
Naka langsung mengajak Tyas pulang ke rumah kediaman Eyang Putri lalu segera masuk ke kamar untuk mandi ganti baju dan langsung istirahat sebab dini hari nanti dirinya bersama Eyang Putri harus terbang ke luar pulau untuk meninjau lokasi baru bara milik perusahaan sekaligus mengunjungi perkebunan kelapa sawit.
Hari ini Mereka tidur lebih awal dan seperti biasa semenjak dirinya hamil Tyas selalu ingin dipeluk suaminya saat dirinya tidur dan Naka pun tak pernah keberatan meskipun dirinya khilaf hingga berakhir dengan saling adu mekanik ranjang.
Mereka berdua tidur dengan sangat lelap hingga tak berselang lama alarm HP milik Naka berbunyi mengingat kan dirinya untuk segera bangun dan bersiap siap untuk berangkat ke bandara.
" Sayang Kamu nggak usah bangun ya Kamu lanjutin tidur mu, Aku mau mandi terus siap siap." Kata Naka setengah berbisik di telinga Tyas
Kemudian Naka pun secara pelan pelan menarik tangannya yang dipakai bantalan tidur oleh Tyas itu dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan siap siap berangkat.
Dan benar saja Tyas pun terbangun dan langsung menuju ruang penyimpanan baju lalu menyiapkan baju yang nantinya akan dikenakan oleh Naka dalam perjalanan keluar pulau itu.
" Hay sayang, kok Kamu sudah bangun sih ngapain? " Tanya Naka sesaat setelah dirinya melihat Tyas tengah berada di ruang ganti baju itu
"Ya mau nyiapin baju untukMu lah." Jawab Tyas seraya membawakan setelah kemeja dan celana bahan untuk Naka itu
" Kamu nggak perlu repot repot sayang kan Aku bisa nyiapin sendiri sana gih bobok lagi masih malam." Sahut Naka seraya memeluk erat tubuh istrinya itu
" Nggak ah Mas masak suami mau berangkat kerja istri malah enak enakan tidur nggak adil itu namanya." Balas Tyas seraya berbalik badan menghadap Naka dan memeluk erat tubuh suaminya itu
" Ya nggak papa dong inikan masih malam lagi pula Kamu lagi hamil toh Aku juga bisa nyiapin semua sendiri lagipula kan nggak nginep jadi nggak perlu repot bawa baju." Ujar Naka seraya mencium kening Tyas
Mendengar ucapan Naka barusan membuat Tyas senang Dia merasakan hawa kedamaian di hatinya manakala Naka menyebutnya istri sungguh Dia beruntung mendapatkan suami sebaik Naka yang memberinya perhatian penuh kasih sayang yang berlimpah juga memperlakukan nya laksana ratu ah apakah Aku sedang bermimpi menjadi Cinderella pikir Tyas dalam hati namun ini nyata adanya dimana suaminya yang sekarang jauh lebih baik dari mantannya dulu.
" Sayang hei kok malah melamun sih." Kata Naka membuyarkan lamunan Tyas tentang dirinya itu
" Makasih ya Mas, Kamu memberi Ku arti sebuah pernikahan yang indah dengan limpahan kasih sayang juga perhatian Mu ke Aku." Sahut Tyas dengan mata yang mulai mengembun bersiap untuk nangis
Melihat wajah sangat istri yang mulai bersedih itu sungguh membuat hati Naka tak karuan Dia paham kalau sang istri pastilah terkenang masa lalu nya yang buruk dulu bersama mantan suaminya,dan Dia pun segera mengangkat tubuh sang istri lalu mendudukkan nyaman di atas meja aksesoris di dalam ruangan itu
" Hei sayang Kamu itu ngomong apa, ini semua sudah kewajibanku sebagai kepala keluarga Aku ini suamimu berkewajiban memberimu kasih sayang juga perhatian karena Kamu ini istri Ku Kamu ratu dalam hidupku sayang." Kata Naka sembari mengusap air mata Tyas yang mulai jatuh menetes itu
" Iya Mas Aku sangat bersyukur pada Allah atas semua kebahagiaan ini dan satu lagi Mas kok sedari tadi perutku kok gerak gerak terus ya nggak kayak biasanya apakah Dia tau kalau akan ditinggal kerja keluar pulau? " Tanya Tyas sedikit bingung sebab bayi yang ada di kandungan nya ini tiba tiba saja bergerak gerak
" Em kenapa ya coba Aku raba dulu." Kata Naka dengan senyum sumringah
Naka langsung menundukkan kepalanya dan menempelkan nya di atas perut Tyas yang terlihat sudah agak menonjol itu dan Dia pun mulai meraba rabanya sembari mengajak bayu dalam perut istrinya itu bicara
__ADS_1
"Hay sayang nya Papa barusan MamaMu bilang Kamu gerak gerak terus ya di dalam sana kenapa sayang calon anak anak nya Papa jangan nakal ya baik baik di dalam sana Papa mau pamit berangkat kerja sebentar do'ain perjalanan Papa dan Eyang Putri lancar selamat sampai tujuan ya dan Kamu jangan rewel jadi anak pintar ya Papa sayang Kalian." Kata Naka tepat di depan perutnya Tyas sembari mencium perut buncit itu
Dan seakan paham apa yang Naka ucapkan bayi dalam kandungan Tyas itupun refleks bergerak sebentar hingga sukses membuat Naka juga Tyas tertawa bersama.
