
Nila terlihat tengah menghibur Wati yang tengah terbaring lemas itu dengan mengajak nya mengobrol santai membahas hal hal receh yang mengundang senyum di bibir manisnya Wati .
Hingga secara tiba tiba Nila bertanya tentang sesuatu hal kepada Wati tentang kisah perjalanan hidupnya sampai menetap di Jakarta juga keputusan nya dulu yang nekat menikah secara diam diam.
Awalnya Wati berniat untuk bercerita secara jujur tentang perjalanan terjal nya sebelum mencapai posisi sekarang ini juga menyangkut putusnya hubungan persahabatan antara dirinya dan Tyas akibat pernikahan nya secara diam diam dengan Ditya dulu.
Namun nampaknya Wati mengurungkan niatnya untuk berterus terang kepada Nila sebab Dia tidak ingin Nila juga ikut an membenci keputusan nya menikahi Ditya secara sembunyi sembunyi itu.
Akhirnya Dia pun memilih untuk mengarang cerita seolah olah perjalanan cintanya mulus mulus saja juga berkata alasan nya dulu menikah secara diam sebab untuk menjaga privasi di depan kalayak ramai.
Semula Nila tidak sepenuhnya bisa mempercayai cerita yang barusan di dengarnya itu , Dia merasa curiga pasti Wati tengah menyembunyikan sesuatu rahasia besar di belakang nya .
Kenapa Nila bisa sampai curiga mengenai kebenarannya ucapan Wati barusan, dan jawabannya adalah Nila menyaksikan sendiri kegugupan Wati saat dirinya menanyai alasan menikah secara diam diam juga secara tidak sengaja dirinya pernah melihat buku catatan milik Wati yang tergeletak diatas meja yang bertuliskan Aku bukan perebut suami sahabat ku.
Meskipun diliputi rasa curiga tentang maksud tulisan dibuku pribadi milik Wati itu, namun Nila bukan lah orang yang lancang dan langsung menanyai Sang pemilik buku tersebut tentang maksud tulisan itu sebab Dia juga menghargai sekaligus menghormati privasi pemilik buku tersebut.
" Kok Kamu malah ngelamun sih Nil? " Tanya Wati yang melihat Nila termenung itu
Nila yang sedari tadi sibuk melamun itupun tersentak akherat dan langsung menatap kearah Wati sembari tersenyum dan menggeleng.
" Ya sudah Kita akhiri yuk obrolan Kita, Kamu istirahat ya biar cepat pulih." Kata Nila sembari menggenggam erat tangannya Wati .
Wati pun mengangguk dan kembali berbaring di ranjang tempat nya di rawat lalu istirahat, sementara Nila memilih untuk berbaring di sofa hingga tak lama setelah itu Mereka berdua pun tertidur.
Waktu berlalu dengan cepatnya dan senja pun tiba matahari mulai terbenam menandakan malam sebentar lagi akan datang.
Nila barusan menuntun Wati kembali dari kamar mandi untuk mandi dan ganti baju lalu kembali berbaring di ranjang, dan tak berselang lama Ditya datang dengan membawa kantong berisi makanan untuk makan malam Mereka bertiga.
" Maaf ya Nil jadi ngerepotin Kamu." Kata Ditya
" Nggak papa Mas, Aku nggak merasa di repotin kok Dia ini sahabat ku jadi sudah sepatutnya Aku membantu nya." Sahut Nila dengan senyum manisnya itu
" Aku berhutang budi pada Mu Nil." Kata Wati
" Kamu ini ngomong apa sih Wat yang penting Kamu sehat itu sudah bikin Aku senang." Sahut Nila sembari memeluk sahabatnya itu
Kemudian Ditya pun mengajak Mereka berdua untuk makan malam dengan makanan yang tadi dibelinya, dan lagi lagi Ditya dibuat takjib manakala melihat Nila lebih memilih membantu menyuapi Wati makan lalu ganti dirinya makan.
Selesai makan Ditya menawarkan pada Nila untuk pulang istirahat di rumah, sementara dirinya malam ini tinggal di rumah sakit untuk menemani Wati yang tengah di rawat itu.
