
Diah dan Tyas sudah sampai di stasiun tujuan terlihat sepasang gadis itu berjalan keluar dari stasiun dan terlihat Pak Sugeng sedang menunggu mereka di dalam mobil
" Nduk Yas Papa disini Nak ." Panggil Pak sugeng sembari melambaikan tangannya kearah Tyas dan Diah
" Di ayo Kita kesana itu Papa Mertua Ku sudah jemput Kita ." Ajak Tyas pada Diah
Diah pun mengangguk kemudian mengikuti Tyas berjalan menyusul Sang Papa mertua yang sedari tadi sudah menunggunya
" Assallamuallaikum Pa ." Sapa Tyas lalu mengulurkan tangan salaman dengan takdhim mencium tangan Sang mertua .
" Waallaikumsallam Nduk semua sehat sehat to ?" Tanya Pak Sugeng .
" Alhamdhulillah Pa semoga sebaliknya Papa dan Mama sehat sehat selalu oya Pa kenalkan ini Diah namanya Dia Sahabat karib Tyas di Jakarta ." Balas Tyas sambil mengenalkan Sang sahabat yang menemani perjalanan mudiknya kali ini .
Kemudian Diah pun bersalaman dan mengenalkan diri pada Papa Mertuanya Tyas itu
Pak Sugeng meminta Tyas dan Diah untuk segera masuk mobil dan langsung pulang takut Bu Ratih menunggu lama .
" Ditya kemana Nduk kok nggak ikut Kamu pulang ? Tanya Pak sugeng di sela sela perjalanan mereka .
" Maaf Pa Mas Ditya nggak bisa ikut pulang kali ini karena Dia ada acara kantor tolong di maklumi ya Pa ." Jawab Tyas sopan memohon agar Sang Papa Mertua tidak marah pada Ditya
Sementara Diah uang duduk dibangku penumpang belakang kursi kemudi itu hanya menyimak pembicaraan Tyas dan Sang Papa Mertuanya itu dalam hati Dia membatin Tyas Kamu sungguh seorang wanita yang baik dan tegar meskipun Kamu diselingkuhi tapi Kamu tetap menunjukan bahwa Ditya adalah seorang suami yang baik sungguh Kamu hebat Yas ." Guman Diah dalam hati .
Tak berselang lama Mobil yang dikemudikan oleh Pak Sugeng pun telah sampai di kediaman Pak Sugeng dan Bu Ratih
Bu Ratih terlihat menyambut kedatangan Sang Menantu kesayangan itu dengan penuh kasih sayang dan kehangatan Beliau memperlakukan Tyas dengan sangat baik layaknya anak kandung sendiri
Tyas segera sallaman dengan mertuanya tersebut lalu memperkenalkan Diah pada Mama Mertua juga keluarga lainnya yang kebetulan sudah berdatangan membantu memasak untuk acara nanti malam .
Mama meminta Tyas dan Diah untuk istirahat dulu di kamar pribadi Ditya mengingat mereka baru saja menemouh perjalanan jauh pasti sangat melelahkan .
" Di Kamu istirahat dulu ya Aku mau ke dapur bantu bantu ." Ujar Tyas memberitahu Diah untuk istirahat dikamar .
" Ok ,Oya Yas Kamu belim mengabari Ditya lo kalau kita sudah sampai ." Kata Diah mengingatkan Tyas kalau dirinya belum mengabari Ditya .
" Iya hampir saja Aku lupa ." Balas Tyas
Tyas segera menghubungi Ditya lewat telepon berniat mengabarinya
panggilan pertama belum diangkat Tyas berpikir mungkin Mas Ditya sedang dijalan dan terjebak macet maklum menjelang akhir pekan jalanan pasti macet dan dipanggilan kedua itu barulah Ditya mengkatnya .
" Mas Aku sudah sampai rumah Mama Papadengan selamat ." Kata Tyas saat panggilanya sudah terhubung dengan Ditya
" Iya Dek bagaimana keadaan di sana semua sehat sehat kan ?" Tanya Ditya
" Ya seperti yang Kamu pikirkan Mereka semua baik baik saja dan juga Mereja sedikit kecewa sih waktu tau Kamu nggak ikut pulang menghadiri acara tahlillan seratus hari kepergian nya Mbah Kung ." Jawab Tyas sedikit ketus
" Terus Kamu jawab apa Dek waktu mereka menanyakan Aku ?" Tanya Ditya kembali
" Ya Aku jawab aja Kamu nya sibuk ada acara kantor sudah ya Mas Aku mau ke dapur dulu bantu bantu masak ." Jawab Tyas
__ADS_1
" Sebentar Dek Kamu kapan kira kira pulangnya ?" Sela Ditya
" Palingan lima hari lagi Mas soalnyaAku mau nginap dirumah Ibuk dan Bapak dulu sebelum pulang ke Jakarta ,kenapa Mas Kamu mau menyusul ta ?" Tanya balik Tyas penasaran
" Oh ya sudah nggak papa Dek Kamu kalau mau seminggu juga nggak papa kasian Bapak sama Ibuk juga Mama Papa masih kangen sama Kamu dan maaf Aku nggak bisa nyusul soalnya Kamu tau sendiri kan kantor akhir akhir ini sibuk tidakengijinkan cuti lama biasa lah mau akhir tahun jadi harus menyiapkan laporan audit tahunan ." Jawab Ditya panjang lebar
Sebenarnya bukan itu alasan utama Ditya tidak menyusul Tyas tetapi Wati lah yang menuntutnya untuk selalu di samping nya selama Tyas tidak ada di Jakarta .