Tak berselang lama Naka sudah rapi dan sudah siap , Dia mengajak Tyas berjalan menuju ruang tamu yang berukuran besar dan megah itu menunggu Eyang Putri untuk siap siap berangkat ke bandara.
" Lo sayang bumil nya Eyang Putri kok bangun sih ini kan masih malam, apakah Naka yang membangunkan tidur mu? " Tanya Eyang Putri sesaat melihat Tyas sedang duduk di samping nya Naka.
" Nggak kok Eyang, Tyas memang sengaja bangun mau ikut ngantar Eyang Putri dan Mas Naka ke bandara." Jawab Tyas sopan
" Jangan sayang, Aku dan Eyang Putri akan berangkat berdua saja ke bandaranya Kamu kembali istirahat saja ya." Sahut Naka seraya membelai lembut rambut Tyas.
" Iya sayang apa yang dikatakan Naka itu benar Kami bisa berangkat berdua saja Kamu kembali istirahat lagipula hembusan angin malam tidak bagus untuk ibu hamil seperti Kamu ." Ujar Eyang Putri menimpali ucapan Naka barusan
" Tapi Eyang Putri." Kata Tyas
" Sudah Tyas Kamu nurut sama Eyang Putri ya di rumah istirahat baik baik jaga kandungan Kamu ,juga Mbok Rah tolong jaga Tyas dengan baik ya jangan sampai Dia kelelahan juga awasi makanan apa yang di konsumsinya jangan biar kan Dia makan sembarangan juga melakukan pekerjaan berat lainnya." Pesan Eyang Putri
" Baik Buk amanah Ibuk akan Saya laksanakan dengan senang hati bagaimanapun juga bayi yang ada di kandungan nya Nona Tyas ini juga cicit Saya hehehe." Balas Mbok Rah dengan senyum sumringah nya.
Mbok Rah pun segera berjalan ke depan untuk melihat apakah Pak Prapto sudah siap mengantarkan Mereka berdua ke bandara dan ternyata sudah siap, sementara Tyas yang sedari tadi mengapit lengannya Naka itu terlihat sangat berat hati berpisah meski hanya sehari saja dengan suami nya itu
"Sayang Aku dan Eyang Putri berangkat dulu ya, Kamu hati hati di rumah aja tungguin Aku kembali." Kata Naka seraya mencium pipi Tyas
"Iya Mas Kamu hati hati ya, nanti kalau urusannya sudah selesai cepat pulang ya." Balas Tyas.
Naka pun memangguk seraya memeluk tubuh Tyas dan langsung beranjak masuk kedalam mobil, Sementara itu Eyang Putri terlihat juga tengah berpanitan pada seluruh penghuni rumah tak terkecuali kepada Tyas sang cucu menantu kesayangan nya itu.
" Tyas Kamu harus ingat pesan Eyang tadi ya." Ucap Eyang Putri seraya memeluk tubuh Tyas
" Nggeh Eyang, Tyas akan selalu mengingat semua pesan pesan Eyang tadi juga Eyang harus hati hati ya di jalan jangan lupa nanti kalau sudah sampai seger hubungi Tyas." Balas Tyas seraya membalas pelukan Eyang Putri tercintanya itu
Setelah berpamitan Eyang Putri pun segera beranjak masuk kedalam mobil dan langsung saja Pak Prapto segera menghidupkan mesin mobil tersebut dan langsung melunjur menuju bandara.
