Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku

Saat Suamiku Lebih Memilih Temanku
Batu kali


__ADS_3

Hay para pembaca setianya novel "Saat suamiku lebih memilih temanku " dimana pun berada Mamak mau mengucapkan beribu ribu Terima kasih atas dukungan nya selama ini dan di kesempatan ini Mamak juga mau menyampaikan permohonan maaf yang mendalam sebab sudah tiga hari ini mamak belum bisa update bab baru.


Karena keluarga mamak sedang mendapat ujian yakni adik bungsunya mamak mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang dan alhamdulillah nya dokter sudah memberikan penanganan yang sangat baik dengan tindakan operasi.


Mamak mohon doa restunya kepada seluruh pembaca yang ada agar adik nya mamak diberi kesembuhan dan cepat pulih kembali juga ke ikhlasan doa nya agar mertua mamak cepat sembuh dari sakit ginjal nya 😭


Terima kasih and happy reading 😘


" Bagaimana perkembangan kantor beberapa minggu ini Tuan Ditya? Tanya Naka pada Ditya di sela sela waktu sarapan bersama ini


" Alhamdulillah perkembangan cukup baik Tuan nilai laba perusahaan juga mengalami sedikit kenaikan yang cukup signifikan." Jawab Ditya sopan


" Wah kabar yang cukup bagus itu Tuan Ditya, mohon kerja sama nya untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan agar semakin maju dan lebih berguna untuk sesama lagi ya Tuan." Sahut Naka sopan


Saat Ditya tengah terlibat obrolan mengenai perusahaan bersama Naka itu, Bu Ratih bingung dengan keakraban keduanya dan Beliau pun juga curiga jangan jangan Naka dan Ditya sudah saling kenal sebelum nya.


" Sebentar sebentar ini kok kelihatannya Kalian akrab sekali apakah sudah kenal sebelum nya? " Tanya Bu Ratih sembari menatap Ditya dan Naka secara bergantian.


Ditya dan Naka yang semula terlibat obrolan membahas seputar perkembangan perusahaan itu pun menghentikan obrolannya dan kompak menoleh kearah Bu Ratih, jika Naka memilih untuk tersenyum saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan Bu Ratih barusan.

__ADS_1


Maka hal lain ditunjukkan oleh Ditya dimana tiba tiba saja rait mukanya yang semula santai saat mengobrol dengan Naka , kini berubah menjadi sedikit kaku kiku dan hal ini semakin memicu kecurigaan di benak nya Bu Ratih.


" Kok malah diam to nggak ada yang jawab pertanyaan ku? " Kata Bu Ratih penasaran.


" Ya tentu saja Ditya kenal baik dengan Tuan Naka ini Ma, sebab Beliau ini Presiden direktur nya Bagaskara grub perusahaan induk dari kantor cabang nya tempat Ditya bekerja." Jawab Ditya sedikit gugup


Mendengar jawaban Ditya barusan sontak saja membuat Bu Ratih kaget tak karuan hingga Beliau pun secara refleks bertanya kembali dengan nada setengah berteriak.


" Apaaaaa, Mama nggak salah dengar kan Dit? " Tanya Bu Ratih dengan nada setengah berteriak.


" Nggak Ma, Mama nggak salah dengar Tuan Naka ini Bos nya Ditya." Jawab Ditya jujur


Sementara itu Naka dan Tyas terlihat saling adu pandangan satu sama lain sembari kompak tersenyum manis kearah Bu Ratih dan Ditya tentunya.


Rasa ketidak percayaan yang ada di benak nya Bu Ratih ini semakin membumbung tinggi dan seakan Naka pun ikut bisa merasakan nya hingga akhirnya Dia meyakinkan Bu Ratih dengan ucapan


" Ya Bu, apa yang barusan Bu Ratih dengar itu benar Saya adalah pemilik sekaligus pemimpin Bagaskara grub sebuah perusahaan induk yang menaungi perusahaan cabang tempat Tuan Ditya bekerja." Kata Naka tegas


Tiba tiba mata Bu Ratih berkaca kaca dan akhirnya air mata itu jatuh menetes membasahi pipinya yang mulus itu.

__ADS_1


" Lo Mama kok malah menangis, ada apa Ma? " Tanya Tyas yang terlihat khawatir itu.


" Tyas, Mama tidak menangis kok Mama hanya terharu dengan apa yang barusan Mama dengar dan ternyata Allah sudah menyiapkan sebuah balasan yang sangat indah untuk Mu." Jawab Bu Ratih seraya menyeka air matanya itu


" Alhamdulillah ya Ma dan semoga kebahagiaan ini kekal adanya." Jawab Tyas


" Iya Nduk, Kamu gadis yang baik sopan pintar dalam mengurus segala keperluan rumah tangga dan urusan lainnya, Kamu mandiri buktinya Kamu mampu membangun usaha se sukses sekarang jadi pantas saja Allah memberimu sosok pendamping yang sama dengan Mu dan bukan yang tidak sepadan dengan Mu." Sahut Bu Ratih panjang lebar sembari melirik kearah Ditya


Mereka bertiga yang mendengar ucapan Bu Ratih barusan itu pun menyetujui ucapan Bu Ratih, namun bagi Tyas hal ini malah membuatnya malu dan sedikit banyak membawanya mengenang masalalu buruknya bersama Ditya dulu.


" Ma, please stop. " Kata Ditya setengah memohon


" Kenapa, kan benar apa yang Mama ucapkan barusan Tyas itu seperti batu berlian yang secara sengaja Kamu tukar dengan batu kali yang sangat sangat mageran tanpa aktifitas juga tanpa produktifitas yang jelas itu." Sahut Bu Ratih


Tyas yang mendengarkan ucapan Bu Ratih barusan itupun menjadi malu dan pipinya pun meron merah tanda malu


" Terima kasih Ma tidak ada berlian maupun batu kali di sini yang ada hanya ada Tyas dan Wati dua wanita yang sama sama pernah menjadi mengisi hati Mas Ditya." Kata Tyas polos


Semua yang hadir itu pun tersenyum dan mengangguk, sebagian lagi pergi memeriksa

__ADS_1


bagian produksi cake and pastry usaha milik Tyas


__ADS_2