Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Semakin iri


__ADS_3

Jika Tyas tengah merasa di Ratukan oleh Ditya dengan dihujani hadiah hadiah mewah juga perhatian perhatian manis nya hingga membuat Tyas hampir lupa dengan tujuan awalnya menyelidiki Ditya meski Diah Sang Sahabat sering kali mengingatkannya agar jangan sampai terlena .


Hal berbeda tengah dirasakan oleh Wati akhir akhir ini Dia merasa Ditya atau biasa Dia panggil Mas Adit itu kurang memperhatikannya bahkan mulai jarang menjenguknya hal itu membuat Wati semakin iri dengan Tyas apalagi ditambah Dirinya melihat kemewahan hadiah dari Ditya untuk Tyas


Seperti sore itu Diah Tyas dan juga Wati tengah jalan jalan seperti biasa hunting makanan dipusat perbelanjaan terkenal dikota tersebut tak sengaja Wati melihat Tyas melihat cincin cantik yang melingkar indah dijari manis Tyas


" Wah cincin Mu bagus sekali Yas pasti pemberian Suami Mu ya ?" Tanya Wati saat mereka bertiga tengah berjalan menuju stand penjual es cream tersebut .


" Iya Yas Aku kok belum pernah lihat baru ya ?" kata Diah menimpali pertanyaan Wati barusan .


" Oh cincin ini ya , Ini bukan cincin dari Suami Ku tapi cincin warisan dari almarhum Kakek nya Suami Ku ." Jawab Tyas sambil menunjukkan cincin cantik pemberian almarhum Kakek nya Ditya kepada kedua sahabatnya itu


Wati merasa hatinya sakit dan mulai melamun bermonolog dalam hati " harus nya Aku yang memakai cincin itu karena Aku adalah cinta sejatinya Mas Ditya, Tapi kenapa justru Kamu yang memakainya kenapa Kamu yang merampas semua ini dari Aku kenapa Yas ?"Tanya Wati dalam hati


Hingga rasa iri itu pun tumbuh semakin subur dihati Wati manakala hp Tyas berdering tanda ada panggilan masuk yang ternyata dari Bu Ratih mertuanya Tyas


" Assallamuallaikum Ma ." Sapa Tyas


" Waallaikumsalam Nduk bagaimana kabarmu dan Ditya ?" Tanya Bu Ratih .


" Alhamdhulillah Kami baik baik saja Mas ,Mama sendiri bagaimana kabarnya juga Papa ?" Tanya balik Tyas tentang keadaan Sang Mertua


" Alhamdhulillah semua baik baik saja Nduk tapi ya itu Mama kangen sekali sama Kamu Nduk ." Jawab Bu Ratih


Sementara itu Diah menyimak saja obrolan antara Mertua dan Menantu yang sangat akrab jauh dari kata canggung itu , Dan sedikit berbeda dengan yang Wati rasakan Dia kembali merasakan sakit hati saat mendengar Bu Ratih Mama nya Ditya bisa seakrab dan sehangat itu dengan Tyas dan kenapa Beliau dulu tidak merestui hubungannya dengan Ditya .


" Jadi acaranya kapan Ma nanti biar Tyas sampaikan ke Mas Ditya ?" Tanya Tyas yang barusan mendengar alasan Mama Ratih menghubunginya


" Hari Sabtu ini Nduk Mama harap Kamu bisa pulang ya sebentar menginap sehari saja mengobati kangen Mama Dan Papa ke Kamu ." Jawab Bu Ratih setengah memohon agar Sang Mantu mau pulang sebentar untuk mengahdiri acara 100 hari kepergian Kakek .


Akhirnya Tyas pun mengiyakan peemintaan Sang Mertua Dia juga akan memberitahukan Ditya dan meminta dan setelah mengobrol sekitar sepuluh menitan itu akhirnya Bu Ratih dan Tyas sepakat mengakhiri percakapan mereka lewat telepon kemudia mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka antri beli es cream viral .

__ADS_1


Setelah mengantri cukup lama akhirnya giliran mereka pun tiba Tyas menawarkan diri untuk maju kedepan untuk mengambil pesanan mereka sekalian membayarnya dan Wati juga Diah pun menyetujuinya .


Tyas menyerahkan selembar uang seratus ribu ke penjual es cream tersebut untuk membayar tiga mangkok kecil es cream mereka kemudian Dia menyusul kedua sahabatnya yang sedang menunggui dirinya di meja depan penjual makanan ringan asal jepang takoyaki .


Saat tengah berjalan menyusul temannya itu Tyas tak sengaja di tabrak seorang lelaki tampan berperawakan tinggi berkulit kuning langsat hidung nya mancung rambutnya disisir rapi kebelakang lengkap dengan pome nya lelaki itu berpakaian rapi sepertinya Dia pekerja kantoran atau pengusaha


" Nona ,Anda menabrak Tuan Saya ." Kata lelaki yang berjalan di samping Laki Laki yang menabraknya tadi .