Mulanya Nila menolak tawaran itu dan memilih tetap di rumah sakit menemani Wati namun karena terus di desak oleh Ditya dan juga Wati agar dirinya istirahat di rumah saja akhirnya Nila pun setuju untuk pulang kerumah dengan diantar oleh Ditya
" Wat , Aku pulang dulu ya besok pagi pagi Aku akan kesini menemanimu lagi." Kata Nila berpamitan pada Wati
__ADS_1
" Iya bestie Kamu pulang nya diantar Mas Ditya ya sudah malam bahaya kalau pulang sendirian." Balas Wati
" Iya, Aku ngikut Kalian deh ya sudah Aku pulang ya see u." Sahut Nila
Kemudian Nila pun berjalan keluar ruangan tempat Wati di rawat dengan diikuti oleh Ditya dibelakangnya, Mereka berdua berjalan menuju mobil milik Ditya yang terparkir rapi di tempat parkir khusus keluarga pasien itu
Di sepanjang perjalanan menuju rumah, Ditya terlihat mengajak Nila mengobrol seputar kondisi Wati hari ini juga membahas lain nya termasuk kisah persahabatan antara Wati dan Nila yang terjalin sejak jaman di Yogyakarta dulu.
Obrolan Mereka berlanjut dengan bahan obrolan lainnya hingga tiba tiba saja Ditya bertanya pada Nila apakah dirinya sudah punya pacar atau masih sendiri.
Pertanyaan Ditya barusan sontak membuat Nila kaget juga heran kenapa tiba tiba Ditya bertanya tentang hal itu, namun dirinya tidak mau berpikir macam macam apalagi dirinya sudah menganggap Ditya ini sahabatnya layaknya Dia bersahabat dengan Wati
" Aku masih sendiri Mas." Jawab Nila
Mendengar jawaban Nila barusan sukses membuat Ditya tertawa dan tak mempercayai jawaban Nila barusan itu
" Ah masa sih gadis secantik Kamu masih jomblo? " Tanya Ditya sembari menoleh kearah Nila
" Untuk saat ini Aku sedang ingin fokus kerja cari uang untuk membantu ekonomi keluarga ku Mas dan Aku sedang tidak ingin mempunyai suatu jalinana ikatan dengan pria manapun." Jawab Nila dengan senyum ramah nya itu
" Em sebuah pemikiran yang bagus, Aku dan Wati akan selalu mendukung keputusan juga niatmu itu Nil." Sahut Ditya
" Terima kasih banyak ya Mas Ditya ." Balas Nila
Awalnya Ditya menawarkan diri untuk mengantarkan Nila masuk kedalam rumah terlebih dahulu, namun Nila menolaknya dan memaksanya agar segera kembali ke rumah sakit hingga akhirnya Ditya pun berangkat kembali ke rumah sakit tempat Wati di rawat itu.
Hari berganti hari berlalu dengan cepat , kondisi kesehatan Wati sudah membaik dan sudah diijinkan pulang ke rumah dengan catatan harus banyak beristirahat juga makan teratur.
Wati pulang dengan di jemput oleh Ditya dan di temani dengan Nila tentunya, ya selama Wati sakit Nila lah yang bersusah payah merawat nya hingga kini kondisi kesehatan nya sudah pulih kembali dan bisa menjalani aktivitas nya kembali meskipun kini Ditya melarangnya kembali kerja di restoran.
Sementara Nila yang beberapa hari ini mengambil libur untuk merawat Wati , kini sudah kembali bekerja di restoran dan atas permintaan Wati juga Ditya dirinya masih tinggal bersama dengan Mereka meski dirinya kini sudah mendapatkan tempat kost di dekat restoran.
Hubungan Mereka bertiga semakin akrab saja bahkan sudah seperti keluarga sendiri dimana hampir setiap pagi Ditya mengantarkan Nila sampai di depan tempat kerjanya terlebih dahulu barulah dirinya berangkat kerja.
Jika ada yang bertanya apakah Wati cemburu dan keberatan dengan kedekatan Nila dan Ditya dan jawabanya adalah tentu saja tidak sebab Wati sangat percaya bahwa Ditya tidak akan macam macam di belakang nya juga dirinya mengenal baik siapa Nila , Dia gadis yang baik jujur Mereka sudah berteman sejak dulu jaman Dirinya dan Ditya masih dalam tahap pendekatan jadi mustahil bila Nila akan macam macam dengan Ditya.
Seperti sore itu sepulang dari kantor, Ditya mengajak Wati dan Nila untuk makan diluar sekaligus jalan jalan ke mall terkenal di kota tersebut.
Dan tentu saja ajakan Ditya itu di smabut baik oleh Wati maupun Nila apalagi barusan Ditya juga berkata bahwa akan mentraktir Mereka untuk membeli baju karena dirinya hari ini baru saja menerima bonus bulanan dari kantor ya hati wanita mana yang tak beebunga hatinya manakala mendengar kata di traktir belanja sepuasnya itu
" Kamu mau makan apa Nil? " Tanya Wati saat Mereka bertiga telah sampai di sebuah restoran mewah itu.