Sementara itu Mbok Rah meminta Tyas agar kembali ke kamar tidur nya untuk tidur kembali sebab hari masih malam dan Tyas pun memilih untuk menurut saja dengan masuk ke kamar dan langsung istirahat.
Hingga pagi pun datang sinar matahari pun datang menyambut dengan sinar kuning keemasan nya hangat menyinari bumi seisinya.
__ADS_1
" Pagi Mbok Rah dan yang lainnya." Sapa Tyas yang hari ini terlihat cantik dengan balutan dress warna hijau muda itu
" Pagi juga Non, wah Non Tyas hari ini terlihat sangat cantik ya." Balas Mbok Rah yang terlihat tengah sibuk menyeduh kan kopi untuk Pak Prapto
" Makasih Mbok, Oya Mbok Tyas boleh minta tolong nggak? " Ujar Tyas seraya berjalan menuju meja makan itu
" Tentu saja Non dengan senang hati akan Saya bantu tolong sebutkan apa yang perlu Saya bantu? " Tanya Mbok Rah sedikit penasaran
" Mbok, Hari ini Aku pengen sekali makan bubur ayam yang ada di sebelah taman dekat rumah Kita ini, nanti tolong temani Aku kesana ya ." Jawab Tyas
Mbok Rah terlihat kaget bercampur bingung dengan permintaan Tyas barusan, satu sisi Beliau tau pasti rasanya ibu hamil yang tengah ngidam kalau tidak terpenuhi pasti membuatnya bersedih.
Namun satu sisi Beliau teringat akan pesan dari Eyang Putri juga dari Naka yang memintanya untuk mengawasi Tyas sepenuhnya termasuk makanan yang dikonsumsi nya juga larangan keluar rumah
" Bagaimana Mbok, mau kan temani Tyas ke sana? " Tanya Tyas yang melihat Mbok Rah tengah sibuk melamun itu
" Waduh Non gimana ya, tadi Ibuk berpesan kepada Saya agar mengawasi apapun yang dilakukan oleh Nona termasuk makanan yang dikonsumsi oleh Nona dan Juga pesan Den Naka yang menanti wanti Si Mbok agar tidak membiarkan Nona Keluar rumah." Jawab Mbok Rah jujur
Mendengar jawaban Mbok Rah barusan sukses membuat hati Tyas menjadi sakit Dia sangat bersedih keinginan nya untuk makan bubur itu terhalang, dan Mbok Rah yang paham tentang apa yang di rasakan Tyas saat ini pun menawarkan sebuah ide
" Atau gini aja Non biar Saya dan Pak Prapto yang beli sedangkan Nona dirumah saja nunggu Kami kembali." Ujar Mbok Rah berusaha membujuk Tyas yang tengah bersedih itu
" Nggak Mbok, Aku pengennya makan langsung di sana." Balas Tyas setengah memohon
" Duh gimana ya." Sahut Mbok Rah
" Atau nggak gini aja, coba Nona Tyas telepon Den Naka aja dulu minta izin." Kata Mbak Murti menyampaikan ide brilian nya
" Wah ide bagus itu." Sahut Tyas sumringah
Dan belum sempat Tyas menelpon Naka, Dia duluan sudah menelpon Tyas bermaksud memberitahu kalau Mereka berdua sudah sampai di tempat tujuan dan sedang bersiap untuk segera melaksanakan agenda kerja di sana.
Tyas pun segera menyampaikan keinginan nya untuk pergi makan bubur di samping taman bunga dekat rumah itu, semula Naka tidak menginjinkan dirinya pergi namun Tyas terus saja merayu dan meyakinkan Naka kalau semua akan baik baik saja akhirnya Naka pun menginginkan Tyas pergi dengan syarat harus di dampingi oleh Mbok Rah atau pekerja lainnya.
Mendengar dirinya diijinkan keluar rumah untuk beli bubur itu membuat Tyas snagat senang tak karuan dan dengan wajah sumringah nya pula Dia segera beranjak untuk dandan dan langsung mengajak Mbok Rah berangkat beli bubur.
Karena jarak yang di tujuan dekat, Tyas mengajak Mbok Rah untuk jalan kaki saja sekalian olah raga pagi dan Mereka pun berjalan beriringan ke tempat tujuan yakni abang penjual bubur ayam yang berada di samping taman bunga dekat rumah itu
__ADS_1