" Sudah Ku duga juga kok oya Mas sudah dulu ya Aku mau bantu bantu masak di dapur ." Balas Tyas sedikit sewot dan tanpa mengucap sepatah kata lagi Tyas langsung mematikan panggilan telepon nya dengan Ditya
Ditya merasa sedikit aneh dengan perubahan sikap Tyas yang tiba tiba berubah jadi cuek dan terkesan menghindarinya dan firasat Ditya mengatakan bahwa Tyas mengetahui perselingkuhan Nya tersebut .
Tyas beranjak ke dapur bergabung dengan para tetangga juga saudara Mertuanya itu untuk memasak berbagai makanan juga hidangan lainnya untuk acara tahlillan seratus harinya Almarhum Kakek
" Nduk Tyas ini sudah cantik sopan juga pinter masak beruntungnya Kamu punya mantu secantik dan sepintar ini Mbak Ratih ." Ujar Ibu Ibu yang membantu memasak siang itu
Sementara Tyas yang mendengar dirinya dipuji itu pun hanya tersenyum manis tanpa menyahuti perkataan mereka barusan .
" Yang lebih beruntung itu ya Si Ditya beristrikan Tyas dan semoga saja mereka langgeng hingga maut memisahkan ."Balas Bu Ratih
Tyas sedih manakala mendengar doa Sang Mama Mertua barusan semoga saja Mas Ditya bisa sadar dari kekhilafannya itu dan kembali seperti dulu doa Tyas dalam hati .
Sore pun tiba aneka makanan cemilan dan juga minuman sudah tertata rapi anggota keluarga juga sudah siap menerima tamu yang mulai berdatangan untuk tahlillan tak terkecuali Bapak Ibu nya Tyas mereka datang ke rumah Besannya untuk tahlillan dan juga sekalian menjenguk Tyas .
" Suami Mu nggak ikut pulang Nduk ?" Tanya Bu Rukmi pada Tyas saat mereka tengah menata makanan di dapur
" Nggak Buk Mas Ditya sibuk lembur jadi nggak bisa ikut ." Jawab Tyas
Malam pun tiba acara tahlillah untuk mengenang seratus hari meninggalnya Mbah Kung pun sudah selesai digelar dengan cukup khidmat dan para tanu undangan pun sudah pulang kerumah masing masing
Kini tersisa Kedua Orang Tua Tyas kedua Mertua Nya dan Diah juga Tyas tentunya
" Bagaimana kabar Kalian di Jakarta sana Nduk ?" Tanya Pak Samsul ayahnya Tyas
"Alhamdhulillah Kami baik baik saja Bapak dan Ibuk juga Papa dan Mama jangan mengkawatir kan Kami ya ." Jawab Tyas sumringah
" Heem bagus lalu bagaimana dengan rumah tangga kalian baik baik saja kan ?" Kini Giliran Pak Sugeng yang bertanya dan terlihat raut kecurigaan di wajah Beliau .
" Alhamdhulillah Pa semuanya baik baik saja dan Tyas mohon doa reatunya agar rumah tangga Kami langgeng selamanya." Jawab Tyas sambil meminta doa restu agar rumah tangganya bersama Ditya langgeng
" Itu pasti Nduk tanpa Kamu minta pun Kami akan selalu mendoakan rumah tangga kalian karena itu sudah kewajiban Kami sebagai Orang Tua dan juga tolong jangan kecewakan Kami ya Nduk ." Ujar Pak Samsul .
Tyas mengangguk lalu menunduk matanya terlihat berkaca kaca menahan tangis dan Diah yang duduk di samping nya pun paham pasti hati Tyas kini sangat sakit mendengar permintaan Orang Tua juga mertuanya barusan bagaimana bisa Tyas harus berjuang untuk tidak mengecewakan kedua Orang Tua juga kedua Mertuanya sedangkan hatinya sendiri telah di remuk oleh perselingkuhan Ditya itu .
" Buk malam ini tidur di sini ya Tyas kangen ." Kata Tyas meminta agar Sang Bunda menginap di rumah Mertuanya itu
" Kok manja to Nduk kan besok Kamu akan menginap dirumah Ibuk dan Bapak ." Balas Bu Rukmi sambil menatap wajah Sang Putri yang terlihat sayu seakan tengah memendam kesedihan
" Iya lo Nduk nanti malam kan jatahnya Mama untuk tidur bersama Kamu dan baru besok lah jatah Kamu tidur sama Ibuk mu ." Sahut Bu Ratih seakan turut merasakan suatu kejanggalan di hati Tyas
" Maaf Ma pa Buk Pak Tyas mohon maaf sebelumnya karena besok sore Tyas dan Diah harus kembali ke Jakarta ." Balas Tyas
__ADS_1
" Apaaaaaaaa ." Sahut ke empat Orang Tua Tyas dan Ditya bersamaan
Sementara Diah yang sedang asik mengobrol dengan Pak Samsul juga Pak Sugeng pun ikut kaget saat mendengarkan perkataan Tyas barusan .
