat seperti Kita ya Bu Sekar dan lebih parahnya lagi Dia hanya wanita kampungan yang mencoba merintis usaha dengan jualan menu sarapan pagi benarkah itu Bu Sekar? " Tanya Bu Wijaya dengan nada sinis
" Ya dan Saya bangga mempunyai calon menantu sebaik dan secantik Dia Bu Wijaya dan maaf apa maksud Anda dengan pertanyaan Anda barusan itu ya? " Kata Eyang Putri seraya menatap wajah Bu Wijaya dengan tatapan sinis
" Ah Saya tidak punya maksut apa apa Bu Sekarang, Hanya saja Saya ingin mengingatkan Anda apakah pantas seorang Janaka Bagaskara pimpinan sekaligus pewaris tunggal Bagaskara grub bersanding dengan wanita jelata seperti Dia apakah itu tidak akan merusak citra pamor Anda sebagai seorang konglomerat Bu Sekar dan mohon memikirkan sekaligus mempertimbangkan kembali hal itu." Jawab Bu Wijaya seraya menatap Eyang Putri
" Lalu siapa yang menurut Anda pantas untuk menjadi pendamping nya Naka apakah Dia Maritha ? " Tanya Eyang Putri masih dengan nada lembut
" Ah Saya tidak bermaksud mengatakan Maritha lah yang cocok untuk menjadi pendamping nya Naka Bu Sekar, tetapi coba Bu Sekar pikir Maritha ini sekarang juga bekerja membantu mengurus perusahaan ayahnya yakni Wijaya pranoto grub Dia juga seorang pengusaha sama dengan Janaka dan dulu Mereka adalah pasangan kekasih Bu Sekar, ya meskipun Saya akui dulu Maritha gegabah mengambil keputusan untuk pergi ke Jepang meninggalkan Naka tapi Dia kan pergi untuk sekolah." Jawab Bu Wijaya mencoba menego Eyang Putri
" Lalu? " Sahut Eyang Putri
" Dia kini sudah kembali Bu Sekar, tidak kah ada kesempatan kedua untuk Maritha , Sebab kalau Saya perhatian hanya Maritha lah yang cocok menjadi pendamping nya Naka yang sama sama dari kalangan pembisnis sukses konglomerat." Jawab Bu Wijaya.
__ADS_1
Eyang Putri dan Mbok Rah yang sedari tadi mendengarkan penjelasan panjang nan lebar dari Bu Wijaya itu pun terlihat saling melemparkan pandangan satu sama lain dan Eyang Putri pun mulai tersulut emosi nya.