" Em Aku belum tau ni." Jawab Nila
__ADS_1
" Ya sudah Kamu pilih gih mana yang Kamu suka." Sahut Wati
" Iya Nil, Kamu bebas pilih mana yang Kamu mau jangan takut biar Kau yang bayar." Seloroh Ditya dengan kelekar tawa itu
Nila tersenyum malu malu mendengar kata kata dari Ditya dan juga Wati itu, sebenarnya Nila tengah bingung memilih menu yang menurutnya asing dengan nama nama nya itu namun akhirnya dirinya memilih menu yang smaa dengan milik Wati .
Hingga tak lama setelah itu menu makanan yang Mereka pesan telah sampai dan tertata rapi di meja depan Mereka, dan ya Mereka langsung saja menikmatinya dengan di selingi obrolan obrolan hangat penuh kekeluargaan.
Puas menikmati makan malam bersama itu hingga habis, kini tiba saat nya Mereka bertiga melanjut kan perjalanan Mereka yakni jalan jalan di kawasan mall ternama di pusat kota tersebut.
Seperti janji Ditya tadi sewaktu Mereka berangkat, kini Mereka berdua terlihat asik memilih milih baju di dalam mall tersebut lalu mencobanya dan ternyata Mereka membeli baju kembaran .
Puas memilih juga sudah mencobanya apakah muat atau tidaknya itu kini Mereka berdua menyerahkan urusan bayar membayar itu kepada Ditya dan Ditya pun segera menyelesaikan urusan membayar itu di meja kasir.
Kemudian Mereka bertiga pun melanjutkan acara jalan jalan itu masih di dalam kawasan mall tentunya, tanpa sengaja pasangan Tyas dan Naka yang tengah berada di dalam outlet penjual tas mewah merek internasional dan terlihat Mereka tengah memilih sebuah tas mewah berwarna cokelat cantik
Ya ternyata malam ini Naka mengajak Tyas jalan jalan ke mall yang sama dengan rombongan Ditya dan Wati juga Nila, Naka sengaja mengajak Tyas ke outlet tersebut untuk membelikan Tyas tas sebab Naka melihat kalau Tyas belum mempunyai banyak koleksi tas cantik
" Gimana sayang Kamu suka kan tas ini? " Tanya Naka yang sedari tadi sibuk memilih milih tas untuk Tyas itu
" Iya Mas, tasnya bagus Aku suka tapi." Jawab Tyas yang terpotong oleh ucapan Naka
" Sudahlah Kamu pasti mikir harganya ya." Kata Naka memotong ucapan Tyas barusan
Tyas pun hanya bisa tersenyum karena sejatinya apa yang barusan diucapkan Naka itu benar adanya, meskipun kini dirinya menjadi istri dari pengusaha muda nanti sukses namun nampaknya Tyas tidak lah kemaruk dengan barang barang mewah sebab Dia punya prinsip tidak mau terlalu boros dengan membeli barang barang yang kiranya tidak lah terlalu penting.
Naka kemudian meminta kepada pelayan outlet tas mewah tersebut untuk membungkus tas mewah tersebut dan secara diam diam Dia membeli tiga tas mewah lainnya untuk Tyas tanpa Dia tau tentunya.
Urusan tas telah selesai, Tyas mengajak Naka untuk jalan jalan hunting makanan di seputaran mall tersebut yang kebetulan tengah mengadakan pameran bazar makanan.
Dan tanpa sengaja sewaktu keluar dari outlet tas mewah tersebut, Tyas melihat rombongan Ditya dan lainnya itu tengah berjalan di depan nya ya untungnya saja Ditya juga Wati dan Nila tidak mengetahui keberadaan dirinya dan Naka itu
Tyas menatap kearah Mereka bertiga sembari mengamati siapa gadis yang berjalan disebelahnya Wati itu
" Kenapa sayang? " Tanya Naka yang heran melihat Tyas berhenti berjalan itu
" Itu Mas." Jawab Tyas sembari menunjuk kearah Ditya, Wati dan Nila
Naka pun menoleh kearah yang baru dan ditunjuk oleh Tyas dan Dia pun melihat rombongan mantan suaminya Tyas bersama istrinya juga seorang gadis.
" Nggak papa sayang kan Kamu ada Aku, atau Kita pulang aja? " Kata Naka sembari menawari Tyas untuk pulang saja
" Iya Mas benar kata Kamu itu ,kan Aku bersama suamiku yang paling tampan sedunia ini lagi pula Aku juga lapar yuk Kita jalan." Sahut Tyas sembari mengapit lengan suami tercinta nya itu
__ADS_1
Naka tersenyum melihat perilaku manja nya Tyas itu sungguh tak dipungkiri dirinya menyukai sikap manja sang istri itu , hingga Mereka berdua pun berjalan menuju ke area bazar makanan di dalam mall tersebut.