"Apakah Anda tidak keliru Tuan Anda ini yang menabrak Saya ." Balas Tyas sedikit sewot


Sementara lelaki itu hanya tersenyum melihat kesewotan Tyas itu


Tyas pun berlalu meninggalkan kedua lelaki yang menurutnya sangat menyebalkan itu Dia pun menyusul kedua sahabat nya itu .


" Hay Bestie kenapa mukamu begitu masam kayak kedondong gitu ?" Tanya Diah penasaran


" Hufff barusan Aku di tabrak seorang Lelaki yang kelihatannya sih pengusaha atau pekerja kantoran ya eh malah teman nya atau mungkin seketarisnya marahin Aku katanya Aku nggak hati hati nabrak Tuan nya itu untung aja Aku nggak jatuh tadi ." Jawab Tyas masih dengan muka cemberut


" Oya dimana tadi Kamu nggak papa kan terus cakep nggak yang nabrak Kamu tadi ?" Giliran Wati yang bertanya pada Tyas dengan cengengesan


Kemudian mereka bertiga pun menikmati es cream yang barusan dibeli Tyas


Di sela sela keasikan mereka menikmati es cream itu Wati pun bertanya tentang kedekatan Tyas dengan Sang Mertua dan Tyas pun menjawab hubingannya dengan kedua Mertuanya sangat hangat Mama Ratih itu sangat menyayanginya sikap nya lembut tegas dan apa adanya juga jauh dari stigma Mertua cerewet


" Ya mungkin karena Aku menantu satu satu nya dikeluarga suami ku secara Dia anak tunggal gaes dan kedua mertua juga bersahabat baik dengan kedua Orang Tua Ku." Kata Tyas


Diah menyimak penjelasan Tyas dengan seksama dan dalam hati Dia ingin mempunyai mertua sebaik Mama Ratih mertuanya Tyas itu , Sementara itu Wati merasa jengkel sekali kenapa harus Tyas yang merasakan kehangatan di keluarga Ditya padahal dulu terang terangan Ibunya Ditya marah besar kepada Ditya saat Dia mengenalkan Wati pada Beliau


Rasa iri itu semakin lama semakin membesar menumbuhkan rasa benci dihati Wati pada Tyas , Dia beranggapanTyas lah yang mengambil apa yang seharusnya Dia miliki sekarang termasuk kasih sayang dari kelaurga nya Ditya


Tak berselang lama hp Tyas berdering kembali ternyata ada panggilan masuk dari Ditya

__ADS_1


" Iya Mas ada apa ?" Tanya Tyas sopan


" Kamu sedang dimana Dek ?" Tanya balik Ditya


" Oh ini Aku sedang diluar Mas bareng besti Ku ." Jawab Tyas dengan suata lembut


" Aku jemput sekarang ya ada acara pedta dikantor ." Balas Ditya


" Ok Aku tunggu ya bye bye ." Kata Tyas lalu mematikan telepon nya itu .


Kemudian Dia pun berpamitan ke Diah dan Wati kalau dirinya harus menemani Suaminya pergi keacara pesta ulang tahun perusahaan tempat Ditya kerja .


Diah mengiyakan dan mengingatkan Tyas agar berhati hati sementara itu Wati hanya tersenyum saja tanpa sepatah katapun hingga Tyas berjalan keluar menunggu jemputan Ditya


Jangan ditanyakan lagi tentang rasa yang bergejolak dihati Wati yang jelas sakit sedih kalut bercampur iri bagaimana tidak selama ini Ditya selalu menutupi perihal pernikahan mereka Ditya juga meminta dirinya untuk menyimpan rapat rahasia itu belum pernah sekalipun dirinya diajak keluar jalan jalan atau pun menghadiri pesta seperti yang sering Tyas ceritakan padanya dimana Ditya sering sekali mengajaknya jalan jalan makan diluar juga menghadiri pesta di perusahaan tempat nya kerja .


Timbulah rasa iri di hati Wati kenapa mereka sama sama berstatus sebagai istri Ditya tetapi perlakuan Ditya lebih condong ke Tyas dan Wati pun sadar mungkin karena dirinya hanya sebagai istri siri jadi tidak pantas diajak ke pesta itu Dia tidak sebanding dengan Tyas .


" Hay bestie Kamu kok malah melamun sih ?" ujar Diah sambil menyikut lengan Sang Sahabat


Sontak Wati kaget dan tersadar dari lamunanmya itu .


" Enggak kok besti cuma Aku kagum aja sama keromantisan Tyas dan suaminya itu ." Jawab Wati berbohong .


" Iya mereka sangat serasi Ditya tampan gagah berwibawah sedangkan Tyas cantik smart dan berkelas ." Balas Diah memuji Sahabatnya


Wati merasa tercubit hatinya saat mendengar Diah memuji Tyas wanita dengan sebutan wanita berkelas itu


" Ya Aku harap suaminya Tyas itu orang nya setia pada Tyas seorang diri aja ." Ujar Wati sedikit menahan emosi nya .


Diah merasa heran dengan perkataan Wati barusan dan mulai berpikir apa maksud nya

__ADS_1


" Apa maksudmu Wat ?" Tanya Diah


" Ah nggak ada apa apa.kok gaes ya udah kita pulang yuk ." Balas Wati mengajak Diah pulang


__ADS_2