" Kenapa buru buru sekali Nduk ada masalah apa ?" Tanya Pak sugeng curiga
" Iya lo Yas ada apa kok buru buru sekali ?" Tanya Pak Samsul ayahanda Tyas kaget
" Iya Yas Kita kan ijinnya empat hari la ini masih dua hari kok mau pulang sih ?" Ujar Diah menimpali pertanyaan Pak Sugeng juga Pak Samsul .
" Iya tolong maaf kan Tyas semuanya karena tadi sore Manager tempat Tyas dan Diah kerja menelpon Tyas meminta agar Kami segera kembali karena pegawai yang menggantikan posisi Kami ada kepentingan mendadak lagi pula Tyas kasian sama Mas Ditya Ma Buk kalau di tinggal lama takut makan sembarangan dan mohon dimaklumi ya Pa Pak Ma Buk ." Jawab Tyas dengan wajah serius meyakinkan ke empat Orang Tua nya itu agar mengijinkannya kembali besok .
" Kamu ini sungguh istri yang baik Nduk beruntung sekali Ditya mempunyai istri sebaik dan secantik Kamu dan Mama harap rumah tangga kalian langgeng sampai nanti menua bersama juga ingat Kalian harus segera menghadirkan cucu yang ganteng dan catik untuk Kami ." Sahut Bu Ratih sembari membelai lembut rambut Sang Menantu kesayangan .
" Jaga diri baik baik ya Nduk tetap sabar dan tawakal jangan lupa selalu berdoa juga Kamu harus ingat tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus cobaan itu pasti ada badai itu pasti akan datang menguji kesabaran Kalian dan ingat Kamu adalah seorang istri jadilah istri yang baik turutilah perkataan maupun larangan Suami mu selama itu baik tidak melanggar hukum agama maupun hukum negara ingat untuk selalu mendoakan Suami Mu agar dimudahkan segala urusannya mencari nafkah untuk Mu juga anak Kalian nantinya ." Kata Bu Rukmi menasehati Tyas
Tyas terlihat menangis mendengar nasehat dari kedua Ibunya tersebut sementara Diah pun tak kuasa menahan air matanya
" Jika Ditya kurang ajar padaMu dan terjadi sesuatu pada rumah tangga Kalian Kamu beritahu Papa ya Nduk biar Papa yang urus ." Pesan Pak Sugeng Papa Mertuanya Tyas Beliau seakan mempunyai sebuah firasat buruk akan terjadi pada rumah tangga Tyas
dan Ditya
Tyas terlihat sedang berfikir dan mencerna semua nasehat juga dukungan dan besarnya harapan dari kedua Orang Tua juga Kedua Mertuanya akan kelanggengan rumah tangganya bersama Ditya
Dia bertekad akan mempertahankan rumah tangganya dengan Ditya apapun resiko nya termasuk merebut Ditya kembali dari tangan pelakor itu .
Kemudian mereka pun melanjutkan obrolan hingga malam pun larut dan khusus malam ini mereka berenam pun tidur bersama di ruang tv dengan menggelar karpet sebagia alas tidur nya
Hingga pagi pun tiba , Tyas beranjak masuk ke kamar tidur milik Ditya Dia berniat untuk mengemasi baju nya tak berselang lama Diah menyusul nya
" Yas Kamu serius kan kalau kemarin Manager Wiland menelpon Mu dan meminta Kita cepat kembali ?" Tanya Diah penasaran .
" Sebenar nya Manager Wiland tidak menghubungi Ku Di tapi Aku punya firasat buruk dengan Mas Ditya Aku takut terjadi apa apa padanya lagipula jika Aku berlama lama disini itu sama halnya Aku memberi ruang untuk mereka bisa bebas menikmati wantu bersama juga Aku takut wanita itu akan semakin leluansa untuk merebut Mas Ditya dari Ku ." Jawab Tyas lirih sedikit berbisik pada Diah agar tidak di dengar oleh para Orang Tua nya yang sudah pada bangun
Diah paham maksud ucapan Tyas barusan kemudian Dia pun ikut mengemasi baju bajunya
Hay
Hay
Hay
Readyers tercintanya Mamak tolong maafkan Mamak ya hari ini telat aploud karena Mamak kurang enak badan tenghorokan sakit kayaknya mau batuk
minta infonya dong minuman herbal apa yang bisa membantu meredakan rasa sakit di tenggorokan Mamak ini tentunya yang aman buat bunsui ( Si bayik usia 14 bulan )
Dan seperti biasa Mamak minta dukungan like koment dan hadiah nya dong agar Mamak semangat menulisnya
Hapy reading untuk semua
semoga hari hari mu penuh berkah dan penuh kelancaran 😘
__ADS_1